NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Cacat

Menikahi Pewaris Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Orang Disabilitas / CEO
Popularitas:148.2k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

​"Satu tahun pernikahan kontrak, Levara," bisik Dante dingin di antara remang ruang kerjanya. "Kamu dapat akses dokumen ayahmu, dan saya dapat mengunci saham perusahaan dari ambisi Paman Julian Perkasa."

​"Dan jika bahaya mengincarku?" tantang Levara.
​Dante memajukan kursi rodanya, menatapnya tajam.

"Selama kamu menyandang nama Velmore, keselamatanmu adalah tanggung jawab saya."

​Di balik kemewahan ibu kota, Levara bertaruh nyawa mengungkap misteri hilangnya sang ayah dua puluh tahun silam. Petunjuk terakhir mengarah pada dokumen rahasia milik Velmore Group. Satu-satunya jalan masuk adalah Dante Castillo Velmore, pewaris tunggal nan dingin di atas kursi roda.

​Perjanjian di atas kertas berubah menjadi ancaman maut saat fakta terkuak. Di tengah gempuran teror dan perang hukum, mampukah pernikahan tanpa rasa itu bertahan ketika dendam masa lalu menuntut keadilan?

Di tambah, sosok bocah menggemaskan yang menjadi tambahan hiburan untuk mereka.
"Om cate magelan, kenapa jadi cuami?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian Pra-nikah & Pernikahan

Cahaya remang dari lampu dinding berpendar lembut di dalam ruang kerja pribadi Dante Castillo Velmore di lantai tiga mansion utama. Suasana begitu sepi, hanya terisi oleh detak jarum jam dinding dan helaan napas pendek Levara. Di balik meja kayu mahoni yang kokoh, Dante duduk tegak di atas kursi rodanya. Pria itu sudah melepas jas tuxedo-nya, menyisakan kemeja hitam yang lengannya tergulung rapi hingga siku, memperlihatkan otot lengan dan urat-urat yang bertaut tegas.

​Di atas meja, terdaoat dua lembar dokumen tebal bertuliskan Surat Perjanjian Pranikah & Kerjasama.

​"Tandatangani di sana, Levara," suara bass Dante memecah keheningan. Ia menggeser sebuah pulpen emas berbobot berat ke hadapan Levara. "Atau kamu bisa berjalan keluar dari pintu itu sekarang dan melupakan seluruh misteri tentang papamu."

​Levara menatap lembaran kertas itu sebelum beralih menatap mata cokelat gelap milik Dante. "Pernikahan kontrak satu tahun? Kenapa harus sampai menikah, Tuan Velmore? Kita bisa bertukar informasi tanpa harus mengikat diri dalam lembaga seperti ini."

​Dante menyandarkan punggungnya, menatap Levara dengan tatapan dingin dan penuh perhitungan. "Pikirkan secara logis, Levara. Kamu jurnalis, harusnya otakmu bekerja lebih cepat. Pamanku, Julian, dan jaringan Keluarga Veyron mengawasi setiap gerak-gerik saya. Jika saya tiba-tiba membagikan dokumen rahasia dan aset perusahaan kepada seorang jurnalis asing biasa, kamu akan dihabisi dalam waktu kurang dari 24 jam."

​Levara mengepalkan tangannya di atas pangkuan. "Dan dengan menjadi istrimu, aku aman?"

​"Dengan menjadi istri seorang Dante Castillo Velmore, kamu memiliki perlindungan hukum, pengawalan ketat 24 jam, dan akses legal penuh ke seluruh arsip pribadi mendiang ayah saya, Darian Velmore," potong Dante cepat. "Secara hukum, seorang istri berhak mengelola arsip dan warisan keluarga jika suaminya mengalami keterbatasan fisik atau ancaman hukum. Itu tameng terbaikmu."

​"Dan apa untungnya buatmu?" tanya Levara tajam, memajukan tubuhnya sedikit. "Kamu bukan pria yang melakukan sesuatu tanpa motif, Dante."

​Dante tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kecerdasan yang memikat sekaligus berbahaya. "Pernikahan ini mengunci 40 persen saham Velmore Group yang disyaratkan mendiang Ayah. Syarat wasiatnya jelas, saham itu baru bisa diaktifkan penuh jika saya sudah memiliki pasangan sah. Julian tidak bisa menyentuh aset itu lagi. Kita saling memanfaatkan, Levara. A win-win solution."

