NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu negara?

Di sebuah rumah sakit besar, Klinova Hospital, salah satu rumah sakit swasta terbaik di Belanda, Damon keluar dengan gagahnya dari ruang operasi. Lelaki itu baru saja melakukan operasi besar pada salah satu petinggi negara ini.

Karena pengalaman dan popularitasnya yang semakin naik, banyak orang-orang kelas atas mempercayakan nyawa mereka di tangannya. Nama Damon bukan lagi sekadar dokter biasa. Ia sudah menjadi simbol ketenangan di tengah situasi genting, dingin, tegas, dan hampir tidak pernah melakukan kesalahan.

Itulah salah satu alasan rumah sakit ini merekrutnya. Sebenarnya bisa saja Damon menolak karena dia bukan sosok yang akan tunduk pada orang lain. Tidak ada yang tahu kalau sepanjang dia hidup, dia sudah mengumpulkan banyak harta yang tidak akan pernah habis, yang membuatnya menjadi salah satu sosok penting dan tidak sembarang orang bisa memerintahnya. Bahkan orang elit tingkat tinggi pun harus berpikir dua kali sebelum mencoba mengatur hidupnya.

Namun, Damon tetap memilih berada di dunia medis. Bukan karena uang, bukan pula karena tekanan siapa pun. Ada sesuatu di ruang operasi yang tidak bisa ia temukan di tempat lain, kendali. Di sana, hidup dan mati seseorang berada di ujung keputusannya. Dia memang bukan Tuhan yang bisa mengendalikan sesuatu, tetapi setidaknya dia bisa membantu mereka untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Itulah satu-satunya tempat di mana pikirannya benar-benar tenang.

Langkahnya berhenti di depan ruang khusus dokter  Ia membuka pintu, masuk, lalu melepas masker dan sarung tangan dengan gerakan tenang. Wajahnya terlihat lelah, tapi sorot matanya tetap tajam. Saat ia berjalan menuju ruangan khususnya, beberapa dokter umum dan dokter residen serta staf yang ada di sana langsung membungkuk menghormatinya.

Damon mungkin dokter asing dari negera lain, tapi di sini, ia sangat di hormati. Dia termasuk dokter spesialis bedah yang reputasinya melampaui batas negara. Namanya sering disebut dalam jurnal medis internasional, menjadi topik diskusi di konferensi bergengsi, bahkan dijadikan contoh dalam studi kasus operasi berisiko tinggi.

Begitu lelaki itu masuk ke ruangannya, bisik-bisik langsung terdengar. Terutama dari para perempuan.

"Astaga, dia tampan sekali."

"Dan hebat di meja operasi. Aku masih tidak menyangka rumah sakit kita berhasil merekrut dokter sehebat itu."

"Betul, kalau begini sih, tiap hari aku akan betah berjaga malam. Asal bisa melihat dokter tampan dan hebat itu. Aku sangat suka dengan perpaduan wajah Asia namun ada bulenya."

"Mereka bilang usianya 39 tahun? Tapi kok tidak kelihatan? Dia seperti berusia di awal tiga puluhan."

"Mungkin karena badannya sangat bagus dan wajahnya seperti aktor papan atas. Dia juga pasti rajin berolahraga untuk menjaga tubuhnya."

Orang-orang itu masih tidak berhenti-berhenti bergosip tentang Damon, dokter populer yang berhasil di rekrut oleh rumah sakit tempat mereka bekerja ini.

Sementara itu, Damon mendorong pintu ruang kerjanya dan menutupnya pelan di belakang. Ia berdiri sejenak, membiarkan keheningan di dalam ruangannya, seolah dunia luar dengan segala hiruk-pikuknya terputus total.

Jas operasi yang masih melekat di tubuhnya terasa berat, bukan karena fisik, tapi karena tekanan yang selalu mengikuti setiap tindakan yang ia lakukan. Ia berjalan menuju meja, lalu menjatuhkan tubuhnya perlahan ke kursi. Tangan besarnya terangkat, mengusap wajahnya sekilas. Operasi tadi berjalan sempurna, seperti biasa. Tidak ada kesalahan. Tidak ada komplikasi. Semua sesuai perhitungan. Namun justru itu yang membuatnya diam.

