NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:64k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik (29) memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena (25) yang bernama Kalani Gianna (27), hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin (30) yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Lani? Sejak kapan kamu disitu?" tanya Kaivan dengan ekspresi wajah yang sedikit gugup.

"Baru saja. Kenapa?" balas Kalani. Wanita itu berjalan mendekati kulkas lalu mengambil sebotol air mineral dingin.

"Tidak apa-apa," jawab Kaivan.

"Apa kamu akan memasak?" Kalani duduk di kursi pantry. Wajahnya masih sembap karena baru bangun tidur.

"Ya," angguk Kaivan. "Aku harus memasak. Kalau tidak, kita tak akan bisa makan apa-apa."

Kaivan mendengkus pelan. Dia membuka kulkas untuk melihat bahan makanan yang ada. Sayangnya, kosong. Kaivan lupa jika semenjak Seraphina pergi meninggalkan rumah itu, kulkas tak pernah diisi dengan bahan makanan lagi.

Kaivan terpaksa mengambil mie instan yang selalu tersedia di laci dapur. Untungnya, stoknya masih cukup banyak.

"Kaivan, kamu ingin memasak mie instan untuk sarapan kita?" tanya Kalani.

"Ya," jawab Kaivan. Dia mengambil panci, mengisinya dengan air lalu meletakkannya diatas kompor yang sudah menyala.

"Mie instan bukan makanan yang sehat. Aku tidak suka," kata Kalani.

"Hanya ini bahan makanan yang tersisa di rumah, Kalani. Kemarin-kemarin, aku belum sempat berbelanja."

Kalani mendengkus kasar. "Pokoknya, aku tidak mau makan itu. Aku mau pesan online saja."

"Terserah," sahut Kaivan.

Kalani berlalu begitu saja dengan wajah cemberut. Dia meninggalkan Kaivan begitu saja.

Pria itu pun tampak mendengkus kasar. Mana bayangan pernikahan impian yang dia damba-dambakan selama ini?

Pada kenyataannya, pernikahan yang bahkan baru dua hari berjalan ini sudah seperti neraka yang diisi oleh dua manusia dengan visi yang berbeda.

*****

"Noah, hentikan! Aku menyerah," ucap Seraphina sambil memeluk Noah erat.

Pria itu akhirnya berhenti menggelitik pinggang Seraphina. Dia menghela napas lalu menangkup wajah Seraphina dengan kedua telapak tangannya.

"Lain kali, jangan pernah angkat telepon dari pria lain bahkan di belakang ku sekalipun. Kau mengerti, Nyonya Noah Alexander?"

Seraphina mengangguk. "Mengerti," jawabnya.

"Aku tipe pria yang sangat cemburuan. Kamu harus ingat itu."

Lagi, perempuan itu hanya bisa mengangguk sambil tersenyum kecil.

"Tuan, Nyonya!"

Keduanya kompak menoleh.

"Ada apa?" tanya Noah.

"Dibawah ada Nyonya besar Alexander. Beliau ingin bertemu dengan Anda dan dan Nyonya muda."

"Baiklah. Aku akan segera ke sana. Minta dia untuk menunggu sebentar."

"Baik, Tuan."

Pelayan itu undur diri.

"Nyonya besar Alexander? Beliau... Siapa?" tanya Seraphina.

"Nenekku dari pihak Ibu," jawab Noah. "Aku biasanya memanggilnya dengan sebutan Nana."

"Nana?"

"Ya," angguk Noah. "Kamu tidak perlu takut. Nana memang agak galak tapi sebenarnya dia orang yang sangat lembut dan baik hati. Dia sangat pandai menilai seseorang jadi bersikaplah secara alami. Tidak perlu berpura-pura demi menyenangkan dirinya! Kamu mengerti?"

"Mengerti," angguk Seraphina.

Suasana di ruang tamu begitu mencekam saat Seraphina dan Noah datang. Seorang nenek tua dengan rambut perak duduk diatas sofa tunggal dengan aura otoritas yang sangat dominan.

Dia hanya duduk diam. Menyesap tehnya dengan gerakan anggun sambil menatap ke sekeliling, seolah sedang menilai harga properti milik sang cucu.

"Nana," panggil Noah.

Dia menggenggam tangan Seraphina erat. Tatapan sang nenek yang teramat tajam pun reflek tertuju ke sana.

"Duduk!" titah wanita tua itu.

"Kapan Nana datang?" tanya Noah.

"Tadi subuh. Dengan penerbangan tercepat setelah membaca berita huru-hara yang baru saja kau timbulkan."

Sambil mengatakan itu, wanita tua itu juga melirik tajam ke arah Seraphina.

"Jadi... Ini perempuan yang kau rebut dari calon suaminya itu?"

"Ya," angguk Noah.

Sang nenek mendengkus. "Sial! Dia memang cantik."

Eh?

Seraphina melongo. Apa katanya tadi?

"Jadi, apa Nana merestui kami?" tanya Noah.

"Tergantung," jawab sang nenek. "Apa kalian sanggup meyakinkan aku kalau pernikahan kalian sungguh-sungguh atau hanya sandiwara belaka."

Sepasang mata Seraphina sedikit membesar. Dia cukup terkejut saat wanita tua itu berhasil menebak tepat sasaran.

Ya, pernikahan antara dirinya dan Noah memang hanya pernikahan sandiwara.

Seharusnya.

Tapi, saat benar-benar menjalaninya, Seraphina menyadari jika Noah benar-benar menjalankan perannya penuh totalitas. Seolah-olah, perjanjian di awal tentang pernikahan kontrak itu tak pernah ada.

"Sepertinya... memang sandiwara, ya?" tanya sang nenek sambil sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Seraphina.

