NovelToon NovelToon
Di Balik Senyum Anak Pertama

Di Balik Senyum Anak Pertama

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurhikmatul Jannah

"Menjadi anak pertama berarti harus siap menjadi benteng, harus siap mengalah, dan harus terlihat kuat meski hati rapuh.

Di mata semua orang, Zhira adalah anak yang beruntung. Tapi siapa sangka, di balik senyumnya yang tulus, tersimpan luka mendalam karena perlakuan dingin sang Ibu dan rasa tidak dianggap di rumah sendiri.

Ini adalah kisah perjuangan seorang anak sulung untuk membuktikan dirinya berharga, meski harus berjalan sendirian meniti jalan yang penuh duri."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhikmatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Penuh Cinta dan Rahasia

POV Zhira Permatasari

Malam itu... akhirnya tiba.

Suasana kamar pengantin begitu indah dan romantis. Lampu-lampu temaram yang berwarna keemasan menerangi ruangan, bunga-bunga mawar merah tersebar di atas ranjang besar, dan aroma wewangian yang sangat menenangkan namun sekaligus membangkitkan getaran aneh di dada.

Aku duduk di tepi ranjang, jantungku berdegup kencang bukan main. Dug... dug... dug... Suaranya terdengar jelas di telingaku sendiri.

Hari ini aku resmi menjadi istri Arfan Darmawan. Dan malam ini adalah malam pertama kami sebagai suami istri yang halal.

Pintu kamar terbuka pelan. Arfan masuk.

Dia sudah berganti pakaian, mengenakan kaos putih longgar dan celana santai yang membuatnya terlihat sangat tampan dan sexy dengan cara yang sederhana. Rambutnya yang sedikit berantakan justru menambah kesan maskulin di wajahnya yang ganteng itu.

Matanya langsung menatapku tak berkedip. Perlahan dia mendekat, langkahnya tenang namun terasa begitu berwibawa.

"Sudah siap, Sayang?" tanyanya pelan, suaranya terdengar berat dan serak basah yang bikin bulu kuduk merinding.

Aku hanya bisa mengangguk pelan, menundukkan wajah karena malu luar biasa. "I-iya, Mas..."

Arfan tersenyum tipis, lalu dia duduk tepat di sebelahku. Jarak kami sangat dekat, aku bisa merasakan hangatnya tubuhnya, bisa mencium wangi parfum maskulin yang khas darinya.

"Lihat aku dong..." bisiknya lembut.

Dengan berat hati dan gemetar, aku mendongakkan wajah. Mataku bertemu dengan manik matanya yang hitam pekat dan dalam. Tatapannya begitu intens, seolah ingin menelanku bulat-bulat.

"Kamu cantik banget malam ini, Zhira Permatasari..." ucapnya pelan, lalu tangannya yang besar dan hangat perlahan terulur, membelai pipiku dengan sangat lembut. Sentuhan itu membuatku menutup mata sejenak, menikmati sentuhan pertama suamiku.

"Mas..." panggilku lirih.

"Hmm?"

"Aku... aku takut..." kejujuran itu keluar begitu saja.

Arfan tersenyum, senyum yang sangat menenangkan namun tetap terlihat nakal. Dia mendekatkan wajahnya, hingga hidung kami hampir bersentuhan. Napas kami bercampur menjadi satu.

"Takut kenapa, Sayang? Sama suami sendiri kok..." bisiknya di dekat bibirku, membuatku bisa merasakan hangatnya napasnya. "Ingat ya, kita sudah halal. Semua yang kita lakukan malam ini ibadah dan berkah."

"Tapi aku... aku belum pernah..."

"Shhh..." Arfan meletakkan jari telunjuknya di bibirku, membuatku diam. "Aku tahu. Makanya aku bakal pelan-pelan. Aku bakal ajarin kamu. Aku bakal bikin kamu nyaman. Percaya sama aku ya?"

Aku mengangguk, kehilangan kata-kata.

"Sayang kamu..."

Belum sempat aku menjawab, Arfan langsung menundukkan wajahnya dan menyambungkan bibir kami.

CUP!

Ciuman pertama itu begitu lembut, begitu hangat, dan penuh cinta. Rasanya manis, rasanya membuat seluruh tubuhku meleleh. Tangannya yang kokoh melingkar di pinggangku, menarik tubuhku semakin dekat hingga tak ada jarak sama sekali di antara kami.

Ciumannya bergerak perlahan namun pasti, mengajakku berlayar ke dalam lautan cinta yang begitu dalam. Dia benar-benar memanjakanku, membuatku lupa segalanya. Dunia seakan hilang, yang tersisa hanya aku dan dia.

