NovelToon NovelToon
Dari Skripsi Jadi Ibu Tiri

Dari Skripsi Jadi Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Orang Disabilitas / Dosen
Popularitas:50.3k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Terancam Drop Out karena masa studi yang di ujung tanduk, Ruby menyusul Bara --dosen pembimbingnya hingga ke pelosok desa tempat pria itu melakukan penelitian. Misinya hanya satu, acc skripsi demi menyelamatkan masa depannya.

Sebuah kesalahpahaman konyol membuat mereka dituduh melanggar adat setempat. Tanpa opsi untuk bernegosiasi, Ruby dan Bara dipaksa menikah. Dalam semalam, status Ruby berbalik 180 derajat: dari mahasiswa abadi, menjadi istri sah sang dosen.

Kejutannya tak berhenti di situ. Bara bukan sekadar dosen senior dan dingin, dia adalah duda beranak dua dan salah satu anak Bara penyandang disabilitas.

"Satu dosen dingin, plus bonus dua krucil. Mirip promo beli satu dapat tiga.”

Ruby mendongak, menatap Bara yang menatapnya. "Jadi, ibu tiri! Siapa takut? Lagipula, menghadapi bab empat Pak Bara aja saya bertahan, apalagi cuma ngadepin mereka berdua!"

“Mas, panggil saya mas Bara.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Vs Kampus

Bab 11

 

Guling pembatas wilayah menjadi saksi bisu kelincahan Ruby saat tidur. Ditimpa oleh kaki, dipeluk dan berakhir dengan mendarat di lantai. Ancaman agar tidak melewati batas wilayah masing-masing seperti perbatasan antara Korea utara dan selatan, nyatanya dia yang melanggar aturan.

Gaya tidur Ruby tidak secantik wajahnya, brutal. Bahkan sudah berpindah mendesak area Bara. Seolah sedang memeluk guling, semakin merapatkan pelukannya kala Bara bergerak.

“Ck, astaga,” pekik Bara mendapati wajah Ruby menempel di lengannya. “Tidurmu, astaga ….” Menepuk pelan lengan gadis itu agar menyingkir. Alih-alih menghindar malah bergumam tidak jelas. Lutut Ruby bergerak menyentuh bagian bawah milik Bara semakin membuat benda itu menegak sempurna. “Ruby!”

“Hush, berisik. Bisa nggak sih, kasih saya kesempatan untuk tenang.” Mengoceh masih dengan mata terpejam dan pelukan pada tubuh Bara.

“Seharusnya kalimat itu saya yang ucapkan. Kamu sudah buat tidur dan pagi saya tidak tenang, minggir Ruby!”

“Yang mesra dong, Ruby cantik bangun,” ujarnya masih dengan posisi yang sama.

“Saya hitung sampai tiga, jangan salahkan kalau kamu tersungkur ke lantai.”

Mendengar ancaman itu, kedua mata  Ruby terbuka dan ….

“Aaaaa!” refleks ia menjauh dan kakinya aktif menendang ke segala arah.

“Ruby,” pekik Bara menghindar dari tendangan meski sudah merasakan tendangan maut di betisnya. Belum ada 10 menit ia terjaga sudah berapa kali menyebut nama sang istri.

Tanpa rasa bersalah, istrinya malah menarik selimut menutupi tubuh bagian depan dan merapat ke headboard. “Saya udah bilang jangan macam-macam, Mas Bara kok nggak sabar sih. Saya belum rela dibuka paksa.”

Bara menarik nafas, mengusap kasar wajahnya. “Definisi macam-macam menurut kamu?”

“Kan ada guling, kenapa malah peluk-peluk.”

“Di mana kamu taruh guling?” tanya Bara sambil menahan geligi agar tidak emosi. Sungguh ia bisa kena tekanan, padahal baru beberapa hari sah menjadi suami.

“Disitu, di tengah. Saya di blok sini, mas Bara di blok situ.” Tangan Ruby menunjuk seraya menjelaskan.

Tangan Bara bersedekap masih dengan sorot wajah tajam. “Di mana kamu terbangun?”

Ruby menggaruk kepalanya. “Disitu.”

“Di blok saya dan di pelukan saya. Sudah jelas bukan saya yang melanggar aturan. Tapi kamu!”

“Masa? Pasti mas Bara yang tarik saya ke sana terus peluk. Jangan suka ambil kesempatan dalam kesempitan dong.”

Bara beranjak dari ranjang, enggan menanggapi Ruby yang masih mengoceh.

“Mas dosen, kamu mesum deh. Jangan diulangi ya!”

Dengan rambut diikat tinggi dan masih mengenakan piyama, Ruby sudah berada di dapur. Bukan karena rajin, tapi pesan mama mewanti-wanti agar ia menjadi istri yang baik. Memastikan sarapan untuk suami dan anak-anak.

“Ck, ngurus hidup sendiri aja nggak becus, ini harus pastikan isi perut 3 orang lainnya.” Beruntung dua orang asisten rumah tangga yang bertugas, meringankan peran Ruby. “Nasi kuning, telur dadar, ayam goreng dan emping. Sarapan yang berat,” gumam Ruby.

“Bik, bapak biasa makan yang berat kalau pagi?”

“Iya mbak. sama kopi tanpa gula. Anak-anak setiap pagi ganti. Jus jeruk, coklat panas dan teh manis.”

“Pantes lagaknya pahit, kurang minum yang manis-manis,” gumam Ruby. “Kalau bekal anak-anak?”

“Biasa ibu Siti yang buat, tapi itu udah siap.”

Ruby membuka kotak bekal milik Adly dan Jelita, bersamaan dengan Bu Siti memasuki dapur dengan dua buah tumbler.

