NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 4: Malware Kuno

Lorong menuju ruang bawah tanah Perpustakaan Lama berbau tanah basah dan logam berkarat. Tidak ada obor yang menyala di sini, hanya kegelapan pekat yang dipecahkan oleh pendaran tipis dari ujung jari Kael.

Di ujung lorong, sebuah pintu besi raksasa yang diukir dengan ribuan rahasia kuno menghalangi jalannya. Ini adalah gerbang menuju Arsip Terlarang. Di mata Kael, ukiran itu bukanlah seni, melainkan barisan kode firewall tingkat militer yang dirancang untuk membakar siapa pun yang mencoba masuk tanpa izin.

Kael mengeluarkan cincin obsidian milik Elara. Dia menempelkan cincin itu ke cekungan di tengah pintu.

Sebuah pendaran hijau menyapu tubuh Kael, memindai tanda tangan mananya. Sesaat, sistem perlindungan pintu itu berdesis, mendeteksi ketidakcocokan antara fisik Kael dan profil Elara. Namun, sebelum sistem keamanan memicu alarm, Kael mengalirkan sedikit instruksi melalui cincin tersebut. Dia memalsukan paket datanya, menipu pintu itu agar mengira Kael adalah sub-rutin dari Elara.

Klik. Kunci raksasa itu berputar. Pintu besi terbuka dengan suara erangan berat. Otorisasi diterima.

Kael melangkah masuk ke dalam ruangan yang tampak seperti pusat server raksasa. Alih-alih rak buku, ruangan ini dipenuhi oleh pilar-pilar kristal memori yang berdenyut pelan dalam warna biru pucat. Di sinilah seluruh cetak biru pertahanan Akademi Aethelgard disimpan.

Kael mendekati kristal utama di tengah ruangan. Dia menempelkan telapak tangannya di permukaan kristal yang dingin. Matanya terpejam. Ribuan baris data, formasi pertahanan, dan struktur mantra mengalir masuk ke dalam otaknya. Dia mulai memetakan topologi pertahanan akademi, mencari pintu belakang yang bisa ia gunakan kelak.

Namun, di tengah proses pengunduhan pasif itu, jari Kael tersentak.

Ada sesuatu yang aneh. Di sudut paling gelap dari memori kristal ini, Kael menemukan sebuah berkas mantra yang terisolasi. Kodenya usang, terkompresi, dan bergetar tidak stabil. Itu bukan sistem pertahanan. Itu adalah sisa-sisa eksperimen gagal dari ratusan tahun lalu yang dikubur oleh para pendiri akademi.

Sebuah malware magis.

Sebelum Kael sempat memutuskan koneksinya, lapisan pelindung berkas usang itu retak akibat pemindaiannya.

Suara dengungan bernada tinggi tiba-tiba memenuhi ruangan. Kristal utama berubah warna dari biru pucat menjadi ungu beracun. Seberkas energi liar menyembur keluar dari kristal, menghantam lantai batu, dan mulai merayap seperti akar pohon yang hidup. Energi itu memakan residu mana di udara, menggandakan ukurannya setiap detik.

Itu adalah worm, gumam Kael pelan. Matanya memindai pergerakan energi liar itu. Sebuah program yang merusak dan mereplikasi dirinya sendiri dengan menyerap bandwidth magis di sekitarnya.

Alarm tingkat tinggi langsung meraung di seluruh penjuru akademi. Suara sirine magis yang memekakkan telinga bergema hingga ke asrama.

Kael segera menarik tangannya dan mundur ke sudut ruangan yang paling gelap, mengaktifkan mode kamuflase spasial. Dia menyembunyikan tanda kehidupan dan aliran mananya, menyatu sepenuhnya dengan bayangan.

Kurang dari satu menit kemudian, pintu besi raksasa itu terpelanting terbuka.

Master Therion melangkah masuk dengan wajah memerah karena marah. Di belakangnya, tiga orang penjaga elit akademi bersiaga dengan tongkat sihir yang menyala terang.

Apa yang terjadi di sini?! raung Therion. Matanya langsung tertuju pada massa energi ungu yang kini telah menutupi separuh lantai dan mulai merayap naik ke pilar-pilar kristal memori.

Itu anomali liar, Tuan! lapor salah satu penjaga dengan suara gemetar. Ia mencoba menyerap energi kristal arsip! Jika ia menembus inti, seluruh sejarah akademi akan terhapus!

Therion mendecih arogan. Hancurkan benda kotor itu! Bakar sampai tak bersisa!

Therion mengangkat tongkat emasnya. Dia meneriakkan bait-bait mantra kuno. Suhu ruangan melonjak drastis saat seekor naga api berukuran besar terbentuk dari ujung tongkatnya dan melesat menghantam massa energi ungu tersebut. Ledakan besar mengguncang ruang bawah tanah.

Namun, dari balik bayang-bayang, Kael hanya menggelengkan kepalanya. Bodoh.

Sesuai dugaan Kael, api itu tidak menghancurkan anomali tersebut. Worm magis itu justru menelan api Therion mentah-mentah. Karena api sejatinya adalah bentuk energi yang padat, serangan Therion sama saja dengan memberikan asupan daya tambahan bagi sistem yang sedang kelaparan.

Massa ungu itu bergetar hebat, lalu meledak menjadi dua kali lipat lebih besar. Sulur-sulur energinya kini mencambuk liar ke arah Therion dan para penjaga, mementalkan mereka ke dinding.

Mustahil! Therion terbatuk darah, wajah arogannya kini digantikan oleh kepanikan absolut. Sihir apiku ditelan? Tarik mundur! Kita butuh bantuan dari Kuil Utama!

Tepat saat para penjaga yang terluka bersiap menyeret Therion keluar, sesosok bayangan lain meluncur masuk ke dalam ruangan.

Elara Vane berdiri di ambang pintu. Rambut gelapnya berantakan, dan napasnya sedikit memburu. Matanya dengan cepat menganalisis kekacauan di depannya: Master Therion yang terkapar, anomali liar yang terus membesar, dan kehancuran pilar memori.

Menyingkir dari jalan, orang tua bodoh, desis Elara dingin saat melewati Therion yang mengerang. Kau baru saja memberinya makan.

Elara tidak menyerang anomali itu. Dia mengeluarkan perkamen yang telah dimodifikasi Kael sebelumnya. Dengan gerakan elegan, Elara menciptakan sebuah kubah spasial transparan yang mengurung anomali tersebut, mencegah sulur-sulurnya menyentuh pilar kristal lebih jauh.

Namun Elara tahu, kubahnya tidak akan bertahan lama. Anomali itu mulai menggigit dinding pembatas spasialnya, mencoba mengurai kode penjara yang dibuat Elara.

Di tengah ketegangan itu, Elara melirik tajam ke sudut ruangan yang gelap gulita. Ke arah titik buta yang bahkan tidak disadari oleh para penjaga elit.

Aku tahu kau ada di sana, anomali berjalan, bisik Elara pelan, suaranya nyaris tenggelam oleh derak energi liar. Kubah isolasiku hanya bisa bertahan satu menit. Jika kau punya cara untuk mematikan benda ini tanpa meledakkan kita semua, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengeksekusinya.

Dari dalam kegelapan, Kael melangkah keluar tanpa suara. Jubah hitamnya berkibar pelan. Matanya sedingin es, menatap lurus ke arah sistem worm yang meronta di dalam kubah Elara. Jari-jarinya mulai mengetuk ritme pelan di udara, menyusun barisan perintah.

Karantina sistem dimulai, ucap Kael pelan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!