NovelToon NovelToon
The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana_Jm

"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-

"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-

"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-


Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"Kebakaran?!"

Sesampainya di apartemen, Serena dibawa ke apartemen milik Narendra. Selama masa pemulihan, gadis itu tidak diijinkan untuk kemanapun sendirian oleh Narendra.

Viktor juga mencari tahu siapa laki-laki yang mengintai mereka saat di parkiran mobil rumah sakit.

"Siapa orang itu?! Temukan dia segera!!"-ucap Narendra melalui sambungan telepon-

"Dia dari keluarga Elio Bos!!"-jelas Viktor serius-

"Keluarga Elio?!! Ada urusan apa mereka?!!"-celetuknya emosi-

"Ommmm??"-celetuk Serena dari kamar-

Suara Serena mengalihkan fokusnya, dirinya langsung menutup panggilan itu. Jangan sampai gadis itu tau tentang rencana yang akan dibuatnya.

"Iyaa cantikk?! Ada apa? Hemmm?"-menatap lekat wajah Serena yang masih terlihat pucat-

"Aku mau minum...ambil sendiri nggak boleh!!"-jelasnya dengan kesal-

"Baiklah ...duduk disini! Biar aku yang ambilkan"-membelai rambut Serena-

"Nggak usahlah!! Nanti dikasih obat tidur lagi minumannya!!"-celetuk Serena asal-

"Apa untungnya aku kasih itu di minuman kamu !!!"-mencubit gemas hidung Serena-

"Hish...dasar orang tua menyebalkan!!!"-ucap Serena dengan kesalnya-

Diam-diam Serena berjalan keluar, namun langkahnya terhenti mendengar suara Narendra yang begitu jelas di belakangnya. Sontak Serena menoleh ke belakang, benar saja. Sudah ada Narendra yang berdiri di belakang nya dengan tatapan dingin.

"Mau kemana Cantikk?!!"-mengusap lembut pipi Serena-

"Pulang lah!!! Kenapa emangnya??!!"-ucapnya ketus sambil berkacak pinggang-

"Untuk sementara waktu tinggal di tempatku saja!! Banyak bahaya mengancam di luar sana!!"-jelas Naren dengan lembut-

"Apa emang bahayanya?!! Akal-akalan kamu aja kan Pak Tua?!!"-gerutunya kesal-

"Serenaaa....Kamu pasti capek yaaa?"-menarik pelan tangan Serena dan memeluknya-

Narendra memeluk tubuh Serena sangat erat, dia sama sekali tidak memberi ruang untuk gadis itu melepaskan diri dari pelukannya. Lama kelamaan Serena merasa nyaman dengan pelukan seorang Narendra.

"Serenaaa...aku tidak akan pernah melepaskan dirimu"-gumamnya pelan dan semakin mengeratkan pelukannya-

"Yaaaaa!!!! Lepassss!!! Nggak bisa nafas tauuu!!"-mencubit perut Narendra-

"Nanti aku kasih nafas buatan!!"-celetuk Narendra asal-

"Apaan sihhh!!"-ucap Serena ketus-

Serena terus saja mengomeli Narendra, karena dirinya tidak di ijinkan untuk kembali ke apartment miliknya sendiri. Sedangkan Narendra justru menikmati omelan Serena yang tidak ada ujungnya itu.

"Udah selesai pidatonya?"-celetuk Narendra sambil tersenyum tipis-

"Udah!!!! Capek plus haus!!!"-jawabnya mendengus kesal-

"Sini....siniii....kasihan Cantikku!!"-membelai rambut panjang Serena-

Sedangkan Viktor mengawasi laki-laki misterius yang dilihatnya saat diparkiran rumah sakit. Laki-laki itu mendatangi apartemen Serena dengan membawa buket bunga dan beberapa tote bag.

"Dia belum juga membuka maskernya!!"-gumam Viktor pelan-

"Ada hubungan apa dia dengan gadis galak itu"-ucap Viktor sambil waspada-

"Aku harus segera hubungi Bos untuk info ini!!"-menghubungi Narendra langsung-

Beberapa saat kemudian, Narendra menerima panggilan dari Viktor. Dirinya nampak mengernyitkan dahinya mendengar laporan dari Viktor.

"Dia menunggu di depan apartemen Serena"-jelas Viktor serius-

"Apa yang dia bawa?!"-tanya Narendra pelan sambil mengawasi Serena-

"Ada buket bunga dan beberapa tote bag, Bos"-jelasnya sambil bersembunyi-

"Sebentar Bos...dia buka maskernya! Aku ambil fotonya dulu"-celetuk Viktor pelan-

"Gilaaa!!! Bukannya dia pewaris tunggal keluarga Elio?!!"-celetuk Viktor terkejut-

"Dia seorang Gavin Felix Elio Bos"-jelas Viktor melalui ponselnya-

Viktor mengirim foto Gavin sedang menunggu di depan apartemen Serena dengan membawa buket bunga. Sudah lama sekali dari keluarga Elio yang tak pernah muncul di depan umum. Mereka sangat tertutup dengan dunia luar dan banyak yang mengira keturunan keluarga Elio sudah menghilang.

"Renaaa...kamu dimana Cantikk"-gumam Gavin pelan-

"Aku menunggumu sejak lama...ponselmu juga nggak aktif"-mengacak rambutnya kasar-

"Ada hubungan apa mereka berdua?"-gumam Viktor curiga-

Sementara itu di dalam apartemen Narendra, gadis kecil itu sibuk dengan dirinya sendiri, padahal wajahnya masih terlihat pucat. Narendra hanya mengawasi semua pergerakan Serena dan tersenyum tipis melihat tingkah random gadis incarannya itu.

