Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"Maksudmu taruhan?"tanya lagi Leo, yang masih penasaran dengan apa yang terjadi hubungan mereka berdua.
Karina langsung menceritakan semua kejadian kenapa dirinya menjadi taruhan, Leo yang mendengarnya sedikit emosi dan paham akan rasa kecewa yang dialami oleh Karina.
"Karena itulah, lebih baik aku memilih untuk memutusnya. Dan setelah kami putus,dan semua berakhir kita bertemu pada momen yang tak disangka datang sebagai tamu di sebuah acara tapi berakhir dengan menjadi pengantin wanita penggantimu."sekilas Leo hanya sedikit tersenyum.
"Tapi nyatanya, kamu menerima tawaran itu."jawab Leo yang langsung menanggapi jawaban itu.
"Aku menyetujuinya bukan karena aku menginginkan uang yang kamu janjikan,tapi ini semuanya karena Luxy.Luxy adalah temanku,dan dia terus memohon padaku." Mendengar jawaban itu Leo hanya menganggukkan kepala,tahu betul hubungan Luxy dengan Karina begitu dekat.
Akhirnya mereka sampai di rumah,Karina langsung turun dari mobil dengan membawa sekantong plastik berisikan cemilan.
"Aku akan kembali ke kantor." Pamit Leo yang akhirnya kembali ke kantor dan kembali mengerjakan pekerjaannya kembali.
Karina masuk kedalam, dengan ekspresi bahagia."Akhirnya aku bisa makan cemilan yang aku sukai."batin Karina yang langsung membawa cemilan itu ke dalam kamarnya.
Di tempat lain
Posisi Leo sedang menghadiri rapat,Leo masih fokus membaca beberapa dokumen yang ada dihadapnya.
"Tuan Leo?"
"Ya." Jawab singkat Leo.
"Apakah proposal kami bermasalah?" Seketika Leo menggelengkan kepala.
"Tidak,teruskan hasil laporan mu." Perintah Leo yang mulai fokus dengan rapatnya hari ini, walaupun dibelakang dia menyimpan sesuatu yang menganggu pikirannya.
Siapa lagi jika bukan masalah istrinya yang diam-diam membahas seorang mantannya.Itulah penyebab Leo seperti orang terdiam seperti sesuatu yang menganggu pikirannya.
Setelah selesai rapat,Leo kembali ke ruang kerjanya dengan tatapan kosong yang masih mengingat perkataan dari Karina.
"Sepertinya aku harus mencari identitas pria itu."ucap Leo yang masih mengingat Apa yang dilakukan oleh pria itu kepada istrinya.
Pria itu dengan beraninya mempermainkan perasaan Karina, hingga pada akhirnya Karina mengetahui pria itu hanya ingin menggunakan Karina sebagai barang taruhan.
Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari arah pintu ruang kerjanya, ternyata Rehan asisten pribadinya yang masuk ke ruang kerjanya sembari membawa selembar kertas.
"Ini data yang anda minta Tuan."Rehan langsung menyerahkan dokumen itu.
"Rehan."
"Iya tuan." Rehan langsung merespon.
"Ada sesuatu yang harus kamu lakukan" Leo langsung memberikan tugas pada Asistennya,dan Rehan hanya menganggukkan kepala.
"Baik tuan,saya mengerti.Secepatnya akan saya cari identitas pria itu." Jawab Rehan yang segera keluar dari ruang kerjanya.
Rehan hanya terdiam mengingat apa tugas yang harus dia lakukan.
"Sepertinya akan ada musuh baru lagi." Gumam lirih Rehan yang mulai merasa tuannya sedang memendam emosi pada seseorang.
Posisi Karina masih asyik menikmati cemilan,dia segera keluar dari kamar hanya untuk membuang sampah.
Saat hendak turun,Karina terkejut dengan kehadiran Leo yang baru saja datang.
"Sudah pulang?" Tanya Karina yang terlihat bingung.
"Iya." Jawab Leo yang biasanya pulang lembur, entah kenapa untuk hari ini dia pulang lebih cepat.
Karina segera menuju dapur dan kembali lagi menuju kamarnya.Saat langkahnya beberapa menaiki tangga...
Bruk!
Tubuh Karina mendadak oleng,namun Leo langsung menahan pinggang Karina.
"Apa yang kamu lakukan?"tanya Leo dengan ekspresi panik.
