Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5 : Penagih Utang Di Depan Pintu
Napas Lin Fan tersengal-sengal di tengah kegelapan hutan yang makin pekat.
Otot-otot kakinya terasa panas seperti terbakar, tetapi ia memaksakan tubuhnya terus melompat menembus semak belukar.
Mata Lin Fan terus tertuju pada sudut pandangannya tempat radar transparan itu melayang.
Dua titik merah di layar radar tampak makin mendekati lingkaran hijau yang menandai batas rumahnya.
"Sial, siapa sebenarnya mereka?" umpat Lin Fan dengan suara tercekat.
Ia tahu betul bahwa utang sewa rumah sebesar dua puluh ribu Yuan sudah lunas dikirimkan tadi pagi.
Secara aturan, Zhao Qiang tidak punya alasan lagi untuk datang dan mengganggu keluarganya.
Namun Lin Fan sangat paham betapa liciknya orang-orang seperti Zhao Qiang di desa terpencil ini.
Uang besar yang secara mendadak dimiliki oleh seorang buruh miskin pasti memancing rasa curiga dan ketakutan dari pihak tuan tanah.
Sfx: Krasak... Krasak...
Lin Fan menerobos keluar dari celah pepohonan hutan terlarang dan akhirnya menginjakkan kaki di jalanan tanah desa.
Hawa dingin malam menyambut tubuhnya yang penuh dengan keringat dingin dan bercak tanah kusam.
Dari kejauhan, lampu remang-remang di teras rumahnya sudah terlihat.
Dua sosok pria berbadan kekar tampak berdiri membelakangi jalanan, tepat di depan pintu kayu rumah Lin Fan.
Salah satu dari mereka memegang sebatang pipa besi tebal di tangan kanannya.
Sosok yang satu lagi mengenakan jaket kulit cokelat kusam dan terus menggedor pintu rumah Lin Fan tanpa henti.
Brak! Brak! Brak!
"Buka pintunya! Jangan pura-pura tidur kalian!" teriak pria berjaket kulit cokelat itu dengan suara serak menakutkan.
"Lin Fan! Keluar kamu! Jangan pikir urusan kita sudah selesai cuma karena transferan tadi pagi!" sambung pria itu.
Dari dalam rumah, terdengar suara teriakan histeris dari adiknya, Lin Mei, dan tangisan ibunya yang sangat ketakutan.
"Tolong... Tolong jangan ganggu kami lagi, utang kami kan sudah dibayar!" jerit ibu Lin Fan dari balik pintu yang terkunci.
"Persetan dengan utang sewa! Boss Zhao minta kejelasan dari mana anakmu dapat uang sebanyak itu dalam semalam!" balas pria berjaket kulit sambil menendang bagian bawah pintu.
Brak!
Kayu pintu tua itu bergetar hebat dan meninggalkan bekas telapak sepatu yang kotor.
Mata Lin Fan membara penuh amarah saat menyaksikan kejadian itu dari jarak sepuluh meter.
Rasa lelah akibat penyedotan energi vital oleh sistem tadi seketika menguap tergantikan oleh emosi yang membakar dadanya.
"Hentikan tangan kotor kalian!" teriak Lin Fan dengan suara keras menembus keheningan malam.
Dua pria berbadan kekar itu seketika membalikkan badan mereka secara bersamaan.
Pria berjaket kulit cokelat itu menyeringai lebar begitu melihat Lin Fan berjalan mendekat dengan wajah pucat pasi.
"Ah, akhirnya si pemuda kaya mendadak ini pulang juga," ejek pria berjaket kulit itu sambil melipat kedua tangannya di dada.
Pria yang memegang pipa besi mengayun-ayunkan senjatanya ke udara dengan nada mengancam.
Sfx: Wusss... Wusss...
"Kalian diutus oleh Zhao Qiang, kan?" tanya Lin Fan sambil menghentikan langkahnya sekitar tiga meter di depan mereka.
"Siapa nama kami itu tidak penting, Bocah," jawab pria berjaket kulit cokelat sambil melangkah maju satu langkah.
"Boss Zhao cuma curiga kamu terlibat bisnis gelap atau mencuri barang berharga dari gudang tuan tanah," lanjutnya dengan mata melotot curiga.
