NovelToon NovelToon
5 Tahun Pasca-Cerai

5 Tahun Pasca-Cerai

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:633.1k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.

Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.

Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.

#anakrahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Kasihan Sekali Anakmu

Keesokan paginya, Cynara mengajak Naren pergi ke pasar tradisional. Ia hanya ingin membeli beberapa kebutuhan rumah, terutama buah-buahan, sayuran, dan makanan kesukaan Naren.

Tangannya menggenggam tangan kecil putranya.

“Mama, nanti beli jeluk, ya?”

Cynara tersenyum. “Boleh. Tapi jangan terlalu banyak.”

“Kan buat Tenyu juga, Ma ...”

“Iya, tapi secukupnya aja.”

Naren mengangguk patuh. “Baik.”

Mereka berjalan melewati deretan kios yang mulai ramai.

Suara pedagang menawarkan dagangan bercampur dengan suara pembeli yang sedang menawar harga.

Cynara sesekali berhenti untuk memilih sayuran. Setelah selesai, mereka pindah ke kios lainnya.

Namun, sebuah suara memanggil. “Tante Cynara?”

Langkah Cynara terhenti. Ia menoleh. Seorang anak laki-laki berdiri tidak jauh darinya. Tubuhnya sudah lebih tinggi dan besar dibanding lima tahun lalu.

Cynara masih mengenali wajah itu. “Liam?”

Anak laki-laki itu langsung tersenyum lebar. Kemudian berlari menghampirinya. “Tante Cynara!”

Cynara bahkan belum sempat bereaksi ketika Liam bahkan tidak peduli pada tatapan orang-orang di sekitar mereka. Ia langsung berlari dan memeluk Cynara seolah lima tahun bukan waktu yang cukup untuk membuatnya melupakan perempuan yang dahulu selalu berada di sisinya.

Tubuh Cynara sedikit terhuyung. Namun, tangannya segera terangkat dan mengusap rambut Liam.

“Liam?”

Liam melepaskan pelukannya. “Ini benar-benar Tante Cynara? Syukur lah, akhirnya aku bertemu Tante juga.”

Cynara tersenyum. “Liam sudah besar sekali.”

“Aku kan sekarang sudah delapan tahun.”

Cynara langsung teringat masa lalunya. Lima tahun yang lalu anak itu baru berusia tiga tahun.

Dulu, Cynara lah yang mengurus Liam. Memandikannya, menyuapinya dan menemaninya bermain. Bahkan ketika Liam sakit, Cynara yang sering berjaga di sampingnya.

Namun, setelah perceraian dengan Anugrah, ia harus meninggalkan rumah itu. Dan bersama itu juga ia juga harus meninggalkan Liam.

“Aku kangen Tante,” kata Liam.

Cynara tersenyum lembut. “Tante juga kangen.”

“Kenapa Tante tidak pernah datang lagi?”

Pertanyaan sederhana itu membuat senyum Cynara sedikit meredup.

Ia tidak mungkin menjelaskan semua masalah orang dewasa kepada seorang anak.

“Karena Tante udah pindah rumah sekarang.”

Liam mengangguk. Kemudian matanya tertuju kepada anak kecil yang berdiri di samping Cynara.

“Ini siapa, Tante?”

Cynara tersenyum. “Ini anak Tante.”

Liam membungkuk sedikit agar sejajar dengan Naren. “Namanya siapa? Kok mirip Om ya?”

“Nalen.”

"Naren," ujar Cynara memperbaiki. Cynara tersenyum tipis mendengar komentar Liam yang mengatakan Naren mirip Anugrah.

“Halo, Naren.”

Naren memandang Liam beberapa detik. “Halo.”

“Kamu itu adikku...”

Naren menggeleng. “Bukan.”

Liam tertawa. “Kok, bukan?”

Naren menggeleng lagi. “Mama hanya punya Nalen.”

Liam ikut tertawa. “Oh, iya.”

Cynara tersenyum melihat percakapan mereka.

“Liam!”

Suasana hangat itu tiba-tiba berubah karena suara yang baru memanggil Liam dari belakang.

Liam menoleh. Senyumnya langsung menghilang.

Cynara pun membeku. Ia mengenal suara itu. Perlahan, ia memutar kepala menatap sang pemilik suara.

