NovelToon NovelToon
Revenge And Love

Revenge And Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Vey Vii

Kendrict Arsenio, laki-laki 29 tahun yang berbakat dengan keahliannya dalam bidang kuliner tersebut mendekati keluarga konglomerat, anak tunggal dari Maheswari family demi membalaskan rasa sakit hati saudaranya yang telah meninggal akibat depresi berat, tidak hanya kehilangan seorang saudara, Ken juga kehilangan ibunya.

Ken menyusun strategi untuk mendapatkan perhatian dari keluarga Maheswari, ia pun berencana akan menikahi Felicia Maheswari dengan berbagai cara. Dan dengan ketampanan juga rasa percaya dirinya yang tinggi, Ken berencana membuat Felicia tergila-gila padanya, kemudian mencampakkan wanita itu begitu saja, seperti yang pernah Felicia lalukan pada saudaranya.

Bagaimana kisah pembalasan dendam ini akan berakhir, apakah Ken bisa menampik kecantikan dan kebaikan Felicia yang tulus?

Silahkan baca kisahnya 🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

R&L bab 9

Felicia diam tanpa ekspresi mendengar ucapan Freya, meskipun pada awalnya ia tau jika Ken hanya bercanda, namun secuil hatinya merasa hampa.

"Semalam, dia bicara padaku, Kak. Kemungkinan Ken akan mengakhiri statusnya sebagai jomblo," ujar Freya kembali menjelaskan.

"Kenapa? apa kamu kecewa karena di cuma bercanda, Kak?" tanyanya.

"Hei, ngomong apa barusan," ujar Felicia melirik tajam wanita yang asik menikmati makanan ringan di tangannya. "Aku, Felicia Maheswari, tidak mengemis cinta pada laki-laki manapun!" lanjutnya dengan penuh penekanan.

"Ya, ya, ya. Aku paham!" jawab Freya dengan bibir mencebik dan kepala bergoyang pelan, Freya sangat mengenal Felicia, ia tidak mudah takluk pada pesona laki-laki manapun, bahkan Alex berambut silver pun ia geser dari daftar tipe laki-laki idamannya.

"Lalu, bagaimana? apa kamu akan menjomblo sampai laki-laki di situs kencan online melamarmu, Kak?" tanya Freya, serius namun dengan sedikit bumbu agar Felicia tidak tersinggung.

"Dia cuma sebagai penghiburku, Freya. Ada kalanya aku ingin diberi perhatian," jawab enteng Felicia.

"Jangan meremehkan laki-laki, Kak. Kamu bisa saja menganggapnya hiburan, belum tentu dengannya. Bisa saja dia serius menjalani hubungan rahasia denganmu"

"Terus maunya bagaimana? kami sama-sama tidak pernah bertemu, bahkan fotonya saja, aku nggak tau!"

"Ajak dia ketemuan, dong!"

"Aku bukan anak SMA, Freya. Sudah gila apa!"

"Sepertinya kamu memang begitu, Kak," canda Freya.

"Dasar, adik kurang ajar!" pekik Felicia sambil melempar kertas yang ia remas ke arah Freya.

Freya tertawa terbahak-bahak, ia suka melihat Felicia kesal dengan tingkahnya. Felicia tetap duduk diam dengan memainkan bolpoin untuk mengetuk mejanya. Saat inilah, Freya mulai memberikan nasehat.

"Kak, ada sesuatu yang nggak pernah kita tau, umur seseorang. Paman Antonie sudah cukup tua, sudah seharusnya dia pensiun dan menyerahkan pekerjaan pada anak dan menantunya, apa kakak tega membiarkannya bekerja sampai renta?"

"Nggak ada yang tau pasti kapan Tuhan mengambil orang-orang yang kita sayangi, Kak. Selagi mampu, kita harus membahagiakan mereka. Contoh sederhananya, menikah. Semua orang tua bercita-cita melihat anak-anak mereka menikah, paling tidak, mereka akan tenang karena kini anak mereka sudah memiliki malaikat pengganti."

Apa yang Freya sampaikan memanglah benar adanya. Namun sekuat apapun Felicia berusaha membuka hatinya, ia masih sangat kesulitan.