"Arfan..." erangku pelan di sela ciuman, tanganku refleks memegang erat bahunya yang bidang.

"Aku di sini... aku milikmu..." jawabnya parau, lalu bibirnya berpindah mencium kening, mata, dan turun ke leherku membuatku mendesis nikmat.

Suasana kamar semakin panas, bukan karena suhu ruangan, tapi karena api cinta yang membara di antara dua hati yang saling mencinta. Malam ini adalah malam di mana kami menyatukan dua jiwa menjadi satu, mengukir janji setia dalam kehangatan yang tak terlukiskan.

Beberapa jam kemudian...

Aku terbaring lemas namun bahagia di dada bidang Arfan. Kepalaku bersandar di dadanya, mendengar detak jantungnya yang berirama teratur. Tangannya terus mengelus rambutku dengan penuh kasih sayang.

"Kamu baik-baik aja kan, Sayang?" tanyanya lembut, mengecup puncak kepalaku.

"Iya Mas... aku bahagia banget..." jawabku manja, memeluk pinggangnya semakin erat. "Makasih ya sudah begitu lembut sama aku."

"Harus dong. Kamu itu istri aku, harta paling berharga aku. Wajib aku sayang dan aku jaga."

Kami terdiam sejenak, menikmati keheningan malam yang romantis ini. Tapi tiba-tiba ingatan tentang bayangan aneh tadi muncul lagi di kepalaku.

"Mas..."

"Hmm?"

"Tadi pas di bawah, aku lihat ada orang berdiri di balik pohon jauh di sana. Mukanya gelap, terus nengok ke sini terus. Itu siapa ya Mas? Aku jadi nggak tenang."

Tangan Arfan yang tadi membelai rambutku tiba-tiba berhenti sejenak. Aku bisa merasakan tubuhnya menegang sedikit.

"Benar kamu lihat orang, Ra?" suaranya berubah jadi lebih serius dan dingin.

"Iya... kayaknya sih. Tapi pas aku kedipin mata, orangnya hilang."

Arfan menghela napas panjang, lalu kembali memelukku erat, seolah melindungiku dari sesuatu.

"Udah jangan dipikirin ya. Mungkin cuma angin atau bayangan pohon aja. Atau mungkin orang iseng. Tenang aja, di sini ada aku. Nggak ada yang berani ganggu kamu. Aku bakal pastiin keamanan besok pagi."

Meskipun dia berkata begitu, tapi ada sesuatu di nada bicaranya yang membuatku curiga. Seolah dia tahu siapa orang itu, tapi dia menyembunyikannya dariku demi ketenanganku.

Siapa sebenarnya orang itu? Apa dia bahaya? Dan apa hubungannya dengan kami?

"Udah ah, jangan mikirin yang aneh-aneh lagi. Malam ini kan malam kita..." Arfan kembali mengubah suaranya jadi manja dan menggoda. Dia mencubit pinggangku gemas.

"Masih capek kan? Atau... mau diulang lagi?" bisiknya nakal.

Wajahku langsung memanas merah padam. "Ih Mas! Jahat banget sih!"

"Hahaha! Ya udah tidur ya, Sayangku yang manis. Selamat malam..."

"Selamat malam, Suamiku..."

Aku memejamkan mata di dalam pelukannya yang hangat dan aman. Meskipun ada rasa penasaran dan sedikit was-was, tapi selama ada Arfan di sampingku, aku merasa aku bisa menghadapi apa pun.

POV End

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Waduh! Panas dan romantis banget kan Bestie! 🥵❤️‍🔥 Bikin salah tingkah sendiri kan bacanya! Tapi tetep ada misterinya lho siapa orang tadi!

Gimana Bab 33-nya? Lanjut Bab 34 lagi gas! Kita mau cerita pagi pertama dan kehidupan baru mereka! ☀️🥞🔥📖

1
Mona
Bagus banget Thor, kalimat dan alurnya menarik dan membuat tertarik, keren 👍👍👍👍👍
Nurhikmatul Jannah
ya kak terimah kasih ya😍,iya kak nanti tak mampir
haniswity
ceritanya seruuu ,banyak banget plott twist nya suka banget ,walaupun pemula tapi cerita hebat banget 👋
Nurhikmatul Jannah: Terimah kasih sudah mampir
total 1 replies
haniswity
cerita nya bagus bangett,ngene banget banyak juga plot twist ny💪,semngat
Nurhikmatul Jannah: terimah kasih sudah mampir😍
total 1 replies
Nurhikmatul Jannah
bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!