Aileen Grizelle Azalea atau biasa disapa Aileen ini kabur dari rumahnya karena tak mau dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Saat kabur dari rumah,entah kenapa ia selalu bertemu dengan cowok yang selalu membuat moodnya down.
Hingga pada suatu hari ia tak sengaja bertemu dengan kedua orang tuanya dan orang tua cowok yang akan dijodohkannya dengannya.Dan mereka kaget karena Aileen kabur tapi malah ditemukan berdua dengan cowok yang akan dijodohkannya.
Setelah itu apakah yang akan terjadi?
Yukkk simak ceritanya...
p.s. Jangan terlalu dianggap serius ceritanya. Ini hanya sebuah fiksi. So, enjoy aja! but, cerita ini masih banyak kekurangan. Dan bagi yang gak suka pernikahan dini, gak usah baca daripada baca tapi berkomentar yang gak enak! Okay?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiniAngraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OHH MY ...
Budayakan like sebelum baca...
Happy reading
.
.
.
"Aileen!" panggil Vano.
"Apa?" tanya Aileen malas.
"Kamu udah tau kan? Kalau hari ini kita fitting baju," jawab Vano setengah berbisik.
"Fitting baju? Kok gue nggak tau?"
"Emang mama kamu gak bilang?"
"Ya enggak. Kalau udah ya pasti gue udah tau b*ego!"
"Ok. Sekarang kamu sudah tau kan? Jadi sekarang kita berangkat," ucap Vano memegang lengan Aileen dan menariknya pelan menuju mobilnya.
"Gak usah tarik-tarik juga bisa kan?" kesal Aileen dan akhirnya Vano berhenti menariknya.
"Lagian kok cepat banget sih fitting bajunya? Belum juga 24 jam abis tunangan udah fitting aja!" lanjut Aileen dengan muka cemberut memasuki mobil.
"Lebih cepat lebih baik kan? Supaya nanti juga gak repot. Kita perlu urus cincin, undangan, belum lagi foto prewedding."
"Yakan tapi masih seminggu lebih."
"Kita juga perlu istirahat. Kalau semuanya cepat selesai, kita bisa istirahat sebelum hari H."
"Ckk. Kayaknya lo seneng banget ya mau nikah sama gue!"
"Kenapa? Apa salah kalau senang akan menikah?" tanya Vano memandang Aileen sekilas.
"Meskipun di usia semuda ini?" tanya balik Aileen.
"Ya. Muda atau enggak saya akan tetap menikah 'kan nantinya? Dan bagi saya pernikahan itu sekali seumur hidup. Jadi saya mau mempersiapkan segalanya sebaik mungkin," balas Vano santai.
"Jadi lo nggak ada niatan pisah gitu?" tanya Aileen pelan sontak saja Vano mengerem mendadak dibuatnya.
"Aduuhh! Bisa bawa mobil gak sih? Sakit tau!" kesal Aileen mengusap pelan keningnya yang terbentur.
"Maksud kamu apa ngmong kek gitu? Kamu mau kita pisah nanti? Kalau gitu kenapa kamu terima perjodohan ini kalau ujungnya kita pisah? Lebih baik tidak kan?" ucap Vano datar.
"Maksud gue gini lho. Kita kan dijodohin dan gak ada cinta sama sekali pasti gak enak ngejalaninnya nanti. Jadi aku pikir kalau kita nikah buat turutin keinginan orang tua supaya mereka bahagia terus pas udah nikah setahun ya kita pisah," jelas Aileen.
"Belum nikah saja kamu sudah berpikiran tentang perpisahan. Dan apa tadi? Orang tua bahagia? Kamu mikir nggak? Apa mereka gak sedih liat kita pisah? Jadi lebih baik ini tidak usah dilanjutkan. Aku akan telpon mama aku dan batalin semuanya. Jadi kamu tenang aja," ucap Vano lalu mencari ponselya.
"Duhhh kok rasanya nyesssss ya?" batin Aileen memandang Vano sendu.
Tak lama mata Aileen pun terbelalak saat melihat Vano sudah memegang ponselnya.
"Jadi Vano beneran mau batalin? Nggak! Nggak boleh. Enak aja udah tunangan malah gagal kawin. Ehh gagal nikah maksudnya. Masa nasib gue sama kayak Zaskia gotek sih? Hellooowwwww. No way!" batin Aileen.
"Ehh Van lo serius?" tanya Aileen ketar-ketir.
"Kamu pikir saya bercanda? Nggak!" balas Vano datar.
"Yah Vano. Baperan amat sih. Itukan pemikiran gue tadi sekarang nggak kok. Gue mau nikah sama lo. Please ya jangan dong!" rengek Aileen berusaha meraih ponsel Vano tapi sialnya Vano malah menjauhkan ponsel itu dengan tangan kanannya.
Aileen yang mencondongkan badannya ke arah Vano untuk meraih ponsel itu akhirnya berhasil memegang lengan kanan cowok itu. Tapi sialnya lagi Vano menarik tangannya hingga Aileen ikut tertarik dan jatuh kepangkuannya.