Seorang perempuan paruh baya berdiri beberapa langkah dari mereka. Dan benar, dia adalah ibu mantan suaminya.

Mata perempuan itu langsung tertuju kepada Cynara. Raut wajahnya berubah dengan seketika.

“Cynara?”

Cynara berdiri tegak. “Bu.”

Perempuan itu menatapnya dari atas hingga bawah. Kemudian matanya berpindah kepada Naren. Tatapannya berhenti cukup lama pada Naren.

“Jadi kamu masih tinggal di kota ini? Ibu pikir, kamu udah kembali ke desamu...”

Cynara memilih untuk diam.

Liam tampak bingung. “Bagus dong, Oma.”

Perempuan itu tidak menjawab Liam.

“Bagaimana perasaanmu setelah bercerai dengan Anugrah? Sekarang jadi pengasuh?" sindirnya.

Cynara menarik napas perlahan. Ia ingin mengatakan ini adalah anaknya, tapi ternyata dia lebih memilih tak menceritakan apa-apa. “Saya baik-baik saja, Bu.”

“Benarkah?” Perempuan itu tersenyum tipis.

"Oma, itu anak Tante Cynara, namanya Naren," sela Liam.

Mantan mertuanya sedikit tersentak, sudut bibirnya sedikit naik. “Ibu kira setelah bercerai dengan Anugrah, hidupmu akan lebih sulit. Ternyata, diam-diam kau menikah lagi?”

Cynara hanya tersenyum tipis.

“Kamu mendapat suami yang miskin ya? Sampai-sampai hanya belanja di pasar yang murah seperti ini.”

Perempuan itu melirik pakaian Cynara, sangat sederhana.

“Duh, kasihan sekali anakmu, tak pernah masuk mall kan?”

Cynara tetap tenang. Karena memang begitu. Bagi mereka, Cynara hanya wanita miskin yang tak akan mungkin naik kelas.

Kilatan kenangan selama hidup menjadi menantunya kembali beruntun muncul bagai kaset rusak. Ketika semua masih lelap, ia harus bangun. Menyiapkan sarapan. Membersihkan rumah. Mencuci pakaian. Mengurus Liam. Memasak.

Dan ketika semua selesai, Cynara masih harus mendengar keluhan karena dianggap tidak becus dalam melakukan pekerjaan rumah.

Tiga tahun menjadi istri anaknya, tetapi lebih sering merasa seperti pembantu yang diupah dengan hinaan.

Cynara menunduk sebentar. Kemudian kembali mengangkat wajah. “Kalau Ibu sendiri, kenapa belanja di sini?”

Ia tersenyum tipis. “Apa sudah jatuh miskin? Tidak dikasi uang sama Mas Anugrah atau Mbak Danisha kah?"

Wajah perempuan tua itu membeku. “Kamu? Berani berkata begitu?"

“Iya.” Cynara mengangguk.

“Dulu, meski saya diperlakukan bagai pembantu, saya tetap hormat karena Ibu adalah orang yang melahirkan suami saya. Tapi sekarang, maaf ... sudah tak ada lagi rasa hormat itu."

Ibu Anugrah menautkan kedua alis. "Kau sekarang benar-benar kurang ajar!"

"Maaf ya, Bu ... Terserah Ibu mau bilang apa. Yang jelas, setelah keluar dari rumah itu, aku sudah bebas."

Perempuan paruh baya itu menunjuk Cyrana dengan tatapan tajam. “Jangan bicara seolah-olah keluarga kami telah menyakitimu.”

Cynara menyadari ada Liam yang memperhatikan percakapan mereka. Namun, Cynara tidak ingin pertengkaran terjadi di depan anak itu.

“Sudah lah, Bu. Semakin aku bicara, semakin salah di mata Ibu.”

Perempuan itu mendengus. “Berani sekali kau pada orang yang sudah memberimu tempat tinggal selama ini?"

Cynara menatapnya. “Tempat tinggal?” Cynara tersenyum hambar. “Saya memang mengira sedang tinggal bersama keluarga suami.”

Ia menggenggam tangan Naren. “Ternyata selama tiga tahun itu, saya hanya sedang dijadikan pembantu gratisan oleh kalian semua.”

Perempuan tua itu langsung terdiam.

Cynara tidak melanjutkan dengan kemarahan. Justru suaranya semakin tenang. “Dulu saya menerima semuanya karena saya pikir itu kewajiban saya sebagai istri.”

