Tiga tahun jadi sampah!
Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.
Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.
Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!
Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.
Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.
Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.
Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.
Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13: Auman Naga di Puncak Embun
Langit di atas Puncak Embun terkoyak menjadi dua warna.
Setengah langit masih diselimuti oleh awan hitam darah yang pekat dan berbau anyir yang merupakan aura dari Tetua Darah dari Sekte Darah Hitam. Setengah langit lagi disinari oleh cahaya keemasan yang suci dan agung yang berasal dari bayangan naga emas raksasa di belakang punggung Arya Langit.
Dua kekuatan yang bertolak belakang itu saling bertabrakan di udara, membuat angin kencang yang bercampur antara salju putih dan hujan darah beterbangan ke segala arah. Semua murid di kaki gunung yang menatap pemandangan itu dari jauh hanya bisa terdiam dengan mulut terbuka lebar, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Seorang murid baru yang kemarin masih disebut sampah, hari ini berdiri di udara berhadapan dengan seorang Tetua dari Sekte Darah Hitam yang kekuatannya Alam Raja Langit tingkat tiga, dan tidak kalah!
Bahkan satu serangan cakar darah dari Tetua Darah yang bisa merobek gunung kecil itu dihancurkan hanya dengan satu tinju oleh Arya!
Di dalam Balai Utama, Pemimpin Perguruan Langit Biru, Tetua Agung, dan semua tetua inti sudah keluar dari balai dan berdiri di halaman, menatap pertarungan di atas Puncak Embun dengan wajah yang sangat serius.
"Pemimpin Perguruan, apakah kita harus membantu Sekar Embun dan muridnya itu? Sekte Darah Hitam berani menyerang perguruan kita di siang bolong, ini adalah penghinaan besar bagi Perguruan Langit Biru!" kata salah satu tetua inti dengan marah.
Pemimpin Perguruan mengangkat tangannya untuk menghentikan tetua itu. Matanya menatap bayangan naga emas di belakang Arya dengan tatapan yang dalam dan penuh dengan kejutan.
"Tunggu dulu. Lihat dulu. Murid Arya itu... tidak sesederhana yang terlihat. Darah naga di dalam tubuhnya... bahkan aku pun merasakan sedikit tekanan dari auman naga itu. Biarkan dia bertarung dulu. Jika dia dalam bahaya, baru kita bergerak. Sekar Embun juga masih ada di sana, dia tidak akan membiarkan muridnya mati," kata Pemimpin Perguruan dengan suara pelan.
Di samping Pemimpin Perguruan, Luna Maheswari yang juga keluar dari Balai Utama menatap pertarungan di atas Puncak Embun itu dengan mata yang berbinar binar penuh dengan kekaguman dan kekhawatiran.
"Arya Langit... kamu benar benar selalu membuat kejutan ya..." bisik Luna dengan suara kecil yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri, tangannya yang putih mengepal erat karena khawatir.
Kembali ke atas Puncak Embun.
Tetua Darah yang berada di dalam awan hitam darah itu menatap Arya dengan mata yang penuh dengan kaget, marah, dan sedikit rasa takut yang tidak dia mengerti kenapa bisa muncul. Sebagai Tetua dari Sekte Darah Hitam yang sudah membunuh ratusan orang, dia tidak pernah merasakan takut saat menghadapi musuh yang kultivasinya dua tingkat di bawahnya.
Tapi auman naga emas dari pemuda di depannya itu membuat darah iblis di dalam tubuhnya yang biasanya mendidih dengan haus darah itu bergetar dan ingin berlutut.
Itu adalah penindasan garis keturunan. Darah Naga Langit tingkat tinggi menindas Darah Iblis tingkat rendah.
"Anak kecil! Jangan sombong hanya karena kamu memiliki sedikit darah naga di dalam tubuhmu! Darah naga saja tidak cukup untuk melawan perbedaan dua alam besar! Hari ini aku akan menyedot darah nagamu itu dan menjadikannya milikku! Dengan darah nagamu, aku bisa menembus Alam Raja Langit tingkat lima! Hahahaha!"
Tetua Darah tertawa dengan gila. Awan hitam darah di sekitarnya berputar dengan liar dan membentuk pusaran darah raksasa yang sangat besar.
Dari dalam pusaran darah itu, ribuan tangan tangan kecil yang terbuat dari darah segar keluar dan menjerit jerit seperti hantu yang kesakitan, meraih ke arah Arya dari segala arah.