"Aku trauma," ucap Felicia lirih, ia menggigit ujung kukunya.

"Kejadian itu sudah hampir sembilan tahun yang lalu. Kamu benar-benar gagal move on, Kak!"

Felicia tidak mengindahkan lagi perkataan Freya. Ia sendiri tidak tau, kapan ia bisa kembali membuka hati pada laki-laki lain, semua bermula saat ia jatuh cinta pada pandangan pertama, namun saat menjalin hubungan lebih dari dua tahun lamanya, Felicia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan orang yang sangat ia kenal, sahabatnya. Meskipun sang kekasih sudah berusaha meyakinkan bahwa dia tidak berselingkuh, Felicia tidak percaya, karena sahabatnya sendiri yang meyakinkan jika mereka menjalin hubungan di belakang Felicia.

Sejak saat itu, Felicia benar-benar takut menjalin hubungan asmara. Bukan ia wanita tidak normal, keinginan di cintai dan mencintai itu ada di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Namun ia belum bisa menemukan laki-laki yang bisa mengobati lukanya.

🖤🖤🖤

Hari demi hari berlalu, seperti biasanya, Felicia selalu di sibukkan dengan pekerjaan kantor, pertemuan bisnis, juga pemotretan dan syuting iklan.

Wanita itu selalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang bisa mengalihkan pikirannya dari perasaan bersalah pada kedua orang tuanya, perasaan bersalah karena masih melajang hingga saat ini.

Malam hari di hari sabtu. Freya pamit akan pergi berkencan dengan tunangannya, sedangkan Felicia, ia memilih menghabiskan waktu senggangnya untuk menonton serial drama, meskipun pada dasarnya ia tidak suka televisi, namun tidak ada kegiatan yang bisa ia lakukan di malam minggu.

"Kak, mau ikut pergi bersamaku?" tawar Freya. Entah mengapa, ia merasa kasihan jika saat dirinya pergi berkencan, Felicia selalu murung di rumah.

"Ah, nggak. Kamu pikir aku obat nyamuk," tolak Felicia.

"Kenapa kakak nggak ngajak ketemu pacar onlinemu, Kak?" tanya Freya. "Kan lumayan, itung-itung, buat teman nonton," lanjutnya.

"Aku bahkan nggak tau wajahnya. Kalau tiba-tiba dia jelek, kumis tebal, beruban, jenggot panjang, bagaimana?"

Freya terkekeh, "Yang penting bisa membuatmu nyaman, apa salahnya," ujar Freya.

Felicia melempar bantal kursi yang sedang ada di pangkuannya ke arah Freya. "Cepat pergi!"

"Oke, bye ...." Freya berlalu pergi melambaikan tangan dan terkekeh.

Freya terus saja membuat Felicia kesal, namun meski begitu, Felicia tidak pernah punya rasa sakit hati ketika mendengar ejekan dan candaan yang Freya lontarkan.

Malam ini, Antonie menghadiri acara peresmian kantor baru di pusat kota New York, Felicia enggan ikut karena sudah terlalu lelah bekerja selama seharian ini. Sedangkan Nerissa, ia memilih tidur usai mendatangi terapis untuk memulihkan retak di pergelangan kakinya.

Hampir dua jam duduk di depan televisi, Felicia mulai merasa bosan, ia mulai membuka kembali ponselnya dan mengecek segala sosial media yang ia miliki.

Saat membuka situs kencan online miliknya, ia sungguh terkejut, ia mendapatkan chat mesra dari laki-laki yang biasa saling bertukar sapa dengannya.

"Apa ini? dia menembakku?" gumam Felicia, ia tidak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya.

Dengan ketikan jari cepat, Felicia membalas ungkapan hati laki-laki itu. Meski ia cukup senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, namun Felicia bukan wanita polos yang dengan bodohnya menerima pacar online yang belum pernah ia temui.

Saat ia sibuk membalas chat, Freya tiba-tiba sudah duduk di dekatnya.

"Kak, kamu baik-baik saja?" tanya Freya, ia memperhatikan Felicia yang senyum-senyum di depan layar ponselnya.

