NovelToon NovelToon
Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Tiga tahun lalu, Sony kehilangan segalanya dalam satu malam akibat pengkhianatan sahabatnya dan mantan kekasihnya, Dimas dan Rina. Perusahaan keluarganya direbut, kedua orang tuanya dibunuh secara tragis, dan Sony dijebloskan ke dalam penjara paling kejam dengan tuduhan palsu. Namun, di tempat yang seharusnya menjadi akhir hidupnya itu, Sony justru bertemu dengan seorang guru misterius yang mewariskan ilmu bela diri tingkat dewa dan keterampilan medis kuno kepadanya. Setelah menghabiskan waktu di luar negeri, membantai para petarung terkuat hingga dijuluki Dewa Kematian, Sony kini menginjakkan kakinya kembali di tanah kelahirannya. Dengan kekuatan mutlak di tangannya, Sony bersiap untuk memberikan mimpi buruk dan membalas dendam kepada siapa saja yang telah menghancurkan hidupnya tanpa sisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Keheningan melingkupi seluruh ruangan lelang setelah identitas asli Sony terungkap.

​Rina menutupi mulutnya dengan kedua tangan, tidak percaya dengan pria di depannya.

​Dimas mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga kuku-kukunya hampir menembus kulit telapak tangannya sendiri.

​"Bagaimana bisa kau keluar dari tempat itu tanpa sepengetahuanku?" geram Dimas dengan suara menahan amarah.

​"Dunia ini terlalu sempit untuk menyembunyikan aku darimu, Dimas," jawab Sony santai.

​Dimas mengalihkan pandangannya ke arah para penjaga keamanannya yang bersenjata di pinggir panggung.

​Kepanikan dan amarah menyatu di dalam dadanya, mendorongnya untuk mengambil tindakan nekat.

​"Pengawal! Bunuh bajingan ini sekarang juga! Jangan biarkan dia keluar hidup-hidup dari ruangan ini!" teriak Dimas histeris.

​Dua belas pengawal elit berseragam hitam langsung mengepung Sony dan Leo dari segala arah.

​Para tamu undangan di sekitar mereka langsung berlarian panik dan menjauh untuk menyelamatkan diri.

​Brak!

​Suara kursi-kursi yang terbalik menggema di tengah jeritan ketakutan para tamu.

​"Dimas, kau masih saja menggunakan metode murahan yang sama seperti tiga tahun lalu," ucap Sony menatap para pengawal di sekelilingnya.

​"Mati saja kau di sini, Sony! Perusahaan itu milikku dan Rina adalah milikku!" jerit Dimas dari balik barisan pengawal.

​Dua orang pengawal berbadan tegap maju lebih dulu sambil mengayunkan tongkat pemukul taktis mereka ke arah Sony.

​Srat!

​Tongkat besi itu membelah udara dengan sangat cepat mengincar kepala Sony.

​Sony tidak membuang tenaga untuk menghindar secara berlebihan, dia hanya melangkah setengah ke samping.

​Serangan musuh meleset total tanpa menyenggol sehelai rambut Sony sedikitpun.

​Bugh!

​Sony mengepalkan tangan kanannya dan mendaratkan tinju lurus ke dada pengawal pertama.

​Suara tulang rusuk yang patah terdengar sangat jelas bagi siapa saja yang berada dekat di sana.

​Pengawal itu langsung terlempar jauh menabrak meja lelang kayu hingga hancur berkeping-keping.

​Brak!

​Pengawal kedua mencoba menyerang dari arah belakang dengan tendangan berputar.

​Sony tanpa menoleh sedikitpun hanya mengangkat tangan kirinya ke belakang dan menangkap pergelangan kaki pengawal itu.

​Krek!

​Dengan satu pukulan ringan, Sony mematahkan engkel kaki pengawal tersebut.

​"Aaaaghhh!" Jeritan melengking keluar dari mulut pengawal itu sebelum tubuhnya dihempaskan Sony ke lantai marmer.

​Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh detik, dua pengawal elit sudah tidak berdaya di tanah.

