NovelToon NovelToon
Jenderal, Menikahi Putri Duke Itu Bukan Hadiah Perang!

Jenderal, Menikahi Putri Duke Itu Bukan Hadiah Perang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Komedi / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: jingrd24

"Aku hanya ingin Putri Katherine Raventhal menjadi istriku." -Salvatore Ardan.
"Kau pikir aku hadiah lotre?" -Katherine Raventhal.

Menjadi hadiah perang untuk Jenderal Agung yang dingin dan berhati batu adalah hal terakhir yang diinginkan Putri Katherine. Salvatore Ardan mungkin dipuja sebagai pahlawan perang, tapi di mata Kate, pria itu adalah monster arogan!

Demi mendapatkan kebebasannya kembali, Kate menyiapkan berbagai cara gila untuk mempermalukan dan menyingkirkan suaminya dari rumah. Namun, sekeras apa pun usaha Kate( mulai dari jebakan ulat bulu, sabotase dokumen militer, hingga perang dingin di kamar tidur) Salvatore selalu punya cara overpower untuk mengatasinya.
Bagaimana cara menundukkan seorang istri galak yang memusuhi seluruh keberadaanmu? Salvatore punya caranya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jingrd24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Menyusun atau Mengacak?

Setelah kegagalan total dari Operasi Dompet Bolong kemarin yang justru membuat Salvatore terlihat seperti calon suami idaman se-kerajaan, Kate menghabiskan sepanjang malam dengan menatap langit-langit kamarnya. Matanya menyala-nyala penuh dendam. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia selalu kalah selangkah dari logika militer sang Jenderal.

Maka, begitu matahari terbit dan sebuah undangan—atau lebih tepatnya permintaan bantuan—datang dari kediaman sementara Salvatore untuk membantu merapikan ruang kerja barunya, Kate langsung melompat dari ranjang dengan senyum licik yang kembali terkembang.

"Rhea! Siapkan gaun yang paling kasual tapi tetap terlihat mahal. Hari ini, aku akan menjadi badai penghancur keteraturan!" seru Kate penuh ambisi.

Rhea yang sedang menuangkan air hangat ke wastafel hanya melirik datar. "Bantuan merapikan buku, Nona. Mengapa Anda terdengar seperti sedang menyusun strategi penggulingan takhta?"

"Karena merapikan buku adalah kedok, Rhea! Pria militer seperti Salvatore pasti memiliki gangguan kecemasan jika barang-barangnya tidak rapi. Mereka terbiasa dengan barisan prajurit yang lurus, ranjang yang terlipat sempurna, dan buku-buku yang tersusun sesuai abjad. Jika aku mengacaukan perpustakaannya, dia pasti akan mengamuk!"

Kate terkekeh jahat. "Aku akan menguji sampai di mana batas kesabaran sang Jenderal Agung."

Rhea menghela napas panjang, meletakkan handuk. "Saya hanya berharap Anda tidak berakhir tertimbun rak buku karena terlalu bersemangat, Nona."

Satu jam kemudian, kereta kuda Raventhal telah terparkir di depan kediaman sementara Salvatore. Rumah itu cukup besar, namun khas militer—bersih, minim dekorasi tak penting, dan sangat fungsional. Kate melangkah masuk ke dalam ruang kerja Salvatore dengan kepala terangkat tinggi, sementara Rhea mengekor di belakang sambil membawa kipas sang Putri.

Salvatore sudah menunggu di sana. Ia melepaskan jubah kebesarannya, hanya mengenakan kemeja putih longgar yang lengannya digulung hingga siku, menampilkan lengan bawahnya yang kokoh dan dipenuhi bekas luka perang. Di sekelilingnya, puluhan kotak kayu besar berisi ratusan buku strategi militer, dokumen peta kuno, dan arsip negara bertumpuk acuh tak acuh.

"Selamat pagi, Putri Katherine. Terima kasih sudah bersedia datang," sapa Salvatore dengan nada baritonnya yang datar namun sopan. "Maaf merepotkanmu. Ruangan ini terlalu berantakan, dan ajudanku tidak mengerti cara mengelompokkan buku-buku ini dengan benar."

