NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:641
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Suasana canggung begitu terasa menyeruak di dalam mobil yang dikendarai oleh Sagara saat ini. Antara bersyukur atau tidak karena ternyata Sagara tidak meninggalkannya, hanya saja kemarahan Sagara tetap terjadi dan sepertinya malah tidak berkurang sedikit pun.

"Jika aku mengatakan semua perkataan ku kepada Arkan adalah tipuan, apa kamu akan percaya?" ucap Luna dengan nada yang lirih.

Mendengar perkataan Luna barusan, lantas membuat Sagara langsung menghentikan laju kendaraannya dengan seketika.

"Satu kali kesempatan dan aku harap jawaban mu tidak mengecewakan." ucap Sagara memberi kesempatan, yang lantas membuat Luna langsung menelan salivanya dengan kasar begitu mendapat tatapan tajam dari Sagara.

"Ada beberapa hal yang terjadi antara aku, Arkan dan juga Rachel yang tidak bisa aku jelaskan detailnya. Namun yang pasti adalah aku tahu semua kebusukan Arkan selama ini, bagaimana dia bermain dan berpura-pura menyayangiku. Tujuan ku mengatakan hal tadi kepadanya adalah aku hanya ingin membalas dendam setiap hal yang telah keduanya lakukan kepadaku dan aku berpikir cara ini adalah yang paling tepat untuk membalas mereka." ucap Luna menjelaskan segalanya namun tidak secara mendetail.

"Baik, sekarang katakan lah kamu memang mau membalas dendam, lalu apa rencana mu?" ucap Sagara sambil mendengarkan segalanya dengan serius.

"Aku ingin membongkar segalanya di hadapan umum, jadi aku berniat untuk menipu Arkan dengan pernikahan palsu, dan mengembalikan setiap hal yang mereka lakukan kepada ku. Ketika semua orang datang dan berkumpul di pesta aku akan membongkar segalanya di hadapan semua orang." ucap Luna dengan nada penuh percaya diri.

"Lalu apa kamu sudah dapat buktinya?" tanya Sagara kemudian yang lantas di balas gelengan kepala oleh Luna.

"Belum, hanya beberapa transaksi gelap yang dilakukan oleh Arkan di belakang ku. Selebihnya aku belum punya..." ucap Luna dengan raut wajah yang masam.

Sagara menghela napasnya dengan panjang menatap dengan tatapan penuh arti ke arah Luna saat ini. Di bukanya dasboard yang terletak di sudut, kemudian mengambil sebuah flash disk dan juga amplop kecil dari sana.

"Apa ini?" tanya Luna begitu menerima keduanya.

"Bukti setiap kejahatan yang di lakukan Arkan maupun Rachel, termasuk tentang bukti perselingkuhan keduanya sekaligus CCTV setiap hotel yang mereka berdua datangi untuk bercinta." ucap Sagara dengan tenang yang lantas membuat Luna melongo menatap tak percaya kepada Sagara.

"Sagara.... Ba...bagaimana bisa kamu mendapatkan nya? Aku saja masih berusaha mengumpulkan segalanya, tapi kamu malah sudah dapat semua buktinya. Wow...luar biasa." ucap Luna menatap tak percaya ke arah Sagara.

"Tidak terlalu susah bagiku untuk mendapatkannya, tadinya aku mengumpulkan semua bukti itu untuk menyadarkan mu akan kejahatan keduanya, namun ternyata lebih dari itu. Dan aku harap setelah ini kamu tidak menutupi hal lain lagi Lun..." ucap Sagara dengan nada penuh harap.

"Percaya padaku, aku janji akan selalu berada disisi mu..." ucap Luna sambil menggenggam erat tangan Sagara.

"Janji" ucap Sagara yang langsung dibalas anggukan kepala oleh Luna.

"Jadi sekarang kamu sudah gak marah kepada ku kan? Kita udah baikan?" tanya Luna kemudian.

"Hem" jawab Sagara singkat.

"Terima kasih...aku saaaaaayaaaaanggggg Sagara...... Love you muach" ucap Luna kemudian sambil mencium pipi Sagara, membuat raut wajah Sagara langsung memerah dengan seketika.