Sempurna.

Kata yang terlalu sering melekat pada dirinya. Yang sering dia dengar dari pujian orang lain. Tatapannya bergeser ke jendela besar di sisi ruangan. Dari sana, terlihat pemandangan kota yang sibuk. Orang-orang berlalu-lalang tanpa tahu bahwa beberapa lantai di atas mereka, hidup seseorang baru saja dipertahankan, atau hampir hilang.

Damon menghela napas pelan.

Ia tidak pernah menganggap nyawa manusia sebagai sesuatu yang ringan. Justru sebaliknya, ia terlalu sadar betapa rapuhnya hidup itu. Satu kesalahan kecil, satu keputusan yang meleset, dan semuanya bisa berakhir. Dan itu… tidak boleh terjadi. Dia selalu berusaha melakukan yang terbaik.

Klik.

Sebuah pesan whatsapp memecah lamunannya. Perhatian Damon langsung terbagi. Ia segera melihat isi chat.

Kau sibuk? Ayo bertemu. Sudah ku kirim alamatnya.

Itu pesan dari temannya yang tinggal di kota ini. Bisa di bilang sahabat. Mereka bertemu di kampus yang sama di Amerika. Teman satu kamar, beda jurusan.

Damon menimbang-nimbang sesaat sebelum akhirnya berdiri dan keluar. Kalau dipikir-pikir, hari ini dia memang membutuhkan refreshing.

Damon mengambil kunci mobilnya yang tergeletak rapi di atas meja, lalu melangkah keluar dari ruangannya tanpa ragu. Begitu pintu terbuka, suasana koridor yang semula ramai mendadak sedikit mereda.

Beberapa staf yang tadi bergosip langsung berpura-pura sibuk, sementara yang lain menundukkan kepala dengan sopan. Ia tidak menanggapi. Langkahnya tetap tenang, terukur, seolah semua itu sudah menjadi bagian dari rutinitas yang tidak menarik perhatiannya.

Udara luar langsung menyambutnya saat ia keluar dari gedung rumah sakit. Langit sore Belanda terlihat redup, angin dingin berhembus pelan. Damon berjalan menuju mobil hitamnya yang terparkir tidak jauh dari pintu utama.

Ia masuk, menyalakan mesin, lalu melirik sekilas alamat yang dikirim sahabatnya. Entah tempat apa itu, tidak begitu jelas karena dia belum terlalu mengenal kota ini. Lebih tepatnya, belum ada waktu untuk mengelilingi kota besar ini.

Setelah 20 menit berkendara, mobilnya berhenti di sebuah gedung yang di atasnya tertulis nama sebuah klub malam besar yang berdiri mencolok di tengah deretan bangunan modern.

Damon mematikan mesin mobilnya, tatapannya naik menelusuri bangunan itu sejenak dan langsung menyadari tempat apa ini. Dia menghembuskan nafas panjang.

"Aku butuh refreshing, bukan tempat hiburan seperti ini." gumamnya. Meski begitu, ia tetap masuk. Sudah terlanjur berjanji pada temannya.

Begitu melewati pintu masuk, dentuman musik langsung menghantam telinganya tanpa ampun. Lampu-lampu berwarna bergerak liar, menyorot wajah-wajah asing yang dia lewati. Aroma Alkohol tercium jelas.

Damon berjalan dengan tenang, langkahnya mantap di tengah kerumunan yang padat. Tatapannya tajam menyapu setiap sudut ruangan, mencari satu wajah yang ia kenal. Ia tidak terlihat canggung, namun jelas tidak menyatu dengan suasana. Seolah ia berdiri di dunia yang berbeda, meski berada di tempat yang sama.

Beberapa wanita sempat meliriknya, bahkan ada yang terang-terangan memperhatikannya dengan tatapan tertarik. Namun Damon sama sekali tidak peduli.