"Aku hampir terpeleset." Jawab Karina meringis kesakitan.
Saat Karina hendak akan jalan, tiba-tiba kakinya terasa sakit.
"Kakiku kram." Mendengar itu Menghela nafas pelan-pelan.
"Dasar ceroboh." Ucap Leo yang langsung mengangkat tubuh Karina.
"Leo!" Teriak Karina.
"Mau jatuh lagi?" Tanya Leo.
"Turunkan,aku bisa jalan-jalan pelan." Protes Karina.
"Terlalu lama." Jawab Leo yang dalam posisi mengangkat tubuh Karina.
"Turunkan aku!"
"Aku lebih suka menggedongmu."jawab Leo yang langsung dibalas dengan ekspresi wajah Karina yang memerah.
" Jangan bicara memalukan begitu." Ucap Karina yang menahan rasa malu.
Leo terkekeh pelan mendengar ucapan dari Karina sambil berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka.
Malam hari
Karina baru saja selesai mandi, tiba-tiba di meja samping tempat tidur ada sebuah map.
"Apa ini?" Tanya Karina yang terlihat bingung.
"Itu kontrak pernikahan kita." Jawab santai Leo.
"Kontrak?"tanya lagi Karina.
"Iya, kontrak.Aku sengaja membuatnya." Jawab santai Leo.
Karina langsung mengambil map itu dan setelah ia baca secara rinci ekspresi Karina nampak terkejut.
"Astaga."
"Ada masalah?" Tanya Leo.
Karina tidak percaya,isi dalam kontrak itu dan isi dalam kontrak itu membuat dirinya terkejut.
"Tidak boleh tidur terpisah selamanya dan tidak boleh berurusan dengan mantan." Jawab Karina yang membalas tatapannya kearah Leo.
"Kenapa aturannya seperti ini, kenapa harus tidur denganmu selamanya?"
"Karena kita suami istri dan jangan pernah berurusan dengan mantan karena kamu sudah menjadi istriku." Jawaban itu langsung dibalas oleh Karina dengan memegang kepalanya.
" Ya Tuhan." Karina mulai mengeluh.
"Aku tidak mau jika aku tidur sendiri dan aku lebih suka memelukmu saat itu.Jadi jangan sampai kamu menolaknya." Seketika dadanya berdegup kencang.
"Apa!"
"Kenapa semuanya jadi seperti ini?" Tanya Karina dengan apa yang dibuat oleh bingung dengan aturan yang dibuat oleh Leo.
"Kita suami istri dan mulai sekarang kita tidak boleh jauh." Sebuah pengakuan jika keduanya sekarang adalah pasangan suami istri yang sebenarnya dan Leo tak ingin bermain-main dengan apa yang dia putuskan.
"Sekarang waktunya tanda tangan." Leo memberikan bolpoin pada Karina.
"Kalau aku tidak mau?" Tanya Karina yang menolak dirinya harus selamanya tidur dengannya.
" Sekarang kamu resmi menjadi istriku,jadi jangan pernah membantah statusmu sekarang sudah menjadi Nyonya Leo Alexander Javier.
"Baiklah." Jawab Karina yang akhirnya pasrah dan mengakui memang Meraka sah menjadi suami istri secara negara maupun agama walaupun semuanya berawal dari pengganti pengantin wanita yang status berubah menjadi istri sah dari Leo.
Karina akhirnya mengambil bolpoin lalu menandatangani kontrak itu.
"Bagus,semuanya sudah sesuai dengan keinginanku." Jawab Leo dengan senyuman puas.
"Dasar gila." Sebutan itu dibalas dengan senyuman.
"Aku gila karenamu." Batin Leo yang mulai merasakan benih cinta yang dipendam di hatinya.
Dua hari kemudian
Karina duduk santai di ruang tengah,sembari menikmati minuman hangat yang sudah ada didepan mejanya.
"Halo Karina cantik." Terdengar suara keras dari ruang depan.
"Kamu lagi Luxy." Jawab santai melihat kedatangan Luxy.
"Karina,apa kamu sudah lihat berita hari ini?" Tanya Luxy yang terlihat antusias.
"Berita tentang mantan Om-mu itu." Jawab Santai Karina.
"Siapa lagi jika bukan dia,dia benar-benar mendapatkan hukuman dari apa yang dia perbuat padamu." Luxy membalasnya dengan senyuman puas mendengar berita itu.
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif