NovelToon NovelToon
Perisai Sang Mafia

Perisai Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Reigan Douglas hanya bisa patuh saat Kakek memaksanya menikahi Hana—gadis "kampung" bermata bulat. Pernikahan itu terasa datar dan mati. Bagi Reigan, kehadiran wanita itu hanya akan membatasi geraknya sebagai penguasa Odelgard.

Namun, segalanya berubah ketika sebuah peluru melesat dan nyaris menembus pelipisnya. Reigan pun menyadari satu fakta yang menghantam egonya: peluru penyelamat itu berasal dari senjata milik Vesper—sniper legendaris yang ternyata adalah Hana, istrinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 Pistol Glock

Hampir tengah malam.

Pembicaraan Reigan belum selesai dengan dua orang kepercayaannya, tapi dia harua membawa wanita ini pulang untuk lebih tenang bicara dengan mereka.

Suasana dalam kabin sunyi. Hana hanya bisa diam karena tidak ada yang bisa ia lakukan. Matanya melihat ke sekitar. Nico menunduk serius dengan laptopnya. Marco fokus ke jalanan karena dia menyetir. Reigan di sampingnya juga sedang terpaku pada tabletnya. Semua punya kegiatan masing-masing.

Namun,  Hana yang sejak tadi melihat ke luar merasa ada yang ganjil. Mobil di belakang sepertinya sejak tadi mengikuti mereka. Dia mencoba menegakkan tubuhnya perlahan karena takut mengganggu ketenangan ini.

"Percepat mobilnya, Marco. Kita lihat mereka mengikuti kita atau tidak," ujar Reigan. Ternyata pria ini sadar.

"Mobil warna hitam sebelah kiri, Bos?" tanya Marco sambil melihat kaca spionnya. Bahkan Marco pun tahu.

"Ya," sahut Reigan tenang.

Nico mendongak ke kaca spion. Dia menyipitkan mata ikut mencari tahu siapa yang mengikuti mereka.

Mereka waspada rupanya. Tidak salah. Mereka bukan kumpulan orang bodoh.

Dari gerakan yang pelan dan tenang, mobil itu mulai mengumpulkan tenaga sedikit demi sedikit, sampai akhirnya raungan halus mesinnya terdengar mantap dan kendaraan itu pun meluncur bebas.

Marco membawa mobil itu melaju lebih cepat daripada semula. Tak lupa bola matanya mengamati mobil belakang. "Ternyata mereka memang mengikuti kita Bos." Marco menyeringai. Itu terbaca karena saat mobil yang mereka tumpangi cepat, mobil mereka pun cepat. Bahkan tidak mendahului.

"Selama mereka tidak menembak, abaikan saja." Reigan bukan tipe pria yang mudah terprovokasi rupanya. Menghindari pertempuran yang tidak perlu juga merupakan strategi.

"Oke, Bos." Marco harus setuju. Mobil yang mereka tumpangi akhirnya melaju lebih cepat guna menghindari mereka.

DEZING!

Tiba-tiba suara tembakan peluru mengenai badan mobil. Tepat di sisi Hana duduk. Mata Hana melebar waspada. Untung saja mobil ini anti peluru. Namun benturannya terasa.

Reigan menoleh cepat pada Hana. "Menjauh dari jendela, Hana," perintah Reigan.

Hana patuh. Ia menggeser tubuhnya mendekat ke Reigan.

Rupanya mereka tidak sedang ingin berdamai.

Suasana di dalam kabin yang semula tenang kini berubah drastis menjadi tegang. Deru mesin mobil semakin membahana, beradu dengan detak jantung Hana yang mulai terpacu. Meskipun lapisan baja dan kaca anti peluru melindungi mereka, suara hantaman proyektil tadi menjadi peringatan keras bahwa ini bukan sekadar pengintaian biasa.

"Kurang ajar!" umpat Marco. Dia mencengkeram kemudi dengan urat-urat tangan yang menonjol. Ia tidak lagi sekadar mengemudi. Ini pertarungan. Dengan lihai, ia memecah kepadatan lalu lintas. Bahkan menggunakan mobil-mobil lain sebagai tameng alami.

"Nico, periksa nomor plat mereka." Perintah Reigan sambil mengawasi keadaan.

"Baik, Tuan!" Jari-jari Nico bergerak cepat di atas keyboard laptop. "Nomor plat palsu, Bos. Terdaftar atas nama perusahaan cangkang yang sudah tutup dua tahun lalu. Tapi sinyal pelacak menunjukkan mereka berasal dari sektor utara."

Hana mencoba menoleh ke belakang.

DEZING!

Satu peluru kembali menghantam badan belakang mobil. Kali ini, Marco tidak tinggal diam.

"Nico, buka sunroof. Beri mereka sedikit salam perkenalan," perintah Reigan tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya, yang kini menampilkan rute GPS area industri di depan mereka.

"Dengan senang hati, Tuan," sahut Nico.

Dia menekan tombol otomatis untuk membuka sunroof sembari membuka koper hitam di pangkuannya yang menampung sebuah senapan taktis siap pakai. Tanpa sedikit pun keraguan, ia berdiri di antara celah atap yang terbuka, membiarkan terpaan angin kencang menerjang wajahnya yang tetap datar tak berekspresi.

