NovelToon NovelToon
THE STOICE HEROINE

THE STOICE HEROINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:679
Nilai: 5
Nama Author: Putri Ayu Ningrum

Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.

Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.

Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.

Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Rahasia Galang

Angin sore berembus pelan. Menerpa di wajah teduhnya. Suasana sore membuat dirinya semakin terhanyut dalam pikirannya dengan kejadian tadi. Felicya hanya bisa merenung sendiri di bangku taman. Memikirkan suaminya apa masih bersikap dingin seperti tadi atau tidak.

"Mas Galang apa kau akan cuekin aku terus? aku mau ke kamar pun merasa gak enak," gumamnya.

Ibu Felicya hanya bisa melihat di balik jendela. Ia tidak ingin menghampari putri kesayangannya. Sebelum hati anaknya benar-benar tenang. Karena terlihat ia menyembunyikan kesedihannya pada ibu tercinta.

Felicya yang sudah lama di taman sendirian. Suaminya baru kepikiran mencari istrinya belum hendak kembali ke dalam kamar. Setelah ia meninggalkan istrinya di ruang tamu tadi. Galang berinisiatif untuk menemui istrinya dibawah. Lalu segera turun ke bawah melangkah ke ruang tamu.

Sesampai dia sudah di ruang tamu. Galang menengok kanan kiri mencari keberadaan istrinya.

Namun. Ia tidak melihat batang hidung istrinya. Lalu mencoba memanggil istrinya. "Sayang... sayang, kamu dimana.." teriaknya di ruang tamu. Ibu mertua Galang mendengar mantunya sedang memanggil Felicya. Lalu menghampari Galang di sana yang sedang mencari istrinya seperti mencari anak kucing. "Nak Galang, istri kamu lagi ada di taman itu, ibun melihat sepertinya Felicya lagi sedih kamu coba ajak ngomong dia Nak," pinta ibu mertuanya. Galang pun mengangguk dan berjalan ke halaman menemui istrinya.

Felicya masih menikmati kesendiriannya di taman. Galang menghampirinya pelan-pelan. Lalu menepuk pundaknya dari belakang. Felicya pun terjungkit kaget. "Huaaaaaa gakkk," Felicya menipis tangan galang dari pundaknya, ia belum sadar itu tangan suaminya sendiri. Galang pun bersuara.

"Sayang, ini aku. Kamu kenapa melamun di taman sendirian? kamu kepikiran dengan sikapku yah sayang?" tanyanya. Galang duduk di sampingnya.

Seorang penguntit itu belum pergi. Ia melihat Galang dari kejauhan. Ia melihat Galang sedang menghampiri istrinya dan merajuk kepada istrinya muslimahnya itu.

"Mas. Maaf aku pikir tadi siapa ternyata kamu. Ya aku kepikiran dengan sikapmu tadi, aku berpikir aku telah membuat kesalahan besar sama kamu karena aku banyak bertanya tadi," ucap Felicya.

"Yaampun. Sayang maafin Mas yah, Mas gak bermaksud bikin kamu murung kayak gini. Mas tadi banyak pikiran, yasudah ayo kita masuk yah sayang," ajak Galang untuk menyuruh Felicya ke dalam.

Galang dan Felicya masuk ke dalam rumah lagi. Sang penguntit pun akhirnya pergi.

Galang menyuruh Felicya untuk duduk di kursi ruang tamu, ia ingin memberi minum istrinya karena tidak tega melihat istrinya bersedih berjam-jam di taman belakang rumahnya. Saat ia ingin melangkah ke dapur. Ibu Felicya berbicara padanya. "Nak Galang biarkan saja ibun yang ambil minum untuk Felicya, kamu temani saja Felicya di ruang tamu," perintahnya. Galang yang di suruh menemani istrinya. Ia langsung kembali ke ruang tamu. Dan mengobrol kembali dengan istrinya Felicya.

Galang duduk di samping istrinya dan mengajaknya ngobrol. "Sayang kamu malam ini mau gak makan malam di restaurant seafood? nanti ibun di ajak juga kok," Ujarnya.

"Aku mau Mas, kita makan malam jam berapa?" sahut felicya senang.

"Nanti. Jam 19.00 sayang,"

Felicya sungguh senang Galang mengajaknya dinner malam ini, ia merasa sikap Galang mulai kembali seperti biasa. Ternyata hanya pikirannya saja yang salah terhadap suaminya.

