Suatu kehormatan, seorang gadis muda belia memilih menikah dengan seorang dokter duda tua, daripada menjual harga diri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam penghargaan
Diatas gedung tertinggi dirumah sakit
Seluruh karyawan rumah sakit ini diberbagai departemen sudah memenuhi rooftop rumah sakit.
Semua karyawan sudah bergerombol menurut departemen masing masing
Tumpeng tumpeng hasil karya para peserta lomba sudah berjajar didepan sana. Tapi, ada satu yang paling depan sendirian
Inilah tumpeng milik kelompok Sifa, dan tumpeng inilah yang akan dipotong oleh pemilik rumah sakit ini
Semua karyawan sudah duduk rapih, MC pun sudah membuka acara .
Malam ini adalah malam penghargaan untuk karyawan yang paling aktif menyumbangkan karya dan karsanya untuk rumah sakit.
Layar proyektor mulai menyalah, dan muncul film dokumenter pendek tentang sosok tokoh seseorang yang menyumbangkan tenaganya lebih dari separuh waktu menjalankan tugas dirumah sakit ini.
Seorang dokter tertegun melihat sosok dirinya ada dilayar besar, sambil menutup mulutnya tak percaya, rekan dokter lainnya sudah mengerumuni dan mengucapkan selamat untuk dokter tampan dan matang ini
Para tamu undangan masih tertujuh pada layar
Tamu undangan yang kebetulan sangat hafal dengan sosok tersebut didepan sana, membatin sambil berkaca kaca "Ilham adikku, kau pantas mendapatkannya"
Wahidah ikut terharu, menoleh suaminya lalu ia mencari sosok adik iparnya yang sudah tidak terlihat karena tertutup manusia lain yang berjubel ingin memberi selamat
Lampu spotlight sudah menyoroti seseorang yang duduk dikursi para dokter dan menyoroti seseorang untuk naik keatas panggung
"Inilah dia, seorang dokter teladan kita, dokter terbaik dirumah sakit ini, selalu menyumbangkan dedikasinya tanpa merasakan lelah, dengan jumlah pasien terbanyak dalam kurun waktu setahun belakangan ini, SIAPAKAH DIA!!!"
Seluruh penghuni gedung sudah menatap pada sosok yang sudah disoroti lampu.
"Inilah dia dr. ILHAM ZAYN Sp OG, M.kes seorang ahli bedah dengan jumlah penanganan ibu hamil terbanyak dalam kurun waktu setahun belakangan ini, untuk itu, tidak mengurangi rasa hormat, kami persilahkan untuk naik keatas panggung !!!"
Para tamu undangan serta seluruh karyawan, semuanya berdiri menyambutnya
Suara sorak sorai dan tepuk tangan serta suka cita, semua yang hadir, mengakui bahwa, dokter ini pantas mendapatkan predikat terbaik ditahun ini
Dokter berperawakan gagah tinggi blaster ini, mulai menapakkan kakinya berjalan dan terus menangkupkan tangannya sambil tersenyum menyapa lautan orang yang hadir digedung ini
Ilham sudah berdiri diatas panggung dengan gagahnya.
Berbusana jas hitam lengkap, menambah pesona ketampanan pada pria matang ini
Yel mulai disuarakan oleh lautan manusia dibawah panggung " Bius bius bius !!! Bedah bedah bedah !!! Oek oek oek "
Yel itu disuarakan berkali kali hingga kakaknya hafal
"Pih, dengar tidak orang orang dibelakang kita?"
"Kenapa?" Anand belum paham yang dimaksud oleh Wahidah
"Bius bius bius, bedah bedah bedah, oek oek oek, maksudnya nama Ilham sekarang nambah titel baru gitu ya pih? Dengerin tu?"
Yel yel terus disuarakan untuk dokter Ilham
Anand tertawa "Ahahaha"
Setelah MC menghentikan suara penyemangat itu, akhirnya penggemar mulai senyap
MC menyalami dokter Ilham "Selamat ya dokter..."
Ilhampun menyambut "Terima kasih"
"Sedikit penasaran sama dokter nih... Saya ingin tanya dong dok, suka duka dokter selama menangani pasien gimana tuh dok, silahkan dok dijawab" MC
"Senangnya ya?" Dokter Ilham tersenyum, lalu menghela nafas panjang "Sebagai profesional, tentunya kami akan senang mendapatkan fee saat menolong pasien. Namun, terlepas dari itu semua, mendapatkan fee tidak seberapa dibanding dengan kebahagiaan ketika, pasien dan keluarga pasien benar benar berterima kasih karena sudah ditolong. Nggak bilang terimakasih juga nggak papa sih" Imbuhnya sambil tersenyum
"Terus dukanya dok?"
