NovelToon NovelToon
SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Ponny Sagita

10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IKAN TOYA

Notif chat mas ben.

(Ben : selamat siang nayaku.)

(Aku : met siang juga masku.)

(Ben : mas lagi makan ikan bakar yang kemarin kamu kirim.)

(Aku : dih! belum tau aja ya kalo kepiting bakar gimana endulnya.)

(Ben : jangan mancing-mancing ya, mas ngiler deh sayang.)

(Aku : hahaha.. btw, di pulau mas, habitat nya apa aja yang bisa dimakan?)

(Ben : disini ada ikan juga. Mas pernah nangkep, tapi kan mas gak pinter bakarnya, gosong.)

(Aku : ikan apa mas?)

(Ben : gak tau namanya nay. Asal nangkep aja. Yang penting bisa dimakan.)

(Aku : udah tanya ke system mas blum? Biasanya kan suka mirip sama yang di bumi. Kalo ga sama, mas bisa kasi nama loh. Dapet poin.)

(Ben : ah yang bener sih.)

(Aku : beneran mas, aku udah ngasi nama satu jenis ikan di sini, itu tuh ikan yang mas makan. Sama ada tumbuhan juga, tapi aku belum tau manfaat tumbuhannya, masih dipantau.)

(Ben : ok, tar mas nangkep lagi. Tapi kalo gak dimasak masa dilempar lagi ke laut.)

(Aku : pastiin dulu aman gak dikonsumsi. Siapa tau beracun.)

(Ben : bisa dimakan kok yang. Cuma mas gak bisa masaknya.)

(Aku : tar kirim aja ke aku, aku tuker sama melon. Besok panen. Nanti aku masakin buat mas deh.)

(Ben : oke sayang, mas cari dulu ikannya yang banyak, tar mas kirim ke kamu ya.)

(Aku : kalo hari ini, mas maunya dituker apa?)

(Ben : nanti mas pikirin dulu. Makasih infonya ya cintaku.)

(Aku : iya masku.)

Aku belum menemukan pohon pisang di sini, kalau mau nanem kan bibitnya ga ada. Kayaknya aku kudu buka market deh.

"Besok aja kali ya, ada tomat sama cabe. Minta tuker daun pisang sama bonggol pisang." Aku bicara sendiri.

"Celia, bisa gak sih aku sama mas ben kirim barang tanpa lewat market?"

"Bisa naya, setelah kalian berdua naik ke level 3."

"Eh, di level 3 juga market system juga udah bisa diakses ya?"

"Iya naya."

"Update ke level 3 sekarang bisa kan?"

"Bisa. Poin system akan -350. Kamu bersedia?"

"Just do it celia."

Naik ke level 3 memang beda efeknya.

Aku merasakan tekanan energi lebih tajam.

Bahkan nafasku terasa agak sesak. Aku menenangkan diri dengan pernafasan lebih panjang. Sikap meditasi.

Udara di sekitarku seakan berputar lebih kencang.

Guncangan tanah dibawahku lebih keras dari saat naik ke level 2.

Setelah beberapa saat, semua mulai mereda. Saat kubuka mata, semua nampak lebih jernih.

Pesisir laut nampak makin menjauh. Wajar lah, sekarang pulauku 3 hektar. Area eksplorasiku makin meluas.

Aku berharap ada pohon pisang. Dah itu aja. Hehehe..

Aku membuka layar, muncul satu menu baru, market system.

Isi market system lebih ke material bahan baku bangunan, senjata, dan items peningkatan level dan skill, yang memakan poin system cukup banyak.

Tidak ada material bahan makanan dan air minum.

"Celia, untuk skill tambahan bisa di upgrade hari ini pakai poin system?"

"Bisa naya, skill tambahan mana saja?"

"Skill pertarungan, tumbuhan, dan tehnik. Naikkan 1 level semua."

"Poin system akan -150. Lanjutkan?"

"Ya celia."

Tak lama kemudian.

