NovelToon NovelToon
Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Balas dendam pengganti
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Badai, Buku Emas, dan Kolam Dingin

​Suara isak tangis di luar mansion Minerva Syndicate terdengar seperti nyanyian kematian yang membosankan bagi Livana. Di dalam aula utama, peti mati mahagoni berlapis perak itu masih terbuka. Di dalamnya, Sylvester Minerva terbujur kaku dengan setelan jas hitam terbaiknya.

​"Nona Livana, waktu pemakaman sudah lewat dua jam," ucap asisten kepercayaan ayahnya, Marco, dengan suara rendah. "Para ketua cabang sudah menunggu. Anda harus merelakan Tuan Besar."

​"Merelakan?" Livana membalikkan badannya. Matanya merah, namun tidak ada air mata. Hanya ada kilat kemarahan yang dingin. "Siapa yang mengizinkan kalian menguburnya?"

​"Tapi, Nona—"

​"Aku bilang, jangan ada yang menyentuh peti itu!" bentak Livana, membuat beberapa pria berjas hitam di ruangan itu tersentak mundur. "Papa tidak mungkin mati karena serangan jantung mendadak. Mustahil! Tidak ada bekas racun, tidak ada luka tembak. Ketua mafia legendaris mati seolah dia hanya orang tua biasa yang kelelahan? Kalian pikir aku bodoh?!"

​Marco menunduk, tidak berani menatap mata putri tunggal Sylvester yang terkenal barbar dan cerdas itu. "Hasil autopsi dokter organisasi menyatakan demikian, Nona. Kita harus segera mengumumkan kepemimpinan Anda agar wilayah utara tidak goyah."

​Livana mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya memutih. "Urus administrasi sialan itu. Mulai hari ini, aku yang memegang kendali Minerva Syndicate. Tapi pemakaman ini... ditunda sampai aku menemukan bajingan yang melenyapkan Papaku."

​Tanpa mendengar jawaban Marco, Livana melangkah lebar meninggalkan aula. Langkah kakinya menghentak keras di atas lantai marmer, menuju lantai atas—ke dalam kamar pribadi Sylvester yang selama ini menjadi area terlarang bagi siapa pun.

​Brak!

​Livana menutup pintu kamar itu dengan kasar, lalu menguncinya. Sunyi langsung menyergap. Aroma cerutu dan parfum kayu cendana milik ayahnya masih tertinggal pekat di udara, membuat dada Livana terasa semakin sesak.

​"Papa... kenapa rasanya sekosong ini?" bisik Livana. Bahunya yang tegap perlahan merosot. Di depan anak buahnya, ia adalah singa betina yang siap menerkam. Namun di kamar ini, dia hanya seorang putri yang kehilangan arah.

​Ia berjalan mendekati meja kerja ayahnya. Berantakan. Sylvester bukan tipe orang yang membiarkan dokumen berserakan. Saat jemari Livana menyentuh laci meja yang sedikit terbuka, matanya menangkap sesuatu yang asing. Sebuah buku dengan sampul emas tebal, dihiasi ukiran tulisan kuno yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

​Livana menarik buku itu. Tekstur sampulnya terasa hangat, seolah memiliki denyut nadi sendiri. Saat ia membuka halaman pertama, sebuah tulisan tangan yang anggun menyapa matanya:

​Untuk Sylvester-ku tersayang... — D.

​"D?" Livana mengernyitkan dahi. "Siapa D? Papa tidak pernah punya wanita dengan inisial ini. Siapa kau sebenarnya?"

​Wusss!

​Tiba-kira, angin kencang berembus masuk, menghantam jendela kaca kamar hingga terbuka lebar. Tirai-tirai beludru hitam melambai liar. Langit yang tadinya cerah berawan dalam sekejap berubah menjadi gelap gulita, bergulung-gulung dengan awan hitam yang pekat.

​Livana mencengkeram buku emas itu erat-erat ke dadanya. Rasa frustrasi dan kesedihan yang ia tahan sejak pagi akhirnya meledak.

​"Papa! Kamu tidak boleh mati begitu saja tanpa menunjukkan arah untukku dulu!" jerit Livana ke arah jendela yang terbuka, suaranya beradu dengan gemuruh guntur di langit. "Kau mendidikku jadi monster, lalu kau pergi tanpa pamit?! Kembali, Pak Tua! Kembali!!"

​JEDARRR!

