NovelToon NovelToon
ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Cinta Seiring Waktu / Romansa pedesaan
Popularitas:115.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Intan Rasyid sudah terikat pertunangan, tak lama lagi akan melangsungkan pernikahan, tetapi hubungan dari hasil perjodohan itu tak lantas dapat menggeser sebuah nama terukir dalam sanubari selama sepuluh tahun lamanya. Intan mencintai dalam diam pria telah berpunya.

Sampai sosok pria sangat jauh dari kriterianya tiba-tiba hadir, membawa warna baru bagi kehidupan monoton, berhasil menjungkirbalikkan dunianya.

Hal yang semula ia kira sempurna ternyata memiliki banyak kekurangan, membuatnya gamang antara dua pilihan – memutuskan pertunangan yang berarti melibatkan dua keluarga besar, atau mempertimbangkan kegigihan pria tak mengenal lelah mengejar cintanya.

Pada akhirnya, siapa yang akan dipilih oleh Intan, sang tunangan atau malah pria teramat menyebalkan, menurutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

70 kali ditolak : 02

Sarwanto melirik kanan kiri, mencari celah agar bisa lolos dari pertanyaan yang ujung-ujungnya membuat dia sakit kepala. Belum diakhiri sampai bos nya merasa puas, dan mendapatkan jawaban sesuai keinginan, bukan kenyataannya.

"Hem … saya cuma tahu sebatas nama panggilan, Juragan. Kata temannya bidan Intan Rasyid, nama tunangan dia 'Nuha', selebihnya tak tahu. Sebab sangat sulit mencari informasi tentang mereka,” sang asisten memilih mengaku daripada bersikap sok hebat berakhir menyusahkan diri sendiri.

“Nuha ….” Alis tebal Anggara menukik, dia menggerutu. “Sudah macam lagu satu nusa satu bangsa saja, membuat awak tambah penasaran sejelek apa dia, sehingga informasi tentangnya ditutup rapat. Jika dia tampan, mana mungkin menyembunyikan diri.”

"Masuk akal sih, dua bulan sudah kita mengulik, tak secuil pun mendapatkan informasi. Kasihan kali kurasa nasib permata hatiku itu – punya calon suami paket lengkap buruknya. Sudah jelek, kikir lagi!” Tangannya asal memukul punggung Sarwanto. "Arwah ...."

‘Nama saya Sarwanto, juragan! Bukan Sarwa apalagi arwah mana pakek h lagi,’ sayangnya ia cuma berani menggerutu dalam hati.

“Saya, juragan?” jawabnya pelan, perasaannya mulai tidak enak, dapat menebak pasti bakalan ada permintaan aneh.

“Aku dengar percakapan pak Jenglot, sama bang Sarimin – katanya mereka baru saja dapat pacar daun muda, hasil dari main dukun. Coba kau dekati, korek informasi, cari tahu dimana alamat dukun sakti itu!” Pintu mobil dibuka, dia meluruhkan bokong di sebelah jok pengemudi.

Pak Jenglot nama aslinya Jordi, dan Sarimin – Imam. Mereka security komplek perumahan petinggi wilayah perkebunan kelapa sawit. Anggara memang suka mengganti nama orang sesuai suasana hatinya.

Sarwanto menyalakan mesin mobil, lalu melaju keluar dari halaman klinik kesehatan yang bisa juga disebut puskesmas di perkebunan sawit milik Pangestu. Buka 24 jam.

“Baik, juragan muda, nanti saya tanya ke mereka. Namun, apa tak bahaya? Bukankah hal itu sama saja seperti aliran sesat? Sudah pasti teramat berdosa, Tuan?” ucapnya mencoba memperingati.

Anggara menguap, menyandarkan kepala pada bangku, menatap jalanan beraspal yang kanan kirinya ditanami padi masih hijau.

“Ada pepatah mengatakan – cinta ditolak dukun bertindak. 70 kali sudah rasaku bertepuk sebelah tangan, sepertinya sudah waktunya memilih jalur sesat, daripada tak bisa memiliki sang Intan permata. Lagipula, seandainya harus ada tumbal sebagai syarat … ada kau, dua satpam, kalau juga kurang, sodorkan saja tunangannya calon istriku tu.”

"Perihal dosa, kita tanggung bersama-sama. Seperti bagi hasil lah. Aku yang meminta dicarikan orang pintar, sedangkan kau sang pengantarannya. Adil bukan?"

Sepelan mungkin Sarwanto menghela napas. Enggan menanggapi. ‘Sia-sia aku mau berbuat baik, kalau hasilnya malah diriku sendiri naik darah, mengumpat.’

***

Sosok wanita cantik keluar dari kamar mandi. Memakai setelan tidur, rambutnya dibungkus handuk, wajah berkulit halus itu berseri-seri ketika mendengar notifikasi ponsel, dari bunyinya sudah mengetahui siapa gerangan yang mengirim pesan.

Intan Rasyid melepaskan handuk dari kepala dan menyampirkannya pada pundak, diambilnya ponsel di atas kasur, lalu jalan hilir mudik membaca pesan pada aplikasi hijau.

Senyum mengembang pada bibir bagian bawah penuh, atas lebih tipis. Netra indahnya berbinar. Satu pesan berhasil membuat hatinya berbunga-bunga.

Nuha; Akhir pekan aku jemput, ya?

Intan mengetik cepat, mengirim balasan; Tumben? biasanya selalu sibuk sama tumpukan buku, sering diri ini merasa seperti selingkuhan. Kau lebih menyayangi kertas-kertas bertinta hitam itu.