Langkahnya akhirnya berhenti saat matanya menangkap sosok yang familiar di area VIP. Seorang pria duduk santai dengan segelas minuman di tangannya, wajahnya menyiratkan senyum penuh arti. Pria itu mengangkat gelasnya sedikit.

"Akhirnya kau datang juga."

Damon mendekat, ekspresinya datar seperti biasa.

"Kau tahu aku tidak suka tempat seperti ini, Anthony." ia menyebut nama temannya itu.

Anthony terkekeh.

"Aku juga tidak ingin ke sini. Tapi hari ini aku terlalu stres dengan mahasiswaku. Mereka terlalu ribut, terutama yang satu negara denganmu."

Alis Damon mengernyit.

"Satu negara denganku?"

"Ya, aku lupa namanya. Tapi gadis itu berhasil membuat kepalaku pusing sekali hari ini."

Pada waktu yang sama ... Mata Damon langsung menangkap sosok gadis yang dia kenal memasuki tempat itu. Matanya langsung menajam.

"Anak nakal itu, berani-beraninya dia datang ke tempat ini." gumamnya pelan. Ia langsung mengenali wajah Alea meski dari jarak yang jauh.

1
Dhika Chawla
bakalan ada cinta ber segi segi...😄
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘰𝘩 𝘴𝘢𝘣𝘪𝘯𝘦 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘪𝘮 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘺𝘢🤔
🌸WINA🌺
tenang sabine kak elvan belum punya pacar kok, kan nanti kamu akan jadi pacar kak elvan🤭

makanya belajar yg rajin dan semangat sekolahnya, agar bisa lulus nanti kamu mengejar cita-cita kamu...

jangan ketua geng sekolah itu nanti suka sama sabine, saingan sama elvan🤣😀

sabine kayaknya sukanya sama elvan aja....
Tuti Tyastuti
𝘪𝘥𝘪𝘪𝘩 𝘴𝘰𝘬 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘵𝘶𝘩 𝘦𝘸𝘦𝘬
🌸WINA🌺
parah banget maddy sumpahin bara sampai segitunya🤣🤭makanya bara jangan sok jual mahal sama maddy🤣

bara sampai kesal dan dongkol sama maddy sadar gadis labil🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘮𝘱𝘢𝘩𝘪𝘯 𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘳𝘢🤭😂😂😂
Lilik Juhariah
siapa Sabine sebenarnya
Lilik Juhariah
lah wong Tim aja gak pa pa ditabrak kok cewek itu yg kebakaran rambut
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
Tim jadi abangnya sabine aja ya Thor. semoga mereka berdua kakak adek yg terpisah disebabkan Sabin hilang sedari kecil dan ditemukan oleh penduduk desa trus dirawat sm ortu Sabin yg dah meninggal itu. semoga aslinya anak orang kaya. jodoh sabine ttp Elvan ya thorr
Riska Baelah: kk itu terlalu sering,,🤭
total 1 replies
Nona aan Chayank
Ohohioo... ini Mak Lampir blm pernah merasakan singa betina Damon mengamuk ini,, jadi mo coba² dia .. 😅😅
Riska Baelah
slalu ini kk mae, klu ad pemain baru,, past deh ad kejutan baru👍👍👍👍👍👍
Arin
Siapa Sabine bagi Tim? Apa mungkin teman masa kecil Sabine?
Riska Baelah
wah Tim clon saingan kk elvan nih🤭🤭🤭🤭
jng slh pham sabine bisa aj kan gantungan kunci tuh dri mama ny elvan🤭🤭🤭
Tuti Tyastuti: 𝘳𝘰𝘮𝘢𝘯"𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘦𝘭𝘷𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘪𝘯𝘨𝘢𝘯🤣🤣
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rahmah
wah sumpahnya mulai bekerja lihat saja nanti ya bara...😄
faridah ida
naaahh loh Bara di sumpahin itu ...😜😁
PengGeng EN SifHa
buseeetttt daaaahhhhh....ultimatum.mu menakutkan banget maad🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mira
lanjut
Mira
😍😍😍
Cristella Tella
moga bneran cinta mati sma maddy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!