"Pasti si pacar online," gerutu Freya.

"Hei, kami nggak pacaran, Freya," bantah Felicia.

"Lalu? teman tapi mesra?" tanya Freya.

Felicia tidak memperdulikan ucapan Freya yang terus meledeknya, membuat Freya kesal karena tida mendapatkan tanggapan.

"Hmm, orang tua Ronald akan pulang empat bulan lagi, kemungkinan kami akan menikah di hari kepulangan mereka," ujar Freya bercerita.

"Menikah?" tanya Felicia. "Gawat! ini gawat!" decaknya.

"Apanya yang gawat, Kak?"

"Kalau kamu menikah, lalu siapa yang bantuin aku tiap hari, siapa yang nemenin aku kemana-mana, siapa Fre?" ujar Felicia dengan nada sedih, entah mengapa, ia seperti hendak di tinggalkan oleh Freya.

"Bagaimana kalau kakak juga menikah, kita bisa bikin pesta bersama," ujar Freya enteng.

"Nggak lucu!"

Felicia melengos, setiap kali membayangkan untuk menjalin hubungan dengan seseorang, bayang-bayang tentang kandasnya hubungan juga menghantui dirinya.

"Besok kita ke quaker ridge, aku butuh refreshing," ajak Felicia.

"Kemanapun asal kau bahagia, Kak," jawab Freya senang.

Quaker ridge adalah sebuah lapangan golf terkenal di kota New York, Felicia rutin datang jika jadwal pekerjaannya sedang senggang. Wanita itu sudah menekuni hobi barunya sejak beberapa tahun terakhir.

🖤🖤🖤

1
𒈒⃟ʟʙᴄ 🅲🅰🅽🆃🅸🅺🅰🏖⁰⁸𝕾
fix feli bodoh bodoh bodohh egois kasihan felix
kalau begini ingin kubuat feli menderita seumur hidup saja tor biar impas sebagai karma dari felix
𒈒⃟ʟʙᴄ 🅲🅰🅽🆃🅸🅺🅰🏖⁰⁸𝕾
coba kalau tidak ada gaviin ken terlalu larut dg dendamnya. kadangbpetlu orang seperti gavin buat membuka pikiran ken biar sadar
𒈒⃟ʟʙᴄ 🅲🅰🅽🆃🅸🅺🅰🏖⁰⁸𝕾
ronald nikah sama freya kr harta fix nanti mereka pisah dannn freya sama davin
freya kenapa keceplosan buka rahasia ken dan feli ke ronall😱
𒈒⃟ʟʙᴄ 🅲🅰🅽🆃🅸🅺🅰🏖⁰⁸𝕾
kok aku takut feli yang patah hati kalau tau ken hanya sandiwara tidak cinta benaran.
antara feli sama ken pasti ada salah paham, musuh sebenarnya pasti sahabat feli biar feli pisah sama mantannya.... nenurutku gitu
ZrLee Darman
oh Gavin..aku padamu 😘
ZrLee Darman
ken kamu lebih jahat dari Evan
ZrLee Darman
wah hilang respek aku sama Ken... sangat jahat ternyata 😏
Rofiko Abdulgani
Bagus feli👍
Vitriani
Luar biasa
nobita
makasih thor... utk karya yg luar biasa apik banget... semangat berkarya.. dan semoga author selalu sehat.. sukses
nobita
aku suka sikap Gavin yg pandai merayu...
nobita
puncaknya seorang wanita marah adalah DIAM...
nobita
alur ceritanya apik banget... hebatnya ini author kesayangan kuu
Vey Vii: Sayang kamu juga kak 🥰🥰
total 1 replies
nobita
hadehhh hampir terbongkar rahasia nya Ken...
nobita
semoga Ken nanti bucin akut ke Felisia...
nobita
itu namanya baju dinas malam Ken.. mengertilah
nobita
Gavin jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Freya...
nobita
hadehhh jadi saling menyalahkan antara Evans dan Hanry
nobita
alur ceritanya yg apik... bikin penasaran
nobita
hmmm awal yg menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!