NovelToon NovelToon
Dekapan Maut Gadis Manja

Dekapan Maut Gadis Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Cloud_berry

Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?

Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.

Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.

Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....

Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?

Saksikan eklusif disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 09

​"APAA....?!!" Teriak Jimmy tak percaya mendengar jawaban sekretarisnya.

​Keluarga mereka memiliki perkebunan matoa seluas 10 hektare di Jayapura, tapi kenapa untuk membiayai pendidikan putri tunggal mereka saja tidak sanggup? Bukankah harga matoa kualitas super sangat menjanjikan di pasaran? Jimmy menduga pasti ada tengkulak nakal yang bermain di sana.

​"Ya, sudahlah. Kalau begitu berapa harga matoa dari perkebunan keluargamu, Helena? Aku akan membayar 3 kali lipat. Aku akan minta Clyde mengirim truk kontainer untuk mengambilnya dari kampung halamanmu," ujar Jimmy datar mengambil keputusan.

​"Benarkah?" Helena semangat empat lima. Ia tak pernah menyangka membawa oleh-oleh matoa gratis untuk anak bosnya malah membawa keberuntungan besar bagi keluarganya.

​"Tentu saja," sahut Jimmy dingin.

​"Terima kasih.... terima kasih banyak Tuan!" Helena bersujud mengucapkan terima kasih pada bos besarnya. Membuat Jimmy, si bos dingin itu, terjingkat kaget dan menjauh beberapa langkah. Jantungnya hampir copot melihat reaksi berlebihan Helena.

​"Bibi, kenapa kamu mencium lantai?" celetuk Crystal terkejut.

​"Sudah, bangun sana! Jangan sampai dilihat pegawai yang lain," perintah Jimmy dingin. Setelah sedikit berdebat soal harga, Jimmy akhirnya memutuskan membayar 150 ribu rupiah per kilo—harga yang sangat adil untuk membantu keluarga Helena yang selama ini dizolimi tengkulak.

​Jimmy kemudian mendorong Crystal ke arah Helena. "Bawa bayi nakal ini pergi dan jangan kembali sampai Clyde meneleponmu! Ajarkan dia makan buah-buahan lain juga."

​Helena pun membawa Crystal menuju GrandLucky, salah satu supermarket premium terbesar. Crystal menatap kagum gedung besar itu sebelum akhirnya Helena mengangkatnya dan menaruhnya di dalam troli besar.

​Mata Crystal berbinar saat tiba di display buah-buahan. Air liurnya menetes melihat deretan buah segar. "Bibiii..... mauu..." tunjuknya pada kotak-kotak berry.

​Helena pun membukakan kotak demi kotak. Sambil mengawasi Crystal makan, Helena sibuk memelototi ponselnya. Ia kesal melihat pesan dari sekretaris baru di kantor pusat yang terus-terusan menanyakan minuman favorit Jimmy. "Dasar rubah ekor satu," batin Helena geram.

​"Bibi, ada apa?" Crystal menggoyangkan tangan Helena.

​"Tidak ada," Helena tersenyum kecut. Ia mencoba memberikan Crystal buah blueberry dan buah pir Korea. Ternyata Crystal suka! Helena pun memborong berbagai jenis buah: pir, apel, jeruk mandarin, kiwi, hingga melon, berharap nona mudanya mau mencoba makanan sehat selain matoa.

​Tanpa terasa, satu jam berlalu. Troli belanjaan hampir penuh, bahkan menenggelamkan tubuh mungil Crystal. Tiba-tiba...

​"Bibi, airnya habis," ucap Crystal lembut.

​"Apaa....?!" Helena kaget melihat 12 kotak buah kosong berserakan di dalam troli. Ia tak habis pikir bagaimana perut mungil itu bisa menampung begitu banyak buah dan dua botol air mineral. "Apa perutnya tidak kembung?" gumam Helena heran.

​Saat Helena sedang menyiapkan botol susu tambahan untuk Crystal di depan kasir, tiba-tiba muncul seorang wanita seumuran Helena dengan gaya sombong.

​"Yoo.... siapa yang ada di depan kita ini?!" Ujar wanita itu, Abella, saingan Helena zaman SMA. Abella datang merangkul pria tinggi yang ternyata mantan kekasih Helena.

​"Owww..... malang sekali nasibmu, Hel. Aku kira si bintang sekolah bakal kuliah di luar negeri, nyatanya cuma jadi ibu rumah tangga biasa. Kayak aku dong, lulusan kampus ternama," ejek Abella menatap remeh.

​Helena hanya diam malas menanggapi, tapi Crystal tidak tinggal diam.

​"Mommy... orang miskin mana yang membawa tong sampah sampai ke dalam?" celetuk Crystal sesuka hatinya.

​"Heiii... bocah kecil! Berani-beraninya kamu mengejek kami!" bentak pria di samping Abella.

​"Tentu saja berani. Aku akan minta daddy mengusir kalian dari kota ini," ujar Crystal sinis.

​"Heyyy..... bocah ingusan! Siapa daddymu hah?! Sehingga berani menyinggung keluarga kami?"

​"Tentu saja bukan keluarga kecil seperti kalian," balas Crystal bangga. Perdebatan sengit pun terjadi hingga Abella yang gelap mata hampir mengangkat tangan ingin memukul Crystal.

​"Kurang ajar! Berani-beraninya kamu menyentuh putriku!" bentak Helena menepis tangan Abella.

​"Heh.... bocah haram saja dibanggain!" cibir Abella sembarangan.

​"Apa katamu nenek lampir? Bocah haram? Lihat saja apa yang bisa dilakukan oleh bocah haram ini!" balas Crystal yang tidak terima. Ia langsung mengambil ponsel Helena di troli dan mengirim voice note kepada daddynya.

​"Daddyyy...... putri keluarga William menindas putrimu..." teriak Crystal melalui pesan suara.

​"Nona, total semuanya 25 juta rupiah," ujar kasir yang selesai menghitung belanjaan termasuk 12 kotak kosong yang sudah dimakan di tempat.

​Helena dengan santainya mengeluarkan Blackcard milik Jimmy dan menyerahkannya kepada kasir. Seketika, petugas kasir dan Abella hampir terjungkal melihat kartu kasta tertinggi itu berada di tangan wanita yang baru saja mereka hina.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!