Kate tersenyum manis—jenis senyuman palsu yang mengandung racun. "Oh, tidak apa-apa, Jenderal. Aku dengan sangat, sangat senang hati akan membantumu menyusun semua buku ini. Serahkan saja padaku. Kau bisa melanjutkan urusanmu yang lain."

Salvatore menatap Kate sejenak, seolah mencoba membaca rencana tersembunyi di balik mata berbinar gadis itu. Namun, pada akhirnya ia hanya mengangguk. "Baiklah. Aku harus memeriksa laporan barak di meja sebelah sana. Jika butuh sesuatu, panggil saja."

Begitu Salvatore berbalik dan mulai fokus pada tumpukan kertas laporan di meja kerjanya, Kate langsung memberikan kode mata pada Rhea.

"Perhatikan ini, Rhea," bisik Kate, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku tidak akan menyusunnya berdasarkan abjad atau warna. Aku akan menciptakan kekacauan murni."

Kate mulai beraksi. Ia mengambil buku pertama, sebuah buku tebal tentang Taktik Pengepungan Benteng Barat, dan meletakkannya di rak paling bawah. Kemudian, ia mengambil buku tentang Manajemen Logistik Kuda Perang dan menaruhnya di rak paling atas, tepat di sebelah buku Kumpulan Puisi Romantis Abad Pertengahan yang entah bagaimana bisa ada di sana.

Ia tidak berhenti di situ. Kate dengan sengaja membalik posisi buku—beberapa diletakkan terbalik dengan halaman menghadap keluar, beberapa diselipkan secara horizontal di antara susunan vertikal, dan beberapa dokumen penting tentang peta topografi ia lipat asal-asalan lalu diselipkan di balik buku-buku tebal. Ia memisahkan buku jilid satu di ujung kanan rak, dan jilid dua di ujung kiri rak yang berbeda.

Secara visual, rak buku itu kini terlihat seperti baru saja dihantam oleh badai tornado berskala kecil. Sangat berantakan, tidak logis, dan akan membuat siapa pun yang mencari buku di sana langsung terkena migrain mendadak.

Rhea yang berdiri di dekat kotak kayu hanya bisa menonton dengan tangan bersedekap. "Nona, tindakan Anda ini lebih mirip seperti balita yang sedang merusak toko mainan daripada sabotase mental."

"Diamlah, Rhea! Ini namanya taktik psikologis!" desis Kate sambil menyeka keringat imajiner di dahinya. "Lihat saja nanti. Saat dia mencari referensi perang dan menemukan bukunya terpisah sejauh jarak perbatasan utara dan selatan, dia pasti akan berteriak frustasi!"

Setelah dua jam penuh dedikasi untuk mengacak-acak perpustakaan tersebut, Kate akhirnya mundur beberapa langkah. Ia menatap hasil karyanya dengan kepuasan batin yang mendalam. Rak buku itu benar-benar hancur secara estetika dan fungsionalitas.

Kate berdeham keras, sengaja menarik perhatian Salvatore yang sejak tadi tenggelam dalam dokumen-dokumen militernya. "Jenderal Ardan! Aku sudah selesai menyusun semua bukumu!" seru Kate dengan nada bangga yang kentara.

Salvatore meletakkan penanya, lalu bangkit dari kursi. Ia berjalan mendekati rak buku besar yang kini telah dipenuhi oleh kekacauan buatan Kate. Pria itu berdiri tegak di depan rak, menatap susunan buku yang saling tumpang tindih, terbalik, dan sama sekali tidak beraturan.

Kate menahan napas. Ia melirik jemari Salvatore, menanti pria itu mengepalkan tangan karena marah. Ia menanti otot rahang Salvatore mengeras, atau setidaknya keluar desahan frustasi dari mulutnya. Ayo, marahlah! Bentak aku karena telah merusak keteraturan militermu yang suci itu! batin Kate bersorak penuh harap.