"Jadi Boss menugaskan kami untuk menggeledah rumahmu dan menyita semua uang tunai yang tersisa sampai kamu bisa membuktikan asal-usul uang itu secara jelas!"
Lin Fan terkekeh dingin, sebuah tawa pelan yang terdengar sangat tidak bersahabat.
"Menggeledah rumahku? Atas dasar apa?" tantang Lin Fan teguh.
"Atas dasar hukum di desa ini adalah hukum milik mereka yang berkuasa, paham?!" bentak pria pemegang pipa besi sambil mengangkat pipanya tinggi-tinggi.
Pria itu melangkah maju dengan cepat, bermaksud mengayunkan pipa besi itu ke arah bahu kiri Lin Fan untuk memberi pelajaran.
Lin Fan membeku di tempat, tetapi otaknya bekerja sangat cepat.
Di sudut penglihatannya, garis-garis teks dari [Sistem Pagar Iblis] mendadak berkedip dengan warna kebiruan terang.
[Peringatan: Ancaman Fisik Dan Niat Jahat Terdeteksi Di Dalam Wilayah Pagar]
[Status Pagar Perlindungan Rumah: Aktif]
[Fitur Tambahan: Pantulan Tekanan Iblis Dapat Dipicu Menggunakan Perintah Suara]
[Syarat Pengaktifan: Gunakan Kata Kunci 'Tolak']
Pria pemegang pipa besi itu mengayunkan senjatanya dengan sekuat tenaga ke arah kepala Lin Fan.
Sfx: Wuuusss!
Angin pukulan itu berhembus kencang menerpa wajah Lin Fan.
Namun tepat sebelum pipa besi tebal itu menyentuh rambut Lin Fan, Lin Fan membuka mulutnya dan mengucapkan satu kata dengan tegas.
"Tolak!"
Bzzzzzt!
Sebuah gelombang tekanan tak terlihat meledak secara mendadak dari udara kosong di depan dada Lin Fan.
Udara di sekitar area teras rumah bergetar hebat seolah-olah terjadi ledakan tabung gas yang sangat kuat.
Pipa besi yang diayunkan oleh pria itu mendadak terhenti kaku di udara, seolah menghantam dinding kaca tebal yang transparan dan tak kasatmata.
Duuum!
Sfx: Tranggg!
Getaran hebat merambat dari pipa besi itu menuju ke telapak tangan pria pemegang senjata.
Pria itu menjerit kesakitan saat kulit telapak tangannya robek akibat guncangan energi yang sangat dahsyat.
Pipa besi itu terlempar ke udara dan jatuh menghantam tanah semen dengan suara berdenting keras.
"Arghhh! Tanganku! Tanganku patah!" jerit pria pemegang pipa besi sambil memegangi pergelangan tangannya yang terkulai lemas.
Pria berjaket kulit cokelat yang berdiri di belakangnya terbelalak tidak percaya melihat adegan misterius di depannya.
Lin Fan sendiri bahkan tidak menyentuh pria itu sama sekali, tetapi pria itu justru terlempar dan terluka parah.
"Kamu... kamu pakai sihir apa, Bocah?!" teriak pria berjaket kulit dengan suara gemetar hebat karena ketakutan.
Lin Fan melangkah maju satu langkah secara perlahan.
Hawa dingin yang sangat pekat mengalir keluar dari aura tubuh Lin Fan, membuat suhu di teras rumah turun menjadi sangat membekukan.
Tanda lingkaran luka bakar di telapak tangan kanan Lin Fan memancarkan cahaya merah samar yang menembus celah-celah saku celananya.
"Aku sudah bilang tadi pagi kepada Zhao Qiang," ucap Lin Fan dengan suara berat yang berlapis gema gaib.
"Jangan pernah berani melangkah masuk ke rumahku dan mengganggu keluargaku lagi."
Pria berjaket kulit cokelat itu mundur beberapa langkah hingga punggungnya menghantam tiang teras kayu.
Mata pria itu menatap Lin Fan seolah-olah sedang melihat seekor monster berwujud manusia yang siap menerkamnya hidup-hidup.
