Sebelum membaca mari jadikan favorit biar tidak ketinggalan ceritanya☺️
Seorang gadis SMA yang tidak sengaja bertemu dengan CEO dingin di sebuah toko roti dan di pertemukan lagi di sebuah perjamuan pesta.
Tapi siapa sangka dipertemukan dengan kejadian yang tak terduga!!!
Sikap dinginnya malah membuat gadis yang bernama Sherly Cristine ini semakin tertarik ingin terus mengejarnya
Akankah gadis ini berhasil meluluhkan hati seorang CEO yang dingin? atau sebaliknya
Takdir apa yang sudah menunggu mereka di depan sana?
Penasaran ???? ayo ikuti terus jalan ceritanya 😉
.
.
Jangan lupa like, komentar dan vote untuk selalu mendukung author dan dijadikan favorit juga biar nggak ketinggalan jalan ceritanya. Terimakasih pengertiannya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aliya02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman
✨Selamat Membaca ✨
.
.
.
**** Flashback on *****
Lalu ku mengscroll ponsel saking bosannya aku melihat drama untuk menghabiskan waktu ku di pagi hari menjelang siang.
Kring... kring...kring....
"Siapa sih pagi-pagi telepon, mengacau suasana aja," Gumam ku kesal.
"Nomor siapa lagi nih," Ucap ku dengan wajah cemberut
"Halo siapa ini" ucapku ketus.
"Loh cantik pagi-pagi kok marah-marah" Kata nomor tak di kenal.
"Oh" jawabku judes.
"Anda siapa, kalo tidak penting saya matikan" Kata ku lagi.
"Jangan dong ini aku Evan Sanjaya, guru les kamu gadis kecil" Kata Evan
"Oh ... " Jawab ku dingin
Begitu aku tau dia yang telepon, suasana hati aku jadi badmood segera aku matikan telepon nya.
"Ngapain sih itu orang itu telepon aku pagi pagi gini, kurang kerjaan amat jadi orang"
Aku dengan setengah jiwa pergi mandi setelah itu aku memilih memakai kaos warna putih dengan celana hot pants memperlihatkan kaki putih mulus dan jenjang dengan rambut di kuncir ke belakang. Lalu, memutuskan pergi di sekeliling rumah ku dengan berjalan kaki sambil mendengarkan lagu kesukaan ku.
"Lagian di rumah tidak ada siapa-siapa, bik Sri lagi libur hari
ini" Ngeluh Sherly.
Jalan-jalan aja dulu deh" Seru ku
Mendengar suara motor dari belakang ku sekilas ada meneriaki nama ku dari belakang
Iya ....jangan-jangan pencuri lagi" Gumam ku dengan wajah takut lalu cepat cepat berlari
Saking tidak kepikiran karena takut
" duh bodohnya aku, ngapain aku lari-lari lagian mana bisa aku ngalahin motor" Keluh ku capek habis berlari dan di cegat oleh Evan dari samping
"Tu-tunggu ngapain kamu lari-lari kayak di kejar hantu" Teriak Evan dengan mencegat Sherly dari samping.
"Lagian kamu, orang di panggil tadi bukan nyahut malah lari makanya aku kejar" Ucap Evan menjelaskan.
"Lah mana ku tau kalo itu kamu lagian bukannya kasih tau dulu ke sini bukan dari belakang panggil nya, jadi ku kira pencuri wajar kan aku lari" Jawab ku kesal dan mengerutkan keningnya.
"Eh...iya iya, minta maaf dan tadi mau bilang tapi kamu nya yang langsung tutup teleponnya " Jawab Evan mengalah dengan nada lembut.
"Iya" ucap ku kesal.
"Kalo gitu sebagai permintaan maaf untuk gadis kecilku, aku traktirin makan" Tawar Evan
"Nggak! mau rebahan aja di rumah
makasih" Ucap ku langsung menolak.
Perut ku ini tiba-tiba tidak bersahabat
Kruk ... kruk ... kruk ....
"Nah itu bunyi perut" Ledek Ivan dengan menahan tawa melihat tingkah ku
"Ya udah ikut deh, lupa kalo belum isi perut nih dan pas pula ada yang traktir sayangkan di tolak" Sahut ku dengan wajah tenang padahal malu gara-gara perut nya bunyi.
"Oke" seru Evan.
*****
Kami pergi ke sebuah restoran didekat kampusnya dimana tempat Evan mengajar sebagai dosen
"Bukan banyak yah restoran di daerah tempat ku, ngapain kesini?!" Tanya ku bingung
"Udah masuk aja ya nanti aku kasih tau kamu kok" Jawab Evan lembut sambil menarik tangan ku dan menuntut ku ke dalam restoran tersebut, tetapi ada beberapa sorot mata memandang kami dengan sinis.
"Itu cewek ganjen banget dekat dengan pak Evan"
"Sok cantik"
"Pak Evan ganteng banget" Kata
cewek-cewek yang disana ternyata mahasiswi kampus sana.
"Mata orang itu nggak bisa dikondisikan apa, liatnya gitu kali kayak banyak dosa aku
dibuatnya" Gumam ku sambil duduk di sebuah meja yang didekat jendela dituntun oleh evan.
"Kamu baik-baik aja kan?!" Tanya Evan dengan wajah khawatir.
"Orang ini kok ngak biasanya kek gini hangat banget orangnya, apa dia demam ya" Pikir ku bingung dan aneh.
" Baik aja kok terimakasih, itu cewek-cewek disana ngapain lihat aku begitu?!" Tanya ku penasaran.
