NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Wusss.

Angin pagi berhembus cukup kencang melewati jendela kelas sebelas IPS dua yang terbuka lebar.

Begitu Tommy melangkah masuk melewati pintu, seluruh mata langsung tertuju padanya.

Suasana kelas yang tadinya biasa saja langsung berubah menjadi riuh.

"Woi, ini dia si raja hoki kita datang!" teriak Reno dari bangkunya.

Beberapa murid laki-laki langsung bertepuk tangan sambil tertawa mengejek ke arah Tommy.

"Ajarin gue dong, Tom, cara manggil roh kucing biar bisa ngerjain PR matematika," goda seorang murid dari barisan tengah.

Tommy hanya tersenyum canggung sambil menggaruk belakang kepalanya.

"Aku juga gak tahu kenapa bisa bener kemarin," jawab Tommy dengan suara pelan dan polos.

Ia berjalan menuju bangkunya di sudut belakang dan meletakkan tas ranselnya.

Dito yang duduk di depan menoleh ke belakang dan memberikan senyuman kecil penuh arti.

Tommy membalas senyuman itu dengan kedipan mata yang sangat cepat.

Brak!

Suara bantingan tas yang keras dari arah depan kelas membuat semua murid terkejut.

Bagas baru saja masuk dan langsung melempar tasnya ke atas meja dengan wajah sangat kusut.

"Lo kenapa, Gas? Pagi-pagi udah emosi aja," tanya Reno sambil menghampiri temannya itu.

"Gak usah banyak tanya lo, gue lagi pusing," bentak Bagas dengan nada tinggi.

Reno langsung terdiam dan mundur selangkah, tidak berani melawan preman kelas tersebut.

"Bokap gue lagi banyak masalah di kantor dari semalam, gue jadi kena imbas marahnya terus," gerutu Bagas sambil mengusap wajahnya kasar.

Tommy yang mendengar keluhan Bagas itu hanya tersenyum sangat tipis dari bangkunya.

"Bom waktu yang aku pasang sepertinya sudah mulai meledak," batin Tommy santai.

Ia tahu betul masalah apa yang sedang menimpa ayah Bagas di perusahaan konstruksi raksasa itu.

Kringgg!

Bel masuk berbunyi dan pelajaran pun dimulai seperti biasa tanpa ada hal yang istimewa.

Tommy menghabiskan waktu dengan berpura-pura tidur atau mencoret-coret bukunya agar terlihat malas.

Waktu terasa berjalan lambat hingga akhirnya bel tanda pulang sekolah berbunyi nyaring.

Murid-murid langsung berhamburan keluar kelas dengan wajah gembira.

Tommy baru saja memasukkan buku terakhirnya ke dalam tas ketika seseorang berdiri menghalangi jalannya.

Itu adalah Nadin.

"Ikut gue ke perpustakaan sekarang juga, Tom," ucap Nadin dengan nada dingin tak terbantahkan.

"Ada apa, Din? Aku mau langsung pulang," tolak Tommy memasang wajah bingung.

"Gue bilang sekarang, atau gue laporin ke guru kalau lo nyontek pas UTS kemarin," ancam Nadin menyilangkan tangannya di dada.

Tommy menghela napas pasrah, berakting seolah ia ketakutan dengan ancaman tersebut.

"Iya, Din, aku ikut," jawab Tommy menundukkan kepalanya.

Mereka berdua berjalan menyusuri lorong sekolah yang mulai sepi menuju ruang perpustakaan di lantai satu.

Suasana perpustakaan sangat sunyi, hanya ada penjaga perpustakaan yang sedang tertidur di mejanya.

Nadin menarik sebuah kursi di sudut paling tersembunyi dan menyuruh Tommy duduk di depannya.

Srak.

Gadis pintar itu mengeluarkan selembar kertas dari dalam tasnya dan meletakkannya di atas meja.

Tommy menatap kertas itu dan melihat gambar coretan benang kusut yang sama persis dengan apa yang ia gambar di papan tulis kemarin.

"Bisa lo jelasin ini gambar apa?" tanya Nadin menatap tajam langsung ke mata Tommy.

"Kan aku udah bilang kemarin di panggung, Din, itu cuma gambar benang kusut karena aku pusing," jawab Tommy dengan suara pelan.

Brak.

Nadin memukul meja dengan pelan namun cukup untuk menunjukkan rasa frustrasinya.

"Jangan pura-pura bodoh di depan gue, Tom," desis Nadin tajam.

"Gue semalaman gak bisa tidur mikirin gambar konyol lo ini."

Nadin mengambil pulpen dan mulai menunjuk garis-garis silang di gambar tersebut.

"Gue nyari referensi ke berbagai buku matematika tingkat lanjut yang ada di rumah gue."

"Dan lo tahu apa yang gue temukan?" Nadin mendekatkan wajahnya.

"Garis-garis silang ini bukan coretan asal, ini adalah visualisasi dari kurva probabilitas kuadratik."

Tommy memasang wajah sangat terkejut yang seratus persen palsu.

"Kurva pro... apa, Din? Probabilitas itu nama dinosaurus ya?" tanya Tommy dengan ekspresi idiot yang sempurna.

Nadin memejamkan matanya sejenak, mencoba menahan amarah yang meletup-letup di kepalanya.

"Ini matematika tingkat tinggi, Tommy," jelas Nadin dengan napas berat.

"Dan yang lebih gila lagi, titik temu dari semua garis kurva yang lo gambar ini, berpotongan tepat di titik koordinat nol koma dua delapan."

"Sesuai persis dengan jawaban dari deret probabilitas yang ditanyakan Pak Darmawan kemarin."

Nadin menyandarkan punggungnya ke kursi dan menatap Tommy dengan tatapan menilai.

"Sekarang lo mau bilang kalau ini cuma kebetulan dari tangan yang kepeleset?" tuntut Nadin.

Di dalam kepalanya, otak jenius Tommy sedang berputar mencari alasan paling logis untuk mematahkan argumen ini.

Ia tidak boleh menggunakan alasan matematika, ia harus menggunakan alasan psikologis.

Skill Manipulasi Ekspresi Mikronya seketika aktif bekerja.

Raut wajah idiot Tommy perlahan memudar, digantikan oleh ekspresi sedih dan sedikit malu.

"Kamu benar-benar ingin tahu dari mana aku belajar menggambar itu, Din?" tanya Tommy dengan suara bergetar.

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!