"A-ampun! Kami cuma menjalankan perintah Boss Zhao!" ratap pria berjaket kulit itu dengan wajah pucat bagaikan mayat.
Ia dengan cepat membatu rekannya yang sedang memegangi tangannya yang patah untuk berdiri dari tanah.
"Pergi dari sini sebelum aku kehilangan kesabaran," kata Lin Fan dingin.
Tanpa perlu diperintah dua kali, kedua pria kekar itu langsung berbalik arah dan berlari kencang menyusuri jalanan desa yang gelap.
Mereka berlari begitu cepat seolah-olah sedang dikejar oleh setan dari dalam hutan terlarang.
Langkah kaki mereka yang panik perlahan-lahan menguap dan menghilang di balik kegelapan malam.
Lin Fan menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdebar kencang.
[Ancaman Berhasil Diusir Dari Area Pagar]
[Penggunaan Fitur 'Pantulan Tekanan Iblis' Mengonsumsi 2% Energi Vital]
[Status Energi Vital Saat Ini: 83%]
Lin Fan meringis pelan saat rasa lelah yang amat sangat kembali menyerang tubuhnya secara mendadak.
Penggunaan kekuatan sistem ini benar-benar membutuhkan bayaran yang tidak murah.
Setiap kali ia mengusir musuh atau menggunakan fitur sistem, energi kehidupannya sendiri yang menjadi taruhannya.
Klik!
Suara slot kunci pintu rumah ditarik dari dalam.
Pintu kayu tua rumah Lin Fan terbuka perlahan-lahan.
Ibunya keluar dari balik pintu dengan wajah yang penuh air mata dan tubuh yang masih berguncang hebat akibat rasa takut.
Di belakang ibunya, Lin Mei mengintip dari balik celah pakaian ibunya dengan mata yang sembab.
"Lin Fan! Kamu tidak apa-apa, Nak?" panggil ibunya sambil berlari memeluk tubuh Lin Fan secara erat.
"Ibu dengar ada suara dentuman keras tadi di luar... Orang-orang jahat itu melakukan apa padamu?" tanya ibunya cemas sambil memeriksa bahu dan wajah Lin Fan.
Lin Fan tersenyum tipis, menutupi rasa sakit dan lelah di dadanya demi ibunya.
"Aku tidak apa-apa, Bu. Mereka cuma gertak sambal dan sudah pergi ketakutan," jawab Lin Fan berusaha menenangkan ibunya.
"Tapi... tapi lengan bajumu robek dan wajahmu pucat sekali, Lin Fan. Kamu seperti orang yang sedang sakit parah," potong ibunya sambil memegang pipi Lin Fan yang terasa sangat dingin.
"Aku cuma kelelahan karena berjalan jauh dari kota untuk mengurus surat pelunasan utang tadi, Bu," kilih Lin Fan berbohong lagi.
Ia memegang tangan ibunya dan mengelusnya secara lembut.
"Mulai sekarang orang-orang Zhao Qiang tidak akan berani datang lagi ke sini. Percayalah padaku," kata Lin Fan tegas.
Lin Mei keluar dari balik punggung ibunya dan memeluk pinggang Lin Fan dari samping.
"Gege... aku takut sekali tadi," bisik Lin Mei pelan.
"Jangan takut lagi, Mei-mei. Gege ada di sini untuk melindungi kalian berdua," jawab Lin Fan sambil mengusap rambut adiknya.
Ibunya mengusap air matanya dan menganggukkan kepala pelan, meskipun rasa heran dan bingung masih terpancar jelas di matanya.
"Ayo masuk ke dalam, Ibu sudah panaskan sedikit sup sayur di dapur untukmu," ajak ibunya menuntun Lin Fan melangkah masuk ke dalam rumah.
Lin Fan melangkah masuk dan menutup pintu kayu rumahnya rapat-rapat.
Ia mengunci pintu menggunakan slot besi dan memastikan Pagar Perlindungan Rumah masih bekerja dengan sempurna di sekitar bangunan ini.
Malam makin larut, dan suasana di dalam rumah tua itu kembali menjadi tenang.
