NovelToon NovelToon
Istri Yang Tertindas

Istri Yang Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

"Dia mencintaiku sampai mati, tapi justru membunuhku perlahan setiap hari."
Di balik kemewahan gaun sutra dan rumah bak istana, Yati hanyalah seorang tawanan yang jiwanya diremukkan oleh suaminya sendiri, Stevanus. Bagi dunia, Stevanus adalah pahlawan; bagi Yati, dia adalah iblis berwajah malaikat.
Puncak pengkhianatan terjadi saat Stevanus membuangnya dalam keadaan hancur demi kekuasaan dan wanita lain. Mereka mengira Yati sudah tidak berdaya dan terkubur bersama rahasia gelap mereka.
Namun, rasa sakit tidak mematikan Yati—ia justru melahirkan sosok baru yang kuat dan tangguh. Kini Yati kembali dengan identitas berbeda, menyusup ke jantung kehidupan Stevanus untuk merebut kembali hidup dan harga dirinya.
Ini adalah kisah tentang perjuangan Yati membuktikan bahwa dari kehancuran, ia bisa bangkit lebih kuat.
Bersiaplah, karena kisah ini akan membawamu pada perjalanan emosional yang penuh liku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

JEJAK PENGKHIANATAN DI BALIK CERMIN

Lantai dapur terasa sangat dingin di bawah lututku. Rasa mual itu bukan hanya karena kondisi fisikku, tapi karena kenyataan yang baru saja menyumbat napasku. Di hadapanku, Stevanus berdiri seperti raksasa yang murka. Dia merampas ponsel itu dari tanganku dengan kasar hingga kuku jarinya menggores luka bakarku.

"Berani-beraninya kamu menyentuh barangku!" suaranya menggelegar, namun ada nada panik yang tertahan di sana.

Aku masih terengah-engah, mencoba menguasai rasa mual yang melilit perut. "Mas... anting itu... pesan dari Maya itu... apa maksudnya?" suaraku bergetar, nyaris tidak terdengar.

Stevanus terdiam sejenak. Dia melihat anting mutiara yang tergeletak di dekat pecahan porselen, lalu menatapku dengan tatapan paling dingin yang pernah kulihat. Tidak ada penyesalan. Tidak ada permintaan maaf.

"Maksudnya? Maksudnya adalah aku bosan, Yati!" Dia tertawa hambar, sebuah tawa yang menyayat hatiku lebih dalam dari sembilu. "Kamu pikir kenapa aku mempertahankan Maya sebagai sekretaris selama tiga tahun? Karena dia tahu cara menyenangkan pria, tidak seperti kamu yang hanya bisa menangis dan memasang wajah seperti korban setiap hari!"

Duniaku serasa berhenti berputar. Lima tahun pengabdianku, semua rasa sakit yang kutelan bulat-buat, dianggap tidak ada artinya hanya karena aku tidak "menyenangkan" baginya.

"Dia sahabatku, Mas... Dia tempatku bercerita saat aku terluka olehmu..."

"Itulah yang membuatnya semakin menarik," potong Stevanus sambil merapikan dasinya di depan cermin dapur, seolah-olah dia baru saja membicarakan cuaca. "Dia menceritakan semua keluhan konyolmu padaku sambil tertawa di tempat tidur. Kamu benar-benar naif, Yati. Itulah alasan kenapa kamu pantas ditindas. Kamu terlalu bodoh untuk menyadari bahwa dunia ini tidak punya tempat untuk orang lemah."

Dia melangkah pergi, meninggalkan aroma parfum maskulin yang kini tercium seperti bau bangkai di hidungku. Namun, sebelum dia benar-benar keluar, dia berbalik.

"Bersihkan dirimu. Bau muntahmu menjijikkan. Dan jangan pernah berpikir untuk pergi dari rumah ini, atau aku pastikan keluargamu di kampung akan menanggung akibatnya."

Brak! Pintu depan tertutup dengan dentuman keras.

Aku terisak sendirian di dapur yang berantakan. Tanganku yang melepuh mulai berdenyut hebat, tapi rasa sakit di rahimku terasa lebih mendesak. Aku harus tahu. Aku harus memastikan firasat ini.

Dengan sisa tenaga yang ada, aku pergi ke apotek terjauh dari rumah agar tidak ada yang mengenaliku. Aku membeli tiga alat tes kehamilan berbeda. Sepanjang jalan pulang, tanganku tak berhenti mengusap perut. Ada ketakutan yang luar biasa: Jika benar ada nyawa di sini, nyawa ini adalah darah daging dari pria yang baru saja menghinaku sebagai sampah.

Di kamar mandi, aku menunggu dengan jantung yang berdegup kencang seolah ingin melompat keluar. Satu menit terasa seperti satu abad.

Dua garis merah. Jelas. Tegas.

Air mataku jatuh seketika, namun kali ini bukan air mata kesedihan biasa. Ini adalah air mata ketakutan yang amat sangat. Di saat aku ingin menyerah pada hidup, Tuhan justru menitipkan satu nyawa yang harus kulindungi. Namun, bagaimana aku bisa melindungi anak ini jika aku sendiri adalah tawanan di rumah ini?

Aku keluar dari kamar mandi dengan tubuh lemas. Mataku tertuju pada lemari rias besar milikku. Aku mendekat, melihat pantulan diriku di cermin. Bedak yang luntur, bibir yang pecah, dan mata yang sembap.

Aku membuka laci rias, mencari sesuatu. Di sana, di balik tumpukan perhiasan mahal yang jarang kupakai, aku menemukan sebuah foto kecil foto kami saat awal menikah. Kami tampak sangat bahagia. Atau mungkin, hanya aku yang bahagia sementara dia sedang merencanakan penindasanku.