****

Sementara itu di Apartment Arkan

Arkan terlihat memasuki area Apartment dengan raut wajah yang sumringah. Bayangan bagaimana megahnya pesta pernikahan dengan mahar yang fantastis untuknya, membuat Arkan tak henti-hentinya terus menebar senyuman.

"Apa ada hal baik yang terjadi? Tumben banget wajah kamu begitu terlihat cerah." ucap Rachel begitu mendapati gerak-gerik Arkan sedari tadi.

Mendapati pertanyaan tersebut Arkan hanya tersenyum simpul, kemudian mengambil langkah kaki besar mendekat ke arah dimana Rachel berada.

"Coba tebak, apa yang baru saja terjadi?" ucap Arkan dengan tersenyum lebar.

"Mana aku tahu, bisa tidak jangan buat orang penasaran?" ucap Rachel dengan raut wajah yang penasaran.

"Jangan cemberut seperti itu, aku bawa berita baik untuk kita berdua." ucap Arkan dengan raut wajah yang gembira.

"Maksudmu?" jawab Rachel tidak mengerti.

"Aku dan juga Luna akan segera menikah, bisa kau bayangkan apa yang akan terjadi setelahnya?" ucap Arkan dengan begitu riang gembira ketika menceritakannya.

"Serius? Bagaimana bisa? Bukankah kita masih menjalankan setengah dari misi kita? Bagaimana bisa mendadak Luna mengajak untuk menikah tanpa adanya lamaran darimu sebelumnya. Bukankah ini aneh Ar?" ucap Rachel bertanya-tanya.

"Apa yang sedang kamu khawatirkan? Semua sudah berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan, tinggal kita eksekusi dan kita akan menjadi orang kaya di negara ini." ucap Arkan dengan nada bicara yang penuh kebahagiaan.

"Apa kamu yakin? Atau mungkin saja ini hanya jebakan yang sengaja dilakukan oleh Luna semata?" ucap Rachel dengan raut wajah yang serius.

"Sudahlah santai saja karena sebentar lagi kita akan mengambil alih Amera group dan menjadi orang kaya 7 turunan hahahaha..." ucap Arkan dengan tawa yang menggema.

Mendengar hal tersebut Rachel hanya bisa terdiam tanpa kata, ada sepercik perasaan khawatir yang kini menyeruak memenuhi hatinya. Rachel merasa apa yang terjadi terkesan begitu tiba-tiba dan di luar prediksi keduanya, hal tersebut semakin membuat perasaan curiga menguat di hatinya.

"Semoga saja ini hanya perasaanku." ucap Rachel dalam hati yang tak tega jika mengatakannya secara langsung kepada Arkan.

***

Keesokan harinya

Sesuai dengan permintaan Sagara sebelumnya, baik Luna maupun Sagara terlihat mengendarai mobil menuju ke kediaman rumah tua kakek Razan. Entah apa yang sedang menanti keduanya di sana, namun yang jelas segalanya harus berjalan sesuai dengan rencana Sagara atau semuanya akan berantakan.

Mobil yang dikendarai oleh Sagara perlahan-lahan mulai terlihat memasuki area pelataran kediaman rumah tua kakek Razan. Ada sedikit perasaan cemas yang kini singgah di hati Sagara, namun sebisa mungkin ia tepis dan mencoba untuk tetap tenang. Sedangkan Luna yang mengetahui akan hal itu, lantas langsung memegang erat tangan Sagara seakan mencoba memberikannya dukungan.

Perlahan tapi pasti keduanya mulai memasuki area rumah tua dan membawa langkah kaki mereka kian masuk ke dalam untuk bertemu dengan Razan.

"Selamat siang kek, aku pulang." ucap Sagara begitu punggung Pria tua tersebut terlihat tepat di hadapan matanya.

Ketika sapaan tersebut mulai terdengar menggema di ruangan, sayangnya bukan jawaban yang di dapatkan oleh Sagara, melainkan sebuah sosok perempuan yang tak asing mendadak muncul tepat dari balik tubuh Razan kala sapaan tersebut terdengar menggema.

"Hai Sagara...apa kamu masih mengingat ku?" ucap gadis itu dengan nada yang polos.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!