"Skill tambahan pertarungan, tumbuhan dan tehnik berhasil dinaikkan."

"Ok"

"Celia tunjukkan misi untuk skill up khusus tanah."

Layar hologram terbuka.

Menu skill khusus tanah.

Misi khusus Reward +1 untuk penyelesaian salah satu misi.

* Perluasan lahan pertanian/ perkebunan, 3/5.

* Pembuatan pupuk kompos dengan limbah makanan, 1/20.

* Penemuan jenis tanaman baru, 1/5.

* Penemuan jenis tanaman yang familiar, 15/50.

* Metode pertahanan dan perlawanan dengan skill khusus tanah, 0/5.

"Ok, so far. Yang udah mendekati target, perluasan lahan ya. Bisa ini bisa. Mumpung masih terang. Mari kita bekerja lagi kawan!"

Aku bangkit. Menuju lahan kebunku.

Mulai memetakan area, mana yang bisa langsung kubuat jadi jalur tanam, mana yang harus kubersihkan, bahkan jika harus membabat semak belukar.

Aku akan menambah dua jalur tanam baru. Kutandai dengan patok kayu. Dan mulai menggarap lahan berbekal cangkul, sendok tanah dan kapak kecil.

Jika ada kerikil, bebatuan dan potongan kayu langsung kumasukkan ke inventory.

Aku baru berhenti setelah dua jam. Menenggak sebotol air minum, sambil meneliti area sekitar.

Setelah rehat 10 menit, aku bergerak ke dalam hutan.

Ada dua box kosong belum kubongkar, kujadikan wadah membawa tanah gembur.

Cukup keluarkan box, isi dengan tanah dan masukkan ke inventory. Enak kan.

Aku sekalian menyisiri area dalam hutan yang sudah semakin meluas.

Aku bolak balik 4 kali memuat dan meratakan tanah di lahan tanam baru.

Setelah seharian sibuk, aku memutuskan untuk bermain di laut. Berenang ke sana kemari. Tidak mengelilingi pulau.

Aku bahkan menemukan beberapa jenis ikan yang nampak lucu, kurasa di bumi pun ada ikan seperti di bumi.

Aku juga menemukan cumi cumi. Langsung kujaring. Lumayan dapat 5.

Bahkan tampak seekor gurita. Entah bagaimana, saat kuulurkan tangan, gurita itu malah mendekat. Apa ini karena skill hewanku?

Bodo amat, begitu kusentuh, gurita masuk ke inventory.

Aku keluar dari laut sambil tertawa tawa sendiri.

"Guys!" Seruku ke arah langit.

"Tau gak rasanya bisa nangkep cumi sama gurita?! Its so amazing. Nih gw liatin ya." Aku mengeluarkan cumi cumi dan gurita bergantian dari inventory. Lalu aku tertawa lepas lagi.

"Celia, gandakan cumi cumi dan gurita."

"Baik naya."

"Ok guys.. Gw mandi dulu ya. Byeee.." Melambai ke arah langit biru kehijauan dengan awan pink yang berarakan.

Aku berlari lari kecil ke arah kamar mandi, sambil menarik handuk dari jemuran.

...----------------...

Di pulau batu 20.

Aku tengah rehat setelah hampir dua jam berburu ikan di laut. Memandang ke kejauhan. Tersenyum kecil.

"Bener kata naya. Gw bisa kasi nama hewan dan tumbuhan. Kenapa gak kepikiran ya?" Gumamku.

Kaosku tergeletak di sisi tempat dudukku di atas bebatuan. Hanya berbalut celana pendek yang dulu biasa ku pakai olah raga.

Aku tau tampilanku seperti ini pasti jadi konsumsi publik di bumi, tapi mana aku peduli. Cuma naya yang kupikirkan.

Aku baru saja menamai satu jenis ikan, toya. Singkatan benito kanaya. Gak banget kan ya. Tapi ya suka suka aku aja lah ya. Bikin hati senang.

Aku membuka layar hologram. Memeriksa pencapaianku hari ini.

Total poin system : 30.800/1.000.000

Level 3 - menengah lanjutan :

Kecerdasan 840/800

Fisik 775/800

Mental 737/800

Adaptasi 801/800

Skill khusus :

Ruang 2/10

Api 1/10

Air 1/10

Tanah 0/10

Skill tambahan :

Analisa 477/500

Pertarungan 675/800

Tehnik 437/500

Hewan 580/100 - terpenuhi

Teleportasi 120/200

Status inventory : 355/500

Memandang ke kejauhan, aku bergumam, "Pengen cepet ketemu kamu, pengen bareng kamu. Aku yakin kalo kita sama sama bakal lebih kuat."

Mendengus pelan, "Kalo aja gak kebentur gulungan bengkel dan  material langka buat bikin kapal, udah aku bikin dari kemaren, tinggal naikin level ke 4. Tapi mau bikin bengkel aja blum ada yang punya gulungannya, material langkanya ya seperti namanya, langka bener."

"Kanaya, buka chat naya."

Layar hologram terbuka.

(Ben : sayang. Lagi apa.)

(Naya : abis berenang. Dapet cumi sama gurita.)

(Ben : wah.. Enak tuh. Btw aku kirim ikannya ya.)

(Naya : kirim langsung aja mas. Jangan di market. Aku udah lv3 loh. Sama kan sama mas.)

(Ben : wow. Keren sayangku. Ok nih mas kirim ya.)

(Ben mengirim 10 ikan toya)

(Naya : ikan toya apaan mas? Baru tau.)

(Ben : ikan kita sayang. Benito kanaya.)

(Naya : hahaha.. Anjir. Mas sungguh diluar nuril. Tapi lucu siih.. Makasih ya mas ku.)

(Ben : kata kamu, di pulaumu ada tumbuhan mutan. Bisa kirim ke mas gak? Mau mas pelajari, siapa tau ngasih item langka)

(Naya : oh, taneman yang kunamain itu? Ok. Bisa. Besok ya tapinya. Gak keliatan kalo udah gelap. Tanemannya ngeluarin cahaya pas kena sinar matahari. Aslinya item tanemannya.)

(Ben : ok. Gak papa sayangku. Santai aja.)

(Naya : aku masak dulu ya mas. Nanti aku kirim ke mas. Ok?)

(Ben : ok naya sayang. Luv u.)

(Naya : hehehe... Luv u too masku.)

Tanpa sadar aku tersenyum manis. Hanya naya yang bisa membuatku sebucin ini.

Tekadku makin kencang untuk menemui kekasih hati. Pasti ada jalan.

...----------------...

Di bumi. Kota Jaya.

Keluarga Celia.

"Liat deh ma, si mas abis chat sama naya deh tuh. Mukanya gak kontrol banget. Pasti para wanita di bumi pertiwi makin napsu sama dia. Udah lah pamer bodi." Celetuk Dami.

Mama Gia menghembuskan nafas pelan, "Ya mau gimana lagi, bentukannya emang begitu. Kakakmu itu dari dulu juga banyak yang naksir, dia nya aja yang kayak kulkas."

Celia manggut-manggut, "Emang cuma soulmate aku yang tanpa sadar bisa naklukin dia. Mana dua duanya belum pernah pacaran. Yakin deh kalo beneran ketemu tar canggung banget."

Dami melirik sinis, "Dih! Kayak kamu pernah pacaran aja."

"Eh! Pernah ya!" Seru Celia. "Tapi waktu sd." Dia nyengir kuda.

"Mana ada pacaran sehari doang!" Sahut Dami.

"Biarin, daripada kamu. Jomblo sejak lahir."

"Aku sih jomblo jomblo bahagia."

...----------------...

1
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak😍
PonsParadiso: tiap hari update, makasih ya udah mau respon.. seneng akuh 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!