NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Niza masih terpaku sampai Nina menyadarkan nya...."Niz....lihat, dia mirip dengan mu, Apa kamu punya kembaran?".

Niza tak bergeming,namun tubuhnya luruh menerpa bebatuan kecil.

Perlahan jemari Niza menyentuh kulit pipi Tania yang dingin dan pucat pasi, Namun tiba-tiba saja kepalanya berdenyut sakit luar biasa , sebuah guncangan hebat menjalar hl di dalam kepalanya. Sensasi rasa sakit yang membakar, potongan-potongan bayangan masa kecil, hingga kenangan tragis masa lalu yang selama bertahun-tahun terkunci rapat di dalam ingatannya mendadak pecah dan membanjiri pikirannya bagai air bah!

Kilatan ingatan masa kecil saat bermain bersama, pelukan hangat almarhum orang tua mereka, hingga momen perpisahan yang memisahkan garis hidup mereka berputar cepat. Seluruh memori yang hilang itu kembali utuh dalam beberapa detik yang menggetarkan jiwa.

Mata Niza, yang kini telah mengingat jati dirinya sebagai Tania yang asli membelalak lebar. Air mata deras menetes membasahi pipinya.

"Ta... Taniza..." ucap bibir Niza bergetar, membisikkan nama asli dari kembarannya yang selama ini hidup menggantikan posisinya di Jakarta.... Untuk memastikannya Tania asli memeriksa kalung emas dan di sana terlihat nama dirinya yang Asli.

Tania asli merengkuh tubuh Taniza yang terkulai lemas di pangkuan Dias. Jiwa perisai yang selama ini terbentuk dalam dirinya kini menemukan alasan terbesarnya untuk bangkit, melindungi saudara kembarnya yang telah mengorbankan begitu banyak hal.

"Mas Dias!" panggil Tania (Niza) dengan nada tegas bercampur kepanikan, menatap Dias lekat-lekat. "Gendong dia sekarang! Kita harus segera membawanya ke klinik terdekat!"

Dias yang masih terperanjat melihat dua wajah yang identik itu langsung mengangguk cepat. "Iya, Za! Tapi bukannya lebih baik langsung dibawa ke Rumah Sakit di pusat kota?"

"Jangan ke Rumah Sakit , Mas! Itu terlalu jauh dan memakan waktu perjalanan berjam-jam!" potong Tania (Niza) cepat sambil mengusap air matanya. "Kondisinya sangat kritis, napasnya sudah sangat lemah akibat tenggelam! Kita cari klinik terdekat di daerah sini yang punya perlengkapan tabung oksigen dan pertolongan pertama!"

Dias tanpa membuang waktu langsung mengangkat tubuh kurus Taniza ke dalam pelukannya. Bersama Yoga dan Nina dan kedua teman laki-lakinya yang masih syok, mereka berlari tergesa-gesa membelah batu-batu kali menuju mobil camperVan abu-abu yang terparkir di pinggir jalan. Tubuh Taniza dibaringkan di ruang belakang Van, sementara Tania (Niza) terus menggenggam erat jemari kembarannya yang membiru, menyalurkan kehangatan dan doa tanpa henti.

Dengan bantuan google map, Dias menemukan klinik yang tidak jauh dari tempat di temukanya saudara kembar Niza.

____

Sementara itu, di pusat Kota Jakarta, suasana berada di puncak kepanikan dan ketegangan.

Kabar hilangnya Tania (Taniza) usai aksi penculikan rapi di Halte TransJakarta telah sampai ke telinga pimpinan tertinggi markas kepolisian. Karena pengaruh besar keluarga Hasanuddin dan ancaman mematikan dari Ameer yang sedang dalam perjalanan pulang dari Amerika, Polda Metro Jaya mengerahkan seluruh jajarannya.

Sirine mobil polisi berkumandang di berbagai sudut jalan raya.

Puluhan pos pemeriksaan didirikan di setiap pintu keluar-masuk Jakarta.

Ratusan personel kepolisian disebar untuk memeriksa rekaman CCTV kota, halte bus, hingga stasiun.

Tim kejahatan keras bergerak menyisir area-area rawan dan kontrakan terpencil di pinggiran ibu kota.

