Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 09
Di tengah rasa kebingungan, tiba-tiba muncul ingatan tentang pemilik asli sedang berduaan dengan Rehan terlintas di benaknya. Ternyata wanita itu memang berselingkuh dari suaminya, dan dia baru mengetahui hal itu sekarang.
Tanpa Serina sadari, Cristian sempat melihat nama si penelepon dan isi pesan yang masuk ke ponselnya. Ekspresi pria itu berubah. Wajahnya yang semula tenang kini terlihat lebih datar dari biasanya.
Entah mengapa, Serina merasakan bulu kuduknya meremang. Dia menoleh dan mendapati suaminya sedang menatap layar ponselnya dengan sorot mata dingin.
Cristian tiba-tiba tertawa pelan. "Heh..."
Tawa itu terdengar rendah dan sinis, membuat Serina semakin tidak nyaman. Cristian mengangkat ponsel itu sedikit, cukup untuk melihat nama yang tertera di layar.
"Rehan?" ulangnya dengan nada mengejek.
Jantung Serina langsung berdebar lebih cepat. "Tunggu, aku bisa jelaskan—"
Namun Cristian tidak memberinya kesempatan. "Kamu memang tidak bisa berubah."
Pria itu menyeringai tipis. Senyum yang sama sekali tidak mengandung kehangatan.
"Bahkan sekarang sampai terang-terangan seperti ini."
Serina membuka mulut, tetapi tidak tahu harus mengatakan apa. Dia sendiri bahkan tidak mengenal Rehan yang dimaksud.
Cristian mengembalikan ponsel itu ke meja dengan gerakan santai. "Kalau ingin bermain, setidaknya cari cara yang lebih cerdas."
Ucapan itu terdengar seperti tamparan. Setelah mengatakan hal tersebut, Cristian berbalik menuju pintu keluar kamar.
"Cristian!"
Serina refleks memanggilnya. Langkah pria itu terhenti sesaat, tetapi dia tidak menoleh.
"Ada lagi?" tanyanya dingin.
"Aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi, aku tidak mengenalnya."
Cristian terkekeh pelan. "Aku sudah terlalu sering mendengar alasan seperti itu."
Setelah itu, dia kembali melangkah meninggalkan ruangan tanpa sedikit pun menoleh ke belakang.
Pintu tertutup dengan suara pelan. Meninggalkan Serina yang berdiri mematung seorang diri.
"Arggg, sial! Gagal lagi." Serina mengacak rambutnya frustrasi. "Oke, mungkin hari ini gagal menggodanya, tapi aku pastikan besok dan hari-hari lainnya akan berhasil."
Gumamnya sambil menatap tajam pesan dari Rehan yang masih terpampang di layar.
"Awas kamu! Nanti aku kasih pelajaran."
Serina terus menggerutu, tetapi tangannya tanpa sadar memegang dada kirinya. Jantungnya berdegup semakin kencang.
"Kenapa dengan jantungku?"
Ini adalah pertama kalinya dia merasakan perasaan seperti itu. Di kehidupan sebelumnya, Serina bahkan belum pernah berpacaran sekalipun karena kedua orang tuanya sangat protektif terhadap dirinya.
Untuk sesaat, bayangan wajah Cristian yang tertawa sinis sebelum pergi meninggalkannya kembali terlintas di benaknya.
Dan anehnya... Hal itulah yang membuat detak jantungnya semakin tidak terkendali.
***
Pagi harinya, Serina terbangun karena merasakan sesuatu yang lembut menepuk-nepuk pipinya.
"Bangun, Tuan Putri Pemalas."
Suara kecil itu membuat dahinya berkerut. Tidak mungkin itu suara anaknya? Jelas-jelas Arcelio masih bayi.Serina perlahan membuka mata, lalu menoleh ke samping.
Beberapa detik kemudian matanya membelalak lebar. "HAAAAAAA!"
Seekor kucing putih berbulu tebal langsung menutup kedua telinganya dengan cakar mungil.
"Ssst! Jangan teriak! Kamu mau membangunkan anakmu?"
Serina masih terpaku. Di hadapannya berdiri seekor kucing putih gemuk dengan mata biru besar. Yang lebih mengejutkan, kucing itu mengenakan dasi kupu-kupu berwarna kuning dan sedang berdiri dengan dua kaki belakangnya seperti manusia.
"HAAAAAAA!"
"Tolong hentikan!" protes kucing itu. "Gendang telingaku mahal!"
Serina menunjuk makhluk itu dengan tangan gemetar. "K-k-kamu... kucing?"
"Tentu saja aku kucing. Masa dinosaurus?"
"Kucing bisa bicara?!"
Kucing putih itu memutar bola matanya. "Aku bukan kucing biasa."
Belum sempat Serina bertanya lagi, refleks dia meraih tubuh gempal si kucing dan mencubit pipinya.
"Miaaaauuu!"
"Kamu nyata?"
"Tentu nyata! Lepaskan pipiku!"
Serina malah mengangkat tubuhnya lebih tinggi. "Kok empuk?"
"Itu lemak keberuntungan!"
"Ah, jadi memang kucing."
"AKU SISTEM!"
Serina terdiam. Lalu perlahan melepaskan kucing itu. Kucing putih tersebut jatuh ke atas kasur dan langsung memegangi pipinya dengan ekspresi tersinggung.
"Huh! Tuan rumah paling kasar yang pernah kutemui."
"Hahaha..." Serina tertawa hambar. "Kurasa aku benar-benar sudah gila sejak masuk ke dunia ini."
Kucing putih itu melompat mendekat. Melihat wajah serius Serina, dia tiba-tiba menjitak kening wanita itu.
Tok!
"Aduh!"
"Nah, sekarang percaya aku nyata?"
Serina memegangi keningnya. "Kamu benar-benar menyakitiku, apa kamu tidak punya empati."
"Tentu saja aku punya. Aku sistem profesional yang sudah melalui uji coba banyak hal."
Serina kembali meraih tubuhnya. "Jangan-jangan kamu robot?"
"Bukan!"
"Boneka hidup?"
"Bukan!"
"Siluman?"
"Bukan juga!"
"Lalu apa?"
Kucing putih itu mengangkat dadanya dengan bangga. "Aku sistem legendaris nomor satu di seluruh alam semesta."
"Halah."
Kucing itu langsung cemberut.
Setelah suasana sedikit tenang, Serina akhirnya menarik napas panjang. "Baiklah. Siapa sebenarnya kamu?"
Kucing putih itu tersenyum lebar. "Namaku Mochimochi."
"..."
"..."
Serina menatapnya selama beberapa detik. Lalu pecah tertawa. "Hahahahahaha!"
Mochimochi langsung memasang wajah kesal. "Kenapa kamu tertawa?"
"Namamu lucu sekali."
"Itu nama yang sangat menggemaskan!"
"Hahaha, justru itu yang lucu."
Mochimochi mendengus sombong. "Aku tahu. Aku memang menggemaskan."
Serina sampai mengusap sudut matanya yang berair karena terlalu banyak tertawa.
"Oke, Mochimochi. Jadi apa tugasmu di sini?"
Mochimochi langsung duduk tegak. "Aku datang untuk membantumu."
"Membantuku?"
"Tentu saja. Bukankah ini dunia transmigrasi? Tokoh utama selalu mendapatkan sistem sebagai bantuan menjalani perannya."
Serina mengangguk pelan.
Masuk akal. Dia saja bisa masuk ke tubuh orang lain. Tidak aneh jika ada sistem yang bisa berbicara di dunia ini.
"Sebenarnya aku ingin muncul sejak hari pertama kamu datang ke dunia ini," lanjut Mochimochi. "Tapi ada sedikit gangguan saat proses transfer data."
"Transfer data?"
"Kamu tidak perlu memahaminya."
"Baiklah."
Mochimochi mengibaskan ekornya dengan bangga. "Tugas utamaku adalah membantumu meluluhkan pria dingin bernama Cristian dan membantu anak dari pemilik tubuh ini mendapatkan kasih sayang yang layak."
Serina langsung menyipitkan mata. "Meluluhkan Cristian?"
"Iya."
"Kedengarannya sulit."
"Sangat sulit."
"Kenapa kamu malah setuju?"
"Kamu pikir aku yang membuat misinya?"
Serina terkekeh pelan. Lalu tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Tunggu."
"Hm?"
"Kenapa aku bisa berada di tubuh ini?"
Ekspresi Mochimochi mendadak berubah serius. Kucing putih itu menundukkan kepalanya sejenak.
"Karena ada seseorang yang memintanya."
"Siapa?"
"Pemilik tubuh ini."
Serina terdiam.
"Dia memiliki satu keinginan yang sangat kuat."
"Apa itu?"
Mochimochi mengangkat kepalanya. "Membiarkan anaknya merasakan kasih sayang seorang ibu, karena dia tidak bisa memberikan hal itu."
Ruangan itu mendadak terasa sunyi. Untuk pertama kalinya sejak bertemu sistem aneh tersebut, Serina tidak mampu tertawa. Karena kini dia mulai memahami... bahwa ada alasan menyedihkan di balik keberadaannya di dunia ini.
"Kenapa harus aku?" Tanya Serina heran.
Dia saja masih single di kehidupan sebelumnya, bagaimana bisa dia malah terseret ke dalam dunia ini.
"Karena kamu layak memerankannya."
.. pelan pelan sajaaaaa 🎵🎶🎵
mulai berpihak ke serin kamu cris🫶
novel kmrin blm selesai thor
cerita mu makin seruuu
ada sistem aseekkkk... bisa bantu seina menjinakkan Cristian 😁😁😁😁
ayoooo semangat update. aku maraton nih bacanya😁
lama lama kalau diperlakukan baik lemah lembut Cristian juga akan luluh yaa gaaakkkk😄😄😄
bagus si Serina, ambil hati suamimu. kalau ga bisa cara halus cara kasar aja. terjang 🤣🤣🤣