Ia mengusap kepala Naren. “Sekarang saya mengerti, menjadi istri bukan berarti harus kehilangan harga diri.”

Mantan mertuanya menatap dengan tajam.

Liam tiba-tiba menggenggam tangan Cynara. “Tante… Lari Tante ...” Liam menatap neneknya bergantian dengan Cynara dengan tatapan cemas.

Cynara menoleh. “Kenapa Tante harus lari Liam?”

“Aku takut Tante dipukul Oma.”

Cynara mengusap kepala Liam. “Kamu jangan khawatir Liam. Oma tak akan berani memukul Tante."

Akhirnya, perempuan tua itu semakin geram. “Liam.”

Anak itu menoleh.

“Pulang!”

Liam tampak enggan. Ia kembali memeluk Cynara. “Besok ketemu lagi ya,Tante?”

Cynara mengusap rambutnya. “Pasti, kita pasti akan bertemu kembali." Cynara tersenyum dingin melirik mantan mertuanya.

Liam akhirnya melepaskan pelukan. Sebelum pergi, ia menatap Naren. “Dadah, Naren.”

Naren melambaikan tangan. “Dadah.”

*bersambung*

1
Aidil Kenzie Zie
udah di vote y kakak cantik 🥰🥰🥰 nggak ngeh notifnya dari maren 🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie: Ok tor cus kita kesana 🥰🥰🥰
total 2 replies
Dewa Nara
makanya jujur, anugrah 😄
Zaichik Rania
si anugrah ini begi atau gimana yah bukannya deketin anak pelan ² ini mlh mau di paksa pake jalur hukum lg liat dulu siapa lawanmu
Dewa Nara
masih nyimak Thor
SoVay: semoga betah kak, udah tamat loh 🙏
total 1 replies
arielskys
akhirnya tamat juga 😭😭
senja
cynara sifat mu tidak cocok untuk diriku, klu aku senggol dikit langsung bacok😏
Cindy Aulia
apa ini keponakan gadiza?
Safira Aurora
alvin jangan gitu, tak semua kisah itu akan berakhir sama
Amrul Syam
bagus, dan mamdiri
Yo Iku
coba kl si anu udah punya anak sm gadiza,apa bakal di rebut tu bocah, mungkin di akui pun tidak
SoVay: wehehehe, nanti ada aja karma yang akan datang kak. terima kasih udah kasih aku tips koin ya kak. kakak orang pertama yg kasih aku koin ❤️😭
total 1 replies
Anwa
Plis ngakak tor, lucu banget sih nateh
Aina Senja
mampir thor
SoVay: semoga suka dan betah kak
total 1 replies
Yulvita Darnel
cerita yang sangat menyentuh, alurnya ringan dan mudah dipahami. selalu Thor terus berkarya jangan pernah patah semangat.💪💪💪💪
echa purin
👍👍
Indra Wahyu Rianti
berharap ada boncap ternyata beneran selesai. krn ceritanya sebagus itu
SoVay: terima kasih kakakku ❤️❤️ soalnya udah ngga tau mau ditulis apa lagi kak 🙈
total 1 replies
Indra Wahyu Rianti
emang dulu kania hamil keanu, alvin gak gitu bi?
Yulvita Darnel
tempat kami di Jambi juga kabut asap .
Indra Wahyu Rianti
ngenes sekaligus bahagia ngeliatnya. mnrtku seharusnya cynara gak harus sp jatuhin anugrah krn cynara sdh mendapat balasan dg kehidupan yg lbh baik sdh mendapatkan alvin suami yg balik mertua yg baik. gadiza jg gak salah. kl begini kasian jg dg kehidupan gadiza. setidaknya bapaknya naren hidupnya baik gak susah.
anugrah jatuh bukan krn jatuh sendiri tp ada upaya menjatuhkan.
hidup berdampingan aja.yg penting gak saling menggangu
Indra Wahyu Rianti
gokil keluarga anugrah. mereka yg secara tidak langsung merusak hidup anugrah, pas diminta bantuan begitu jawabannya 🤦‍♀️
Indra Wahyu Rianti
author sumatera dmn? saya di padang. jg terdampak. smg daerah author segera pulih.
SoVay: aaamiiin...salam urang awak bunda ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!