NovelToon NovelToon
Kebangkitan Di Zaman Modern

Kebangkitan Di Zaman Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Yun Sheren seorang Putri Mahkota dari Kekaisaran Awan Emas terseret melintasi waktu. Dia terjebak di dalam raga sang ibu ketika masih muda di zaman modern.

Namun alih-alih takut--- Yun Sheren justru menikmati semua itu. Ia bersumpah akan membalaskan dendam ibu dan neneknya pada keluarga benalu yang telah merampas seluruh hak ibunya.

Namun--- perjalanan Yun Sheren tidak semudah itu, saat ia harus berhadapan dengan para kultivator iblis dari zaman modern--- kelompok kultivator tersembunyi yang ternyata bekerja sama dengan keluarga Jia.

Dalam perjalanan nya, Yun Sheren di pertemukan kembali sama kedua kakaknya yang ternyata juga terlempar ke zaman modern. Kini, sama seperti sang ibu yang menjalankan takdirnya di zaman kuno. Mereka juga harus menjalankan takdirnya di zaman modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Keluarga Jia

Di dalam sebuah rumah mewah—tepatnya di ruang tamu yang luas dan berkilau oleh dekorasi kristal—suasana terasa begitu mencekam. Jia Ren, seorang pria paruh baya berkemeja sutra, tampak mondar-mandir tanpa henti.

Langkah kakinya yang berat berketukan dengan lantai marmer, sementara jemarinya sesekali menyisir rambutnya ke belakang dengan kasar, menyiratkan kecemasan yang mendalam.

Di sofa beludru yang mewah, duduk istrinya, Wang Len, wanita paruh baya dengan perhiasan giok yang mencolok, berdampingan dengan menantu perempuan mereka yang hanya bisa menunduk tegang.

Sementara itu, di sofa tunggal, terlihat Jia Meng, sang putra kesayangan keluarga Jia. Lengannya terbungkus gips putih akibat patah tulang, namun ia tampak santai, membuka mulutnya lebar-lebar untuk menerima suapan demi suapan buah dari istri tercintanya.

Mereka adalah Keluarga Jia, keluarga yang sekarang terkenal sangat licik, manipulatif, dan melakukan segala cara di dunia bisnis maupun spiritual demi mempertahankan kekayaan mereka.

Wang Len yang sedari tadi memperhatikan suaminya mulai kehilangan kesabaran. Ia menatap Jia Ren dengan tatapan jengah yang tak ditutup-tutupi.

"Bisakah kau duduk dan tenang sebentar, Jia Ren?" tanya Wang Len dengan nada suara yang sangat kesal. "Kau sudah mondar-mandir seperti setrikaan selama satu jam. Kau membuat kepalaku pusing!" ucapnya ketus.

Jia Ren seketika menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menatap istrinya dengan mata melotot dan tangan mengepal kuat di sisi tubuhnya.

"Kau menyuruhku diam dan tenang?!" ulangnya dengan suara rendah, rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol. "Kau tahu informasi apa yang aku dengar?! Jia Li telah resmi mengundurkan diri dari rumah sakit Huayuan kemaren! Bukan hanya itu, beberapa anak buah yang aku suruh untuk mengawasinya 24 jam penuh tiba-tiba hilang tanpa kabar seperti ditelan bumi! Bagaimana aku bisa tenang jika pion berharga kita mendadak lepas kendali?!" bentak Jia Ren hingga suaranya menggema di langit-langit ruang tamu yang tinggi.

Mendengar bentakan ayahnya, Jia Meng yang sedang mengunyah stroberi hanya bisa memutar bola matanya malas.

Ia mendengus remeh. "Ayah terlalu khawatir dan membesar-besarkan masalah," kata Jia Meng dengan nada santai. "Jia Li tidak mungkin bisa pergi jauh dari cengkeraman kita. Ayah lupa? Anak itu sangat naif dan menyayangi keluarga ini setengah mati. Meskipun Ayah dan Ibu selalu menghina, memaki, dan memanfaatkannya sejak kecil, dia tetap saja patuh demi mendapatkan pengakuan kita sebagai keluarga. Dia itu anjing yang setia, Ayah," katanya sambil tersenyum sinis.

