Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Gadis itu menuju kamar nya,sebelum masuk ke dalam kamar,ia melihat pintu kamar Erik terbuka.Dengan pelan Melisa berjalan melangkah masuk ke dalam kamar Erik .
"Kenapa tidak ku ambil saja kunci mobil nya."lirih Melisa kemudian mengambil kunci mobil Erik yang berada di atas meja.Sedangkan Erik tak tahu jika Melisa masuk ke dalam kamar nya karena sedang mandi.
Dengan sigap gadis itu pergi meninggalkan kamar Erik lalu berjalan menuruni anak tangga tanpa menghiraukan ibu tiri nya.
"Mau kemana lagi dia?"tanya Mirna mengamati Melisa yang nampak acuh.
Tak lama kemudian terdengar suara teriakan Erik yang berjalan menuruni anak tangga sambil merapikan rambut nya.
"Ibu.....apakah ibu melihat kunci mobil ku?"tanya Erik menghampiri Mirna.
"Kenapa kau malah bertanya kepadaku?"papar Mirna.
"Aku menaruh kunci mobil di atas meja kamar ku,kenapa tiba-tiba tidak ada.Mustahil aku lupa menaruh aku."tutur Erik.
"Seperti nya mobil mu di bawa oleh Melisa.Dasar anak nakal!"lirih Mirna geram.
"Argh....sialan anak itu!padahal aku terburu-buru karena ada rapat."celetuk Erik.
"Pergilah dan pakailah mobil ibu."pinta Mirna.
"Apakah ibu tidak berangkat ke kantor hari ini?"tanya Erik.
"Ibu sedang meliburkan diri hari ini.Cepatlah pergi!nanti kau akan telat."perintah Mirna.Erik lalu pergi dengan menggunakan mobil ibu nya.
Sedangkan Melisa yang mengendarai mobil seorang diri berhenti di salah satu taman dekat universitas Tasya.Gadis itu membuka pintu mobil kemudian duduk di salah satu kursi yang menghadap ke danau.
"Sungguh indah pemandangan disini."senyum Melisa terukir.
Ponsel nya berdering seketika.Panggilan dari Rosa membuat nya mengangkat telepon tersebut dengan girang.Rosa menghubungi Melisa hanya bertanya kabar dan bertanya apakah Melisa merasa nyaman tinggal bersama ibu tiri dan saudara tiri nya.Telepon pun berakhir,Melisa memasukan kembali ponsel nya kedalam tas.Tak sengaja bola mata nya mengarah ke segerombol pria yang duduk di samping nya yang agak berjarak.Ia melihat salah satu pria yaitu Rangga sedang duduk merokok bersama teman-taman nya.
"Pria sombong itu juga ada disini?"tanya Melisa mengamati seperti orang heran.
Rangga ternyata sadar jika ia sedang di amati oleh Melisa.Gadis yang satu pesawat dengan nya beberapa hari yang lalu.
"Apakah kau mengamati ku sejak tadi?"ucap Rangga dengan nada tinggi membuang rokok nya lalu menghampiri Melisa.
"Buat apa aku mengamati mu?"tanya balik Melisa.
"Lihatlah teman-teman gadis ini!"tutur Rangga tertawa.
"Dia terlihat cantik tapi lugu!"sahut salah satu teman Rangga.
"Aku tidak mempunyai urusan dengan kalian!jadi jangan menganggu ku!"ucap Melisa mata nya melebar lalu pergi.
Rangga,Devan dan lain nya hanya tertawa renyah mendengar ucapan Melisa.
"Apakah kau mengenal gadis itu sebelum nya?"tanya Devan pada Rangga.
"Tidak,aku tidak mengenal nya!"jawab Rangga berbohong.
Rangga dan Devan adalah dua sahabat yang sudah akrab dari kecil.Orangtua nya saling mengenal satu sama lain.Rangga dan Devan sangat populer di kampus nya karena wajah mereka sangat lah tampan.Tak jarang wanita yang melihat nya akan langsung jatuh cinta.Rangga memiliki sifat yang temperamental dan posesif.Sedangkan Devan memiliki sifat kalem dan masih terbilang pria berhati lembut.
Rangga hanya hidup bersama ayah nya saja.Ibu nya telah lama tiada semenjak ia umur 8 tahun.Hanya Devan yang masih memiliki orang tua yang lengkap.Tak jarang juga Rangga pergi bermain ke rumah Devan.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah