Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 2 Senang
Aku masuk tandu, kulihat yang lain masih bercakap-cakap di istana.
Di perjalanan melintasi sawah, aku meminta turun.
"Lihat...disini banyak kunang-kunang" kataku pada Dayang May.
Aku dan Dayang May berlarian mengejar kunang-kunang.
Tidak kusadari pinggiran sawah licin.
Brukkkk...
"Nona..., nona sakit?" kata Dayang May.
aku lekas berdiri, rok dan kakiku penuh lumpur.
"Sakiiiittt.... " kataku sambil memegang pinggang.
Dayang May membantuku keluar dari sawah.
Kami pulang berjalan kaki kerumah.
"Xiu Ren, kenapa jadi penuh lumpur begini?" kata Ayah yang menyambutku bersama Ibu di depan gerbang.
"Aku tadi bersenang-senang ayah, mengejar kunang-kunang" kataku
"Putriku, sekarang kau sudah dewasa jangan lagi kekanak-kanakan" kata Ibu mengelus rambutku.
"Biarkan saja, dia sudah lelah seminggu di istana" kata Ayah membela.
Aku senang, "Lekaslah mandi, kita makan malam bersama Xiu Ren" kata Ibu.
Aku mengangguk, berlari kecil ke kediamanku bersama Dayang May.
**
Siang hari cuaca terasa panas,
Aku dan dayang keluar untuk makan siang di luar,
Ibu terlalu sibuk dengan rekan-rekan dewan wanita.
"Nona, apa nona yakin kita makan di sini?" Tanya Dayang May.
kami singgah di sebuah kedai yang kelihatan ramai.
"Kita pesan saja, sepertinya makanan di sini enak-enak, lihat ayam panggangnya lezat" kataku melihat sajian di meja sebelah.
Aku dan dayang ikut menengok ke arah jam tiga dari meja kami.
Kerumunan wanita dan pria, kulihat dengan jelas Pengawal Ziu berdiri di belakang Pangeran Fang.
Aku makan saja menikmati jamuan bersama Dayang May, setelah selesai aku keluar berpapasan dengan Pangeran Fang.
Aku menunduk, Pangeran Fang sekilas melihatku lalu lewat.
"Nona..." ucap Pengawal Ziu padaku sebelum mengikuti langkah Pangeran Fang menuju kuda yang terikat di tiang depan kedai.
Aku dan Dayang May berjalan cepat.
"Nona, pengawal Ziu tadi menegur anda" kata Dayang May.
Aku hanya tersenyum.
"Bibirku kering, apa kita belanja riasan?" kataku mendadak.
"Nona, kemarin riasan sudah kita beli" kata Dayang May mengingatkan.
"Aku mau lagi..." kataku menarik lengan Dayang May masuk ke toko riasan wajah.
Banyak barang baru, aku sedang senang kuborong semua.
Ku oleskan pelembab di bibirku.
"Cantik sekali nona..." kata Dayang May.
"Aku senang..." kataku
"Ya, aku lihat nona senang sekali hari ini, apa karena seseorang?" tanya Dayang May penuh selidik.
"Tidak, aku senang karena semalam aku bisa bermain dengan kungan-kunang" kataku.
**
"Nona, ada gosip beredar di Ibukota" kata Dayang May.
"Gosip apa?" tanyaku sambil makan camilan kue bunga buatan ibu dan menikmati minuman perasan jeruk segar.
"Nona di gosipkan suka berbelanja dan menghamburkan uang" kata Dayang May dengan wajah serius.
"Memang kita kaya, kenapa mereka marah?" tanyaku
"Tapi nona terlalu banyak belanja lihat kamar nona ini terlalu penuh barang" kata Dayang May.
"Ibu dan Ayahku tidak marah mereka juga senang" aku menjawab acuh tak acuh.
"Nona.... besok kita tidak perlu keluar belanja lagi ya..." kata Dayang May.
"Kalau tidak ada yang belanja, siapa yang membeli jualan mereka" kataku
Aku bersandar kenyang sambil menikmati angin sepoi-sepoi.
Memikirkan apa lagi yang harus kubeli sebelum aku masuk Istana, nanti aku hanya akan di kekang di sana, lebih baik hidup bebas seperti burung terbang.
Dulu tinggal di Istana adalah impianku dari kecil sejak juara melukis di Istana.
ternyata, setelah dekat dengan istana, selangkah lagi aku mulai merasa ini bukan duniaku.
Semoga aku terlahir kembali menjadi orang lain atau menjadi kunang-kunang tiap kali aku berdoa semoga ini terkabul, pasti aku akan senang sekali.
Bersambung...