Di dalam Mansion Hasanuddin, Kakek Hamzah tak henti-hentinya memegang tasbih sambil menangis di kursi rodanya, didampingi tim medis pribadi yang menjaga tekanan daranya.

Di sudut ruangan, Filio berpura-pura panik sambil menatap layar ponselnya. Di balik raut wajah sembap dan khawatirnya yang palsu, jantung Filio berdegup kencang. Ia dan Chana mulai merasa cemas melihat besarnya skala pencarian polisi. Namun, mengingat para eksekutor telah melaporkan bahwa Tania telah dilempar ke dasar jurang sungai yang dalam, Filio mencoba menenangkan dirinya, yakin bahwa jasad sepupunya itu tidak akan pernah ditemukan.

Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa takdir telah memainkan perannya dengan sangat indah. Sosok yang mereka buang di dasar sungai kini berada di tangan Tania yang asli, sang perisai baja yang kini telah pulih ingatannya dan siap menuntut balas atas setiap tetes air mata saudara kembarnya!.

_____

Mobil camperVan abu-abu itu melaju kencang membelah jalanan perdesaan, menabrak genangan air dan kerikil tanpa peduli. Di kabin belakang, Tania yang asli, yang selama ini dikenal warga desa sebagai Niza tak sedetik pun melepas cengkeraman tangannya dari jemari Taniza. Wajah saudara kembarnya itu semakin pucat, napasnya terengah-engah sangat tipis dan tersedat-sedat.

"Mas Dias, lebih cepat, Mas! Napasnya makin lemah!" seru Tania dengan suara bergetar, menahan tangis yang membakar tenggorokannya.

"Iya, Za! Ini Mas sudah injak gas penuh! Depan itu ada Klinik Mulia Utama, sebentar lagi sampai!" jawab Dias dari balik kemudi, matanya fokus menatap jalanan meliuk di kaki gunung.

Begitu Van berhenti mendadak di pelataran klinik, Dias langsung melompat keluar dan membuka pintu samping. Dengan sigap, ia menggendong tubuh kurus Taniza yang basah kuyup dan terkulai lemas. Tania berlari di depan, mendobrak pintu kaca klinik.

"Tolong! Suster, Dokter! Ada pasien tenggelam, butuh pertolongan darurat!" teriak Tania asli bergema di koridor klinik yang hening.

Dua orang perawat terperanjat dan langsung mendorong brangkar. Tubuh Taniza dibaringkan, lalu dilarikan dengan tergesa-gesa menuju ruang tindakan utama.

Klinik perdesaan ini terbilang sangat representatif, mungkin karena letaknya yang tidak jauh dari jakarta. Di dalam ruang tindakan, seorang dokter umum wanita paruh baya bernama Dokter Riri, dengan kaca mata menggantung di dadanya dan stetoskop melingkar di leher, langsung menginstruksikan tindakan medis darurat.

"Pasang oksigen aliran tinggi sekarang! Sedot cairan dari saluran napasnya!" perintah Dokter Riri cekatan.

Perawat menyuntikkan obat-obatan darurat dan memasang monitor pembaca detak jantung. Setelah memastikan saluran napas Taniza kembali terbuka dan air sungai yang menyumbat paru-parunya berhasil dikeluarkannya sebagian, Dokter Riri mulai menggunting pakaian gamis basah sobek-sobek yang menempel kaku di tubuh pasien untuk menggantinya dengan kain steril dan mengobati luka luar.

Namun, baru beberapa helai kain tergunting... jemari Dokter Riri mendadak membeku.

Manik matanya membelalak lebar di balik kaca mata. Wajah senjanya yang tenang seketika berubah pucat pasi, dipenuhi rasa terkejut dan horor yang amat sangat.

"Astagfirullahaladzim... bekas luka-luka ini sangat mengerikan, iblis mana yang tega berbuat seperti ini" bisik Dokter Riri, tangannya gemetar hebat melihat pemandangan di balik pakaian tersebut.

Dokter Riri menghentikan guntingnya sejenak, menelan ludah yang terasa sangat pahit. Ia berbalik menatap perawat di sampingnya. "Panggil saudaranya yang ada di luar. Minta dia masuk ke sini sekarang juga."

1
suti markonah
siap² filio chana..pembalasan dendam akan segera di mulai
suti markonah
ameer dah ada rasa sm tania tp blm menyadari
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!