Salvatore terdiam selama hampir satu menit penuh. Matanya menyusuri dari rak paling atas hingga rak paling bawah, mengamati tata letak aneh yang dibuat oleh tunangannya.

Perlahan, Salvatore membalikkan badannya menghadap Kate. Wajahnya tetap datar, namun sepasang mata elangnya menatap Kate dengan binar yang sama sekali tidak diduga oleh sang Putri.

"Luar biasa," ucap Salvatore pendek, suaranya terdengar sangat tulus.

Kate mengerjapkan mata, senyum kemenangannya mendadak membeku. "Hah? Apa?"

"Aku benar-benar harus memujimu, Putri Katherine," lanjut Salvatore, melangkah satu tapak lebih dekat dengan ekspresi serius yang mematikan. "Taktik penyusunan yang Anda lakukan ini benar-benar jenius. Saya tidak pernah memikirkan metode enkripsi fisik seperti ini sebelumnya."

Kate ternganga lebar. "Enkripsi... fisik?”

"Benar," jawab Salvatore datar, menunjuk ke arah rak buku. "Kediaman sementara ini sering kali diincar oleh mata-mata dari faksi bangsawan lawan yang ingin mencuri dokumen strategi perangku. Jika aku menyusun buku-buku ini secara rapi berdasarkan abjad atau subjek, mata-mata itu hanya butuh waktu lima detik untuk menemukan dokumen Taktik Pengepungan Benteng Barat."

Salvatore beralih menatap buku yang diletakkan terbalik oleh Kate. "Tetapi dengan metode acak yang Anda buat... jilid satu di kanan, jilid dua di kiri bawah, dan peta topografinya disembunyikan di balik buku puisi secara terbalik... mata-mata musuh akan mengalami kebingungan taktis. Mereka akan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencari satu dokumen, dan itu akan membuat mereka mudah tertangkap oleh penjaga."

Kate merasakan bumi di bawah kakinya seolah runtuh untuk kesekian kalinya. Dia bilang metode acak ini adalah enkripsi taktis? Pria ini benar-benar sudah gila karena terlalu sering kena ledakan meriam di medan perang!

"T-tapi... tapi itu berantakan sekali! Kau tidak akan bisa menemukan bukumu sendiri!" bantah Kate dengan suara yang mulai meninggi karena frustasi.

Salvatore justru mengeluarkan segaris senyum tipis yang sangat menyebalkan di mata Kate. "Itulah poin terbaiknya, Putri. Karena Anda yang menyusunnya, maka hanya Anda yang tahu pola rahasia di balik kekacauan ini. Ini artinya, mulai hari ini, setiap kali aku butuh referensi untuk strategi militer kerajaan, aku harus selalu meminta Anda datang ke sini untuk mencarikannya untukku."

Salvatore membungkuk sedikit, menatap lurus ke dalam manik mata Kate yang sedang bergetar karena syok. "Terima kasih, Tunanganku. Anda baru saja memastikan bahwa kita akan memiliki banyak alasan untuk menghabiskan waktu bersama setiap hari."

Kate mematung, seluruh tubuhnya menegang seperti patung batu giok yang sering ia gunakan untuk mengejek Salvatore. Rencana untuk membuat Salvatore marah justru berbalik menjadi tali pengikat baru yang membuat dirinya harus lebih sering datang ke rumah pria ini.

Di belakangnya, Rhea melangkah maju dengan gerakan super tenang, lalu berbisik tepat di samping telinga Kate yang sudah memanas.

"Nona, saya sudah kehabisan kata-kata untuk memuji kegagalan Anda. Alih-alih membuat beliau ilfeel atau marah, Anda baru saja mendaftarkan diri secara sukarela menjadi pustakawan pribadi Jenderal Agung seumur hidup. Sebuah langkah taktis yang sangat... luar biasa merugikan diri sendiri."

Kate memejamkan mata erat-erat, meremas kipas di tangannya hingga terdengar bunyi retakan kecil. "Rhea... diam. Jangan katakan apa-apa lagi."

