NovelToon NovelToon
Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Liora dipaksa menikah dengan Arkan demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Ia mengira Arkan hanyalah pengusaha kaya biasa yang dingin dan tertutup. Kehidupan baru Liora dimulai di kediaman megah namun penuh ketatapan. Pelan tapi pasti, Liora mulai melihat keanehan-keanehan: pengawal yang selalu berjaga, orang-orang yang menunduk takut saat melihat Arkan, dokumen rahasia, hingga pembicaraan tentang organisasi bernama Bayangan Hitam.

Liora perlahan mengetahui kenyataan pahit: suaminya bukan sekadar pengusaha, melainkan pemimpin mafia paling berkuasa yang menguasai jalur perdagangan gelap, ekonomi bawah tanah, dan memiliki koneksi hingga ke pejabat tinggi negara. Dunia Liora berantakan, rasa takut bercampur kagum. Di sisi lain, Arkan yang awalnya menganggap Liora hanya kewajiban kontrak, mulai tertarik pada ketulusan dan keberanian gadis itu yang tidak pernah lari meski sudah tahu siapa dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia yang Berbeda

Tiga hari berlalu sejak kepergian Arkan. Selama itu, aku menghabiskan waktuku dengan beradaptasi dengan lingkungan baru. Aku mulai mengenal para pelayan, memahami jadwal rumah, dan mencoba menyesuaikan diri dengan kemewahan yang dulu hanya bisa aku impikan.

Namun, di balik kemewahan itu, rasa penasaranku semakin besar. Setiap hari, aku melihat mobil-mobil mewah datang dan pergi, membawa orang-orang berpakaian rapi yang wajahnya tampak tegang. Mereka selalu masuk ke sayap barat, dan keluar dengan wajah lega atau pucat ketakutan.

Pagi itu, aku sedang duduk di ruang tengah membaca buku, ketika terdengar suara mobil memasuki gerbang utama. Aku mengangkat kepala, melihat keluar jendela kaca besar. Sebuah mobil sedan hitam panjang berhenti di depan pintu utama.

Pintu terbuka, dan Arkan turun. Ia tampak sama seperti biasanya, tegap dan berwibawa, namun ada sesuatu yang berbeda. Wajahnya terlihat lebih lelah, namun sorot matanya lebih tajam dan mengintimidasi dari yang pernah aku lihat sebelumnya.

Ia berjalan masuk, dan seketika seluruh suasana rumah berubah. Para pelayan yang sedang bergerak seolah membatu, menundukkan kepala rendah-rendah. Arkan melewati ruang tengah tanpa menoleh sedikit pun ke arahku, ia langsung berjalan cepat menuju lorong sayap barat.

Di belakangnya, dua orang pria yang selalu bersamanya mengikuti dengan langkah cepat.

"Tuan Arkan, laporan dari cabang Eropa. Mereka menerima peringatan keras dari organisasi 'Serigala Putih'.

Mereka menuntut pembagian wilayah perdagangan," lapor salah satu pengawal itu dengan suara rendah namun tegas.

Arkan berhenti sejenak di persimpangan lorong. Ia memutar kepalanya perlahan, dan meski aku hanya melihat punggungnya, aku bisa merasakan hawa dingin yang menyebar ke seluruh ruangan.

"Serigala Putih?" nada bicaranya rendah, namun penuh ancaman yang tertahan.

"Mereka memang sudah terlalu lama hidup enak sampai lupa tempatnya. Kirim pesan padaku. Katakan, jika mereka berani menginjakkan kaki satu langkah saja ke wilayahku, aku pastikan tidak ada satu pun anggota organisasi mereka yang akan bertahan hidup hingga matahari terbenam besok.

Hancurkan mereka sampai ke akar-akarnya, dan biarkan nama mereka hilang dari peta dunia kriminal selamanya."

Ucapan itu diucapkan dengan sangat tenang, seolah ia sedang membicarakan cuaca, bukan nasib ratusan nyawa manusia.

Darahku serasa berhenti mengalir mendengarnya. Itu bukan sekadar ancaman, itu adalah keputusan mutlak. Dan aku sadar, Arkan tidak sekadar berbicara, dia benar-benar mampu melakukannya.

pengawal itu mengangguk patuh, lalu bergegas pergi seolah takut berlama-lama di dekat tuannya yang sedang marah.

Arkan baru berbalik dan melihatku yang berdiri terpaku di dekat jendela. Ekspresi wajahnya yang tadinya penuh amarah dan kejam, berubah seketika menjadi datar dan dingin, seolah topeng telah dipasang kembali dengan sempurna. Ia berjalan mendekatiku, langkahnya berat dan terukur.

"Kau mendengarnya?" tanyanya langsung, tanpa basa-basi.

Aku menelan ludah, berusaha mengendalikan suara agar tidak bergetar.

"A... aku tidak sengaja mendengarnya. Maafkan aku."

Arkan berdiri tepat di depanku, menatap lurus ke manik mataku. Tingginya membuatku harus mendongak, dan perbedaan tinggi badan kami membuatku merasa sangat kecil dan tidak berdaya di hadapannya.