Jurus Iblis Sekte Darah Hitam, Seribu Tangan Darah Hantu!
Setiap tangan darah itu mengandung racun darah yang bisa membusukkan meridian seseorang hanya dengan sentuhan. Jika terkena ribuan tangan itu sekaligus, bahkan Alam Raja Langit tingkat tiga biasa pun akan menjadi tulang belulang dalam sekejap.
Arya menatap ribuan tangan darah yang datang ke arahnya dari segala arah itu dengan wajah tenang. Dia tidak panik sama sekali.
Dia memejamkan matanya sejenak. Di dalam benaknya, Teknik Pedang Embun Beku yang sudah mencapai tingkat mahir puncak berputar dengan cepat.
Dia tidak memiliki pedang di tangannya. Tapi dia tidak butuh pedang.
Karena seluruh Puncak Embun yang diselimuti salju abadi ini adalah pedangnya.
"Satu pedang... membekukan langit..."
Arya berbisik dengan pelan, suaranya tidak keras, tapi setiap orang di kaki gunung bisa mendengarnya dengan jelas seolah dia berbisik di telinga mereka.
Dia mengulurkan dua jarinya ke depan, membentuk gerakan seperti pedang.
WUUSSS!
Dalam sekejap, semua salju abadi yang ada di Puncak Embun, semua es di kolam, semua bunga teratai es yang mekar, semua hawa dingin yang ada di puncak tertinggi itu berkumpul di ujung jarinya.
Sebuah pedang es raksasa sepanjang dua puluh meter yang bening seperti kristal dan memancarkan hawa dingin yang bisa membekukan jiwa terbentuk di depan Arya.
Pedang itu bukan pedang energi biasa. Pedang itu terbuat dari es abadi Puncak Embun yang sudah membeku selama ribuan tahun, diperkuat dengan darah naga emas dan Teknik Pedang Embun Beku tingkat mahir puncak milik Arya.
"TEBAS!"
Arya menebaskan dua jarinya ke depan.
Pedang es raksasa itu menebas ke depan dengan gerakan yang indah, lambat, dan ringan seperti seorang bidadari yang sedang menari di tengah salju.
Tapi ke mana pun pedang es itu lewat, udara membeku, angin membeku, bahkan cahaya pun seolah membeku.
Ribuan tangan darah hantu yang menjerit jerit itu berhenti di udara. Jeritan mereka berhenti.
KRAK KRAK KRAK!
Dalam sekejap mata, ribuan tangan darah itu membeku menjadi ribuan patung es darah yang indah dan mengerikan, lalu pecah menjadi debu es merah yang beterbangan dan menghilang tertiup angin.
Jurus Seribu Tangan Darah Hantu yang menjadi andalan Tetua Darah dan sudah membunuh banyak ahli Alam Raja Langit, hancur hanya dengan satu tebasan pedang es dari seorang pemuda Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak!
"Apa!" Tetua Darah terkejut hingga topeng darah di wajahnya hampir lepas. "Bagaimana mungkin! Pedang Embun Beku! Itu adalah Teknik Pedang Embun Beku tingkat sempurna! Bagaimana sampah sepertimu bisa menguasai teknik itu! Bahkan Sekar Embun sendiri belum mencapai tingkat sempurna!"
Tetua Darah tidak tahu, bahwa Arya tidak hanya menguasai tingkat sempurna, tapi dia menguasainya dengan tambahan darah naga yang membuat kekuatannya sepuluh kali lipat lebih kuat dari aslinya.
Tapi menggunakan pedang es raksasa itu menghabiskan hampir tujuh puluh persen energi Arya. Napasnya sedikit terengah, wajahnya sedikit pucat.
Melihat Arya yang sedikit kelelahan, mata Tetua Darah yang tadinya ketakutan langsung berbinar dengan kejam.
"Hahahaha! Ternyata jurus itu menghabiskan banyak energimu ya! Sekarang kamu sudah kehabisan energi! Giliranku! Mati, sampah!"
Tetua Darah tidak lagi menggunakan jurus jarak jauh. Dia langsung melesat dari dalam awan hitam darah dengan kecepatan seperti kilat, cakarnya yang kurus kering dan penuh dengan racun darah mengarah langsung ke jantung Arya, ingin merobek jantung Arya dan mengambil darah naganya secara langsung.
