Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.
Ding!
[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]
[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]
[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Di markas bawah tanah Divisi Sembilan di ibu kota, suasana terasa sangat tegang.
Jenderal Song mondar-mandir di ruang komando. Dia terus melihat ke arah jam dinding. Sudah lewat batas waktu yang ditentukan, tapi Agen Khusus Leng Yue belum juga memberikan laporan dari Kota Linzhou.
"Jenderal, ada helikopter tak dikenal mendekati landasan pacu rahasia kita," lapor seorang operator radar dengan nada panik.
"Tembak jatuh!" perintah Jenderal Song tanpa ragu.
"Tunggu, Jenderal! Kodenya menunjukkan itu helikopter sipil yang disewa, dan ada sinyal identifikasi dari Agen Leng Yue di dalamnya."
Jenderal Song mengerutkan kening. Mengapa Leng Yue kembali menggunakan helikopter sipil? Bukankah dia memakai perlengkapan siluman lengkap?
Beberapa menit kemudian, pintu ruang komando terbuka. Leng Yue masuk ke dalam ruangan. Penampilannya masih rapi, tapi wajahnya sangat pucat. Tidak ada lagi aura pembunuh bayaran yang dingin dan percaya diri dari wanita itu. Matanya terlihat kosong, seperti orang yang baru saja melihat hantu.
"Leng Yue! Apa yang terjadi? Kenapa kau kembali lebih cepat? Mana data aliran dana Yao Wi?" tanya Jenderal Song bertubi-tubi.
Leng Yue berdiri tegap, tapi tubuhnya sedikit gemetar.
"Maafkan saya, Jenderal. Misi gagal total. Saya tertangkap bahkan sebelum bisa berjalan sejauh sepuluh meter di dalam gedung Linzhou Corp," jawab Leng Yue dengan suara pelan.
Seluruh orang di ruang komando terdiam. Leng Yue adalah agen terbaik mereka. Tertangkap tanpa perlawanan? Itu terdengar seperti lelucon yang sangat buruk.
"Tertangkap? Bagaimana bisa?! Kau memakai pakaian taktis siluman seharga miliaran! Apakah mereka punya pasukan tentara satu batalyon di sana?" Jenderal Song berteriak marah.
"Mereka punya teknologi EMP yang mematikan semua alat saya dalam sedetik, Jenderal. Dan pengawal Yao Wi... mereka bukan manusia biasa. Mereka mematahkan pisau titanium saya hanya dengan tangan kosong. Kita sama sekali tidak selevel dengan mereka," jelas Leng Yue panjang lebar.
Jenderal Song memukul meja dengan keras. Dia tidak terima mendengarnya.
"Ini penghinaan! Yao Wi berani menyerang agen resmi negara! Leng Yue, apa dia menyiksamu?"
"Tidak, Jenderal. Dia malah menyuruh saya makan malam bersamanya," kata Leng Yue.
"Apa?!" Jenderal Song semakin bingung dan marah.
"Yao Wi menyuruh saya pulang untuk menyampaikan pesan langsung kepada Anda, Jenderal. Dia bilang... mulai sekarang, Divisi Sembilan bekerja untuk Linzhou Corp. Jika tidak, dia akan membuat kita semua kelaparan di jalanan," ucap Leng Yue menyampaikan pesan Yao Wi secara langsung.
Mendengar itu, wajah Jenderal Song memerah karena marah. Urat-urat di lehernya menonjol keluar.
"Bocah sombong! Dia pikir karena dia punya uang, dia bisa membeli militer negara?! Aku akan meratakan kotanya malam ini juga!" Jenderal Song berbalik menatap operator komunikasi.
"Hubungi pangkalan udara! Siapkan tiga skuadron helikopter tempur dan pasukan khusus. Kita akan menyerbu Kota Linzhou dengan tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi dan terorisme!" perintah Jenderal Song dengan suara menggelegar.
"Siap, Jenderal!"
Namun, sebelum operator itu bisa menyambungkan panggilan, pintu ruang komando kembali terbuka dengan kasar.
Seorang perwira bagian logistik berlari masuk dengan napas terengah-engah. Wajahnya penuh keringat dingin.
"Jenderal! Gawat! Kita punya masalah besar!" teriak perwira logistik itu.
"Ada apa lagi?! Tidak bisakah kau melihat aku sedang bersiap untuk perang?!" bentak Jenderal Song.
"K-kita tidak bisa perang, Jenderal! Seluruh pasokan bahan bakar avtur untuk helikopter kita ditahan! Gudang amunisi kita disegel oleh pihak kontraktor, dan pasokan ransum makanan untuk pangkalan dihentikan total sepuluh menit yang lalu!" lapor perwira itu dengan panik.
Jenderal Song terbelalak kaget.