Wang Len tersenyum puas dan mengangguk setuju pada ucapan putranya. "Benar apa yang dikatakan nya, kau tidak perlu terlalu khawatir begitu. Lagi pula, Jia Li tidak akan pernah bisa menghilang atau lari dari jangkauan mata kita," ucapnya meremehkan.

"Kau sama sekali tidak mengerti situasinya, Wang Len!" bentak Jia Ren, frustrasinya sudah mencapai puncaknya.

Dengan langkah gusar, ia akhirnya duduk kasar di sofa tepat di hadapan istrinya, mencondongkan tubuhnya ke depan dengan raut wajah horor.

"Kamera CCTV tersembunyi yang aku pasang diam-diam di apartemen Jia Li tiba-tiba mati total sejak seminggu yang lalu. Dan yang paling mengerikan... jimat hitam pengikat sukma pemberian Guru yang kita tanam di bawah tempat tidurnya, tiba-tiba berbalik menyerang Guru hingga beliau muntah darah! Guru marah besar. Beliau memintaku untuk segera mencari tahu kekuatan apa yang melindungi Jia Li sekarang!" kata Jia Ren dengan suara gemetar penuh rasa khawatir yang tak bisa lagi ia sembunyikan.

Seketika itu juga, keheningan yang mencekam langsung melanda ruangan mewah tersebut. Kunyahan buah dari mulut Jia Meng terhenti.

Tidak ada lagi yang berani bersuara setelah melihat ketakutan nyata di mata Jia Ren—pria yang biasanya paling kejam di rumah itu.

Atmosfer menjadi sangat berat, diselimuti firasat buruk bahwa mainan yang selama ini mereka tindas telah berubah menjadi monster.

Sementara itu, di luar kediaman, sosok yang baru saja mereka bicarakan dengan penuh ketakutan justru telah berdiri tepat di depan gerbang rumah mewah tersebut.

Sebuah sepeda motor matic milik Jia Li berhenti perlahan di kawasan elite itu.

Di mata manusia biasa, rumah di hadapannya adalah lambang kemewahan; sebuah istana modern yang menyuarakan status sosial, kekayaan, dan kehormatan penghuninya.

Namun, bagi seorang kultivator seperti Jia Li, pemandangan itu sungguh menggelikan. Ia bisa melihat dengan sangat jelas adanya kabut hitam aura negatif yang pekat, bergerak liar memenuhi setiap sudut halaman rumah. Rumah itu tidak lebih dari sangkar megah yang dipenuhi energi busuk.

Jia Li hanya tersenyum tipis, sebuah lengkungan bibir yang sangat berbahaya. Tanpa turun dari motornya, ia menekan tombol klakson.

Tin! Tin!

Suara nyaring itu membelah udara beberapa kali, namun tidak ada tanda-tanda kehidupan dari dalam. Jia Li kembali menekan klaksonnya dengan jeda yang lebih panjang.

Barulah setelah beberapa saat, seorang petugas keamanan berjalan keluar dari posnya dengan langkah yang luar biasa malas.

Dari kejauhan, sang sekuriti hanya melihat sebuah motor matic yang sedikit kusam, tanpa repot-repot memperhatikan siapa sosok di balik helm penuh baret tersebut.

“Hei! Jangan buat keributan di sini! Ini kawasan privat, pergi dari sini!” titah petugas itu dengan nada ketus, mengibas-ngibaskan tangannya mengusir.

Jia Li memejamkan matanya sejenak, menghela napas pendek demi menghadapi kebodohan di depannya. Ia menurunkan standar motornya, bergerak turun dengan gerak-gerik yang anggun namun penuh penekanan.

