Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak vs Ayah
Lucas asyik bermain dengan laptopnya. Seperti biasa, di waktu luang, anak itu memang lebih suka bermain video game. Namun, ditengah keasyikannya bermain, tiba-tiba anak yang mulai menginjak usia lima tahun itu teringat akan sosok Kei Yamamoto. Orang yang dia curigai sebagi ayahnya.
Dengan cekatan, Lucas menutup permainannya. Si genius ini mendadak ingin 'bermain' dengan New Word, anak perusahaan Yamamoto yang dipegang Kei.
Senyum Lucas mengembang ketika jemari mungilnya mulai lincah menekan-nekan keyboard laptop. Dalam pikiran anak itu, telah tersusun rencana dadakan: menerobos sistem keamanan perusahaan New Word.
Percobaan pertama gagal. Dia belum bisa memecahkan beberapa password. Akan tetapi, si kecil ini tidak mau menyerah. Dia masih saja mencoba dan terus berusaha.
Setelah beberapa saat mengalami kesulitan, akhirnya Lucas bisa tersenyum bangga. Dia berhasil membobol sistem keamanan perusahaan tersebut.
"Yes, berhasil!" serunya kegirangan. "Terimalah sedikit hadiah dariku karena kau berbuat kesalahan telah membuat mama kesal," celetuk Lucas sambil mengetik sesuatu.
Sementara itu, di gedung perkantoran New Word, Kei sedang mengadakan rapat dengan sejumlah bawahan. Mereka sedang membahas rencana pengembangan usaha. Sebuah proyek pembangunan mall dan hotel baru yang dirancang. Akan tetapi, mendadak desain arsitektur gedung yang sedang dipresentasikan berubah. Sebuah tulisan besar muncul di layar.
Sistem keamanan perusahaanmu seperti mainan yang mudah dirusak!
Kei begitu geram membaca tulisan tersebut. Apa lagi anak buahnya. Mereka kelabakan. Sudah pasti Kei akan marah besar.
"Siapa yang berani meretas sistem di New Word?" teriak Kei penuh amarah.
Semua yang hadir tertunduk. Sebagian lagi tampak sibuk mencoba memperbaiki sistem dan menemukan pelaku. Tiba-tiba, di layar tampak lagi sebuah tulisan yang membuat Kei tercengang.
Percuma kamu memberi gaji mahal pada anak buahmu. Sistem di perusahaanmu dapat dibobol anak usia TK sepertiku. Hahaha ....
Kei memicingkan mata, melihat tajam ke arah tulisan tersebut. Antara percaya dan tidak. Jiak benar yang membobol sistem adalah anak TK, maka betapa lemah sistem bagi perusahaannya. Akan ada kemungkinan data-data penting perusahaan dicuri rival bisnis.
"Siapa? Siapa kau sebenarnya?" teriak Kei seakan berbicara dengan peretas.
Layar di ruang meeting perusahaan New Word berkedip-kedip. Sekali memperlihatkan foto Kei yang tampak sombong dan arogan. Sejak kemudian berubah memunculkan mobil Ferrari kesayangannya. Lalu, yang membuat Kei semakin membelalakkan mata adalah tampilan kalung dengan liontin jangkar.
Kei mengepalkan tangan. Dia mengenali barang tersebut. Kalung dan liontin miliknya yang telah lama hilang. Sudah lebih dari lima tahun Kei tidak bisa menemukan kalung dan liontin tersebut. Itu adalah barang berharga milik Kei. Sebuah kado peninggalan mendiang mamanya. Kei mencarinya selama ini, tetapi tidak menemukan barang tersebut.
"Katakan, siapa dirimu?" teriak Kei semakin keras. Emosinya mulai memuncak.
Hening. Layar LCD berubah merah untuk beberapa detik. Setelahnya, tampilan kembali normal. Desain arsitektur gedung yang tadi sedang dibahas.
"Cari dia sampai dapat! Aku ingin dia secepatnya!" instruksi Kei.
Tanpa kata-kata lagi, Kei langsung meninggalkan ruang rapat. Otomatis, rapat tak dapat dilanjutkan. Semua yang berada di ruangan tersebut terduduk lesu. Sebagian lagi masih gemetar ketakutan. Melihat amarah Kei, tadinya mereka berpikir bahwa sang bos akan memecat semua orang dalam ruangan tersebut.
Kei kembali ke ruang kerja pribadinya. Pikirannya kalut. Dia terus mengingat dan menautkan semua yang terjadi. Menarik benang merah. Beberapa kemungkinan tersusun begitu saja dalam benaknya.
"Aku pasti akan menemukanmu! Jika kau berani mempermainkanku sekali lagi, akan kubuat kau menderita hingga tujuh turunan!" geram Kei.
Namun, entah bagaimana, sebuah pemikiran aneh menyelinap dalam otak Kei. Laki-laki itu seketika tersenyum tipis dengan hasil pemikirannya.
"Usia TK? Lima tahunan. Liontin jangkar milikku. Kau bisa meretas sistem di perusahaanku. Akan sangat baik jika kau adalah anak yang bertemu denganku tempo hari dan lahir dari rahim wanita di malam itu," gumam Kei. Dia bicara dengan dirinya sendiri.
Saat ini, Kei kembali teringat akan anak kecil yang tak sengaja menabraknya di taman sore itu. Sebuah wajah yang begitu mirip dengannya diwaktu kecil.
"Jika aku menemukanmu, akan kupastikan jati dirimu dan ada namaku dibalik liontin itu!" tegas Kei. Lelaki tampan itu kembali menyunggingkan senyum di sudut bibirnya. Wajahnya kali ini tampak cerah dan terlihat semakin tampan.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