Nuha; Menahan rindu ternyata berat, daripada tak fokus mengerjakan tugas, lebih baik kujemput dulu seseorang yang selalu dekat di hati meskipun raganya tak selalu tampak di depan mata.

Akhhh!

Wanita berumur dua puluh lima tahun itu bertingkah layaknya gadis remaja, berteriak sambil menggigit ujung handuk, lalu menjatuhkan diri diatas kasur rumah dinas. Kakinya dihentakkan sampai papan alas ranjang berbunyi.

Pesan tadi dibaca ulang, setelah puas baru dibalas; Kamu tak lagi ada main mata dengan wanita lain ‘kan? mengapa tiba-tiba bermulut manis? aneh betul.

Dasarnya wanita, lain dimulut lain dihati. Dipuji dia curiga, diabaikan dia cari perkara.

“Ihh, kenapa dia tak balas?!” Intan langsung kesal, diketuk-ketuknya ujung ponsel pada pinggiran ranjang kayu jati.

Ting.

Nada notifikasi itu berbeda, dan Intan langsung curiga, dihidupkannya layar ponsel yang sudah gelap. Satu nama berhasil menambah rasa kesalnya.

Kurang W; Entah kenapa dadaku sakit sekali, apa mungkin karena hari ini tak bertemu denganmu. Calon ibu anak-anakku, seandainya kau tahu, semalam aku mimpi iya iya loh. Bukan disengaja, mungkin karena efek rindu menggebu-gebu. Dalam mimpi itu, kamu minta peluk ... uhhh mesranya. Jadi kepengen kan. Ayo kita ke KUA!

Lantunan Asmaul Husna bergema di dalam kamar tiga kali dua, Intan seperti sedang merapalkan mantra agar tidak emosi.

Dalam dua bulan lebih, sudah lima kali dia ganti nomor ponsel. Penyebabnya sudah pasti pemilik perkebunan kelapa sawit tempatnya bekerja.

Entah dari mana pemuda atau duda apa suami orang itu tahu nomor ponselnya, yang jelas … dia selalu mengirimi pesan seperti pasien wajib minum obat sehari tiga kali. Bahkan bisa setiap jam, ponselnya mendapatkan teror tiada henti.

Kurang W; Apa kamu tahu bedanya dirimu dengan bintang?

Tidak perlu menunggu balasan, dia sudah biasa diabaikan, langsung saja mengirim pesan lanjutan.

Kurang W; Bintang memang indah, tapi sayang sinarnya bukan untuk seorang saja, kalau kau khusus buat aku. Aku enggan berbagi-bagi. Rasanya diri ini sudah ingin sekali membawamu memasuki kamar pengantin kita.

“Tak nyambung!” gerutu Intan melototi ponselnya, enggan menanggapi pesan dari pria yang dia beri nama 'Kurang waras'.

Nuha; Maaf, tadi ada pekerjaan urgent.

Intan sudah tidak mood membalas, mematikan ponsel, dan dia mengeringkan rambut keriting sepunggung.

“Aku tak lagi suka rambut ini.” Dipilin-pilinnya helaian mirip mie kering. “Mengingatkanku pada si gila itu.”

Tok!

Tok!

“Bu bidan, ada pasien gawat darurat!”

.

.

Bersambung.

Bagi yang punya Instagram, kalau berkenan ... boleh mengikuti medsos saya – Li Cublik. Terkadang, sekali-kali ada unggah tentang karya yang mau di rilis serta lainnya. Terima kasih 🙏❤️

1
Mommy'ySnowy 💕
hayoooo looohhhh,, rameee khaannn 🤭
d asil msih ada gk y? mau d libatkn dlm kisah inikah
?🤣
Mommy'ySnowy 💕
makan tuuhh sikap pahlawan🤣🤣
anziyaa
bener2 udh capek ya intan....😭
Dcy Sukma
Diantara suasana tegang jedag-jedug ..ada aj celetukan juragan..🫣
Pudji Widy
uuh gak sabar nunggu bab berikut nyaa...keren kaka othor aku emosiku berasa ketarik dlm cerita intan ..kamal awak kau..kl ketemu aku kubecek2 kamu yaaah...😡
Widia Ningsih
aku gereget banget tor sumpah
misna wati
ya Allah sedih ya, intan si tegar. putuskan pertunangan. sehingga anggora ada ruang ya thor
Sumìni Manju Maja
sakit banget,
Tri Lestari
bagus intan sabiya , biar semuaa keluarga tau , ku mendukung mu
Aprisya
wesssss geger peperangan bratayuda🔥🔥🔥🔥🔥
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
muthia
semoga persaudaraan dan persahabatan orang tua mereka tdk bermasalah dg adanya masalah inii🙏🙏
Aprisya
yeeeesssss akhirnya ayah tua dan ibu nirma tau kebejatan kamaludin
putri
menunggu jam 23 😄🤭🤭🤭
hasatsk
makanya Nuha, kalau bertindak itu dipikir dulu jangan di butakan oleh cinta pertama.. kalau kelakuanmu sudah di ketahui 2 keluarga besar bagaimana sikap kamu..... apalagi kamu menyembunyikan istri orang....
neni nuraeni
udah tan kamu ma si Angga aja biar happy,,, lnjut lah pnsrn ini thor😁😁
Wanita Aries
wahhhh bakal meledakk nihhhh..

aku mewekkkk part ini😭😭😭😭😭
gak tega intan disakitin
Wanita Aries
ihhh gemasnyaaa akuu
★·ᴄᴀsᴘᴇʀ·★
kak cublik ku kirim 30 kopi semangat nulis si gendeng Kamal /Panic//Panic//Panic//Scream//Scream/
Wanita Aries
hikksss nyesekkkk bgt 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!