Dalam hitungan detik, ia membidik tepat ke arah mesin mobil pengejar dan melepaskan rentetan tembakan sebagai "salam" yang memicu percikan api di tengah jalanan, menunjukkan bahwa mengusik seorang Valerius adalah kesalahan yang fatal.

Hantaman peluru Nico membuat mobil di belakang mereka sempat goyang dan mengerem mendadak guna menghindari kerusakan mesin yang lebih parah. Memanfaatkan celah sempit dari keraguan musuh itu.

Marco membanting setir ke kanan secara tiba-tiba, membuat mobil hitam di belakang mereka kehilangan momentum sesaat. "Tahan posisi kalian! Aku akan mengambil jalur pintas di depan!" seru Marco di tengah suara decit ban yang memekakkan telinga.

"Hana, tetap tundukkan kepalamu," bisik Reigan pelan, suaranya kontras dengan kekacauan di luar.

Hana hanya bisa mengangguk kecil. Tangan pria itu membentengi area depan Hana agar wanita ini tidak terbentur. Reigan merasa wajib melindungi Hana meski tidak ingin.

Namun, strategi pelarian itu menemui jalan buntu. Begitu mereka keluar dari terowongan, sebuah truk kontainer sengaja melintang, menutup akses jalan sepenuhnya.

Marco menginjak rem sekuat tenaga. Ban mobil menjerit, meninggalkan bekas hitam panjang di aspal sebelum akhirnya berhenti hanya beberapa senti dari badan truk.

"Kita terjebak!" seru Marco.

"Brengsek," umpat Reigan tertahan.

Pintu-pintu SUV di belakang mereka terbuka. Belasan pria bersenjata keluar dan mulai menghujani Rolls-Royce itu dengan peluru. Suara dentuman logam yang dihantam timah panas terdengar seperti musik kematian.

"Keluar! Berlindung di balik pembatas jalan!" perintah Reigan. Ia menarik tangan Hana dengan paksa, membuka pintu mobil di sisi yang terlindungi dan mendorongnya keluar.

Adu tembak pecah. Reigan melepaskan tembakan dari balik pintu mobil, sementara Nico dan Marco membalas dengan rentetan peluru yang lebih agresif. Reigan merasa napasnya memburu karena Hana. Kehadiran wanita ini terasa seperti beban yang menghalangi gerakannya.

"Tetap di sana dan jangan angkat kepalamu!" bentak Reigan saat ia harus berpindah posisi untuk mengisi ulang peluru.

Di tengah kekacauan itu, seorang pria dari pihak musuh berhasil memutar lewat celah truk dan muncul tepat di belakang posisi Reigan. Reigan yang sedang fokus ke depan tidak menyadari bayangan yang mendekat dengan moncong pistol terarah tepat ke punggungnya.

DOR!

Hembusan angin panas yang menyengat melesat melewati pelipis Reigan. Pria itu terpaku sesaat. Ia merasa kulitnya perih—sebutir peluru baru saja menggores pelipisnya hingga darah segar mulai mengalir. Namun, yang lebih mengejutkan adalah pria yang berada di belakangnya tadi kini jatuh berdebam dengan lubang menganga di dahi.

Reigan memutar tubuhnya dengan cepat, tangannya sudah siap menembak siapa pun yang ada di sana. Namun gerakannya membeku.

Hana? Bola mata Reigan bergetar.

Wanita itu berdiri di samping mayat pria itu. Di tangannya terdapat pistol Glock yang ia ambil dari tangan mayat penyerang pertama yang tumbang di dekatnya. Wajahnya tetap datar, matanya kosong namun sangat fokus, seolah tidak ada satu pun saraf di tubuhnya yang bergetar karena baru saja mencabut nyawa.

Keheningan seketika menyelimuti Reigan di tengah riuhnya suara desing peluru yang masih saling bersahutan.

[ Pistol Glock ]

1
Riri
cemburu bang...😄
Idah Faridah
dtunggu thor up nya
Idah Faridah
ternyata hana bukan perempuan biasa👍
Lady Ve: Terima kasih Sudah mampir untuk baca🙏
total 1 replies
Riri
reigan ketagihan dialog sama Hana...
Riri
aura gadis desa itu...
Riri
POV Marco: dikira jaman purba
Riri
😂😂😂
Riri
kayak horor punya suami kek Regan
Kusyanti Handayani
thorrr llamnnjuttt lah
E F
lanjuttttt thor dobleeeee🙏💪😍
E F
lanjuttt thor💪😍
Lady Ve: Terima kasih tetap baca.
total 1 replies
Anonim
❤️❤️❤️
Kusyanti Handayani
semangat ladyyyy lanjooootttt
E F
tq thor🙏😍
semangattttt
lanjutttt😄💪
Anonim
❤️❤️❤️
pawon ngebul
kakak othor pokoknya getar hrs update biar g getir nungguinya😩🥺🥺🥺🥺🙏🙏🙏🙏
Lady Ve: 🤣🤣🤣🤣. iya tenang ....
total 1 replies
Kusyanti Handayani
bikin bedebar hanaaaa
Kusyanti Handayani
lanjuttttt
Herlin
Hana..... Sangaaar
Lady Ve: 🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
E F
tq thor🙏😍
lanjuttt
smangattt💪😄
Lady Ve: Terima kasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!