“Bu Siti, ini punya anak-anak tambahkan buah ya. Biar saya siapkan.” Terbiasa dilayani serta nasihat dari sang mama, membuat Ruby tahu mana yang baik untuk anak-anak terutama makanan.

Bu Siti dan bik Sari saling tatap dan tersenyum.

“Iya, mbak. Silahkan!”

Terdengar suara obrolan dan pekikan Jelita dan suara Bara menyapa kedua anaknya. Bik Ida sudah menghidangkan sarapan di meja makan.

“Papi masih libur ya.”

“Tidak, sayang. Ini mau ke kampus.”

“Nggak ke luar kota lagi, ‘kan?” tanya Jelita manja.

“Hm, tentu saja akan berangkat, tapi papi lihat situasi ya.”

“Selamat pagi dunia,” sapa Ruby. Ketiga orang itu menoleh ke arah suara. Ruby menenteng 2 tas bekal jug tumbler milik anak-anak. “Ini bekal kalian, ada tambahan buah. Jangan sampai tidak dimakan, harus dihabiskan.”

Terkejut dengan kehadiran orang baru dan teringat kalau papi mereka sudah menikah lagi. Jelita heran dengan penampilan Ruby yang jelas menunjukan belum mandi, tapi masih terlihat cantik. Bara bahkan langsung mengalihkan pandangan karena leher jenjang istrinya menarik untuk meninggalkan jejak di sana.

“Mas Bara, pagi ini jangan kopi ya. Su-su aja gimana, lebih sehat loh.” Ruby sudah duduk di sisi kiri Bara sambil mengedipkan mata.

“Nope. Air mineral saja.”

***

Setelah memastikan Jelita dan Adly berangkat diantar Pak Budi, Bara kembali ke kamar, padahal dia sudah rapi dengan setelan kerjanya. Ada berkas dan tas laptop yang perlu dibawa. Ruby kembali mengecoh dengan mengekor langkah.

“Mas, mas duda,” panggil Ruby diabaikan oleh Bara hanya fokus melihat berkas penelitiannya, mungkin akan lanjut dikerjakan di kampus. Di rumah tidak akan konsen, penghuni kamarnya yang baru, sungguh mengacaukan pikiran dan membuyarkan konsentrasinya.

“Mas dosen.” Ruby merebut berkas dari tangan Bara.

Tarikan nafas pelan dan memejam sekejap lalu menatap Ruby. “Kembalikan!”

“Jawab dulu.”

“Apa yang harus dijawab?”

“Saya panggil masa nggak dengar sih. Mas suami, saya bimbingan sekarang ya. Sebelum berangkat, bentaran juga selesai. Oke, ya.”

Bara kembali merebut berkas miliknya lalu dijejalkan ke dalam tas bersama laptop.

“Biasakan bersikap profesional. Ini di rumah, jangan campur adukan urusan kampus. Mau bimbingan skripsi silahkan datang ke kampus. Jangan buat masalah seperti kemarin, dengan bimbingan bukan pada tempatnya,” jelas Bara lalu meninggalkan Ruby.

“Yaelah, kalau bukan karena sinyal kamu, nggak bakal saya ke sana. Dasar mas duda karatan, rese!”

 

1
mmh nengmuti
ceritanya bikin baper tap kocak jg SM tingkah s Ruby🤣🤣🤣
mmh nengmuti
gasken Ruby bikin bayi,sok cobaan by pasti ho ha ho he🤣🤣🤣
Rahmawati
jelita seneng mau punya adik bayi,, ayo mas bara cepet bikin adik bayinya😂
Shee_👚
sabar jely lagi otw pembuatan, tinggal nunggu ruby bilang yes pasti langsung di hajar sama papi kamu🤭
Shee_👚
pantes meldy sama ruby cocok mulutnya sama2 loss doll🤣
Shee_👚
makanya mulut di jaga by, akhirnya kamu yang mengatakan cinta duluan walau niat hanya menggoda🤣
Shee_👚
dah lah pasti tar dah jadi soang terus barata🤣
Shee_👚
wah nantangin bar, eksekusi bar biar gak mancing2 terus🤭🤭🤭
Shee_👚
bikin anak mas🤣
juwita
pdhl aq g skip certanya ato loncat bab. itu aldy kenapa kakinya ko bisa gitu? dr lahir ato jatuh?
dtyas (ig : dtyas_dtyas): ada kak, di bab2 sebelumnya di bahas kaki Adly cacat dari lahir
total 1 replies
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣
di kira ayam kali di ternak🤣
Sastri Dalila
🤣🤣
Shee_👚
aku juga mau by begitu
Shee_👚
ya ruby sayang sama adly dan jelita karena dia dulu mengalami seperti itu, bedanya ibu adly sama jelyta meninggal, kalau ruby bercerai. jadi ruby ingin gak da anak yang mengalami kejadian sama seperti dia. dia ingin menjadi ibu dan istri yang baik buat anak dan suami
Endah Puji Lestari
😍
Shee_👚
cie mulai posesif ini🤣🤣🤣
boro² liat orangnya, liat foto Ruby aja kalau laki² di haramkan🤭
Shee_👚
orang gila nasih sendiri ngikutin musim🤣
Shee_👚
karena kamu udah mulai nyaman sama sikap bara yang dewasa by, selama ini kamu kekurangan perhatian dari ayah kamu, makanya deket sama bara berasa kamu mendapatkan perhatian yang selama ini kamu inginkan
Les Tary
lanjut thor... ditunggu double up nya💪
Nandi Ni
Ruby ini emang rada rada wkwkwkwk asbun bgt mulutnya,tpi gemessssyin dech ah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!