​Sebuah kilatan petir raksasa menyambar langsung ke dalam kamar melalui jendela yang terbuka. Cahaya putih menyilaukan membutakan pandangan Livana, disusul oleh rasa panas yang membakar seluruh tubuhnya. Detik berikutnya, buku di pelukannya bersinar terang, menarik kesadaran Livana ke dalam kegelapan total yang menyedot tubuhnya masuk ke dalam lembaran-lembaran kertas emas itu.

​"Uhuk! Blub... Uhuk!"

​Dingin. Sangat dingin.

​Kesadaran Livana kembali dengan rasa sakit yang menusuk di dadanya akibat paru-parunya yang kemasukan air. Matanya yang mendadak terbuka hanya bisa melihat air berwarna biru jernih di sekelilingnya, dengan permukaan air yang berada beberapa meter di atas kepalanya.

​'Aku... tenggelam?' batin Livana panik. Insting mafianya langsung mengambil alih. Ia menggerakkan kaki dan tangannya, mencoba berenang ke atas. Namun, gaun satin panjang berlapis-lapis yang dipakainya terasa sangat berat, menariknya kembali ke dasar kolam.

​Byurr!

​Seseorang melompat ke dalam air, menarik lengannya dengan kasar, dan menyeret tubuhnya ke permukaan.

​"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Livana terbatuk-batuk hebat di tepi kolam, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Kepalanya berdenyut seolah mau pecah, dan seketika itu juga, gelombang ingatan asing yang bukan miliknya merangsek masuk ke dalam otaknya.

​Bellamy Guinevere... Gadis manja... Bucin setengah mati pada Javier Enrique... Sengaja melompat ke kolam karena Javier menolak menemaninya ke pesta gala malam ini...

​"Sialan, apa-apaan ini?" gumam Livana, suaranya terdengar jauh lebih melengking dan manja daripada suara aslinya. Ia menatap tangannya yang putih, kurus, dan halus tanpa kapalan bekas memegang senjata. Ini bukan tubuhnya.

​"Bellamy! Kau gila, ya?!" sebuah suara bariton yang dingin dan penuh kejengkelan terdengar dari atasnya.

​Livana mendongak. Seorang pemuda tampan dengan setelan jas mahal berdiri di sana, menatapnya dengan pandangan muak dan jijik. Rambutnya agak basah karena baru saja menolongnya—atau lebih tepatnya, terpaksa menolongnya agar tidak ada mayat di kediamannya.

​"Javier?" celetuk Livana spontan, membaca ingatan dari tubuh Bellamy.

​"Berhenti melakukan drama murahan seperti ini, Bellamy!" bentak Javier Enrique, melangkah mundur seolah-olah menyentuh Bellamy adalah sebuah nasib sial. "Kau pikir dengan mengancam bunuh diri di kolam rumahku, aku akan berubah pikiran dan mau menjadi pasanganmu di pesta gala? Menjijikkan. Sifat manjamu ini benar-benar membuatku muak!"

​Livana tertegun sejenak. Ia melihat ke sekeliling. Beberapa pelayan dan dua pemuda lain—Tobias Frost dan Damian Lorakalyn—berdiri agak jauh, menatapnya dengan tatapan meremehkan yang sama. Di samping mereka, seorang gadis cantik berpakaian sederhana menatapnya dengan mata berkaca-kaca penuh simpati yang terasa sangat palsu. Lucianna.

​Otak cerdas Livana langsung menyambungkan semua titik gerundel ingatan di kepalanya.

​'Aku masuk ke dalam buku... Buku novel sialan yang dibaca Papa? Dan aku jadi Bellamy, si figuran bodoh yang mati tragis?' batin Livana. Detik itu juga, kesedihannya atas kematian ayahnya menguap, digantikan oleh rasa dongkol yang luar biasa.

​Javier yang melihat Bellamy hanya diam terpaku, mengira gadis itu sedang menyusun rencana drama baru. "Kenapa diam? Pulanglah ke rumahmu. Dan jangan pernah injakkan kakimu di mansion Enrique lagi. Pengawal, usir dia!"

​Livana perlahan bangkit berdiri. Meskipun tubuh Bellamy ini lemas dan gemetar karena kedinginan, Livana menegakkan punggungnya. Tatapan matanya yang tadinya kosong khas Bellamy yang patah hati, tiba-tiba berubah menjadi sedingin es, setajam belati yang biasa ia gunakan untuk menginterogasi pengkhianat.

