NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Emang dasar si Joni pemalas bukan main. Bukannya mandi terus berangkat kuliah, dia malah anteng selonjoran di kasur sambil asyik main HP, sesekali cengar-cengir lihat video pendek.

"Heh, semprul! Lo nggak kuliah?" bentak emaknya dari dapur. Wanita itu bukan emak biasa. Dulu dia adalah jawara brawler yang disegani, meski sekarang sudah pensiun.

"Males, Mak... ah. Nanti aja."

Hening... sekitar dua detik.

GLOMPRAAANG!

Sebuah panci melayang menembus ruang tamu.

SWIING!

Disusul centong besi yang meluncur bagai anak panah.

BLETAAK! DUAAAG!

"UWAAAHH! MAAAK! SAKIIITT!!" Joni berguling-guling sambil memegangi kepalanya yang benjol.

Emaknya sudah berdiri di ambang pintu dengan tangan berkacak pinggang. Urat di pelipisnya berkedut, tatapannya lebih mengerikan daripada dosen penguji skripsi.

"Heh! Dalam sejarah keturunan brawler, baru kali ini ada calon brawler paling males kayak lo! Bangun siang, kerjaannya rebahan, disuruh kuliah malah alasan mulu. Mau jadi apa masa depan lo, JONII?! Jangan-jangan nanti musuh ketawa duluan sebelum mukul lo!"

Joni hanya meringis sambil mengusap benjol di kepalanya.

"Ya... minimal musuhnya ketawa dulu, Mak. Berarti aku berhasil bikin dia bahagia..." gumamnya lirih.

"Aduh, mulutnya masih sempet ngelawak!"

PLAAAK!

Sandal jepit pun ikut melayang.

"Buruan mandi! Habis itu langsung berangkat ke kampus. Dasar bocah alay. Pemalas amat sih!" bentak emaknya sambil melipat tangan di depan dada.

"Iya, Mak... iya. Hadeh, galak amat, sih," gerutu Joni sembari mengusap jidatnya yang mulai benjol sebesar telur puyuh akibat serangan panci dan centong barusan.

Daripada benjolnya nambah satu lagi, Joni memilih menyerah. Ia buru-buru mandi, mengenakan seragam kuliah, lalu berangkat menuju kampus.

Joni tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Brawler di Kampus Sacred Gate, sebuah jurusan bergengsi yang mencetak para petarung garis depan. Di sana, para mahasiswa digembleng dengan latihan fisik tanpa ampun, duel setiap hari, dan berbagai teknik bertarung yang mengandalkan kekuatan otot, refleks, serta keberanian.

Masalahnya... jurusan itu sama sekali bukan pilihan Joni.

Yang memilihkan adalah emaknya.

Kalau boleh memilih, Joni lebih ingin masuk Jurusan Qigong. Menurutnya, jurusan itu jauh lebih santai. Tinggal belajar teori, menghafal mantra, mengolah energi spiritual, lalu pelan-pelan berkembang menjadi seorang Shaman kelas dewa. Nggak perlu tiap hari babak belur, adu bogem, atau pulang dengan tubuh penuh memar seperti para fighter.

"Enak, kan? Kerjanya cuma komat-kamit baca mantra, musuh langsung tumbang," gumam Joni sambil mengayuh motornya. "Lah ini... tiap hari disuruh gebuk orang. Digebuk balik pula. Nasib banget."

Joni melangkah lesu memasuki ruang latihan. Baru saja pintu terbuka, suara pukulan dan teriakan langsung memenuhi telinganya.

Bugh! Buk! Duk! Plak!

Di sudut kanan, dua mahasiswa saling bertukar tinju hingga bibir mereka berdarah. Di sisi lain, seorang siswa baru saja terpental menghantam matras setelah menerima tendangan telak. Pemandangan seperti itu sudah menjadi menu harian di Jurusan Brawler.

Dan itulah yang paling dibenci Joni.

"Hadeeh... kelas neraka. Here we go again. Asyuu..." keluhnya sambil menghela napas panjang.