Tiba-tiba, rasa benci yang murni mulai tumbuh di sela-sela rasa takutku. Aku tidak boleh membiarkan anak ini tumbuh di tangan pria kejam seperti Stevanus. Aku tidak boleh membiarkan dia menjadi alat untuk mengikatku selamanya dalam neraka ini.

Aku harus mencari bukti lebih banyak. Aku harus tahu apa yang mereka rencanakan.

Sore itu, saat Stevanus belum pulang, aku menyelinap ke ruang kerjanya yang selalu terkunci. Beruntung, aku pernah mengintip kode brankasnya saat dia mabuk beberapa bulan lalu. Dengan tangan gemetar, aku menekan angka-angka itu.

Klik.

Brankas itu terbuka. Di dalamnya terdapat tumpukan uang tunai, dokumen perusahaan, dan sebuah map hitam bertuliskan "Harta Warisan Keluarga Yati".

Jantungku berhenti berdetak. Keluargaku memang punya tanah luas di desa yang sedang diincar untuk proyek jalan tol pemerintah. Ayahku menitipkan surat-suratnya padaku sebelum dia meninggal. Stevanus bilang dia yang akan mengurusnya agar lebih aman.

Aku membuka map itu. Isinya bukan surat tanah, melainkan surat kuasa palsu yang menyatakan bahwa aku telah menjual seluruh aset keluargaku kepada perusahaan milik Stevanus dengan harga yang sangat rendah. Dan di sana, ada tanda tanganku yang jelas-jelas dipalsukan.

Dia bukan hanya menghancurkan jiwaku. Dia telah merampok masa depan keluargaku.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar di koridor. Bukan langkah kaki Stevanus yang berat, melainkan suara sepatu hak tinggi yang tajam. Klik, klok, klik, klok.

Aku segera menutup brankas, tapi tidak sempat menguncinya. Aku bersembunyi di balik gorden besar yang menutupi jendela ruang kerja.

Pintu terbuka. Maya masuk ke dalam ruangan. Dia tidak menyadari keberadaanku. Dia berjalan langsung ke meja kerja Stevanus, duduk di kursinya dengan angkuh, dan mengeluarkan ponselnya. Dia melakukan panggilan video.

"Halo, Sayang... Iya, aku sudah di rumahmu. Si bodoh itu sepertinya sedang tidur atau menangis di kamarnya," Maya tertawa renyah, suara yang dulu sangat aku percayai. "Kapan kita akan menyingkirkannya secara permanen? Aku sudah bosan melihat wajahnya. Apalagi setelah surat tanah itu beres, kita tidak butuh dia lagi, kan?"

Aku membekap mulutku sendiri agar tidak berteriak. Air mata kemarahan mengalir deras.

Suara Stevanus terdengar dari seberang telepon, cukup keras untuk kudengar di kesunyian ruangan itu. "Sabar, Maya. Sedikit lagi. Aku sudah mengatur skenario kecelakaan untuknya akhir pekan ini. Setelah dia 'pergi', semua hartanya dan tanah itu akan jadi milik kita sepenuhnya. Kita akan merayakannya dengan bayi kita nanti."

Duniaku gelap seketika. Bayi? Apakah Maya juga sedang hamil?.

1
Abang imbran
gak bertele" 👍
Abang imbran
kurang ngajer banget ni stevanus/Right Bah!/
grandi
up lagi thor/Kiss/
Chici👑👑
Kak kamu keren bisa up banyak, aku nulis 1 bab aja kelar nya 2 sampe 3 hari baru selesai🤧
christian Defit Karamoy
TRIMAKASIH SUDAH MAMPIR🙏
JANGAN LUPA UNTUK SELALU BAHAGIA🫰

Like Setiap Bab Kalau selesai 👍

Rate Bintang 5 🌟

Vote setiap hari Senin 🙏

Kalau Ada Poin Boleh Mawar sebiji🌹

Tinggalkan komentar, penyemangat, kritik & Saran, 🎖️

Makaseh banya samua 🙇🙏😇
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
christian Defit Karamoy: okey siap trimakasih🙏
total 1 replies
Bela Viona
wow lumayan cepat juga ya thor,dlm 3 bln op kelar,blm lagi merubah karakter seseorang. sebenar nya gak mudah. minimal setahun lh.
tapi ini kisah sat set beres. gak bertele tele. langsung pada inti nya...
christian Defit Karamoy: iya kak🙏
total 1 replies
Bela Viona
Iblis berbadan manusia.
semoga mati ny tdk mudah.
gila stevanus.
Bela Viona
sesekali klo bikin kopi,di kasih 3 tetes racun tikus kn gak masalah thor...
biar ad sensasi buih buih ny tuh lakik
Bela Viona
baru baca bab awal udh di suguh kn dgn sebuah pengkhianatan,kdrt,penipuan dan manipulatif.
sakit jiwa nih lakik...
Bela Viona
Mampir thor...
Bela Viona: siapppp
total 3 replies
grandi
ngeri
grandi
apakah aman Thor
grandi
kata kata yang terpaksa/Scowl/
Chici👑👑
Thor kamu kuat banget apdet nya bisa banyak...kalo aku udah kriting jempol nya /Hammer/
Chici👑👑
Semangat thor💞
Chici👑👑
Lanjut lagi semangat thor apdet nya
christian Defit Karamoy: siap kak ku🙏
total 1 replies
Chici👑👑
Lanjutkan thor
christian Defit Karamoy: siap kak🙏
total 1 replies
Chici👑👑
Kak aku mampir
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!