NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:367.5k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Kejadian di Gala Dinner malam itu menyebar luas ke seluruh penjuru elit dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.

Clara Jasmine kini menjadi sinonim dari wanita yang tidak boleh disentuh. Namun, di balik segala kemewahan dan fasilitas tanpa batas itu, Clara tidak ingin hanya menjadi boneka porselen.

Pagi itu, di ruang kerja pribadinya, Clara menatap sketsa gaun di atas layar tablet. Selama lima tahun, merancang busana adalah cara satu-satunya ia bertahan hidup.

Mengetahui keinginan istrinya, Alexio tidak melarang, pria itu justru merespons dengan cara khas Van Der Berg yang berlebihan.

"Kau bebas menggunakan seluruh sumber daya perusahaan," ucap Alexio santai.

"Jadilah Head of Creative Director untuk lini Haute Couture terbaru di bawah Van Der Berg Fashion House."

Berita tentang peluncuran proyek debut global bertajuk "The Phoenix Collection" yang akan digelar bulan depan di Jakarta Fashion Week langsung mengguncang industri kreatif internasional. Dan tentu saja, hal ini memicu keputusasaan musuh lama mereka.

******

******

Di belahan bumi lain, tepatnya di sebuah mansion bergaya klasik di Jenewa, Swiss, hawa dingin musim gugur terasa semakin membekukan bagi keluarga Smith.

Tuan Smith melempar koran bisnis berbahasa Inggris ke atas meja marmer dengan tangan gemetar kalap.

"Anak pungut itu... dia benar-benar menginjak kepala kita dari seberang benua!" maki Tuan Smith murka. Sejak Alexio memboikot jaringan bisnis mereka, perusahaan keluarga Smith di Swiss nyaris lumpuh total.

Sofia, yang duduk di sofa dengan wajah pucat, menggigit kuku-kukunya panik.

"Kita tidak bisa membiarkan dia sukses, Pa! Para kompetitor Alexio di sini sudah berjanji akan menyuntikkan dana ke perusahaan kita asalkan kita bisa mencuri data desain Clara dan menyabotase debutnya di Jakarta!"

Tuan Smith mendengus sinis. "Aku sudah menyewa kelompok peretas terbaik di dark web. Saat ini juga, mereka sedang menyusup ke server utama Van Der Berg untuk mencuri seluruh sketsa The Phoenix Collection."

Tanpa keluarga Smith sadari, meretas sistem Van Der Berg adalah kesalahan paling fatal yang pernah mereka buat. Karena server tersebut tidak dijaga oleh teknisi IT biasa.

Di Jakarta, di dalam laboratorium pribadi yang dipenuhi layar monitor raksasa, sebuah alarm merah berkedip tanpa suara di salah satu layar.

*****

*****

Kembali ke Jakarta, Ken menghentikan kunyahannya pada biskuit gandum. Jari-jari kecilnya dengan kecepatan kilat mengetik di atas keyboard.

"Menarik," gumam Ken santai, membetulkan letak kacamatanya. "Key, firewall lapis keempat kita baru saja disentuh. Ada yang mencoba menembus database sketsa milik Mama."

Key, yang sedang merakit drone mini, langsung melompat dari kursinya. Mata abu-abunya berbinar penuh antusiasme yang berbahaya.

"Siapa yang cukup bodoh menantang sistem keamanan kita, Kak Ken? Lacak IP-nya. Jangan biarkan mereka mengambil satu piksel pun dari kerja keras Mama!"

"Ping server-nya memantul dari VPN di Singapura, dialihkan ke Frankfurt, lalu ke router di Amsterdam... Cih, amatir," Ken menyimpulkan dengan tenang.

"Titik kumpulnya ada di sebuah mansion di pinggiran Jenewa, Swiss."

Key tertawa renyah, tawa manis khas anak kecil yang sangat kontras dengan kalimatnya.

"Kandang Tante Sofia rupanya. Mau langsung diblokir?"

"Kalau hanya diblokir, itu tidak edukatif," Ken menyeringai tipis, meniru persis senyuman mematikan Alexio.