"Dukanya, kalau dukanya sebagai dokter kandungan, saya harus siap panggilan darurat 24 jam. Bukankah melahirkan tidak bisa ditentukan sewaktu waktu, bisa malam bisa siang. Dan waktu bersama keluarga sudah jelas sangat berkurang" Jelasnya dengan melemah dan sendu
Anand menatap adiknya sudah ikut bersedih "Kapan kamu akan berkeluarga lagi Il?" Bathinnya ikut teriris
Diwaktu bersamaan, pemilik rumah sakit ini berjalan sambil membawa 🏆 bertuliskan Dokter teladan tahun ini
Tap tap tap
Ilham menoleh dan mulai tersenyum lebar melihat sosok yang sangat dikenalnya, sambil sedikit mengelap airmatanya yang hampir menetes diujung, Ilham sudah bertatapan dengan seseorang
"Inilah dia, sosok pemilik tunggal rumah sakit HARAPAN SEMBUH tuaaaan Benazhir Ahmed Effendy silahkan untuk menyerahkan tropy untuk sang dokter teladan !!"
Tepuk tangan mulai riuh kembali
"Selamat ya?" Ahmed tersenyum, menyerahkan tropy sekaligus menjabat tangan sang mantan besan
"Terima kasih" Ilham langsung mengangkat tropy serta tulisan uang dipapan sebagai simbol sebesar 100.000.000
"Silahkan pak dokter, menyampaikan sepatah dua patah kata untuk memberi apresiasi silahkan" MC menunjuk podium
Ilham sudah berdiri diatas podium
"Terima kasih spesial to Allah, kedua orangtuaku, serta dua sosok wanita cantik yang pernah singgah dalam hidupku" Ilham berhenti berucap, matanya sudah berkaca kaca.
Ilham sudah menguasai kembali hatinya, kembali ia fokus dan mulai menata kembali kata kata yang akan dia keluarkan "Kuucapkan pula terimakasih untuk saudaraku tercinta, mr Anand " Ilham mulai mengabsen ribuan orang yang hadir, dan mencari sosok kakaknya yang ia harapkan kehadirannya
Anand yang disebut langsung berdiri dan menyapa dengan tangannya sambil tersenyum, sayang, Ilham sepertinya tidak melihat sosok kakaknya
"Dan tak ketinggalan pula untuk rekan rekan kerjaku satu team, kalianlah orang orang terhebat yang pernah aku kenal, Love you all"
Tepuk tangan mulai memenuhi tempat ini
Dokter Ilham langsung turun dari panggung, langsung disambut oleh rekan kerjanya, Tapi disisi lain Ilham masih tetap mencari sosok kakaknya yang tadi sempat ia lihat.
Anand paham bahwa Ilham sedang mencarinya.
Anand menggandeng Wahidah berdiri dan berjalan kedepan, agar Ilham tau, bahwa dirinya telah hadir dan menyaksikan keberhasilan adik kandungnya
Ilham sudah melihat kakaknya, iapun langsung menghambur memeluk Anand tapi hanya terdiam
"Selamat ya Il , semuanya yang pernah kau cintai pasti bangga padamu" Anand menepuk punggung Ilham dan mulai mengurai pelukannya
Sementara, para pemenang lain sudah dipanggil agar naik keatas panggung, untuk menerima hadiah maupun penghargaan lainnya
Ilham sudah duduk berjejer dengan kakaknya,
Tidak lama kemudian, panggilan untuk dirinya menggemah.
Para juara satu telah berdiri semua diatas panggung, untuk berfoto bersama termasuk Ilham
Tak sengaja Ilham berdiri disamping Sifa yang sudah memborong dua hadiah sekaligus
"Banyak sekali hadiahnya, dapat hadiah satu semua? Tanyanya
"Iya dok"
"Berapa yang kau ikuti?"
"Dua dok"
"Dua menang semua?"
"Iya dok"
"Wah, tahun depan kamu jangan ikut lomba lagi"
"Kenapa?"
"Kau pasti akan menang lagi, kasihan yang lain"
-
Acara pemotongan tumpeng akan segera dimulai
Seluruh manusia yang hadir, diminta untuk berdoa dipimpin oleh kepala satpam yang selalu menjadi imam dimasjid rumah sakit ini.
Dan acara pemotongan nasi tumpeng dilakukan oleh pemilik rumah sakit ini yaitu Tuan Ahmed Effendy
Bersambung.....
kangen sama cerita lama...
kangen pengen baca lagi...
sakjane ki aku kangen karro karrya mu thor...😩
gak buat karya lagi kah🤔
kata *samoza* jadi kelingan sama novel ini🙈
klw suami di dunia nyata kayak bgtu.. ummmm senangx