NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali, Menggulingkan Kaisar

Terlahir Kembali, Menggulingkan Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ibu Tiri / Penyesalan Suami / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Mulai dari sekarang kamu adalah putraku, kamu yang akan menduduki tahta naga. Gantikan posisi kaisar, injaklah keparat itu."

Sang permaisuri berbisik sembari tersenyum, menatap ke arah seorang pangeran kecil berpakaian lusuh di istana terbuang.

Lin Krisan, merupakan putri tunggal dari jendral yang berkuasa. Diangkat menjadi permaisuri, setelah mendukung suaminya dari status pangeran hingga menjadi kaisar.

Namun, kasih sayang tidak didapatkannya. Kaisar lebih menyayangi para selirnya. Hingga pada akhirnya permaisuri Lin meninggal di istana dingin, setelah diracuni oleh kaisar.

Wanita yang terlahir kembali, kembali mengulangi waktu.

"Aku tidak akan berusaha merebut cintamu lagi. Tapi aku akan merebut tahtamu."

Menjadikan istana bagaikan papan catur, melucuti kekuasaan kaisar pengkhianat. Menjadikan putranya yang manis sebagai kaisar baru.

Tapi lebih dari itu, mata perdana menteri mengawasinya...atau menginginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebohongan

Wanita yang terlihat elegan, menggunakan pakaian berwarna merah. Mahkota Phoenix bertangga di rambutnya. Beberapa hiasan rambut yang menjuntai menambah kesan kecantikannya. 

Beberapa istri dari bangsawan terlihat mengikutinya.

Tatapan matanya dan ekspresinya begitu dingin. 

“Siapa yang berani mendidik putraku?” Kalimat yang diucapkan olehnya. 

Pupil mata pangeran kelima bergetar. Menatap ke arah permaisuri. Dirinya ketakutan karena sudah membuat pakaian mewah pemberian ibunya kotor. Lengannya masih mengeluarkan darah segar kini, menahan rasa sakit berharap ibundanya tidak akan marah dan mengusirnya dari istana Phoenix.

“Hamba memberi hormat kepada yang mulia Kaisar semoga yang mulia Kaisar panjang umur 1000 tahun.” Permaisuri menunduk memberi hormat, namun ekspresinya masih tetap dingin. Sama sekali tidak terlihat senyuman di wajahnya. 

“Hamba memberi hormat kepada yang mulia Kaisar semoga yang mulia Kaisar panjang umur 1000 tahun.”

Salam untuk Kaisar diikuti istri-istri bangsawan lainnya, yang memang tengah mengunjungi istana Phoenix.

“Mohon ampun Yang mulia permaisuri. Ini adalah kesalahan pangeran kelima. Pangeran kelima sama sekali tidak terdidik sehingga bersikap begitu kasar kepada pangeran pertama. Lengan putra hamba terluka karenanya. Karena itu hamba secara pribadi mendidik pangeran—”

Plak!

Satu tamparan yang cukup kencang mendarat di pipi selir Agung. Wajah permaisuri masih terlihat begitu muram, menatap ke arah wanita yang sudah melukai lengan putranya.

“Pangeran kelima adalah putraku. Dia bertindak apa saja itu terserah kepadanya. Apa hakmu untuk melukainya!?” Kalimat demi kalimat penuh penekanan. 

Pangeran kelima menelan ludahnya, ketakutan untuk diusir dan ditinggalkan menghilang. Benar! Dirinya memiliki Ibunda, Ibunda yang selalu dikaguminya, Ibunda yang selalu berpihak padanya. 

Air matanya mengalir, untuk pertama kalinya dirinya menemukan tempat untuk bermanja-manja. Menemukan tempat untuk mengadu atas penderitaan dan ketidakadilan yang didapatkan olehnya.”Ibunda…”

“Kamu berani-beraninya memanggil permaisuri sembarangan!” Suara bentakan pangeran pertama terdengar. 

“Permaisuri, ini adalah keteledoran hamba. Pangeran kelima sudah benar-benar keterlaluan, dia mencuri pakaian dari pangeran lain, bahkan dengan sengaja melukai lengan hamba.” Pangeran pertama diam-diam tersenyum.

Siapa yang tidak tahu reputasi permaisuri. Wanita ini adalah penguasa istana harem. Wanita dingin, yang bahkan tidak pernah tersenyum kepada satu pangeran pun. 

“Keteledoranmu? Ini memang benar-benar keteledoranmu.” Wajah permaisuri tersenyum mengerikan penuh dendam, mata yang tertuju kepada pangeran pertama.”Apa pangeran Cakra tiba-tiba menjadi idiot sehingga tidak mengerti bahasa manusia. Aku sudah mengadopsi pangeran kelima sebagai putraku. Putraku mencuri? Siapa yang tidak tahu kekayaan keluarga Lin. Untuk apa putraku mencuri.” 

Permaisuri menekankan kata-katanya. Matanya menatap penuh kebencian ke arah mereka. Suara kasak-kusuk dari istri para bangsawan terdengar. 

“Pangeran pertama kali ini sudah keterlaluan. Berani-berani yang menantang keluarga Lin.”

“Bagaimana bisa menuduh pangeran pertama mencuri pakaian. Ini benar-benar hal yang memalukan.”

“Benar, bahkan pangeran kelima dipermalukan, pakaiannya dilepas dibuang ke lumpur begitu saja. Benar-benar tidak bermoral.”

Suara para nyonya sedikit berbisik membicarakan pangeran pertama. 

“Hamba mohon ampun Yang mulia permaisuri! Tapi hamba benar-benar tidak melakukan apapun. Hamba memang benar mengatakan bahwa pangeran kelima mencuri. Itu karena pangeran kelima biasanya berpakaian lusuh. Untuk itu memang kesalahan hamba. Tapi masalah luka di lengan hamba, pangeran kelima sengaja melakukannya karena iri pada lukisan hamba.” Pangeran pertama kembali mencari alasan, anak berusia 10 tahun itu tidak akan kalah. 

“Benarkah? Kalau begitu tunjukkan lukisanmu…” kalimat yang diucapkan oleh permaisuri melirik ke arah jemari tangan putranya. Jemari tangan Lian sedikit kotor oleh tinta. Sedangkan jemari tangan pangeran pertama terlihat begitu bersih. 

Pangeran pertama mencoba untuk membohonginya. Kita lihat apa yang akan dilakukan si bodoh ini. 

Pangeran pertama segera mengeluarkan lukisan yang sebelumnya direbut dari Lian. Lian sendiri tertunduk, mengepalkan tangannya. Memegang jemari tangan ibunya. 

Anak itu sudah cukup cerdas. Ibunya mengatakan agar tidak pernah menunjukkan kemampuannya di depan banyak orang. 

“Ini adalah lukisan dan kaligrafi yang hamba buat. Walaupun tulisannya sedikit berantakan. Tapi ini akan menjadi hadiah yang bagus untuk ayahanda.” Pangeran Cakra berucap. 

Permaisuri menatap ke arah lukisan tersebut. Lukisan seekor burung gereja kecil, bertengger di dahan pohon. Terdapat beberapa bunga sakura di sana. 

“Burung gereja kecil yang menatap langit. Hanya dapat menatapnya tapi tidak dapat terbang. Terkurung oleh ilusi bunga sakura. Karena langit tidak akan terlihat indah lagi. Ketika dirinya pergi.” Kalimat demi kalimat yang dibacakan oleh permaisuri. 

Para nyonya bangsawan mengaguminya. Mereka perlahan sedikit berbisik. 

“Pangeran pertama memang terkenal memiliki bakat yang luar biasa. Usia 10 tahun bisa membuat puisi sedalam ini.”

“Benar! Maknanya seperti burung yang dapat terbang bebas. Tapi lebih memilih terperangkap di dahan pohon. Karena langit yang tinggi menyimpan banyak kemungkinan. Tapi lebih memilih tetap tinggal di pohon sakura.”

“Andai saja putraku bisa seperti pangeran pertama. Kemungkinan besar tahta putra mahkota akan menjadi milik pangeran pertama.”

Para nyonya ini menyimpulkan demikian. Selir Agung diam-diam tersenyum. Begitu juga dengan pangeran pertama. 

“Putraku memang begitu cerdas…” Kaisar menepuk bahu putranya. Memuji putranya yang paling cerdas, dan paling berbakat.

“Terima kasih ayahanda…” pangeran pertama menunduk, memberi hormat kepada kaisar. 

Mata permaisuri melirik ke arah putranya yang berlindung di belakangnya. Anak itu menunduk, tangannya yang kecil meremas gaun milik permaisuri. Anak kecil yang begitu bersabar, menahan diri untuk tidak mengatakan bahwa puisi itu adalah buatannya. 

Benar! Bukan saatnya untuk menunjukkan bakat luar biasa putranya. Tapi permaisuri tidak akan membiarkan pangeran pertama selamat. 

“Jadi ini dibuat oleh pangeran pertama?” Pertanyaan penuh senyuman dari permaisuri. 

“Tentu saja…hamba yang membuatnya.” Jawaban dari pangeran pertama.