​Levara mengambil pulpen emas tersebut. Jemarinya dingin, namun tatapan matanya menyala. "Ada syarat tambahan dari aku."

​"Sebutkan," jawab Dante pendek.

​"Pernikahan ini murni bisnis dan investigasi atas kasus Papaku 21 tahun lalu. Tidak ada kontak fisik yang melampaui batas, tidak ada campur tangan dalam kehidupan pribadiku, dan setelah satu tahun ... kita berpisah secara baik-baik."

​"Disetujui," sahut Dante tanpa keraguan sedikit pun. "Pasal empat dalam perjanjian itu sudah mengatur batasan hubungan kita. Kita tidur di kamar yang sama untuk mengelabui media dan pengintai Julian, tapi area pribadimu tidak akan pernah saya sentuh."

​Tanpa ragu lagi, Levara menuliskan tanda tangannya di atas materai. Dante mengambil pulpen itu dan melakukan hal yang sama dengan gerakan mantap dan lugas.

.

.

.

.

​Tiga hari kemudian, pernikahan tertutup itu digelar secara kilat. Tanpa pesta megah, hanya dihadiri oleh Evran, Danira, Arelio, serta pengacara keluarga Velmore. Malam harinya, Levara resmi melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar utama mansion milik Dante sebagai seorang Nyonya Velmore.

"Sekarang, kehidupanku baru di mulai," lirih Levara.

​Kamar itu sangat luas, didominasi warna abu-abu monokrom, hitam, dan kayu gelap. Sebuah tempat tidur berukuran king-size berdiri megah di tengah ruangan, berhadapan langsung dengan jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan gemerlap kota Jakarta dari ketinggian.

​Levara berdiri canggung di dekat lemari pakaian, masih mengenakan gaun putih sederhananya. Pintu kamar mandi terbuka, dan Dante muncul mengendalikan kursi rodanya. Pria itu baru saja membersihkan diri, mengenakan kaos oblong hitam santai dan celana kain panjang. Rambut basahnya yang sedikit bergelombang dibiarkan berantakan, memberikan kesan jauh lebih muda dan tidak seformal biasanya.

​"Kenapa masih berdiri di situ?" tanya Dante sembari menghentikan kursi rodanya di dekat sisi kiri tempat tidur.

​"Aku ... bingung harus tidur di sebelah mana," aku Levara jujur, mengusap leher bagian belakangnya yang terasa kaku.

​Dante menghela napas pelan. "Ambil sisi kanan. Itu area milikmu. Saya selalu tidur di sisi kiri dekat dengan tombol darurat dan kursi roda."

​Levara mengangguk pelan. Ia berjalan menuju sisi kanan tempat tidur dan mendudukkan dirinya perlahan. Kasur itu sangat empuk, namun ketegangan di udara membuat tubuh Levara terasa kaku bak patung.

​Dante mulai memindahkan tubuhnya dari kursi roda ke tepi tempat tidur. Pergerakan itu membutuhkan kekuatan otot lengan dan dada yang luar biasa. Levara memperhatikan bagaimana otot-otot di bahu dan punggung Dante menegang keras saat pria itu menopang seluruh berat tubuh bagian atasnya. Namun, di tengah proses pemindahan itu, tangan kanan Dante yang sempat terkilir akibat insiden di ballroom tiba-tiba kehilangan tumpuan.

​"Eunggh!" Dante meringis pelan, tubuhnya kehilangan keseimbangan dan merosot ke arah lantai.

​"Dante!" seru Levara refleks.

​Tanpa berpikir panjang, Levara bergerak cepat melompat dari sisi tempat tidur dan menangkap tubuh bagian atas Dante sebelum pria itu terhempas keras ke lantai marmer. Karena dorongan dan berat tubuh Dante yang tegap, Levara tidak sanggup menahan beban tersebut sepenuhnya. Mereka berdua jatuh bersamaan ke atas tempat tidur, dengan posisi Levara terbaring terlentang dan tubuh Dante berada tepat di atasnya.

Brugh!