Kecepatan Alam Raja Langit tingkat tiga sangat cepat, hampir tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.
Arya yang kelelahan tidak sempat menghindar.
"ARYA!"
Dua suara teriakan khawatir terdengar bersamaan dari bawah.
Satu dari Sekar Embun yang sudah melompat ke udara dengan pedang biru esnya, ingin membantu muridnya.
Satu lagi dari Luna Maheswari yang ada di kaki gunung, tanpa sadar berteriak karena terlalu khawatir.
Tapi cakar Tetua Darah sudah hampir sampai di depan dada Arya. Jaraknya hanya tinggal satu jengkal.
Pada saat kritis itu, mata Arya yang tadinya terlihat lelah tiba tiba berkilat dengan cahaya licik.
"Menunggu kamu mendekat memang butuh kesabaran..."
Arya berbisik dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Tetua Darah.
Apa maksudnya?
Tetua Darah belum sempat berpikir, Arya yang tadinya terlihat kehabisan energi itu tiba tiba mengepalkan tinju kirinya yang sejak tadi dia sembunyikan di belakang punggungnya.
Di dalam tinju kirinya itu, sebuah pil berwarna merah darah dengan corak sisik naga emas yang tadi dia dapatkan dari sistem, Pil Darah Naga kelas menengah yang kedua, sudah dia hancurkan menjadi bubuk dan dicampur dengan darah naganya sendiri.
"Ledakan Darah Naga!"
BOOM!
Arya meninju dada Tetua Darah yang sudah berada tepat di depannya dengan tinju kirinya yang bersinar dengan cahaya darah naga yang sangat terang.
Ledakan!
Bukan ledakan energi biasa, tapi ledakan darah naga murni yang sangat suci dan sangat panas, yang merupakan musuh alami dari darah iblis yang kotor.
"ARGHHHH!"
Tetua Darah menjerit dengan sangat keras dan mengerikan. Dadanya yang terkena tinju Arya langsung berlubang besar, darah hitam yang busuk dan berbau anyir muncrat ke segala arah, tapi darah hitam itu langsung menguap dan terbakar menjadi asap hitam saat terkena cahaya darah naga emas.
Tubuhnya yang terkena ledakan darah naga itu terpental jauh ke belakang seperti layang layang putus, menghantam awan hitam darahnya sendiri hingga awan itu hancur berkeping keping.
"Bagaimana... bagaimana mungkin... darah naga mu... bisa meledak..." Tetua Darah muntah darah hitam dengan banyak, wajahnya di balik topeng darahnya pucat pasi karena tidak percaya. Dia adalah Alam Raja Langit tingkat tiga, bagaimana bisa terluka parah oleh seorang Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak dengan satu tinju!
Tapi Arya tidak memberi Tetua Darah kesempatan untuk berpikir.
Bayangan Arya menghilang lagi.
Teknik Langkah Bayangan Embun, Bayangan Embun!
Dia muncul di atas Tetua Darah yang sedang terpental itu.
Di tangannya, pedang es tipis yang kecil tapi sangat tajam dan memancarkan hawa dingin yang jauh lebih pekat dari pedang es raksasa tadi terbentuk.
Pedang itu adalah inti dari semua es abadi di Puncak Embun yang dia kumpulkan tadi.
"Guru, pinjam pedangmu sebentar untuk mengakhiri sampah ini."
Arya berbisik pelan ke arah Sekar Embun yang baru saja sampai di belakangnya.
Sekar Embun yang mengerti maksud muridnya itu langsung melemparkan pedang biru es miliknya ke arah Arya tanpa ragu.
Arya menangkap pedang biru es itu dengan tangan kanannya, dan pedang es kecil inti di tangan kirinya dia satukan dengan pedang biru es itu.
Dua pedang menjadi satu!
Cahaya biru es dan cahaya emas naga menyatu menjadi cahaya putih keperakan yang sangat indah dan sangat mematikan.
"Teknik Pedang Embun Beku, jurus terakhir... Embun Beku Mengubur Dunia!"
SREEEET!
Arya menebas dengan kedua pedang yang menyatu itu ke arah Tetua Darah yang masih terpental di udara.
Tebasan itu tidak terlihat cepat, tidak terlihat kuat, hanya terlihat indah seperti embun pagi yang jatuh.
Tapi saat tebasan itu lewat...
Dunia terdiam.