Ketika jemarinya melepas helm dan membiarkan rambut panjangnya terurai diterpa angin, ia berjalan mendekat ke arah jeruji besi gerbang yang menjulang tinggi.

“Buka gerbangnya,” titah Jia Li. Suaranya tidak tinggi, namun memiliki penekanan yang dingin yang entah bagaimana membuat bulu kuduk meremang.

Petugas keamanan itu awalnya hendak memprotes keras, bahkan sudah membuka mulutnya untuk memaki.

Namun, saat sepasang matanya bertabrakan langsung dengan tatapan mata Jia Li yang tajam, seluruh kata makian itu tertelan kembali di tenggorokannya. Seketika itu juga, netranya langsung terbelalak lebar, badannya mendadak kaku seolah baru saja disiram air es.

"No—Nona Jia...?” suara sekuriti itu tercekat di kerongkongan, bergetar hebat karena tidak percaya dengan penglihatannya sendiri. “A—apa yang Nona lakukan di sini?” tanya sekuriti itu terbata-bata, nyalinya menciut seketika.

Jia Li mengangkat satu alisnya dengan ekspresi dingin. “Pertanyaan bodoh,” katanya datar, nada suaranya sedingin es di kutub. “Apa aku tidak boleh datang ke rumahku sendiri? Buka gerbangnya sekarang.”

Petugas keamanan itu mulai panik, tangannya bergerak gelisah menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melirik ke arah rumah utama yang tampak angkuh di kejauhan. “Tunggu, Nona... saya harus lapor dulu sama Tuan di dalam,” katanya dengan suara memelas, mencoba bernegosiasi.

Jia Li menatap datar pria paruh baya di balik gerbang itu, tatapan yang sanggup menguliti keberanian siapa pun yang melihatnya.

“Aku tidak akan mengulangi perkataanku,” kata Jia Li, suaranya turun satu oktav, membawa tekanan spiritual yang tak kasat mata namun membuat dada sang sekuriti terasa sesak. “Buka gerbangnya... aku tidak butuh izin dari siapa pun hanya untuk masuk ke rumahku sendiri,” ucapnya dingin.

Petugas keamanan itu menelan ludahnya dengan susah payah, merasakan firasat buruk yang sangat besar jika ia berani membantah wanita di hadapannya ini satu detik lagi.

Ada yang berbeda dari cara wanita di depannya berbicara—Jia Li seperti bukan lagi gadis lemah yang bisa mereka usir sesuka hati. Aura dominasi dan dendam yang memancar dari tubuh Jia Li membuat nyali petugas itu menciut seketika.

Dengan tangan gemetar terpaksa security itu menekan tombol otomatis, membiarkan pagar besi raksasa itu terbuka perlahan, menyingkap jalan setapak menuju bangunan utama.

Melihat hal itu, Jia Li tersenyum tipis—sebuah senyuman yang menyembunyikan badai.

Ia kembali menaiki motornya, menarik tuas gas dalam-dalam, dan melesat masuk ke dalam halaman rumah itu. Rumah megah penuh kepalsuan, yang akan segera ia hancurkan.

1
Thewie
pindah kemari kami bah.. kejaman modern🤭
Lee Yaa
tak kira kaisar yun shang yg dteng🤭
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
next ...
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
ada hubungan masa lalu kah....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Aeriah Kayla
tidak apa Thor better than nothing. get well soon ya thor
Sri Wulan
semoga cepat sembuh ya Thor..
Ayra Hijab
lekas sehattt thoorr 💪
Inay
semoga lekas sehat, dan semangat 💪!
Sekar
akhirnya ketemu
Anonim
Sedikit sekali updatenya
Dewiendahsetiowati
akhirnya ketemu juga
Aeriah Kayla
bagus Thor jangan di buat belibet ya kasian kkk kembarnya terlunta" . kumpulkan mereka jadi satu.
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Ayra Hijab
asliii, karyanyaa keren skaalii thorrr
Anonim
Ditunggu bab yg banyak thor
Ayra Hijab
serruuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!