"Apa maksudmu dihentikan?! Kita adalah Divisi Sembilan! Kontraktor itu bekerja untuk negara! Telepon direktur perusahaan alutsista itu dan ancam mereka dengan hukuman mati jika tidak mengirim barang!"
Perwira logistik itu menelan ludah dan menggelengkan kepalanya.
"S-saya sudah menelepon mereka, Jenderal. Tapi direktur yang lama sudah dipecat. Perusahaan pemasok alutsista dan logistik kita baru saja diakuisisi secara penuh oleh konsorsium rahasia. Dan pemilik baru perusahaan itu mengirimkan pesan resmi ke sistem komputer kita."
Perwira itu menekan tombol di tabletnya dan memunculkan tulisan di layar besar ruang komando.
Tulisan itu berbunyi: "Kontrak pasokan militer Divisi Sembilan dibekukan sementara karena gagal bayar. Silakan hubungi pemilik baru kami, Linzhou Corp, untuk negosiasi lebih lanjut."
Ruang komando itu seketika menjadi sunyi senyap. Tidak ada satu pun orang yang berani bersuara.
Jenderal Song mundur dua langkah. Tubuhnya terasa lemas hingga dia jatuh terduduk di kursinya. Dia menatap layar besar itu dengan mata kosong.
"Dia... dia benar-benar memutus logistik kita," gumam Jenderal Song tidak percaya. "Dia membeli rantai pasokan militer negara ini hanya dalam waktu beberapa jam."
Leng Yue menundukkan kepalanya. Dia sudah tahu ini akan terjadi.
"Jenderal," ucap Leng Yue pelan. "Anggaran tahunan Divisi Sembilan hanya sepuluh triliun. Pemuda bernama Yao Wi itu bisa menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk membeli sarapan. Kita tidak bisa melawannya dengan senjata, karena dia sudah membeli pabrik senjata kita."
Jenderal Song menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sebagai seorang komandan yang sangat bangga dengan pasukannya, kenyataan ini benar-benar menghancurkan harga dirinya sampai ke akar-akarnya.
Yao Wi tidak perlu mengirim pasukan tempur untuk mengalahkan Divisi Sembilan. Yao Wi hanya perlu memutus keran uang dan logistik, dan faksi militer paling menakutkan di negara ini langsung lumpuh total tanpa bisa menembakkan satu peluru pun.
"Batalkan perintah penyerangan," ucap Jenderal Song dengan suara serak dan putus asa. "Hubungi kantor Linzhou Corp. Katakan pada mereka... Divisi Sembilan bersedia menyerah dan bernegosiasi."
Di saat yang sama, di lantai delapan ratus Menara Linzhou Corp.
Yao Wi sedang berdiri di balkon, menghirup udara malam yang segar.
Ding!
Layar sistem berwarna biru muncul di depan matanya.
Sistem: Misi Penaklukan Tundukkan Sang Pisau Negara Selesai.
Sistem: Mentalitas Jenderal Song dan Agen Leng Yue telah hancur. Divisi Sembilan telah menyerah pada dominasi kapital Tuan Rumah.
Sistem: Hadiah Misi Diberikan. Fitur Pasukan Militer Pribadi Tingkat Lanjut telah terbuka.
Sistem: Hadiah Tambahan Diberikan. Satelit Pengintai Orbit Rendah telah aktif dan terhubung dengan menara ini.
Yao Wi tersenyum lebar. Dia merasa sangat puas.
"Bagus sekali," batin Yao Wi. "Dengan terbukanya fitur Pasukan Militer Pribadi, aku sekarang bisa mendaftarkan Pasukan Bayangan secara legal sebagai perusahaan kontraktor pertahanan swasta. Tidak akan ada lagi orang yang berani menuduhku punya pasukan ilegal. Negaralah yang sekarang bergantung pada perusahaan militerku."
Shen Yue berjalan mendekat dari belakang, membawa sebuah tablet di tangannya.
"Tuan Bos, markas Divisi Sembilan baru saja mengirimkan pesan. Jenderal Song meminta waktu untuk melakukan panggilan video dengan Anda besok pagi. Dia menyatakan menyerah," lapor Shen Yue sambil tersenyum.
Yao Wi menoleh dan tertawa pelan.
"Biarkan pria tua itu menunggu selama tiga hari. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya pangkalan militernya tidak punya makanan dan bahan bakar. Setelah dia benar-benar kelaparan, baru kita akan memberinya makan seperti anjing penurut," jawab Yao Wi dengan santai tapi sangat kejam.
"Baik, Tuan Bos. Saya akan mengabaikan panggilan mereka selama tiga hari ke depan," jawab Shen Yue dengan patuh.
Malam itu, Linzhou Corp resmi menjadi kekuatan yang tidak hanya menguasai ekonomi kota dan regional, tapi juga memegang rantai leher dari faksi intelijen militer terkuat di negara tersebut. Yao Wi benar-benar selangkah lagi untuk menjadi raja tanpa mahkota.