​Sepuluh pengawal tersisa menghentikan langkah mereka, gemetar melihat monster di hadapan mereka.

​"Apa yang kalian tunggu? Serang dia bersamaan!" bentak Dimas yang berada jauh di belakang.

​Namun tidak ada satu pun dari pengawal tersebut yang berani mengambil satu langkah maju lagi.

​[Sistem Peringatan: Misi Sampingan Terpenuhi]

​[Hasil: Berhasil mempermalukan target utama di depan publik dan menghancurkan pertahanannya]

​[Hadiah: Membuka Akses Informasi Jaringan Gelap Kota]

​Layar biru transparan muncul sekejap di hadapan Sony lalu menghilang tanpa jejak.

​Sony tidak menghiraukan hadiah tersebut dan melangkah pelan melewati para pengawal yang ketakutan.

​Setiap kali Sony melangkah maju, sepuluh pengawal itu justru mundur beberapa langkah ke belakang.

​Sony akhirnya berhenti tepat tiga meter di hadapan Dimas dan Rina.

​Rina bersembunyi di belakang tubuh Dimas sambil mencengkeram jas tunangannya rapat-rapat.

​"S-Sony... tolong maafkan aku, aku tidak ada hubungannya dengan kematian orang tuamu..." rengek Rina memohon dengan wajah pucat.

​Sony menatap Rina dengan pandangan yang sangat dingin, seolah sedang melihat sebongkah batu jalanan.

​"Rina, menyimpan suara palsumu itu untuk hakim di neraka nanti," kata Sony datar.

​Kemudian mata Sony beralih menatap lurus tepat ke dalam bola mata Dimas.

​"Dimas, aku berikan kau waktu tujuh hari untuk menikmati semua kekayaan yang kau curi dari keluargaku," ucap Sony pelan.

​"Apa maksudmu tujuh hari?" tanya Dimas dengan nafas memburu.

​"Dalam tujuh hari, aku akan merebut kembali seluruh aset perusahaanku dan membuatmu berlutut memohon kematian," bisik Sony.

​Sony tidak memberikan kesempatan bagi Dimas untuk membalas perkataannya.

​Dia memutar badannya dan berjalan meninggalkan ruangan lelang yang sudah berantakan itu.

​Leo berjalan mengekor di belakang Sony sambil membawa jam saku kuno milik keluarga Sony yang berhasil dibeli.

​Para pengawal dan tamu undangan secara otomatis membelah jalan, memberikan jalan bagi sang Dewa Kematian.

​Tidak ada seorang pun yang berani menghentikan atau sekadar menahan langkah Sony keluar dari tempat tersebut.

​Dimas berdiri mematung di tengah ruangan sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.

​"Sialan! Sialan kau Sony!" teriak Dimas murka sambil menendang pecahan kaca di lantai.

​"Sayang, apa yang harus kita lakukan sekarang? Dia sungguh sangat menakutkan..." cicit Rina ketakutan.

​"Diam kau wanita bodoh! Panggil Ketua Kelompok Bayangan sekarang juga!" perintah Dimas pada asistennya.

​"Kalau dia ingin bermain dalam waktu tujuh hari, aku akan pastikan dia mati di hari pertama!" tegas Dimas penuh dendam.

​Sementara itu, di dalam mobil mewah yang melaju membelah malam, Sony menggenggam jam saku tua milik kakeknya.

​"Tuan, Dimas dipastikan akan menyewa pembunuh bayaran dari jaringan gelap setelah kejadian malam ini," lapor Leo dari kursi kemudi.

​"Biarkan saja dia memanggil siapa pun yang dia mau," sahut Sony sambil menatap ke luar jendela.

​"Semakin banyak anjing yang dia kumpulkan, semakin cepat dia menyadari betapa tidak berdayanya dia di depanku."

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai mawar hitam permalukan ke media sebelum di bantai
kiyoe: bantai
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris beserta keluarganya dengan cara paling kejam dan sadis
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Viktor dengan cara paling kejam
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai dimas dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang sudah tiada itu
kiyoe: mau di pajang ke mana kak tubuh nya hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!