Waktu seolah berhenti.
Tubuh Tetua Darah yang masih di udara itu berhenti bergerak. Matanya membelalak lebar tidak percaya menatap dadanya yang sudah berlubang tadi.
Dari lubang di dadanya itu, es putih keperakan mulai menyebar dengan kecepatan yang luar biasa ke seluruh tubuhnya.
Kaki membeku, tangan membeku, leher membeku, kepala membeku...
Dalam waktu satu tarikan napas, Tetua Darah dari Sekte Darah Hitam, ahli Alam Raja Langit tingkat tiga yang ditakuti banyak orang, membeku menjadi patung es yang indah dan bening, masih dalam posisi terpental di udara, dengan ekspresi tidak percaya yang membeku abadi di wajahnya.
Arya melayang di depan patung es itu, napasnya terengah dengan keras karena hampir semua energinya habis. Dia mengulurkan jarinya dan mendorong pelan dahi patung es itu.
KRAK... BOOM!
Patung es Tetua Darah itu pecah menjadi debu kristal es yang sangat halus dan beterbangan tertiup angin pagi, menghilang tanpa jejak, tanpa darah, tanpa tulang, hanya menyisakan sedikit hawa dingin yang segar di udara.
Alam Raja Langit tingkat tiga, mati!
Dibunuh oleh seorang murid Alam Jiwa Kesatria tingkat tiga puncak dengan dua jurus pedang dan satu tinju!
Di bawah, seluruh Perguruan Langit Biru yang melihat pemandangan itu dari kaki gunung terdiam total.
Tidak ada yang berbicara, tidak ada yang bernapas, hanya suara angin pagi yang berdesir pelan di antara salju yang beterbangan.
Lalu, setelah beberapa detik hening yang terasa seperti selamanya...
BOOM! Sorak sorai yang sangat keras dan penuh dengan kekaguman meledak dari seluruh penjuru perguruan!
"ARYA LANGIT! ARYA LANGIT!"
"GILA! DIA MEMBUNUH ALAM RAJA LANGIT! ALAM JIWA KESATRIA MEMBUNUH ALAM RAJA LANGIT!"
"MONSTER! DIA ADALAH MONSTER JENIUS!"
Di udara, Arya yang sudah kehabisan energi hampir jatuh dari langit. Tubuhnya limbung.
Tapi sebelum dia jatuh, sebuah tubuh harum dan dingin yang lembut menangkapnya dari belakang dan memeluknya dengan erat.
Sekar Embun.
Wajah Bidadari Pedang Embun itu masih dingin, tapi matanya yang menatap Arya yang pucat karena kehabisan energi di dalam pelukannya itu penuh dengan kekhawatiran, kebanggaan, dan rasa cinta yang tidak bisa disembunyikan lagi.
"Bodoh... kenapa kamu memaksakan diri sampai seperti ini..." bisik Sekar Embun dengan suara yang sedikit bergetar, memeluk Arya dengan erat di depan semua orang di perguruan yang menatap mereka dari bawah.
Di dalam kepala Arya yang sudah hampir pingsan karena kelelahan, suara sistem berbunyi dengan sangat meriah seperti kembang api tahun baru.
[DING! MENGALAHKAN MUSUH DENGAN PERBEDAAN DUA ALAM BESAR! FACE SLAPPING LEGENDARIS!]
[Hadiah: 1000 Poin Takdir, Kepercayaan Sekar Embun +10%, Kepercayaan Luna Maheswari +20%!]
[Kepercayaan Sekar Embun saat ini: 90%! Selangkah lagi menuju 100%!]
[Kepercayaan Luna Maheswari saat ini: 30%!]
[Tubuh Meridian Naga Langit naik ke tingkat 3! Kultivasi naik ke Alam Jiwa Kesatria tingkat 4!]
Arya tersenyum lemah di dalam pelukan harum gurunya itu sebelum akhirnya pingsan karena kelelahan, dengan bayangan naga emas di belakang punggungnya yang perlahan lahan menghilang ke dalam tubuhnya.
Hari ini, nama Arya Langit tidak hanya mengguncang Perguruan Langit Biru, tapi akan segera mengguncang seluruh Kota Biru dan bahkan Istana Teratai Suci.
Naga sejati akhirnya telah bangun dari tidurnya selama tiga tahun, dan auman pertamanya telah membuat seluruh dunia bergetar.