“Hamba mendidik pangeran pertama dengan baik. Untuk tumbuh menjadi anak yang begitu pintar berbakti dan dapat mengatur negara dengan baik. Tidak seperti anak-anak lainnya yang hanya bisa bermain.” Selir Agung bagaikan menyindirnya. 

Permaisuri melirik ke arah lemgan putranya yang masih mengeluarkan darah. Lukanya cukup dalam, sedangkan luka yang ada di lengan pangeran pertama tidak cukup dalam. Mengingat tenaga pangeran kelima tidak begitu besar. 

Dirinya melangkah mendekat. Perlahan wanita itu tersenyum. 

“Pangeran Cakra, aku sangat tertarik dengan kaligrafi buatanmu. Bolehkah aku memintamu untuk menuliskan sesuatu. Gelang milikku akan menjadi milikmu.” Sebuah gelang indah, benar-benar terlihat cantik. Tentu saja harga satu gelang itu sama dengan harga satu rumah di ibukota. 

“Hamba akan membuatkannya.” Ucap pangeran pertama begitu cepat. 

Tangan kirinya yang terluka, hingga tangan kanannya dapat tetap menulis. Hadiah dari permaisuri, perhatian dari Kaisar sekaligus akan didapatkan olehnya. 

Dayang yang menjaga pangeran pertama juga bergerak cepat untuk membalut lukanya.

Sedangkan permaisuri, meraih sapu tangannya. Mengikat lengan Lian, agar menghentikan pendarahan sementara. 

“Panggilkan tabib…” perintah permaisuri pada dayang yang berada di belakangnya. 

Sang dayang segera pergi mengikuti perintah permaisuri. 

Permaisuri mendekat, berbisik memeluk putranya.”Lian ingin kembali ke istana Phoenix atau melihat bagaimana keadilan ditegakkan?” 

“Aku ingin di sini, bersama ibu.” Itulah keputusan yang diambil oleh Lian. Mengingat untuk sementara lengannya memang sudah tidak mengeluarkan darah lagi. 

Pangeran pertama duduk di gazebo, Kaisar dan selir Agung mengamati tulisannya. 

Tulisan yang memang begitu indah. Sedangkan permaisuri diam-diam tersenyum. 

“Pangeran pertama, Aku hanya ingin tulisan selamat ulang tahun untuk Kaisar. Karena nanti, Aku ingin menugaskan seniman untuk membuatkan sulamannya.” Permaisuri terlihat tersenyum begitu ramah. 

Benar saja…pangeran pertama menulisnya begitu indah. Bocah yang tidak menyadari satu hal. 

Walaupun lukisan dari Lian begitu indah. Tapi anak itu, hanya anak berusia 5 tahun. Kaligrafinya memang dapat dibaca, makna dari kata-katanya begitu indah. Sayangnya tulisan Lian berantakan, tulisan yang tidak begitu bagus. Tentu saja berbeda dengan tulisan anak berusia 10 tahun yang begitu rapi.

Seorang bocah yang berani membohongi Kaisar? Permaisuri akan mendidiknya kali ini…

1
Biyan Narendra
penipu yg mencoba menipu
Ufiyyyy
bkln rame para bgsawN mnyaksikn kbohongan pngeran prtama...
yula
💪💪💪💪💪thor
mimief
Thor..hamba
bukan hama🤭
mimief
aku yg greget..
sial banget cuman Ama anak 5 tahun aja mereka pada kejam nya kyk gitu😱
mimief
dia belum liat lian berubah savage nya
liatin ian🤭🫣
mimief
dia belum liat lian berubah savage nya
liatin ian🤭🫣
Biyan Narendra
mampus
Indar
siap2 ada ngamuk 😠😠 kaisar dan selir agung, kalian dalam masalah besar 😤
Biyan Narendra
hajar blik Lian
Nur Wahyuni
masih kecil udah diajarin berbohong si pangeran pertama, buah jatuh gak jauh dari pohonnya..
chataleya
masih bocah mau adu licik sama permaisuri 🤭
yesi yuniar
begitu pedenya pangeran pertama, dia tidak tau saja kalau permaisuri menjebaknya
Miss Typo
gregetan aku pingin cepat mereka kena karma kena hukuman akibat dari perbuatan mereka sendiri
Miss Typo
awas kalian semua, berani sekali melukai Lian putra kesayangan permaisuri
Nur Wahyuni
akhirnya permaisuri muncul juga.. itu dayang buat lian kemana sih gak muncul2, cuma ambil cemilan aja seabad..
Ufiyyyy
ibu singa datang bakalan ngamuk nih....
yesi yuniar
permaisuri datang 👌
yula
lanjut thor
yula
💪💪💪💪💪thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!