NovelToon NovelToon
Wilson & Tisya

Wilson & Tisya

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:320.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Bagaimana jadinya jika seorang pria biasa yang tidak mempunya pengalaman tentang cinta di pertemukan dengan seorang gadis yang manja dan keras kepala?

Ikuti keseruan rumah tangga Wilson dan Tisya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Tisya pun hanya bisa pasrah dan mengambil tas mereka dari dalam mobil dan berjalan menggikuti mereka. Dari arah dalam rumah, terlihat ibu-ibu yang juga keluar menggempur mereka.

"Wilson kenapa pak?" tanya ibu itu, sepertinya itu ibu Wilson.

"Suruh masuk dulu anaknya!" bapak Wilson terlihat menghalangi sang ibu untuk bertanya lebih lanjut.

"Duduk-duduk!" Ibu dan bapak Wilson meminta Wilson untuk duduk, sedangkan Tisya ia seperti orang yang tidak di anggap sedari tadi. Mau duduk di samping Wilson juga enggan karena kedua orang tua Wilson belum tahu kalau mereka menikah, wajahnya jelas menunjukkan kecemasan yang begitu besar.

Kemudian Tisya ingat sesuatu, obat yang di bawanya untuk Wilson dan sang kakak. Ia pun segera menurunkan tasnya dan mengambil obat di dalamnya, untung dia menaruh obat itu di saku paling depan jadi tidak perlu susah-susah untuk mencarinya.

"Minum obatnya dulu Wil!"

Ucapan Tisya berhasil membuat pasangan suami istri itu memperhatikannya. Mata ibunya Wilson tampak menyelidik, apalagi penampilan Tisya dengan celana yang tidak lebih dari lima centi di bawah panggal paha dan kaos singletmya, untung ada kemeja panjang yang menutupinya.

"Kamu siapa?" belum sampai Tisya menjawab pertanyaan wanita yang telah melahirkan sang suami itu, wanita itu kembali berujar, "Kamu sopirnya Wilson!"

What's sopir? Memang penampilanku mirip sopir apa, cantik kayak gini di bilang sopir lagi, batin Tisya kesal.

"Bukan Bu, dia_!" Wilson berusaha menjelaskan, tapi rasa sakit di perutnya kembali hadir membuatnya menghentikan ucapannya.

"Iya Bu, saya sopirnya Wilson!" ucap Tisya dengan cepat dan langsung mendapat protes dari sorot mata sang suami,

Jujur dalam keadaan seperti ini tidak begitu baik, satu per satu masalah harus di selesaikan lebih dulu, lagi pula aku juga ingin lihat wanita seperti apa yang udah di jodohin sama suami aku

Tisya tampak begitu percaya diri dengan memperkenalkan dirinya sebagai sopir Wilson.

"Sopir kok pakaiannya seksi begini, kalau di sini jangan pakek baju kayak gitu, nggak baik!" sepertinya ibunya Wilson sangat tidak menyukai penampilan Tisya yang seperti itu.

Pantas saja, ternyata sama kayak ibunya ya, protektif

"Iya Bu, nanti saya ganti!"

"Jangan nanti-nanti, biar Wilson makan dan minum obat, kamu ikut ibu!"

Tisya hanya bisa mengikuti ibu mertua yang tidak tahu kalau dia menantunya itu ke sebuah bilik kecil, sepertinya itu kamar kedua orang tua Wilson. Sedikit merasa canggung karena tiba-tiba di ajak masuk ke dalam kamar.

Wanita tua itu mengambil sesuatu di dalam lemarinya, mengambil sebuah rok panjang.

"Pakek ini saja, ini punya Wilna!"

Tisya mengerutkan keningnya, siapa Wilna?

"Wilna itu adiknya Wilson, dia masih tinggal di kosnya sekarang!"

Pantas saja, bukan kayak roknya ibu-ibu

Ternyata tebakan Tisya salah, itu bukan kamar mertuanya melainkan kamar adiknya Wilson.

Setelah sang ibu mertua meninggalkannya, Tisya pun segera memakai rok tanpa melepas celana yang pendeknya lima centi itu.

Perutnya sudah sangat lapar minta di isi, sudah kebayang aroma masakan rumahan ala orang kampung yang menggugah selera.

Saat ia keluar dari kamar itu, ia tidak menemukan siapapun di ruang tamu tadi, samar-samar ia bisa mendengarkan percakapan di ruangan samping membuatnya tertarik untuk melihat ke ruangan samping.

Ruangan yang hanya di pisahkan oleh sebuah kelambu itu, Tisya bisa dengan mudah mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

"Wilson lagi tidak sehat Nara, mungkin itu alasannya tidak mau membicarakan acara pernikahan kalian, iya kan Wil?"

Itu suara ibu Wilson, walaupun Tisya tahu jika Wilson pun calon istri di kampung, tetap saja hal itu membuat hatinya begitu sakit. Rasanya seperti tertusuk ribuan jarum.

Jadi namanya Nara! batin Tisya. Ia padahal sudah sangat mempersiapkan untuk hari ini, tapi ternyata tetap saja ia tidak bisa menguasai hatinya.

Beberapa kali ia menghempaskan nafasnya agar bersikap biasa saja di depan wanita yang akan ia temui, rasanya lebih sakit dari saat mengetahui kalau ternyata Rizal sudah punya seorang istri.

Perlahan Tisya membuka tirai nya dan menarik sudut bibirnya agar tidak terlihat kalau dia baru saja mengusap air matanya.

Tatapannya langsung tertuju pada seorang gadis dengan wajah anggun sedang duduk di samping Wilson, gadis itu sepertinya juga sedang memperhatikan Tisya.

Dari tatapan pertama, Tisya bisa menilai gadis itu jauh berbeda dengan dirinya yang manja dan maunya sendiri, gadis itu anggun, lembut, mandiri dan ramah.

Sepertinya bapaknya Wilson mengerti arah tatapan Nara, gadis yang di gadang-gadang akan menjadi menantunya itu. Ia segera menoleh ke belakang karena memang tempat duduk ibu dan bapak Wilson membelakangi Tisya.

"Oh, dia itu sopir nya Wilson!"

Kembali dengan terpaksa Tisya menarik sudut bibirnya, sedangkan Wilson yang sedari tadi diam hanya bisa menelan Salivanya. Ingin sekali mengatakan yang sebenarnya tapi ternyata keadaannya tidak memungkinkan.

"Kemarilah, ikutlah makan, lapar kan!?" Wilson segera berdiri dan menarik tangan Tisya dengan satu tangannya yang masih memegangi perutnya yang terasa nyeri.

"Nara bisa pindah ke kursi yang itu, biar di sini Tisya yang duduk!" ucap Wilson.

"Ya nggak bisa dong, biar Tisya di kursi kosong itu, la wong Nara yang calon istri kamu bukan Tisya, kenapa harus duduknya berdampingan!" ucap pak Arif, bapaknya Wilson.

"Tisya ini tamu pak di sini, dia yang bawa Wilson jadi sudah menjadi tanggung jawab Wilson untuk jagain Tisya pak!"

"La wong cuma sopir kok di istimewakan sih!" bapak masih tetap ngotot membuat Tisya mengedipkan matanya meminta Wilson agar tidak berdebat dengan sang bapak.

"Tisya duduk di sini saja!" ucap Tisya sambil menggeser bangku yang belum di geser oleh Wilson karena memang sebenarnya tempatnya bukan di situ.

Maaf cuma bisa nulis sedikit, badannya kurang fit. Semoga besok atau lusa bisa di ganti dengan yang banyak🙏🙏🙏, semoga bisa mengobati rasa kangen kalian sama Wilson ya

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya

Follow akun Ig aku ya

IG @tri.ani5249

Happy Reading 🥰🥰🥰

1
Marhaban ya Nur17
untung Nara g jd ulet bulu
Marhaban ya Nur17
tanggung malu pak lurah
Marhaban ya Nur17
iy Wilson terlalu lembek kek jeli
Marhaban ya Nur17
kasus 4G lebih tepatnya wkkwkw
Marhaban ya Nur17
tuh kan bapaknya Nara ternyata antagonis
Marhaban ya Nur17
sengaja di ulur"
Marhaban ya Nur17
lagat" nya Nara g tulus neh
Marhaban ya Nur17
pak lurahnya pasti ada udang di balik bakwan wkkwkw
Marhaban ya Nur17
sebenarnya simpel tinggal jujur kelar dah tp y gtu authornya mau dibikin seru" an
Marhaban ya Nur17
berlele-lele se thor
Marhaban ya Nur17
males klo cerita banyak rahasia
Marhaban ya Nur17
nama Wilson buat di kampung sungguh sangat keren wkkwkw biasanya kan wong kampung namanya ujang, agus wkwkkw, asep, aji dll klo Wilson uwww jauh
Marhaban ya Nur17
kek sinetron
Marhaban ya Nur17
maira kakak nya trs dokter Frans jg ???
Doharta Debora Be Gultom
Kecewa
Katherina Ajawaila
Mantap ngk bisa bekoar lagi tuh lurah tambun di borgol aja sm antek2 nya
Katherina Ajawaila
lurah Edan otoriter, biar ketahuan aja jahatnya jadi di pecat jadi lurah
Katherina Ajawaila
maruk matre lurah tambun tinggal di gorok aja di tiang bendera
Katherina Ajawaila
nyaho lurah gendeng, arogan
Katherina Ajawaila
biar kejengkang tu lurah yg arogan, penipu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!