NovelToon NovelToon
Dijadikan Taruhan

Dijadikan Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.

Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.

Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.

Rahasia apa yang tersembunyi?

Apa yang akan terjadi kepada Rani?

Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?

Ikuti kelanjutan ceritanya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Dinda mencoba melarikan diri. Dinda sangat ketakutan. Cowok itu memang di belakang Dinda, tapi dia tidak seperti orang yang sedang mengejar.

Tiba-tiba saja motor Dinda berhenti di tengah jalan raya. Dinda berupa menyalakan mesin tapi mesin motor Dinda tidak bisa dinyalakan. Cowok itu segera menepikan motornya. Dia membantu Dinda yang ada di tengah jalan.

Dinda mulai panik. Pengendara jalan melemparkan bunyi klakson ke arahnya. Dinda turun dari motor dan membawa motornya ke tepi jalan.

Dengan sedikit berlari, Cowok itu memberikan isyarat kepada para pengguna jalan agar memberikan jalan untuknya. Dia membantu membawa motor Dinda ke tepi jalan.

Cowok itu langsung memeriksa motor Dinda. Motor Dinda hanya kehabisan bensin. Dia melihat sekelilingnya. Dia membawa motor Dinda ke tukang bensin eceran di tepi jalan. Dia mengisi bensin Dinda.

Dinda menghampiri dan ingin membayar tapi cowok itu meminta Dinda untuk menyimpan uangnya. Dinda tertunduk dan mengucapkan terima kasih.

Dia memperkenalkan dirinya dengan nama Kenzo. Dia dan Rani dulu satu sekolah di kota Agate. Dia dengan sopan bertanya apa Rani tidak mengenalinya.

Dinda kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Dinda. Kenzo mungkin salah mengenali orang. Mungkin saja wajah Dinda mirip dengan Rani temannya Kenzo. Dinda belum pernah ke kota Agate.

Kenzo memandangi Dinda dan meminta maaf kalo sebelumnya dia membuat Dinda takut. Kenzo dengan sopan pamit kepada Dinda.

"Hati-hati di jalan, sampai jumpa lagi," ucap Kenzo sambil melambaikan tangannya.

Kenzo pergi meninggalkan Dinda. Dinda bersyukur hari ini dia bertemu dengan orang baik.

Dinda lagi-lagi bertemu dengan orang yang kenal dirinya. Sama-sama satu sekolah di kota Agate. Tapi Dinda harus selalu waspada, siapa tahu orang itu bermaksud jahat.

Dinda kembali pulang ke rumah. Tanpa Dinda sadari, dari arah belakang, Kenzo mengikutinya sampai ke rumah. Kenzo sangat yakin, Dinda adalah Rani.

"Rani, kita pasti akan ketemu lagi."

...----------------...

 

Dinda akhirnya melanjutkan sekolah di SMKN 1 kota Jade. Sebelumnya Dinda tidak ingin bersekolah karena Dinda masih takut bertemu dengan orang baru. Karena bujukan dari pak Latif dan Bu Sekar, Dinda akhirnya mau bersekolah.

Hari pertama sekolah, Dinda masih sedikit takut berinteraksi dengan teman-temannya. Sekolah Dinda yang sekarang sedikit berbeda dengan sekolahnya di kota Goldie. Di sini siswanya cuek.

Teman sekelas Dinda khususnya cewek tidak suka melihat Dinda. Mereka seperti punya saingan baru di dalam kelas. Teman cowoknya juga seolah tidak menganggap kehadiran Dinda di dalam kelas.

Ada satu orang cowok yang sangat hangat menyambut Dinda. Dan Dinda sama sekali tidak pernah menyangka dia akan bertemu lagi dengan Kenzo.

"Hai, Dinda. Ketemu lagi," sapa Kenzo.

"Halo," Dinda balas menyapa.

Kenzo duduk di samping Dinda. Kenzo mengenalkan Dinda kepada teman-teman sekelasnya.

Setelah Kenzo mengenalkan Dinda, suasana kelas mulai berubah. Teman-temannya mulai menyapa Dinda walaupun terlihat tidak tulus. Setidaknya kehadirannya diterima di dalam kelas.

Kenzo banyak membantu Dinda di hari pertama sekolahnya. Kenzo bahkan meminjamkan catatan pelajaran agar Dinda tidak terlalu jauh ketinggalan pelajaran.

Tibalah waktu istirahat, Rama dan Dita menjemput Dinda ke kelasnya. Mereka menuju kantin sekolah. Rama memilih kantin yang sedikit agak sepi dengan menu soto Banjar dan nasi goreng.

"Kok sepi Ka?" Dinda memperhatikan kantin tempat mereka makan.

"Di sini memang sedikit sepi. Padahal makanannya enak lho," kata Rama.

"Kami suka makan di sini. Coba in deh," sahut Dita.

Dinda mencicipi soto Banjarnya. Memang enak banget. Dinda juga bingung kenapa kantinnya sepi.

Saat mereka asik menikmati makanannya, Dinda cerita saat pertama kali masuk kelas. Dinda bertemu lagi dengan Kenzo, cowok yang waktu itu mengenalinya sebagai Rani. Hanya Kenzo yang baik padanya.