"Keluarga Elio?!!! Ada hubungan apa dia dengan anak ini?!!"-menatap serius ke arah Serena-

"Apa yang sedang dia sembunyikan!!"-menghampiri Serena dan memeluknya-

"Ehh...ngapain kamuuuu!!! Yaaaaaa!!!"-teriak Serena sambil mencubit tangan Narendra-

"Kamu kenal dengan keluarga Elio?!!"-bisiknya pelan-

"Siapa?!! Elio? Nggak paham aku"-jawab Serena sambil berusaha melepaskan diri-

"Kamu yakin Cantikkk?!!! Dia menunggumu di apartemen! Hemm?!!"-jelas Narendra dengan tersenyum tipis-

"Benerannnnn!!! Dasar pak Tua!!! Lepasinnn nggak?!!!!"-mencubit gemas tangan Narendra-

Diam-diam Narendra mengirim seseorang untuk meretas perusahaan milik keluarga Elio, bahkan ia juga membuat kantor pusat menjadi kebakaran yang sangat hebat, seolah akibat kesalahan teknis.

Gavin mendapatkan kabar dari asistennya, jika kantor pusat miliknya kebakaran akibat kesalahan teknis bagian kelistrikan.

"Ada apa Pak Jo?"-ucap Gavin menerima panggilan-

"Tuan...kantor pusat mengalami kebakaran?!! Tuan harus kembali"-ucap asisten pribadinya-

"Kenapa bisa kebakaran!!! Baiklah kalau begitu!!"-ucapnya penasaran dan bergegas pergi meninggalkan buket bunga yang dibawanya-

Viktor memberi informasi kepada Bosnya, jika laki-laki itu sudah pergi dari apartemen Serena. dan meninggalkan buket bunga beserta tote bag yang dibawanya.

"Dia sudah pergi Bos...aku dengar ada kebakaran"-jelas Viktor serius-

"Baguslah kalau dia sudah pergi!!! Aku tak suka melihatnya"-celetuk Narendra sambil tersenyum tipis-

"Aku suruh orang untuk membakar kantor tempatnya kerja"-jelas Narendra santai-

"Haaaa!!! Seriusan Boss?"-ucap Viktor tak percaya-

Dirinya tak berfikir akan sejauh itu Bosnya bertindak, karena belum ada kejelasan hubungan antara Narendra dan Serena. Jadi Viktor tidak terlalu menebak akan sejauh itu.

Bahkan Narendra juga mengirim teror untuk kantor milik Gavin, dirinya sangat tidak suka jika ada yang ingin mendekati Serena.

"Pergi dulu Ommmm!!!"-ucap Serena sambil melambaikan tangannya-

"Serenaaaa!!! Berhenti disitu!!"-teriak Narendra sambil berlari mengejar Serena-

"Thanks ya Ommmm!!! Nanti aku ganti uang berobatnya!!!"-jelas Serena sambil berlari ke lift-

"Renaaaa....kembali sekaranggg!!"-bergegas menyusul Serena ke lift-

Keluar dari lift, Serena langsung lari ke apartemen miliknya. Ia tak menyadari jika ada Viktor yang sedang mengawasinya. Serena berlari begitu saja tanpa melihat situasi kanan dan kirinya.

Viktor mengambil semua barang yang dibawa oleh Gavin, bahkan dengan buket bunga yang dibawanya, di singkirkan oleh Viktor juga atas dasar perintah dari Narendra.

"Untung aku cepat mengambilnya"-melirik Serena sekilas-

"Dia sama sekali tidak menyadari kalau ada orang"-gumamnya pelan-

"Kayaknya habis ada seseorang dari sini deh!!"-gumamnya pelan sambil melihat sekeliling-

"Ahhh...mungkin hanya perasaanku aja"-bergegas masuk apartemen pribadinya.

"Dia dimana Viktor?! Kau melihatnya?!!"-celetuk Narendra dingin-

"Dia sudah kembali ke apartment miliknya Bos"-jelas Viktor santai sambil membawa barang dari Gavin-

"Itu barang-barang darinya?!!"-tanya Narendra sinis-

"Iya Bos...mau di ambil?!!'-tanya Viktor dengan iseng-

"Bawa saja!! Atau nggak buang ke tempat sampah!!"-berjalan kembali ke apartment miliknya-

Narendra mengirim pesan ke Serena, supaya mau bertemu dengan dirinya sebentar. Namun tak ada jawaban dari gadis itu, bahkan pesannya saja belum dibaca sejak tadi.

Sedangkan Serena masih sibuk dengan dirinya, ia mandi dan berendam di bathtub kamar mandi. Dirinya mulai mengingat kembali kejadian yang menimpanya dahulu.

"Kak Gavin?? Kenapa pergi begitu saja!!"-ucapnya lirih-

"Aku sudah lama menunggu!! Tapi tak datang juga"-tak sengaja meneteskan air matanya-

"Kau bilang akan menjagaku dari mereka!! Tapi nyatanya aku sendirian sampai saat ini!!"-gumamnya pelan-

Serena menangis di dalam kamar mandinya, bahkan suara panggilan telepon dari Narendra tak juga di respon olehnya.

~Yuk bisa yuk Ser....masih ada Pak Tua yang siap sedia menemani~🤗

1
Hasniza Babab
sangat bagus /Good/
Karo Karo
pak tua yg akan membucin
Karo Karo
orangnya dong Thor 😁
Karo Karo
singgah Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!