WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lima
...Damian yang baru saja datang di buat terkejut dengan keberadaan seorang gadis yang duduk di sofa Mansion Jeff. Damian pikir Jeff menyuruhnya datang segera karena pria itu terluka lagi....
..."Jeff, apa yang terjadi?"...
...Sabrina menoleh ke arah datangnya Damian....
..."Cepat obati dia. Kakinya terluka karena menginjak batu." Jeff menunjuk ke arah Sabrina....
...Damian juga melihat Sabrina yang hanya diam saja....
...Lalu ia pun segera menghampiri Sabrina tanpa banyak bertanya lagi....
..."Maaf, Nona. Bisa aku lihat lukamu?"...
...Sabrina mengangguk dan mengangkat sebelah kakinya yang terluka....
...Damian tersenyum dan segera membersihkan luka Sabrina. Jeff yang duduk di sebelah Sabrina hanya diam sembari melihat Damian yang mulai mengobati gadis itu. Hingga Jeff merasakan remasan di bahu kirinya, Jeff menoleh dan melihat Sabrina yang meremas kuat bahunya. Sepertinya gadis itu menahan sakit hingga meluapkannya pada Jeff....
..."Apakah ada luka lainnya?" Damian mendongak dan menatap Sabrina....
..."Ya, lutut ku sedikit sakit. Mungkin karena terjatuh tadi jadi luka juga." Sabrina tak mengelak karena memang lututnya sedikit sakit....
..."Baiklah, mari aku periksa. Maaf sebelumnya, bisa bantu aku menyingkap sedikit celanamu?"...
...Sabrina mengangguk. Namun belum sempat Sabrina menyingkap sedikit celana jeans yang dia pakai, tangannya sudah di hentikan oleh Jeff. Sabrina dan Damian serempak menoleh pada Jeff....
...Jeff dengan cepat melepaskan jasnya dan menutupi sebagian kaki Sabrina kecuali lututnya. "Apa kau akan membiarkan dia melihat kakimu?"...
...Sabrina mengernyit bingung. "Dia hanya akan mengobati lutut ku saja. Lagi pula memang itu tugasnya."...
...Jeff berdecak kesal. "Lakukan saja, tapi biarkan jas ini menutupi sebagian kakimu."...
...Damian menahan senyumnya. "Ah, baiklah tidak masalah. Nona bantu aku menutupinya."...
...Sabrina hanya menurut. Dan Damian pun mulai mengobati luka di lutut Sabrina. Setelah selesai mengobatinya, Jeff tidak langsung mengambil kembali jasnya....
..."Sudah, kamu bisa menutupinya dengan celanamu lagi jika mau."...
..."Terima kasih, Dokter."...
...Damian hanya tersenyum....
..."Kau yakin sudah memeriksanya? Bisa saja dia terluka di bagian lainnya."...
..."Tidak, aku sudah tidak apa-apa. Di tangan hanya goresan kecil saja."...
..."Obati saja semuanya. Aku tidak menerima penolakan." Jeff bangkit dari duduknya untuk mengambilkan air minum untuk Sabrina....
...Damian hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia pun akhirnya meyakinkan Sabrina agar di obati juga. "Ikuti saja perkataannya, Nona. Dia sepertinya sangat khawatir padamu hingga tidak mau kamu terluka sedikitpun. Aku baru tahu jika Jeff memiliki kekasih."...
...Sabrina membiarkan Damian mengobati beberapa goresan di tangannya. "Tidak, kami tidak memiliki goresan di tangannya. "Tidak, kami tidak memiliki hubungan sejauh itu. Aku baru mengenal Jeff." Sabrina tersenyum kecil hingga ia baru menyadari jika ada beberapa luka lebam di tangannya karena perbuatan Ibu dan Adiknya. Sabrina segera menarik tangannya dari Damian....
...Damian terkejut. Sebenarnya dia juga sudah melihat luka lebam tadi. Damian pikir itu adalah luka karena akibat jatuh juga. Tetapi luka itu terlihat seperti sudah lama....
...hati. "Apa luka itu karena jatuh juga?" tanya Damian hati-...
..."Tidak, ini bukan apa-apa. Luka ini sudah sangat lama jadi tidak masalah."...
...Damian tersenyum kecil. Hingga Jeff kembali membawakan segelas air putih untuk Sabrina....
..."Terima kasih, Jeff."...
...Jeff hanya mengangguk. Hingga pandangannya bertemu dengan Damian. Damian memberikan isyarat mata agar Jeff mengikutinya nanti....
..."Ah, kalau begitu aku pergi dulu karena semuanya sudah selesai." Damian membereskan peralatannya dan memasukkannya ke dalam tas....
..."Aku akan mengantarmu." Jeff mengikuti Damian dari belakang. Mereka berhenti di pintu masuk yang tidak akan terlihat oleh Sabrina....