Hening beberapa saat hingga Vano memajukan sedikat badannya dan memeluk pinggang Aireen. Alhasil jarak antara keduanya semakin menipis. Hal itu membuat Aileen menahan tubuhnya dengan memegang pundak Vano.
"Jadi kamu mau menikah sama saya?" tanya Vano seperti berbisik di depan wajah Aileen yang dibalas anggukan kaku oleh cewek itu.
"Apa kamu yakin? Karena saya sudah bilang tadi kalau saya mau menikah hanya sekali seumur hidup saya. So, tidak ada yang namanya pisah!" ucap Vano lagi.
"Iya gue mau kok nikah sama lo. Ikhlas lahir batin. Swear deh!" balas Aileen memandang Vano instens. Tak ada balasan kata dari Vano.
Tapi hanya tatapan intens yang tertuju pada bibir Aileen. Wajah Vano pun semakin mendekat hingga deru napasnya yang beraroma mints pun terasa oleh indra penciuman Aileen.
"Wait.... bibir? Mendekat? Vano gak bakal cium gue kan?" batin Aileen dengan napas tercekat.
"May I?" desis Vano memandang lekat mata Aileen lalu pandangannya turun lagi ke bibir merah alami itu.
Harusnya Aileen menolak kan? Tapi kenapa ia malah memejamkan matanya? Bukan kah itu pertanda bahwa Aileen ...
Dan......
Cuppp bibir Vano menempel sempurna di bibir merah Alami Aileen. Awalnya tidak ada pergerakan aka hanya menempel saja. Tapi pada akhirnya pun Vano mulai menggerakkan bibirnya dengan menghisap pelan bibir Aileen. Lantas tangan Aileen yang tadinya berpegangan pada pundak tunangannya itu kini berpindah mengalung sempurna di leher tunangannya.
Vano yang tadinya menghisap pelan bibir Aileen kini beralih menggigit bibir bawah cewek itu hingga mulutnya terbuka. Alhasil lidah Vano berhasil lolos masuk ke dalam celah bibir Aileen lalu membelit lidah dan mengabsen gigi cewek itu.
Mendapat perlakuan itu membuat Aileen mengeratkan pelukannya pada leher Vano karena merasa lemas tak bertulang
Begitupun Vano yang mengeratkan pelukannya pada pinggang Aileen. Tangan yang satunya pun beralih mengusap punggung tunangannya itu. Hingga keduanya merasa kehabisan napas baru mereka melepaskan tautan bibirnya dengan napas ngos-ngosan.
"Inikah rasanya French kiss? Wait! Kiss? OHH MY FIRST KISS!!" batin Aileen yang baru menyadari apa yang baru saja dilakukannya.
Sedangkan Vano hanya tertawa kecil melihat Aileen dengan napas ngos-ngosan memandangnya.
"Lo mau bunuh gue ya?" ucap Aileen memukul pelan bahu Vano karena merasa salting. Dan jangan lupakan pipinya yang sudah memerah. Aileen segera memalingkan wajahnya tapi Vano malah membuatnya memalingkan kembali kepalanya ke arah cowok itu.
Hal yang terjadi selanjutnya adalah Vano mengusap pelan bibir hingga dagu Aileen yang basah karena perbuatan mereka tadi. Mengingat itu sontak pipi Aileen semakin memerah.
Vano yang melihatnya langsung membawa Aileen ke pelukannya hingga Aileen menyembunyikan wajahnya di dada bidang Vano.
"Kenapa sih," ucap Vano gemas hingga ia menggigit bibir bawahnya.
"Maluuu!" jawab Aileen manja yang membuat Vano mengeratkan pelukannya.
"Saya sudah melakukan apa yang saya ucapkan waktu itu. Ingatkan? Kalau saya bilang kalau saya akan mencium kamu...... di bibir. Maaf saya sempat emosi tadi dan terima kasih untuk ciumannya. Tadi itu sangat menakjubkan," bisik Vano menundukkan kepalanya di samping telinga Aileen.
-TBC-
Uwuuwww akhirnya selesai juga part ini. Aku sempetin buat up part ini meskipun udah tengah malem, pr belum dikerjain, belum belajar buat ulangan besok. Jadi Ayo dong vote. Kalau bisa coment juga. Kritik dan sarannya juga diperlukan agar semakin baik.
Gampang kok. Tinggal tekan gambar jempol yang ada di bawah. Gampang kan?
Dan hampir lupa. Yang masih belum tebak sifat Vano gimana, aku jelasin. Jadi Vano itu agak formal orangnya. Dia juga ga cuek dengan orang-orang. Dia menengah gitu lho. Ga terlalu cuek ga terlamu humble.
Ok segitu saja yang aku sampaikan.
See u next part😙
Ini dia Elvano Arion Adinata
Bukan Alex Lange lagi ya :v
Banyak yang bilang kalau Alex dan Bailee tidak cocok yaudah aku ganti. Dan.... aku ga mau ganti lagi pokoknya:v
di hp dulu x ya... 🤗🤗🤗
padahal disini dy yg paling nyebelin