Dita dan Rama meminta Dinda untuk bersabar. Kelas yang ditempati Dinda sekarang memang terkenal dengan kenakalannya. Banyak guru mata pelajaran yang mengeluh.

"Mungkin saja karena kamu anak baru, mereka masih belum bisa beradaptasi dengan orang baru. Dulu Kaka pernah dengar, sebelum kamu, ada teman mereka yang jadi mata-mata. Dia selalu melapor kepada wali kelas."

"Apa dia masih di kelas X DKV 2?" tanya Dinda.

"Katanya sih, dia sudah pindah sekolah karena tiap hari dibully teman-teman sekelasnya," sahut Dita.

"Oh gitu ya. Pantesan mereka pada cuek," Dinda menghabiskan makanan dan minumannya.

Rama membayar semua makanan mereka. Dinda memuji sop Banjar buatan mamang kantin. Dinda dengan hati-hati bertanya sejak kapan kantin mamang sepi.

Mamang kantin bilang, ada yang menyebarkan isu, kantin mamang memakai pesugihan. Siapa yang langganan makan akan menjadi tumbal. Sejak itu kantin mamang sepi. Rama, Dita dan Dinda sungguh prihatin. Mereka akan mencari cari agar kantin mamang kembali rame.

Dita kembali ke dalam kelasnya. Rama dengan setia mengantarkan Dinda ke kelas X DKV 2. Kenzo memperhatikan Rama dari kejauhan. Kenzo mengikuti Rama. Setelah tahu Rama berada di kelas mana, Kenzo kembali ke kelasnya.

Kenzo melihat Dinda yang duduk sendirian sambil membaca buku di dalam kelas. Teman-temannya masih di luar kelas, ada yang masih di kantin ada juga yang hanya duduk di depan kelas sambil ngegibah dan nyebar gosip bikin dosa berjamaah.

Kenzo menarik kursinya dan duduk. Kenzo bertanya apa Dinda tidak istirahat. Di kantin makanannya enak-enak. Dinda menjawab sudah.

"Kok aku gak liat?" Kenzo memandangi Dinda.

"Aku makan sop Banjar, kantin dekat perpus."

"Sendiri?"

"Gak, sama Dita dan Kak Rama," jawab Dinda.

Ternyata, cowok itu bernama Rama. Gue harus cari tahu, ada hubungan apa antara dia dan Rama, batin Kenzo.

Beberapa teman sekelas Kenzo yang cewek satu persatu masuk ke dalam kelas. Kenzo memperhatikan Siska yang kelihatan sedang mencari-cari sesuatu. Siska mengeluarkan isi dari dalam tasnya.

Kenzo mendengar Siska kehilangan dompet. Siska panik dan mulai menuduh teman-temannya. Siska juga memeriksa isi tas teman-temannya.

"Gila lu ya! Kapan kita ngambil dompet lu! Bukannya kita semua selalu bersama," Anti tidak terima dicurigai.

Kenzo berdiri dan menghampiri Siska yang hampir dibaku hantam oleh teman-temannya. Kenzo meminta Siska mengingat terakhir kali dia menaruh dompetnya.

Teman-temannya termasuk Anti ingat, terakhir kali mereka melihat Siska membawa dompetnya ke kantin. Anti tetap bersikeras dompet itu dia tinggal di dalam tas. Anti berinisiatif mencari sendiri dompet Siska di kantin sekolah.

Bel sekolah pun berbunyi. Anti tanpa izin dari teman-teman sekelasnya membuka satu persatu tas teman-temannya. Kenzo menjelaskan di depan kelas, Anti sedang kehilangan dompetnya.

"Secara tidak langsung, lu nuduh kami yang nyuri!" Teriak Adit.

"Iya. Siapa tahu ada yang sengaja nyuri dompet gue!"

Hampir semua tas sudah diperiksa Siska dan dompet Siska masih belum ditemukan. Siska memandangi Kenzo. Kenzo memperbolehkan Siska memeriksa tasnya. Tas Kenzo aman.

Terakhir Siska tanpa sopan santun mengambil paksa tas Dinda. Siska memeriksa tasnya dan Siksa menemukan dompet miliknya.

"Ternyata, lu malingnya!" Siska menunjuk wajah Dinda.

"Bukan! Itu dompet gue!" Dinda berdiri dari kursinya.

"Mana ada maling ngaku!" Siska penuh emosi mendorong kuat dada Dinda ke dinding kelas

BRUUUUKK!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
😱
Mauk
kembaran Wira 😱
Al!f
Siapa
Rose
Salfok sama covernya. 😍
Wings
Covernya cihuy badai
Al!f
Ada yg beda, covernya 👍👍👍👍👍
Queen
Gila, covernya mantap. Kereeeeeen 👏👏👏👏
Kimberly
makin cakep aja covernya Thor. suka ❤❤❤❤❤
Andi
Covernya mantap 💪
Bho Tak
Aku suka covernya ❤
Ais
wawwwww covernya keren 😍😍😍😍
Mauk
😱😱😱😱
Mauk
Terserah author aja dah 🤣
Mauk
Ihhhh
Mauk
Kenzo ternyata
Mauk
kok bisa 😱
Mauk
Yah ko it 😱
Al!f
pilih lari
Al!f
waduh 😱
Na!
kok bisa ingat ya 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!