Evan pun melihat di sekitar dan menjawab
"Ooo itu mahasiswi aku dan aku mau bilang alasanku ngajak kesini karena aku mengajar disekitaran
sini" Jelas Evan dengan muka sedih dan tetap tenang.
"Pantesan ... rupanya kamu populer juga ya di kampus" Jawab ku dengan senyuman.
"Kamu baik aja kan?" Tanya ku penasaran karena melihat raut wajahnya sedih.
"Nggak, baik aja kok. Nah sekarang waktunya kita pesan makan udah lapar perut kita nih" Jawab nya mengalihkan pembicaraan.
"Keknya ada masalah dia, ya udah deh nggak perlu ditanya lagian kan privasi nya dia" Pikir ku.
"Oke" Seru ku senang.
Setelah itu kami menikmati makanan di restoran tersebut dengan berbincang ringan dan disela canda tawa.
*****
Sesampainya di rumah di antar oleh Evan
"Makasih ya udah mau di ajak makan bareng" Kata Evan dengan tersenyum.
"Iya makasih juga udah traktir" Jawab ku.
"Kalau gitu aku pulang dulu sampai ketemu besok" Ucap Evan lalu pergi.
"Evan kok tiba-tiba jadi lembut ya" Pikir ku aneh.
Lalu aku memasuki rumah dan berisitirahat seharian.
*****
Keesokan harinya saat disekolah....
"Selamat pagi anak-anak"
"Anak-anak kumpulkan tugas kemarin yang ibu suruh" Kata Bu guru.
"Baik buk" Ucap anak-anak di kelas.
Aku mencari pr di dalam tas ternyata aku lupa untuk mengerjakan pr nya.
"Ghia ... gimana nih aku lupa bikin pr nya" Bisik Ku karena dia tepat di samping ku.
"Jadi kemarin kamu ngapain aja" Bisiknya lagi
"Aduh ...gimana ini?pake lupa lagi" Gumam ku panik sambil mengacak rambut.
"Siapa yang tidak mengerjakan pr tunjuk tangan sebelum ibu tunjuk?" Ucap ibu tegas.
"Sa-saya buk " Ucap Sherly takut sambil mengangkat tangan nya dan menundukkan kepala.
"Siapa lagi yang belum?" Ucap Bu guru tegas.
Tidak ada yang mengangkat tangan hanya aku seorang, perasaan panik dan Malu pun bercampur aduk.
"Hanya kamu saja yang tidak mengerjakan pr"
"Kenapa kamu tidak mengerjakan pr, bukannya ibu udah beritahu pr nya?!
Aku pun terdiam karena tidak berani menjawab pandangan ku hanya ke bawah tidak berani menatap ibu killer itu
"Bisa bisa nya aku lupa mana masuk guru killer lagi, nasib nasib" Kata Sherly dalam hati sambil meratapi nasib nya akan di hukum.
"Kalau gitu sebagai hukumannya kamu keluar berdiri di depan pintu sampai pelajaran ibu selesai" Jawab ibu tegas dan menampakkan wajah menakutkan.
"Baik buk" Jawab ku pasrah.
Teman sekelas menertawakan ku diam-diam lalu aku menoleh dan memandang sinis ke arah mereka.
"Awas kalian ya"
"Malu kali sumpah, pake berdiri lagi di depan pintu tapi salahku juga sih nggak kerjakan, mau taruh muka dimana nih pasti banyak yang ngejek nih"
Saat berdiri di depan pintu banyak sorot mata melihat ke arah ku dan ada yang menertawakan saat melewati kelas ku.
"Di hukum ya, mau di temanin gak" Goda cowok itu.
"Tuh rasakan, makanya jangan ganjen jadi cewek mentang-mentang cantik goda sana-sini" Kata cewek cewek itu
Jangan sok cantik jadi orang" Lanjutnya.
"Oh...terus, lah emang aku dari lahir udah cantik dari sana mau gimana lagi coba, lalu yang kau bilang aku goda sana-sini!!! kamu buta ya?! yang goda tu cowok-cowok ya, lah aku diam aja kok, bilang aja iri pake bilang orang ganjen !! dasar orang aneh" Lawan ku kesal karena seenak jidat menghina ku.
"Ka...mu, dasar cewek jal*ng berani-beraninya menghina
kami" Ucap cewek itu sambil mengangkat tangan untuk menampar ku.
Sebelum itu aku langsung menahan nya
"Lah emang kenyataan nya kayak gitu kan, FAKTA" Ucap ku kesal dan menekankan kata tersebut.
"Yang di luar jangan berisik" Teriak ibu dari dalam.
Cewek itu pun terdiam karena aku bisa menahannya lalu pergi
"Awas aja kamu" Ancam cewek itu
"Nah kan gitu, tidak ada pengganggu baru enak, sabar sabar sher ntar cepat tua lho" Gumam ku menenangkan diri dan sambil mengelus dada.
"Hai cantik ... semangat ya jalanin hukumannya" Kata cowok-cowok yang melewati di depan kelas ku, aku hanya membalas dengan senyuman manis.
"Sher" Panggil seseorang yang aku kenali suaranya.
.
.
.
✨ Happy Reading ✨
mampir juga ya kak hehe
maaf jika kurang sopan nyempil promo di sini.
Judul ceritanya "TWINS FLAME"
"perjalanan hidup Eden"
nanti difeedback kok
lope2 deh..😍
salam dari Duke's Evil Daughter
Semangat terus thor
Masih lama tunggu kelanjutannya lagi