..."Ada masalah?" tanya Jeff yang tahu jika Damian ingin mengatakan sesuatu padanya....
..."Siapa gadis itu? Apa kau mengenalnya sudah lama?"...
...Jeff menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku baru bertemu dengannya kemarin. Memangnya ada apa?"...
...Damian menghela napasnya. "Tadi saat aku mengobati luka di tangannya, aku tidak sengaja melihat banyaknya luka lebam di sana. Aku pikir itu karena terjatuh juga, tetapi tiba-tiba sikap gadis itu berubah dan langsung menarik tangannya untuk menutupi bekas lebam itu. Aku curiga jika luka itu di akibatkan oleh benda tumpul." Jeff men jeda perkataannya. "Aku pernah memiliki pasien korban kekerasan rumah tangga yang memiliki banyak luka lebam seperti yang gadis itu miliki."...
...Jeff terdiam mendengar itu. "Kau yakin?"...
..."Aku yakin. Lebih baik kau cari tahu jika kau memang peduli dengannya. Aku melihat ketertarikan di matamu saat kau menatapnya tadi."...
...Jeff benar-benar mengantarkan Sabrina pulang malam itu juga. Karena Sabrina yang terus merengek untuk di antarkan, dan Jeff juga tidak mungkin menahan gadis itu semakin lama....
..."Terima kasih untuk bantuan mu, Jeff. Aku tidak tahu jika tidak ada kamu maka nasibku seperti apa." Sabrina melepaskan seat belt dan bersiap untuk turun....
..."Tidak perlu berterima kasih. Aku juga tidak akan pernah membiarkan seseorang menyakitimu." ujar Jeff tanpa sadar....
...Sabrina yang hendak membuka pintu itu kembali menoleh pada Jeff. "Huh? Maksud mu apa?"...
...Jeff merutuki dirinya yang bodoh. Mengapa dia bisa mengatakan itu, Sabrina pasti berpikir yang tidak-tidak....
..."Tidak, maksud ku jika itu bukan dirimu pun aku akan tetap membantunya."...
..."Oh, ya itu benar. Kalau begitu sekali lagi aku ucapkan terima kasih banyak. Aku pergi dulu." Sabrina mulai melangkah untuk masuk....
..."Tunggu!" Jeff membuat Sabrina menghentikan langkahnya....
..."Ya?" Sabrina menghampiri Jeff yang masih di dalam mobil. Ia sedikit menundukkan wajahnya agar bisa setara dengan Jeff. "Apa ada sesuatu?"...
...Jeff terdiam karena jarak mereka lumayan dekat....
..."Siapa namamu?"...
...Sabrina terkejut. Ia pikir Jeff sudah mengetahui namanya. "Sabrina," jawab Sabrina cepat karena tidak ingin menahan Jeff lebih lama. Ini sudah sangat larut, bahkan sekarang sudah pukul setengah satu pagi....
..."Oh, baiklah. Tidurlah dengan nyenyak dan selamat malam." Jeff segera melajukan mobilnya tanpa menunggu jawaban Sabrina....
...Sabrina hanya menatap mobil Jeff yang perlahan menghilang dari hadapannya. Lalu ia pun segera bergegas masuk ke dalam rumahnya....
...Baru saja dia masuk, ternyata Gita sudah ber sedekap dada di balik pintu. Sabrina begitu terkejut karena Gita benar-benar menunggu dirinya. Sudah jelas wanita itu akan mengamuk karena Sabrina terlambat pulang....
..."Apakah sekarang kau benar-benar seorang jalang?"...
...Pertanyaan pedas itu tak pernah lupa menjadi sambutan bagi Sabrina. "Berikan uangmu padaku!" Gita menadahkan tangannya....
...Sabrina hanya diam saja. Ia merogoh tasnya dan segera memberikan amplop yang Tessa berikan tadi. Sebenarnya Sabrina sudah mengambil separuhnya, karena jika memberikannya pada Gita semua, maka dia akan kesulitan sendiri. Namun jika tidak memberikan separuhnya, maka Gita akan curiga padanya....
...Gita dengan cepat merampas amplop yang berisi uang itu. Dengan cepat dia membukanya dan mengeceknya apakah nominalnya masih sama atau tidak....
..."Aku pikir setelah di antar pria hidung belang tadi kau bisa mendapatkan banyak uang." Yang Gita maksud adalah Jeff. Mungkin Gita pikir Sabrina di antar oleh pria tua seperti yang ada di dalam pikirannya....
..."Dia hanya temanku, Bu."...
..."Aku tidak peduli siapa dia. Asalkan dia bisa memberikanmu uang maka dekati saja dan kuras hartanya." Gita berbalik dan segera pergi dengan amplop di tangannya. Biasanya wanita itu tidak akan ceramah ini pada Sabrina. Mungkin karena hari ini Sabrina memberikan uang gajiannya....
aku suka
aku suka🥰