NovelToon NovelToon
Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rizza Khan

Aisha Senjani mahasiswa matematika yang baru menyelesaikan pendidikannya di universitas luar negeri dan mendapatkan pekerjaan di sana. Setelah kurang lebih sebulan ia mengambil cuti untuk pulang ke tanah air, sejak menyelesaikan pendidikannya ia belum pernah sama sekali pulang kampung. Dihari kepulangannya ternyata di rumah sedang ada acara pernikahan sang kakak, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Namun, sang kakak kabur disaat mempelai Pria dan rombongan sudah datang. Pihak pria tidak ingin membatalkan karena akan merusak nama baik keluarganya. Sehingga sang mempelai meminta Aisha jadi penggantinya.

Apakah Aisha akan menerima perkawinan tiba-tiba ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizza Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Aisha menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kerja. Sebagian besar rekan kerjanya masih berada di kantin lantai bawah atau keluar mencari makan siang.

"Anak siapa sih sebenarnya itu?" gumam Aisha pelan.

"Pakai pengawal segala. Tapi... kok bisa-bisanya dia memanggil aku 'Mama'?"

Aisha menepuk-nepuk kedua pipinya sendiri pelan. "Muka aku emang keliatan keibuan banget apa ya? Padahal pacar aja nggak punya. Jangan-jangan aku emang udah keliatan kayak ibu-ibu anak satu?"

Aisha menghela napas panjang.

"Atau jangan-jangan... itu trik anak kecil zaman sekarang buat minta mainan gratis?" cetus Aisha terkekeh sendiri. "Tapi kan bonekanya aku yang kasih, bukan dia yang minta"

"Woy! Ngomong sama siapa Kamu, Sha?!"

"Astagfirullah!" teriak Aisha kaget setengah mati.

Rika, teman satu timnya yang baru saja kembali dari pantry membawa mangkuk mie instan tertawa terbahak-bahak melihat reaksi heboh Aisha.

"Ya ampun, Sha! Kagetnya santai aja dong! Muka Kamu udah kayak liat hantu," kekeh Rika seraya menarik kursi di sebelah Aisha.

"Rika! Bisa nggak sih kalau datang itu pakai salam dulu? Bikin jantung aku mau copot tahu nggak!"

"Ya lagian Kamu dari tadi duduk sendirian sambil komat-kamit." balas Rika santai seraya menyeruput mienya.

"Kenapa sih? Stres gara-gara kerjaan dari Pak Anton?"

"Bukan stres kerjaan, Rik," sahut Aisha.

"Ini... tadi ada kejadian aneh banget."

"Kejadian aneh gimana? Jangan bilang Kamu liat penampakan di koridor?"

"Bukan hantu, Rika!" potong Aisha cepat. "Tadi ada anak kecil. Umurnya mungkin sekitar lima tahunan lah. Dia lari-larian, hampir ketabrak troli makanan di depan."

"Terus?" Rika mulai tertarik, menghentikan suapan mienya.

"Ya aku tolongin lah!Tapi anehnya..." Aisha mendekatkan posisinya ke arah Rika, berbisik pelan. "Masa dia tiba-tiba manggil aku 'Mama'?"

"Hahaha! Demi apa Kamu dipanggil Mama?!"

"Sumpah, Rik! Aku nggak bohong," tegas Aisha bersungguh-sungguh. "Terus dia nggak mau lepas dari aku. Menangis histeris pas mau dibawa pengawalnya. Akhirnya aku ajak ke sini sebentar, aku kasih boneka beruang aku."

"Tunggu, tunggu..." Rika memegang perutnya yang geli. "Kamu baru kerja sebulan di sini, Sha. Tiba-tiba udah dapet predikat Mama. Luar biasa performa Kamu di perusahaan ini."

"Bercanda terus Kamu mah!" dengus Aisha sebal. "Aku serius, Rik. Mana pengawalnya ada dua orang, seram-seram banget lagi. Setelannya jas hitam kayak MIB. Itu anak siapa coba?"

Rika terdiam sejenak, memasang wajah berpikir. "Anak kecil... terus ada pengawal? Kirain tadi Kamu cuma ngarang."

"Ngapain juga aku ngarang cerita beginian? Bikin pusing tahu nggak. Aku kan jadi mikir, emang aku semirip itu ya sama mamanya?"

"Ya mana aku tahu, Sha. Lagian di gedung ini yang pakai pengawal pribadi ya cuma jajaran direksi atau... bos besar."

Aisha mengerutkan kening. "Bos besar? Pak Anton?"

"Bukan lah! Pak Anton kan direktur operasional. Maksud aku tuh CEO kita. Yang katanya baru balik dari Jakarta hari ini."

"Masa sih?" Aisha menyilangkan tangannya di dada, mencoba menimbang-nimbang.

"Tapi tadi anaknya dipanggil tuan muda sama pengawalnya."

"Tunggu..." Rika menghentikan kegiatannya. Matanya membelalak menatap Aisha. "Kamu bilang dia dipanggil apa tadi?"

"Tuan muda.."

"Kemungkinan besar anaknya pak Zavran sih. Nggak mungkin kan anaknya Pak Hasim dipanggil tuan muda? Pakai pengawal lagi."

"Iya juga, sih. Tapi...ibunya kemana, Rik?!" Tanya Aisha penasaran.

"Nggak tahu. Pak bos orangnya sangat tertutup tentang keluarga. Selama aku kerja di sini nggak pernah keliatan dia sama istrinya. Palingan sama anak dan ayahnya doang." Jelas Rika.

"Tapi...rumor yang beredar, anaknya tertutup, jarang mau bicara sama orang asing gara-gara ada keterlambatan bicara. Kok bisa-bisanya dia mau diajak ke sini sama Kamu?"

"Nggak tahu, waktu aku ajak kesini dia hanya ngikut. Malahan dia nggak mau pergi, makanya aku kasih boneka biar dia nurut."

"Tapi jujur ya, Sha..." Rika menatap Aisha dari atas sampai bawah dengan senyum jahil.

"Kenapa dia bisa ngenalin Kamu sebagai 'Mama' ya? Jangan-jangan Muka Kamu ini emang ada tipe-tipe garisan jodoh sama bos besar?"

"Rika, sumpah ya, mulut Kamu kalau ngomong suka nggak disaring!" sahut Aisha dengan wajah memerah.

"Udah ah, aku mau lanjut ngerjain laporan. Mending Kamu habisin tuh mie, keburu dingin!"

"Elah, dibilangin juga," goda Rika seraya tertawa dan kembali menikmati mienya. "Tapi awas lho, Sha. Biasanya cerita-cerita di novel yang diawali anak kecil manggil 'Mama' gini, endingnya beneran jadi Mama kandung... eh, Mama sambung maksudnya!"

"Rikaaaa! Diam nggak?!" teriak Aisha frustrasi seraya menutupi mukanya dengan map dokumen, sementara Rika hanya tertawa terbahak-bahak menikmati kekesalan sahabat barunya itu.

....

1
Rian Moontero
mampiir👍
Rizza: Makasih udh mampir Kak🙏 semoga suka ceritanya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!