"Bu-bukan," geleng Seraphina.

Dan, wanita tua itu tertawa. "Sepertinya, tebakan ku terbukti," ucapnya. "Siapa namamu, Nona?"

"Seraphina," jawab Seraphina.

"Namamu bagus. Cantik seperti wajahmu."

"Terimakasih."

"Seraphina, bisakah kamu meninggalkan aku dengan cucuku sebentar? Ada hal yang harus aku bicarakan dengannya. Penting."

Seraphina menoleh ke arah Noah sebentar. Dia tampak khawatir. Dia takut Noah akan dimarahi habis-habisan oleh sang nenek.

"Pergilah!" ucap Noah. Dia melepaskan pegangan tangannya dari tangan Seraphina.

"Aku khawatir," kata Seraphina.

"Nana tidak akan melakukan apa-apa padaku. Aku ini cucu satu-satunya," balas Noah.

Seraphina mengangguk. Dia akhirnya meninggalkan sepasang cucu dan nenek itu hanya berdua saja.

Ruangan hening sejenak. Hanya ada tatapan tajam yang saling menyorot satu sama lain. Dan, plak!

Wajah Noah terkena lemparan bantal sofa. Tepat sasaran.

"Dasar bodoh!" kata sang Nenek dengan nada kesal. "Kau ini memang payah sekali. Masa' mendapatkan hati perempuan yang kamu suka saja kamu tidak bisa?"

"Aku sedang berusaha, Nana." Noah memutar bola matanya malas.

"Dengan cara melakukan pernikahan sandiwara seperti sekarang?"

"Apa boleh buat?" Noah mengangkat bahunya. "Hanya ini satu-satunya cara untuk mengikat dia di sisiku."

Kemudian, sang nenek berpindah ke dekatnya.

"Berapa lama pernikahan sandiwara kalian berlangsung?"

"Dua tahun."

"Itu waktu yang sangat cukup untuk menghasilkan anak. Bagus!!!" seru sang nenek bersemangat. "Berarti, kau hanya perlu menghamilinya agar dia tidak bisa pergi meninggalkan mu. Mulai sekarang, biarkan Nana yang mengambil alih. Nana akan memastikan agar kamu bisa tidur dengannya secepat mungkin."

Mendengar itu, Noah tertawa kecil.

"Nana tidak perlu melakukan itu," bisik Noah.

"Maksudmu, apa?" tanya sang nenek tak mengerti.

"Sebenarnya... Aku sudah tidur dengannya."

"Secepat ini?" tanya sang nenek tak percaya.

"Nana, bukankah cucu Nana ini sangat tampan dan menggoda? Tentu saja Seraphina juga tak bisa menolak pesonaku. Dia hanya pernah terluka makanya dia masih berusaha menahan agar aku tidak bisa memasuki hatinya. Tapi, pelan-pelan, aku pasti bisa menyusup masuk saat aku mampu meyakinkan bahwa aku dan dua pria brengsek itu sangat berbeda. Aku pria tampan, seksi, dan kaya raya, sementara mereka hanya pria biasa yang tak punya apa-apa."

1
Muft Smoker
lanjuuuut kaak ,,
Muft Smoker
dalam mimpi mu pun Noah ogah kalani ,,
😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,
Rahmawati
wkwkwkwkk, Marco tergoda bujuk rayu iblis noah
Rahmawati
bagus sera km harus lawan ketidakadilan yg selama ini km dapatkan
Rahmawati
matahari terbitnya itu maksudnya sera ya.
semoga sera dapet pria yg mencintainya dengan tulus
Rahmawati
apa sera beneran anak kandungnya,, kok perlakuannya beda bgt
Rahmawati
sera mending pergi aja, gk ada yg saya sm km
Rahmawati
wow, masak lebih bela mantan daripada istri sendiri
Rahmawati
baru baca, menarik🥰
Yatun NabaNabi
menggatalah dia,
hihhhhh dasar ulat bulu
Aidil Kenzie Zie
dasar jalang nggak bisa liat yang bening dikit 😡😡😡
partini
tuh betul kan menggatal lagi OMG ga sadar diri lobang udah kaya terowongan Casablanca 🤦
Noah do something lah yg ekstrim ga usah bilang ke Sera dia terlalu lemah lembut kaya lelembut no good
Ma Em
Heran dgn si Kalani apa saja yg Sera punya selalu saja ingin merebutnya pertama Arsen pacar Sera direbut kedua Kaivan sdh direbut juga sekarang Noah mau direbut juga tapi mana mungkin Noah Sudi pada Kalani , Sera tunjukan pada kedua orang tuamu juga kakakmu bahwa hdp Sera jauh lbh baik dan bahagia tinggal bersama Noah agar Kalani nanti bisa mati berdiri karena hatinya yg kotor selalu iri pada Seraphina .
Arieee
si kalani gatallllllll👎
Riri DH
Sera bakal jadi istri yg ga akan marah kalo Noah simpen handuk basah diatas kasur. Soalnya dikasih uang jajan lebih dari 200 jt😂
EkaYulianti
si gatal sedang bermimpi🤣
Turi77 Turi77
ini cewe bnr"gila semua lki yg jdi ipar nya di minta seperti barang saja, apakah Noah akan seperti kaivan jga
ryuka
diihhh beneran gila si kalani.. untung noah pintar ga kaya kaivan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
nunggu moment kaivan tersadarkan dari kebodohan nya milih batu kerikil 🤭🤭🤭🤭🤭
Vie
kalau itu terjadi... mari kita tertawa berjamaah ya Sera 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sekali2 tidak apa2 kali tertawa diatas penderitaan orang lain... 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!