Setelah itu Felicya menuju ke dapur melihat ibunya sedang sibuk di dapur lama. Ia ingin memberitahu ibunya untuk tidak masak sekarang. Karena mereka akan pergi makan malam jam 19.00.

Felicya mengajak ibunya ngobrol.

"Ibun jangan masak, nanti setelah habis shalat maghrib kita akan makan di luar bersama Mas Galang," Wajahnya terlihat berbinar-binar saat memberitahu pada ibu tercinta. Menurutnya itu momen penting untuk dirinya dan bersama ibu dan suaminya bisa makan malam bersama.

Ibunya menjawab. "Iya neng ibun gak jadi masak, tapi ibun sudah buat teh manis hangat buat kamu sama Galang,"

"Iya ibun. sini biar neng yang bawain nampannya," Felicya mengambil nampan dari ibunya.

Felicya ke ruang tengah membawa teh manis hangat ke ruang tamu. Galang sedang mengangkat telepon dari seseorang. Namun, terdengar suaranya seperti suara wanita. "Halo Mas Galang kamu apa kabar?" tanya seorang di sebrang sana.

Galang menjawab. "Alhamdulillah aku baik-baik saja Lytecia, kamu kenapa telepon aku?"

Galang masih belum menyadari bahwa Felicya sudah di sampingnya. Suara wanita itu masih terdengar di telepon. "Mas aku mau ke rumah kamu boleh yah." pinta seorang wanita di sebrang sana.

Felicya pun mencoba bertanya dari belakang punggung suaminya. Ia bertanya pada suaminya. "Mas. Kamu sedang berbicara dengan siapa di telepon?" tanyanya penasaran

Galang tak sadar bahwa ia mengangkat teleponnya di speaker.

Deg. Jantung Galang seperti ingin berhenti tiba-tiba.

"Gawat Felicya mendengar suaranya gak yah?" gumamnya. Ia merasa dirinya seperti ke pergok habis maling benda. Galang masih diam belum menjawabnya.

Felicya mencoba memanggil nama suaminya.

"Mas Galang..." panggilnya. Lalu Galang menoleh kepadanya dan mematikan panggilan telepon secara langsung. "Aaaaa....ku lagi telepon sama sepupu di kampung sayang." ucap Galang gugup

Felicya menjawab. "Oh sepupu kamu yah Mas?" Tanya curiga dengan suaminya.

Galang panik lalu langsung klarifikasi pada Felcya.

"Iya itu sepupuku sayang, kamu gak percaya sama aku pasti," Ucapnya berusaha tenang.

Felicya langsung menjawab. "Aku bukan gak percaya Mas, aku cuma bertanya saja."

Felicya tidak ingin sampai suaminya marah lagi seperti kejadian sore ini.

Felicya belum mengetahui siapa suara pemilik dibelakang layar ponsel suaminya itu. Begitu juga Galang ia tidak ingin Felicya mencurigai dirinya, apalagi dengan suara seorang wanita di teleponnya tadi.

1
ayuma lovely
ceritanya bagus cuma kurang gimana gitu coba tambahin gerakan tubuhnya atau suasana tempatnya pasti lebih bagus 👍💪
Putri Ayu: Okey ka nanti aku coba yah pas di bab selanjutnya
total 1 replies
ayuma lovely
ceritanya bagus cuma kurang gimana gitu coba tambahin gerakan tubuhnya atau suasana tempatnya pasti lebih bagus 👍💪
tiwi12
suka ceritanya lnjut
Putri Ayu: Okey ka/Kiss/
total 1 replies
tiwi12
lanjut
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
ini cerita rumah tangga
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: 🤣🤣🤣haha
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
emm menarik juga ni masalah percintaan🤣 Galang suka dia kah
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wkwkwkwk
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
kok masio blm update bab baru
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: wih keren udh sembuh
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
🌹 jangan males nulis nya 🤣🤣 💪😄
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: kerennn 💪😍
total 2 replies
Putri Ayu
wa'alaikumsalam iya ka terimakasih banyak, sudah gift mawar /Kiss/ semangat juga buat jadi penulis terkenal semoga karya kaka dilirik penerbit aamiin🤲
Putri Ayu: aamiin semoga kita semua sebagai penulis bisa sukses 🤲🤲🤲🥺🥺🥺
total 2 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
assalamualaikum ka semangat ya nulis nya aku dukung dua mawar untuk kak . maaf cumn bisa gift mawar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!