NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah tanda

Pagi harinya, ruang meeting vendor di lantai dua sebuah gedung di pusat kota Bandung udah penuh. Rain duduk berhadapan dengan tim vendor yang jumlahnya hampir dua kali lipat timnya sendiri, cuma dia dan Kenzo, melawan lima orang negosiator berpengalaman.

"Jadi, soal harga per unit produksi," salah satu perwakilan vendor membuka, "kami rasa angka yang perusahaan Anda ajukan terlalu rendah untuk kualitas yang kami tawarkan."

Rain merasa telapak tangannya mulai berkeringat. Ini bukan sekadar negosiasi biasa kalau gagal, seluruh timeline proyek besar itu bisa berantakan, dan nama Rain yang bakal dipertaruhkan di depan direksi.

Dia melirik sekilas ke arah Kenzo, yang duduk tenang di sebelahnya, seolah nggak terpengaruh sama sekali oleh tekanan di ruangan itu.

"Sebelum bicara harga," Rain akhirnya membuka suara, mencoba menstabilkan nada bicaranya, "boleh kami tahu dulu breakdown biaya produksi dari pihak Bapak? Supaya kami bisa lihat komponen mana yang bisa dinegosiasikan ulang."

Perwakilan vendor tampak sedikit terkejut dengan pertanyaan itu, tapi akhirnya membuka data mereka satu per satu. Di tengah penjelasan itu, Rain merasa mulai kehilangan arah, angka-angka yang muncul jauh lebih rumit dari yang dia siapkan semalam.

Dalam kebingungan itu, dia melirik ke arah Kenzo sekali lagi.

Kenzo, tanpa suara, mengetuk pelan mejanya dua kali dengan jarinya, sinyal kecil yang cuma bisa Rain lihat karena posisinya persis di sebelahnya.

Rain langsung teringat kalimat semalam. *"Kalau kamu ragu, lihat aja aku. Aku bakal kasih tanda."*

Dua ketukan itu artinya: lanjutkan, kamu di jalur yang benar.

Dengan keyakinan yang tiba-tiba kembali, Rain melanjutkan negosiasi dengan lebih percaya diri, mempertanyakan detail demi detail biaya yang menurutnya kurang masuk akal. Sesekali Kenzo ikut menambahkan analisis dari sisi keuangan, cepat, tajam, dan selalu tepat sasaran.

Setelah hampir dua jam berdebat, akhirnya kedua pihak menyepakati angka yang jauh lebih baik dari perkiraan awal Rain, bahkan lebih baik dari target minimal yang ditetapkan Pak Hadi sebelumnya.

 

Selesai rapat, begitu keluar dari gedung vendor, Rain menghela napas panjang, hampir lemas saking leganya.

"Aku hampir nyerah tadi pas mereka nunjukin data mereka," aku Rain jujur, sambil berjalan menuju stasiun.

"Aku tahu," jawab Kenzo. "Makanya aku kasih tanda."

"Makasih, ya," kata Rain, menoleh ke arah Kenzo dengan senyum tulus. "Tanpa itu, mungkin aku udah keburu panik."

"Kamu nggak butuh aku buat nggak panik," Kenzo membalas. "Kamu cuma butuh diingetin kalau kamu udah siap."

Rain terdiam sejenak, mencerna kalimat itu. Ada perbedaan besar antara "aku yang menyelamatkan kamu" dan "aku cuma mengingatkan kamu udah cukup kuat dan entah kenapa, cara kedua itu terasa jauh lebih berarti.

"Kamu tahu, nggak," kata Rain pelan, "ini pertama kalinya aku ngerasa didukung tanpa harus digurui."

Kenzo menoleh, menatapnya sejenak lebih lama dari biasanya. "Karena kamu emang nggak butuh digurui. Kamu cuma butuh orang yang percaya."

 

Perjalanan pulang naik kereta terasa berbeda dari keberangkatan kemarin. Kalau kemarin diisi diskusi kerja yang serius, kali ini mereka berdua lebih santai, sesekali tertawa membahas ekspresi kaget perwakilan vendor waktu Rain nanya balik soal breakdown biaya.

"Aku nggak nyangka kamu bisa se-strategis itu di bawah tekanan," puji Kenzo, jarang-jarang memberikan pujian seterus terang itu.

"Kamu juga," balas Rain. "Tanpa analisis kamu, mungkin kita nggak dapet harga sebagus itu."

Untuk sesaat, mereka berdua terdiam, saling menatap dengan cara yang berbeda dari biasanya, bukan tatapan rival yang penuh kompetisi, tapi tatapan dua orang yang baru aja melewati sesuatu yang berat bersama-sama dan keluar sebagai pemenang.

"Rain," kata Kenzo, memecah keheningan.

"Ya?"

Kenzo tampak ragu sesaat, seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi akhirnya cuma tersenyum kecil. "Nggak jadi. Istirahat aja, kamu keliatan capek."

Rain mengangguk, meski dalam hati bertanya-tanya kalimat apa yang tadi sempat tertahan di ujung lidah Kenzo.

Kereta terus melaju membawa mereka kembali ke Jakarta dan entah kenapa, Rain merasa ada sesuatu yang berubah dalam dirinya sejak perjalanan dua hari ini, sesuatu yang belum siap dia namai, tapi juga nggak bisa lagi dia abaikan.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Xlyzy
jelas lah dia dia dah Dig dug plu gugup pertama kali loh ketemu wajar aja, apalagi ini camer 🤭
Tamaa
Bagusnya memang Rain ke Surabaya aja, biar hubungan mereka teruji selain itu kalau hubungan terus berlangsung tanpa adanya masalah sedikitpun dan bertemu setiap hari pasti ada rasa bosan yang muncul sedikit.
Tamaa
awas hubungannya jadi renggang
Tamaa
Kena mutasi nih, harus ldr dong
-Thiea-
habisnya si pandu juga kagak jelas. kayak tarik-ulur gitu. jadi bingung kan si rain.
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠ : dia hablum minannas ke semua orang ka 😭
jadinya bikin cewek salah paham
total 1 replies
-Thiea-
mulai nyaman sih ya komunikasinya walau masih ketus.
Mingyu gf😘
nahh, sama kenzo aja deh yang gak plin plam
Mingyu gf😘
Jangan mau sama pandu rain, dia kayaknya terlalu plin plan sama hatinya
Aquarius97 🕊️
apakah itu artinya bang Kenzo juga percaya pada rain.. uhuyuhuyuhuy 😍😍
Aquarius97 🕊️
tenang saja... kan ada babang Kenzo rain...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
moga aja ayahnya kenzo meridhoi rain
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
nontonnya di noveltoon juga kah?😄
Prayy
ternyata sifat Kenzo kaya gitu demi nutupin dari semua orang deh karena beban yang di pikul nya
Prayy
kenapa kaget ? masih canggung yaaa
Prayy
sampai pandu tauu buruan pandu nanti ke duluan pak Kenzo
Prayy
mulai mulai satu kantor udh tahu nih
Myz Pena
cieee yanh mau makan dengan calon mamernya... rain happy...tapi pandu auto mewek sendirian 🤧...
Putry Chan
kalimat " aku disini " itu singkat tapi power full genggaman tangan Kenzo bikin rain merasa lebih nyaman , tim solid bgt semoga mereka bisa ngelewatin tes dari papa kenzo
ginevra
nah, akhirnya kamu sadar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!