"Baik, Nona. Tapi omong-omong, dokumen rahasia negara yang Anda selipkan di bawah buku puisi tadi sepertinya robek sedikit. Apa mau saya laporkan sebagai tindakan sabotase agar Anda ditahan di sel rumah saja?" tanya Rhea polos tanpa dosa.

"RHEAAAAA!!!"

Pekikan frustasi Kate kembali mengguncang ruangan, sementara Salvatore hanya berdiri di sana, menatap tunangannya yang sedang merajuk hebat dengan perasaan terhibur yang semakin mendalam. Sang Jenderal tahu pasti, menjinakkan Putri Raventhal jauh lebih menyenangkan daripada memenangkan perang seratus tahun.

1
Iluvmacha
ga sabar Kate notice Sonia🤭
jinggaarundari: waduh bener lagi, tungguin bab selanjutnya kaa😍😍
total 1 replies
otter_orange
btw, semangat kaka authorr💪💪 lanjut terus
jinggaarundari: 😍😍makasi banyak kaa, makin semangat disemangati kakakk
total 1 replies
otter_orange
Menunggu reaksi Kate kalau suaminya deket sama wanita lain🤣
jinggaarundari: sipp, tunggu update bab nya kaa😍😍
total 1 replies
otter_orange
apaan sii, dia yg nunggu dia jg yg gengsi😭😭
jinggaarundari: emang kadang kidding🫣
total 1 replies
otter_orange
Akhirnya yg ditunggu-tunggu Kate kena karma kan, dibilang suaminya perfect gitu😭
La Vanya
waduhh, siapa tuh Sonia🤔
jinggaarundari: siapa ya🤔🤔, tunggu bab selanjutnya besok kaa😍😍
total 1 replies
La Vanya
katanya pemandangan merusak, tp kok ditungguin🤭
jinggaarundari: kalo ga gengsi bukan Kate namany🤭
total 1 replies
La Vanya
RHEA APRESIASI SETINGGI-TINGGINYA BUAT KMU WKWKWK😭😭😭
Minta es batu seember ga tuhh! Kate lagian sok-soakn mau acuh tak acuh, dikasih roti sobek 8 petak langsung bengek kan wkwkw! Sal tolong sering-sering latihan gpake bju demi ketenangan jiwa pembaca 🤭
jinggaarundari: hahaha, bener banget ka, emang orang kaya Kate butuh dayang kaya Rhea 😭😭
total 1 replies
Mommy Inci
plis Thor lngsung kebagian menyerah and falling in love ke jendral biar ga monoton...
jinggaarundari: siap kaa, pas banget besok bab 23 memang udh masuk Kate Denial suka suaminya, makasi kaa supportnya 😍😍
total 1 replies
lynn.flow
udah mampir nihh, ternyata seru juga, ga expect kalau si putri seberani itu😭😭
Vy
Seru ceritanya thorr😍
jangan lupa mampir juga ya Thor di ceritaku🤗
jinggaarundari
baik kaa, cuma agak tsundere aja🫣
Putry Chan
nih prmepuan keras lumayan sulit sih di bikin Lulu semoga nanti bisa ya
Putry Chan
hmmm tapi jasa juga ke kejuaraan lumayan besar
Putry Chan
owh jadi nih putri trlalu tinggi derajatnya dan sulit di atur
Putry Chan
owh hadiahnya trlalu besar nya mknya sulit dia kan seorang putri
Putry Chan
beh 100 tahun coy
Putry Chan
apakah dia orang baik
La Vanya
kaa lanjuttt💪💪
otter_orange
SERU BANGET ANJIRRR!! 😭😭 Kakinya Kate ga bisa diem banget pas nyusun rencana kabur tapi malah bikin makin nempel aama suaminya wkwkw! Salvatore ganteng banget tapi lempengnya minta ampun 😭 Pokoknya wajib baca guyss, ceritanya seger, komedinya banyak, cocok buat dibac selepas kerja atau sekolah yang penat. Lanjut part 22 thorr fast update!!!💙💙💙
jinggaarundari: waa, senang kalau kakak sukaa. makasi suportnya kaa😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!