"Kita arahkan mereka ke dummy server. Biarkan mereka mengunduh file sketsa palsu yang sudah kususupi ransomware buatanmu."

"Tepat sekali, Kakakku yang jenius!" seru Key bertepuk tangan riang.

"Begitu keluarga Smith membuka file desain itu di komputer mereka di Swiss, virusnya akan menyebar. Seluruh data rekening, aset rahasia, hingga sistem pemanas ruangan di mansion mereka akan terkunci mati."

Ken mengangguk puas. "Layar mereka hanya akan menampilkan pesan bahwa mereka harus mentransfer dana sebesar sepuluh juta Euro ke rekening panti asuhan di Jakarta atas nama 'Clara Jasmine' jika ingin sistem mereka dibuka kembali. Eksekusi sekarang."

Hanya dengan sekali tekan pada tombol Enter, Ken membiarkan para peretas sewaan itu masuk ke dalam perangkap.

Dalam hitungan menit, di seberang benua sana, jeritan histeris Sofia dan umpatan kasar Tuan Smith menggema di seluruh penjuru mansion mereka yang mendadak gelap gulita dan membeku di tengah suhu Jenewa yang menusuk tulang.

Sementara itu di Jakarta, Ken dan Key hanya melakukan high-five di udara sambil kembali memakan biskuit organik mereka.

"Misi perlindungan koleksi Mama sukses," ucap Ken santai.

"Sekarang, mari kita bantu Mama memilih kombinasi warna untuk gaun pamungkasnya!" balas Key riang, berlari keluar laboratorium seolah mereka tidak baru saja melumpuhkan dan memeras sebuah keluarga konglomerat di Eropa demi amal.

Bersambung...

1
Mama Lilik
Ceritanya keren bangeet thor..
lanjut anak " jenius versi dewasa 💪👍👍
Zeylina Alzia A.E.
💪💪
Maminya Thania
latar belakang luar negeri,kok panggil bunda?? asistennya juga namanya Reno,, Indonesia banget ngga tuh.🤣🤣
riniandara: 🤣🤭 iya juga sih tapi karena target yang baca orang Indonesia biar lebih ngalir gitu.
total 1 replies
Dini
ceritanya keren,,lanjut berkarya ya thor /Smile/
riniandara: terima kasih Kak
total 1 replies
Dini
ternyata lebih seru ceritanya thor 👍
riniandara: Alhamdulillah kakaknya suka, jangan lupa ulasan bintangnya juga ya kak.🤭😍
total 1 replies
Dini
deuuuh hotel bintang tujuh 😄 puyer kaleee
Dini
cerita sprti ini udh terlalu bnyk yg sama,tp msh sj pnasaran siapa tau agak lain ni cerita🤭
riniandara: di jamin beda kak baca pelan-pelan saja🤭🤣
total 1 replies
Kezter Sharlota
nama x grace sm maxmilian aja
Tegal Lumbung
sofia halu tingkat dewa🙏
Tegal Lumbung
seru nich ceritanya,lanjut thor💪
riniandara: terima kasih kakku, ceritanya sudah tamat kakak yang lanjut baca🤭😄 jangan lupa kasih bintang jika suka kakaku
total 1 replies
Kezter Sharlota
reno sm ketty sj.🤣🤣🤣
Lova Yoongi
𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚒𝚖𝚙𝚒𝚖𝚞
Erna Masliana
mamvus
Nur Hayati
Luar biasa
febby fadila
thor waktu clara hamil si kembar dia ngidam apa ya
febby fadila
sultan mah bebas ya, jd pengen jadi istri sultan juga 😁😁😁
febby fadila
kurang panas thor 😁😁😁😁
febby fadila
sabar napa astaga baru juga selesai akad sdah mau tancap gas aja kamu alexio
febby fadila
berarti masih teka teki ya tentang keluarganya clara ini
febby fadila
hadeee ngehalu aja kerjaanmu sofia, cb saja kamu buat ulah di pesta alexio nanti lihat apa yg akan kamu dapatkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!