Warning+++ cerita Dewasa!
Bijaklah dalam memilih bacaan
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Itulah pepatah yang tepat ditunjukkan untuk Valeno Waradhana, yang mengikuti jejak sang daddy di masa mudanya.
Bagaimana tidak, karena setiap malam Valeno selalu ditemani wanita yang berbeda untuk memuaskan nafsunya di atas ranjang.
Tinggal jauh dari kedua orang tua dan juga kedua saudaranya, membuat Valeno leluasa melakukan apa yang di inginkannya.
Hingga Valeno harus menerima perjodohan saat dirinya kembali ke Indonesia, dengan Fillea Abraham gadis yang ditemuinya di club malam. Yang membuat kesepakatan dengan dirinya.
Fillea Abraham gadis arogan yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.
Karena kesepakatan keduanya harus menjadi sepasang suami istri dan terjebak di dalamnya.
Saat keduanya baru menyadari bahwa keduanyalah yang di jodohkan oleh kedua orang tua masing-masing.
Bagaimana keduanya menjalani rumah tangga karena perjodohan?
Akankah ada cinta yang tumbuh di antara keduanya? Atau sebaliknya?
Cover by Enka Idris
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 Bunga Bank
"Wow pak Leno benar-benar hebat mencari kekasih bohongan, bukan dari kelas ecek-ecek," ucap Mario saat sudah memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah Fillea.
"Apa itu ecek-ecek? Kalau bicara denganku itu harus dengan bahasa manusia. Mengerti!"
"Itu juga bahasa manusia pak. Pak Leno saja yang mainnya kurang jauh,"
"Apa kau bilang!"
"Benar bukan yang aku katakan pak Leno?"
"Sial kau," ucap singkat Valeno. Dan tatapan Valeno langsung tertuju pada Fillea yang mendekat ke arah mobilnya.
"Pak Leno hati-hati nanti jatuh cinta," ledek Mario saat mata Valeno tidak berkedip saat menatap Fillea. "Oh ya pak, bukannya perempuan itu yang berada di klub malam semalam?" tanya Mario saat dirinya baru menyadari bawah perempuan yang mendekat kearah mobilnya adalah perempuan yang sama yang berada di klub malam saat Valeno menyuruh untuk mengawasinya saat Valeno sedang berganti pakaian. "pak?"
"Diam jangan bicara lagi atau…"
"Atau pak Leno tidak akan bisa mencari sekretaris dan juga tangan kanan seperti diriku, kalau sampai pak Leno memecatku," sambung Mario memotong perkataan Valeno.
"Sial kau," ucap singkat Valeno yang langsung turun dari dalam mobilnya ketika Fillea mengetuk pintu mobil dimana Valeno duduk.
"Aku kira kamu tidak akan datang, syukurlah kalau kamu datang. Papah dan juga yang lainnya sudah menunggu di dalam. . Ayo masuk," ucap Fillea tanpa berbasa basi.
"Tunggu sebentar," ujar Valeno yang langsung membuka pintu mobil belakang untuk mengambil satu buket bunga anyelir yang begitu indah. "Ini untukmu," ucap Valeno sambil memberikan buket bunga tersebut kehadapan Fillea. Fillea bukannya mengambil buket bunga tersebut dirinya makan menutup hidungnya.
"Buang saja disitu," ucap Fillea sambil menunjuk tong sampah yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Dibuang? Apa kamu tidak menghargai pemberianku? Kurang ajar sekali kamu,"
"Bukan begitu tapi… hajim… hajim," ucapan Fillea langsung terhenti karena dirinya bersin-bersin.
"Pak Leno sepertinya dia alergi dengan bunga," bisik Mario ditelinga Valeno dan Mario langsung mengambil buket bunga yang masih berada ditangan Valeno, membuat Valeno langsung menautkan kedua alisnya.
"Syukurlah kamu sudah menjauhkan bunga biadab itu,"
"Kamu sebenarnya perempuan atau bukan sih, jangan-jangan kamu wanita jadi jadian dan gunung kembar kamu pasti disuntik pakai silikon," ucap Valeno sambil menunjuk gunung kembar Fillea yang memang ukurannya sudah jumbo.
"Kurang ajar dasar buaya kampret, jelas saja aku perempuan enak saja kalau bicara,"
"Kalau kamu perempuan pasti kamu menyukai bunga,"
"Tidak semua perempuan menyukai bunga, contohnya aku. Aku alergi terhadap semua jenis bunga jadi aku tidak menyukai bunga,"
"Terus apa yang kamu sukai?"
"Bunga bank dong,"
"Dasar matre, kamu sudah kaya tidak perlu itu semua,"
"Aku ingin menyaingi CEO perusahaan terbesar di bidang perhotelan yang katanya hartanya tidak akan pernah habis hingga sepuluh turunan,"
"Apa kamu tahu siapa orangnya?" tanya Valeno penasaran.
"Tidak, mungkin dia laki-laki dengan usia lanjut yang menggunakan tongkat di tangannya untuk membantunya berjalan," jawab Fillea membuat Valeno langsung menatap ke arah Fillea tapi tidak dengan Mario yang berada di belakang keduanya yang langsung tertawa kencang pasalnya yang sedang dibicarakan Fillea adalah Valeno bosnya sendiri.
"Ada apa dengan nya? Dan siapa dia?" tanya Fillea penasaran.
"Perkenalan saya…"
"Dia sopirku," sambung Valeno memotong perkataan Mario sambil menampik tangan Mario, saat Mario mengulurkan tangannya ke hadapan Fillea. "Apa kita hanya ingin berada disini? Aku masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan,"
"Pekerjaan? Ini akhir pekan, apa yang akan kamu kerjakan?"
"Biasanya mencari wanita," sambung Mario.
"Jangan dengarkan dia,"
"Betul juga apa yang dikatakan oleh supir kamu. Kamu kan buaya kampret," ucap Fillea membuat Valeno langsung membuka pintu mobilnya. "Mau kemana kamu?"
"Pulang, kamu menyuruhku menjadi kekasih bohongan tapi kamu sama saja dengan supirku yang selalu mengatai ku,"
"Maafkan aku," ucap Fillea yang langsung menarik tangan Valeno untuk masuk kedalam rumahnya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Valeno saat Fillea memeluk tangannya. "Jangan bilang kamu menyukai buaya kampret sepertiku,"
"Cih aku tidak sudi, aku hanya ingin akting, agar kita terlihat begitu meyakinkan," ucap Fillea yang langsung masuk kedalam rumahnya dengan memeluk lengan Valeno.
"Papah, bibi, paman, perkenalkan ini kekasih Fillea," ucap Fillea pada ketiganya yang sedang terlibat obrolan yang serius.
*
*
*
Bersambung..............
JD ingat kisah hidupku yang ditinggal bercerai orang tua,,aku jg adekku ketika itu msh blm TK,,dan BPK merawat kami berdua
pus kus...kek aneh wae rasane.
kakak ipar mario...👍