"Apa yang kau dengar, Liora?" tanyanya lagi, kali ini nadanya sedikit lebih lembut namun tetap menuntut jawaban.

"Kau... kau sedang berbicara tentang menghancurkan sebuah organisasi.

Arkan... siapa sebenarnya kau? Bu Sari pernah bilang kau itu pemimpin besar, tapi... apakah kau benar-benar... bos mafia?"

Aku akhirnya memberanikan diri bertanya langsung, pertanyaan yang selama ini tersimpan di ujung lidahku.

Arkan diam sejenak. Ia tidak terkejut, seolah ia sudah menunggu saat ini datang. Ia menghela napas panjang, lalu mengulurkan tangan dan menyentuh pipiku dengan punggung jarinya. Sentuhannya dingin, namun anehnya terasa lembut.

"Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak bertanya, Liora. Tapi karena kau sudah mulai mendengar dan melihat sendiri, tidak ada gunanya lagi menyembunyikannya.

Ya, kau benar. Aku adalah apa yang kau pikirkan. Aku pemimpin organisasi Bayangan Hitam. Aku orang yang mengatur apa yang terjadi di dunia gelap ini.

Orang-orang takut padaku, mereka tunduk padaku, karena mereka tahu aku tidak pernah main-main dengan ancamanku."

Jantungku berdegup kencang, sakit dan takut bercampur jadi satu.

"Jadi... semua kemewahan ini, kekayaan ini... berasal dari hal-hal kotor dan berbahaya?"

Arkan mengangguk pelan.

"Sebagian besar. Tapi ingat satu hal, Liora. Aku tidak pernah menjadi penjahat murni. Aturanku tegas:

jangan ganggu orang biasa, jangan sakiti yang lemah, dan jangan khianati kesetiaan. Mereka yang melanggar aturanku, merekalah yang kuhancurkan. Mereka yang setia dan taat, akan mendapatkan perlindungan dan kekayaan yang tak terbatas."

Ia menunduk sedikit, menatap mataku lebih dalam. "Dan kau, Liora. Karena kau istriku, kau berada di posisi tertinggi. Tidak ada siapa pun, baik penjahat maupun pejabat tinggi, yang berani menyakiti atau meremehkanmu.

Kau adalah Nyonya Bayangan Hitam. Nama Arkan cukup untuk membuat seluruh dunia berlutut di depanmu."

Aku terdiam, meresapi setiap kata-katanya. Rasa takutku perlahan bercampur dengan rasa kagum yang sulit dijelaskan. Di satu sisi, aku takut pada sisi kejamnya. Tapi di sisi lain, aku merasa sangat aman, seolah berada di balik tembok pertahanan yang tak bisa ditembus apa pun.

"Apakah... kau akan membunuhku jika aku tahu terlalu banyak?" tanyaku lirih.

Arkan tersenyum tipis, senyum yang jarang sekali ia perlihatkan. Senyum itu membuat wajah tampannya terasa lebih hidup, namun tetap menyisakan misteri. Ia mengusap kepalaku pelan.

"Justru sebaliknya, Liora. Semakin banyak kau tahu, semakin sulit bagiku untuk melepaskanmu. Kau adalah milikku, dan aku tidak membiarkan milikku pergi begitu saja.

Mulai hari ini, kau tidak perlu lagi bersembunyi atau takut. Kau akan belajar hidup di duniaku, dan aku akan mengajarkanmu bagaimana menjadi wanita yang paling dihormati di dunia ini."

Malam itu, untuk pertama kalinya, Arkan mengajakku makan malam bersamanya di ruang makan utama.

Tidak ada pelayan yang hadir, hanya kami berdua. Ia bercerita sedikit tentang bagaimana ia membangun kekuasaannya sejak muda, bagaimana ia harus bertahan hidup di dunia yang kejam, dan mengapa ia harus menjadi sosok yang ditakuti agar bisa bertahan.

Aku mendengarkan dengan saksama, perlahan mulai memahami beban berat yang dipikul bahu tegap itu. Arkan bukan sekadar penjahat, dia adalah pemimpin yang memiliki prinsip dan aturan sendiri. Dan meskipun caranya melawan hukum negara, dia memiliki hukumnya sendiri yang jauh lebih tegas dan adil menurut versinya.

Malam itu juga, aku sadar bahwa hidupku telah berubah sepenuhnya. Aku bukan lagi gadis polos yang hanya memikirkan sekolah dan bisnis ayah.

Aku kini adalah istri Raja Bayangan, wanita yang berdiri di samping orang paling berkuasa dan berbahaya di dunia. Dan aku tahu, perjalanan panjang yang penuh bahaya dan kejutan baru saja benar-benar dimulai.

1
Dhatu Lukita
aku kasih ⭐ 5 y biar semangat
Tri Wahyuni: Terimakasih
total 1 replies
Dhatu Lukita
halo thor, ceritanya menarik yaa😍.
jangan lupa mampir ya thor 💗, tinggalin jejak oke 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!