​Javier yang melihat perubahan tatapan itu sempat tertegun sesaat. Ada sesuatu yang aneh dari Bellamy hari ini.

​"Kau..." Livana melangkah maju satu kali, mengabaikan air yang menetes-netes dari gaun mahalnya. "Siapa namamu tadi? Javier?"

​"Kau amnesia setelah tenggelam, hah?!" cibir Damian dari kejauhan. "Berhenti berakting, Bellamy!"

​Livana tidak memedulikan Damian. Ia menatap Javier tepat di manik matanya, lalu terkekeh rendah—sebuah kekehan sinis yang membuat bulu kuduk Javier meremang tanpa alasan.

​"Dengar ya, Pemuda Sombong," ucap Livana dengan nada tenang namun sarat ancaman. "Aku melompat ke kolam ini karena kakiku terpeleset, bukan karena mengharapkan cinta murahanmu itu. Pesta gala? Menjadi pasanganmu?"

​Livana maju selangkah lagi, memperkecil jarak mereka hingga Javier bisa melihat kilat berbahaya di mata gadis yang biasanya selalu menangis di depannya ini.

​"Bahkan jika kau berlutut dan memohon di kakiku sambil menyerahkan seluruh harta keluargamu, aku tidak akan sudi pergi bersamamu. Kau... tidak lebih dari sekerikil kecil di jalananku. Mengerti?"

​"Kau—!" Wajah Javier memerah padam karena terkejut dan marah.

​Tanpa menunggu balasan dari pria-pria konglomerat yang kini melongo syok itu, Livana membalikkan badannya dengan anggun. Ia memeras ujung gaunnya yang basah, lalu melangkah lebar meninggalkan area kolam renang dengan gaya seorang ratu dunia bawah yang baru saja memenangkan wilayah baru.

1
umie chaby_ba
ini novelnya bocor kemana-mana 🤭🤣
umie chaby_ba
waduh... takut james cepet mati nih..
umie chaby_ba
paman? berarti dallas dan bellamy sepupuan dong/Slight/
Ariska Kamisa: kita tunggu yuk kelanjutan nya 🤭🤣♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
wah emang si sistemnya yang ingin diane mati kayanya🤭
Ariska Kamisa: Harus nurutin alur sistem kak🤭
total 1 replies
Ariska Kamisa
Terima kasih untuk semua yang sudah meluangkan waktu membaca novel ini. Cerita ini saya tulis dengan sepenuh hati, menghadirkan perjalanan penuh emosi, konflik, dan perkembangan karakter yang saya harap bisa meninggalkan kesan bagi para pembaca. Semoga kisah ini dapat menghibur dan membuat kalian ikut tertawa, menangis, serta jatuh cinta pada setiap tokohnya. Selamat membaca, dan jangan ragu berbagi pendapat kalian di kolom komentar. Dukungan kalian adalah semangat terbesar bagi saya untuk terus berkarya. ❤️
umie chaby_ba
ondel-ondel nih jahat bae ga kapok kapok lah .
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
owalah... sahabat Javier kagak ada yang bener nih... mengambil kesempatan dalam kesempitan 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: iyah kasian javier yaa🤭🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
syukurin lu....
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan... dibuat semuanya bersangkutan,
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Diego costa lagi nih nambah..
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
nambah lagi aja nih nama dengan huruf depan D lagi.. Delara, Danila, Dallas siapa lagi hayo...
Ariska Kamisa: ayo siapa sebenarnya si D?🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
lucu sih ngelamar kok dua-duanya gitu,
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
bushet 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dew666
🔮
Ariska Kamisa: terimakasih love nya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
lanjut donk
Ariska Kamisa: otw ngedraft nih kak...
total 1 replies
falea sezi
D apakah dallas🤭🤣
Ariska Kamisa: stay read ya kak biar tau🤭.. soalnya banyak yang nama depannya D nih... 🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kesel banget sama javier ini/Right Bah!/
Ariska Kamisa: sabar kak..🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah danila di nikahi hanya untuk di jadikan babu? panggilannya aja tuan..
Ariska Kamisa: betul sekali dibawah ancaman Fernando sih kak
total 1 replies
umie chaby_ba
jangan-jangan D itu Dallas.. siapa sih thor... aku jadi penasaran inisial D nya ini namanya banyakan yang D nih 🤣
Ariska Kamisa: siapa ya???..🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
akan tiba nih malam yang ditunggu
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!