​Suasana ruangan mendadak hening seketika.​Napas Dante yang berburu terasa hangat menerpa kulit leher dan pipi Levara. Jarak di antara wajah mereka tak lebih dari beberapa sentimeter. Levara bisa merasakan detak jantung Dante yang berdebar kencang, selaras dengan debaran dadanya sendiri yang berpacu liar. Mata cokelat gelap Dante menatap lurus ke dalam iris mata Levara, berkilat intens dalam jarak yang teramat dekat.

​Tangan kiri Dante tertahan di samping kepala Levara, menopang agar tubuhnya tidak sepenuhnya menekan wanita itu, sementara tangan kanan Levara masih mencengkeram erat kemeja di bagian bahu Dante.

​"Kamu ... tidak apa-apa?" bisik Levara pelan, hampir tak bersuara karena kehabisan napas.

​Dante tidak langsung menjawab. Matanya terpaku pada bibir Levara yang sedikit terbuka, lalu beralih kembali menatap matanya. Keheningan di antara mereka terasa begitu tebal, dipenuhi ketegangan yang asing dan mendesir halus di sepanjang pembuluh darah mereka.

​"Saya baik-baik saja," suara Dante terdengar lebih dalam dan serak dari biasanya. Pria itu berdehem pelan, berusaha menguasai kontrol dirinya kembali. "Tapi kamu ... melanggar pasal empat tentang kontak fisik."

​Levara tersentak kecil, pipinya seketika merona merah padam. "Aku hanya mencoba menolongmu! Kalau aku tidak menangkapmu, kamu bisa cedera!"

​"Dan sebagai gantinya, kamu berada di bawah posisi saya sekarang, Nyonya Velmore," gumam Dante dengan nada bicara yang menyiratkan sedikit godaan tersembunyi, hal yang sangat langka keluar dari bibir pria dingin itu.

"Eungh? Apa maksudmu?" bingung Levara.

​Dengan sisa kekuatan otot lengannya, Dante mendorong tubuhnya naik dan berhasil memindahkan dirinya secara penuh ke atas kasur, lalu bersandar pada headboard tempat tidur. Ia mengatur napasnya yang sempat tidak beraturan.

​Levara dengan cepat duduk dan merapikan pakaian serta rambutnya yang berantakan. Wajahnya masih terasa panas membakar. "Lain kali kalau butuh bantuan, bilang. Jangan memaksakan diri."

​Dante menoleh, menatap Levara yang menyembunyikan wajah meronanya sambil menarik selimut tinggi-tinggi hingga menutupi dada. Pria itu menyunggingkan senyum tipis di sudut bibirnya, sebuah senyuman samar yang tak terlihat oleh Levara.

​"Galak sekali," lirih Dante.

"Apa kamu bilang?" desis Levara kesal.

"Tak ada, selamat malam Nyonya Bawel," ucapnya dan mematikan lampu kamar, meninggalkan Levara yang melotot kaget di buatnya.

1
Aprisya
sedih banget😭😭😭😭😭 peyuuuk jauh buat lavera
Aprisya
semoga papa edlan Masih hidup
Aprisya
semoga suatu saat Dante bisa berjalan
Aprisya
Alhamdulilah lavera selamat
juwita
nanti sm othor di kasih istri sholehah🤭🤭
Aprisya
udah kalah tapi Masih sok sokan kamu pak tua bangka bau tanah
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
tak pikir arelio ini pengacara ternyata polisi ya?? 🤔🤔 salah paham sy Thor 🤣
Aprisya
semangat Dante 🥰🥰🥰
🇦 🇵 🇷 🇾👎
aq hdp rp ny ud perg jauh
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bnr kn filing dr awal msik hdp
Sastri Dalila
👍👍👍👍
Sastri Dalila
👍👍👍
Gustinur Arofah
aku juga 😭😭😭😭😭😭😭😭
Sastri Dalila
🤗🤗
Syifa Azhar
q kira masih bisa bertemu dalam keadaan hidup 😭😭
Humaira
😭😭😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good syg moga brhsl... gk sbr perang
Sastri Dalila
🥺👍
Syifa Azhar
selamat menikmati hadiah utama di depan mata David Veyron 😬😬
Nisa Via
Layu dan gugur yaa Arelio cintamu
sini onty peluk 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!