Belum sempat mencari tempat untuk menyelinap, seorang pria bertubuh kekar dengan bekas luka melintang di pipinya sudah berdiri di hadapannya. Dialah Instruktur Johan, dosen praktik yang terkenal keras dan nyaris tak pernah tersenyum.

"Woy, Jon!" serunya lantang. "Hari ini lo sparing sama si Gondrong. You understand?"

Joni langsung meringis.

"Hah? Kenapa harus si Gondrong, Master? Sama yang lain aja, deh."

"Heh! Nggak ada acara nawar. Jadwal udah disusun dari kemarin. Cepat ganti seragam!"

"Iya... iya..." jawab Joni pasrah.

Dengan langkah gontai, ia menuju ruang loker. Tak lama kemudian, ia keluar mengenakan seragam Brawler Novice berwarna hitam-merah lengkap dengan sepasang sarung tinju standar berbahan kulit biasa.

Padahal, sebagai mahasiswa yang sudah lima bulan menempuh pendidikan di Jurusan Brawler, seharusnya Joni sudah mencapai Level 7 Brawler. Pada tingkat itu, para mahasiswa umumnya sudah menggunakan sarung tinju berbahan Iron, memiliki fisik yang jauh lebih kuat, bahkan mulai menguasai satu atau dua teknik bertarung dasar.

Namun Joni adalah pengecualian.

Karena terlalu malas berlatih dan lebih sering mencari alasan untuk menghindari sparing, perkembangannya nyaris jalan di tempat. Hingga hari ini ia masih bertahan di Level 4 Brawler, bahkan belum menguasai satu pun skill tempur. Statusnya di kelas pun sudah terkenal sebagai mahasiswa paling pemalas sekaligus paling sering pulang dengan kepala benjol.

"Ndrong, elap dulu tuh ingus. Nih, pakai tisu," ujar Joni sambil menyodorkan sebungkus tisu.

"Hehe... makasih, Jon," balas Gondrong dengan senyum polos.

Gondrong termasuk mahasiswa baru di Jurusan Brawler. Usianya sama dengan Joni, sama-sama delapan belas tahun. Tubuhnya juga cukup atletis. Sayangnya, ada satu hal yang membuat semua orang enggan berduel dengannya.

Entah karena alergi, sinus, atau memang penyakit bawaan, hidung Gondrong nyaris tak pernah berhenti meler. Mau cuaca panas atau dingin, ingusnya selalu siap menetes kapan saja.

"Woy, siap-siap di arena!" teriak Instruktur Johan.

Keduanya segera memasang kuda-kuda.

"Mulai!"

BUGH! BUG! BAK!

Sebagai mahasiswa yang lebih dulu masuk, Joni masih unggul dalam teknik. Beberapa pukulannya mendarat telak ke dada dan bahu Gondrong hingga pemuda gondrong itu terus mundur.

Namun ada satu masalah besar.

Setiap kali Joni melayangkan pukulan...

Ciplak...

Ingus Gondrong malah menempel di sarung tinjunya.

"Ih... jijik banget..." gumam Joni sambil meringis.

Karena terlalu fokus memperhatikan sarung tinjunya yang sudah belepotan lendir, konsentrasinya buyar.

"Itu dia! Jangan lengah!" bentak Instruktur Johan.

BUUGH!

Tinju Gondrong langsung menghantam pipi Joni.

Belum sempat Joni memulihkan keseimbangan...

BUG! BAK!

Satu pukulan lagi mendarat tepat di wajahnya.

Yang lebih parah, bukan cuma bogemnya yang sampai.

CIPRAT!

Setetes... dua tetes... ingus Gondrong ikut melayang dan mendarat tepat di pipi Joni.

Joni langsung membeku.

"..."

"..."

"WAAAHHH! ANJAY! NDRONG! Bogem lo masih bisa gue maafin... tapi kenapa bonus ingusnya ikut nyampe?!" teriak Joni sambil panik mengusap wajahnya.

Gondrong malah nyengir canggung.

"Hehe... maaf, Jon. Refleks..."

"Refleks pala lo! Tiap hari sparing begini, lama-lama gue bukan naik level Brawler... tapi kena rabies, jir!" teriak Joni, membuat satu ruangan latihan pecah oleh gelak tawa para mahasiswa lain.

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!