Ibu dan adik Lin Fan sudah kembali tidur di dalam kamar mereka karena kelelahan emosional yang hebat.
Sementara itu, Lin Fan duduk sendirian di atas tempat tidur kayunya di dalam kamar kecilnya yang berukuran tiga kali tiga meter.
Di atas meja kayu kusam di samping tempat tidurnya, gulungan serat lontar tua milik leluhurnya tergeletak tenang.
Cahaya bulan malam yang menembus celah ventilasi kamar menerangi permukaan lontar tersebut.
Lin Fan membuka aplikasi perbankan di ponselnya kembali.
Saldo sebesar 29.900 Yuan masih tertera di sana secara utuh.
"Dua puluh sembilan ribu sembilan ratus Yuan..." gumam Lin Fan pada dirinya sendiri.
Uang ini memang cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan sekolah adiknya selama beberapa bulan ke depan.
Namun ancaman dari Zhao Qiang dan tuan tanah lokal dipastikan belum berakhir begitu saja.
Orang-orang licik seperti Zhao Qiang pasti akan mencari cara lain yang lebih kotor untuk menjatuhkannya atau merebut uang tersebut.
Lin Fan meraba dadanya yang terasa agak sesak.
[Sistem Pagar Iblis] telah memberinya kekuatan untuk melawan, tetapi di saat yang sama juga menarik dirinya ke dalam kubangan bahaya yang makin dalam.
Tiba-tiba, layar ponsel Lin Fan bergetar secara pelan.
Getaran itu bukan berasal dari panggilan telepon atau notifikasi pesan biasa.
Sfx: Bzzzt... Bzzzt...
Layar ponselnya berkedip-kedip beberapa kali sebelum akhirnya berubah menjadi hitam total.
Garis-garis teks transparan berwarna merah darah mendadak muncul melayang tepat di atas permukaan gulungan lontar tua di atas mejanya.
[Tugas Baru Diturunkan: Pembersihan Benih Kejahatan]
[Deskripsi Tugas: Zhao Qiang Sedang Merencanakan Pembakaran Rumah Keluarga Lin Pada Malam Esok Hari Bersama Kelompok Preman Kota]
[Tujuan Utama: Hentikan Zhao Qiang Dan Buat Pagar Iblis Tingkat Pertama Pada Batas Wilayah Desa]
[Hadiah Tugas: Pembukaan Akses Fitur 'Mata Iblis / Deteksi Niat Buruk' Dan Uang Tambahan 100.000 Yuan]
[Hukuman Kegagalan: Rumah Terbakar Dan Kehilangan Seluruh Anggota Keluarga]
[Batas Waktu: 24 Jam Dari Sekarang]
Mata Lin Fan membelalak sempurna melihat isi teks tugas baru tersebut.
Rasa dingin yang membekukan seketika menjalar dari tulang belakang menuju ke seluruh tubuhnya.
"Membakar rumah...?" bisik Lin Fan dengan gigi terkatuk rapat penuh amarah.
Niat jahat Zhao Qiang ternyata jauh lebih biadab dan tidak manusiawi daripada yang pernah Lin Fan bayangkan sebelumnya.
Pria tambun itu ternyata tidak hanya ingin merebut uangnya, tetapi juga berniat memusnahkan seluruh keluarga Lin agar tidak ada bukti kejahatan yang tersisa.
Lin Fan mengepalkan tangan kanannya erat-erat hingga jari-jemarinya memutih.
Tanda bekas luka bakar lingkaran di telapak tangan kanannya menyala terang dengan warna merah kehitaman yang mencekam.
"Zhao Qiang... kamu sendiri yang memilih jalan kematianmu," geram Lin Fan dengan nada suara yang penuh dengan rasa dendam yang amat mendalam.
Lin Fan bangkit dari tempat tidurnya dan meraih gulungan lontar tua itu dari atas meja.
Ia tahu bahwa besok malam akan menjadi pertempuran sesungguhnya antara dirinya dan orang-orang licik yang berusaha menghancurkan hidupnya.
Dan demi melindungi ibu serta adiknya, Lin Fan siap melangkah lebih jauh ke dalam kegelapan yang ditawarkan oleh [Sistem Pagar Iblis].