NovelToon NovelToon
My Ex Brother In Law

My Ex Brother In Law

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Beda Usia
Popularitas:890
Nilai: 5
Nama Author: MeNickname

Rasa yang tidak seharusnya ada itu kian tumbuh pada Carol, dari sebuah kekaguman berubah menjadi cinta. Carol mengubur semua itu dalam-dalam karena cinta itu tidak akan pernah bisa dia gapai. Sampai suatu hari dimana ternyata semesta seperti memberinya sebuah kesempatan. Dan Carol tidak mau menyia-nyiakannya, dia berjuang mendapatkan sesuatu yang sebelumnya terasa sangat mustahil itu. Dia mengambilnya meski harus menghadapi banyaknya sudut pandang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Kenapa? Kau marah karena Andrew memarahimu dan membelaku karena kejadian semalam hah?"

"Kau menjadi tidak tenang karena sekarang aku tahu Andrew tidak pernah menugaskanku untuk melakukan kesepakatan itu? Kau takut Andrew tahu kalau kau sudah menjebakku?"

Jenn terlihat sangat tidak suka dengan Carol yang berani melawannya, "Apa kau bilang?"

"Aku tidak tahu apa kesalahanku padamu. Tapi sejak aku bergabung di perusahaan ini kau terlihat sengaja membuatku tidak betah. Kau mengincar Andrew kan?"

"Kalau iya, kenapa? Tidak terima? Aku tahu kau mengincarnya juga."

Carol tertawa mendengarnya, terdengar renyah sekali, "Berapa lama kau bekerja dengannya? Tiga tahun bukan? Dan kau masih mengincarnya? Bahkan kau rela setengah telanjang setiap hari karena ingin menggodanya kan? Oh astaga, aku kasihan padamu. Ternyata kau tidak semenarik itu di matanya ya?"

Jenn melotot, dia tidak menyangka gadis itu berani berbicara tidak sopan di hadapannya.

"Apa kau bilang??"

"Aku bilang kau tidak menarik."

Darah Jenn mendidih, wanita mendorong tubuh Carol sampai terpentok dinding, "Beraninya kau dasar j4lang! Lihat saja aku akan menyingkirkanmu dari sini!"

"Silahkan, jika bisa." balas Carol santai.

Jenn benar-benar tidak tahu bahwa Carol berada disini itu melalui jalur khusus. Jenn juga terlalu besar kepala karena Andrew memberinya wewenang atas Carol yang tidak memerlukan perlakuan istimewa. Dia berpikir jika Carol mungkin hanya seorang gadis miskin yang diberi pekerjaan oleh Andrew yang baik hati.

...----------------...

Saat jam pulang kantor tiba Andrew tidak langsung pulang, di dalam ruangannya pria matang itu terlihat sedang duduk sambil menyesap rok0k dari tangannya.

Sedari tadi dia terus memandangi ponselnya. Dia ingin menghubungi Carol tapi dia juga ragu. Raut wajah kecewa dan marah gadis itu siang tadi terasa berputar di kepalanya. Dia merasa sangat bersalah.

Kali ini Andrew mengambil ponsel itu, namun dia tidak membuka aplikasi komunikasi melainkan membuka sebuah aplikasi pelacak yang terhubung pada sebuah mobil, yaitu mobil Carol.

Tangannya mengepal kuat saat melihat titik lokasi mobilnya.

"Apa yang kau lakukan kali ini, Carl!"

Dia membuang sisa puntung rok0k itu ke tong sampah dan bergegas pergi. Namun betapa terkejutnya dia saat melihat Jenn yang sudah berdiri di depan pintu ruangannya.

"Jenn, kenapa kau masih disini?"

"Saya pikir Tuan sudah pulang." balas Jenn.

Dia maju satu langkah mengikis jarak diantara dia dan Andrew. Yang mana sekarang wajah mereka sudah sangat dekat.

"Apa kita akan seperti dulu? Lembur bersama lagi?" Jenn mengusap jas Andrew dengan lembut dan hal itu tentu membuat Andrew tidak suka.

Dia menghempaskan tangan itu dari jasnya, "Jangan lancang, Jennie!"

"Kenapa? Apa kebersamaan kita selama ini tidak cukup untuk Tuan? Bahkan akulah selalu mengurusi sebagian kepentinganmu Tuan."

"Jennie, saya mempertahankanmu bukan karena ini tapi karena kamu adalah pekerja yang baik. Jadi saya sarankan lebih baik kamu fokus pada pekerjaan. Kalau tidak, saya juga tidak akan segan untuk memecat kamu!" tunjuk Andrew marah.

Dia menatap Andrew yang sudah pergi meninggalnya sendiri, dia tidak menyangka setelah semua pengabdiannya selama ini Andrew sampai hati mengancamnya dengan kata memecat, semuanya terasa berubah sejak Carol berada di antara mereka.

"Awas saja kau j4lang!"

...----------------...

Di dalam sebuah bar, seorang gadis yang masih memakai setelan formal itu nampak sedang menunggu seseorang.

"Ini minumnya." seorang pemuda datang menghampirinya.

"Thanks."

Mereka bersulang dan minum bersama.

"Bagaimana Carl? Bekerja tidak seburuk itu kan?"

Carol tertawa geli, pertanyaan yang sedikit menjebak, "Jujur saja aku hanya malas bangun pagi."

"Ya aku tahu karena dari dulu kau selalu melewatkan kelas pagi."

Lagi-lagi Carol tertawa.

"Aku tidak menyangka ternyata kita bekerja di kota yang sama."

"Aku cuma mau nyari pengalaman sendiri sih, ya sebelum aku harus nerusin bisnis restoran Mamaku yang sekarang aku serahin semua ke kakakku dulu."

Pemuda itu mengangguk paham, "Ya, terkadang kita juga harus merasakan rasanya berdiri di kaki kita sendiri."

Saat sedang asyik mengobrol tanpa Carol sadari ada seseorang yang baru saja datang dan mencarinya dengan panik.

1
MamDeyh
Duda gk zelaaas
MamDeyh
Ribet bgt sih.. Tinggalin aja. Ngapain jg jd merendahkan diri buat cowok.😒
Ruwi Yah
menarik alur ceritanya semangat updatenya kak
Ruwi Yah
sebagai atasan kamu harus tegas ndrew jangan sampai sikapmu disalah artikan oleh sekretaris seksimu
Ruwi Yah
sekali kali jual mahal dikit Carl
MamDeyh
Km jd kelihatan murahan dg begitu.. Kalo mau membuktikan dia apakah ada perasaan dg pergi menjauh. Bukan kek wanita ...😒
Ruwi Yah
masih nyimak alur ceritanya
Ruwi Yah
lanjut
Ruwi Yah
Terima kasih upnya kak
MamDeyh
Lanjuut
Ruwi Yah
mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!