NovelToon NovelToon
Serpihan Luka Masa Lalu

Serpihan Luka Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Bagi Arga, Yura adalah teka-teki yang menolak untuk dipecahkan. Ketika Ayu mencoba menyembuhkan lukanya, masa lalu Yura mulai terkuak. Sebuah rahasia terungkap dan pengabdian dikhianati. Arga terjebak dalam dilema: Tetap setia pada dia yang tak kunjung pulang, atau menyerah pada bahagia yang terasa berdosa? Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar hilang tanpa meninggalkan bekas yang beracun.

"Hal tersulit dari kehilangan bukan tentang merelakan, tapi tentang ketakutan bahwa kau akan bahagia di atas penderitaan seseorang yang kau lupakan."

Followw akun IG @author_receh untuk info seputar novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Ayu menopang dagu, matanya tak lepas dari profil samping wajah Arga yang tegas. Ada begitu banyak pertanyaan yang tertahan di ujung lidahnya, tapi ia mendadak mendadak kehilangan keberanian saat melihat wajah kaku pria itu. Sampai sebuah suara berat memecah lamunannya.

"Simpan kekagumanmu. Aku tahu aku tampan, jadi tidak perlu menatapku seperti itu sepanjang jalan."

Ayu tersentak, hampir saja ia terjungkal dari posisinya. "Eh? Kok Bapak tahu saya lagi lihatin? Memangnya Bapak punya mata di samping kepala?"

Arga mendengus pelan, matanya tetap fokus pada jalanan di depan. "Kamu pikir aku buta? Bayanganmu di kaca jendela itu cukup mengganggu konsentrasiku."

Ayu langsung memutar tubuhnya, duduk tegak sambil mengerucutkan bibir. "Dih, percaya diri sekali! Siapa juga yang mengagumi? Saya itu cuma lagi heran, Pak. Kok bisa ya ada orang yang wajahnya kaku seperti kanebo kering tapi tetap bisa menyetir dengan tenang?"

Arga tidak bergeming. Jemarinya yang panjang mengetuk setir dengan irama yang konstan,tanda dia tidak terganggu, atau mungkin sedang berusaha mengabaikan ocehan di sampingnya.

"Pak Arga..." panggil Ayu lagi, kali ini dengan nada yang lebih manis,jenis nada yang biasanya menjadi pertanda buruk bagi ketenangan Arga.

"Jangan mulai, Ayu," potong Arga cepat, suaranya rendah dan dalam.

"Tuh, kan! Pak Arga itu sebenarnya robot ya? Coba deh sekali-kali senyum. Sedikit saja! Sampai giginya kelihatan. Saya penasaran, apa gigi Bapak juga ikut kaku kalau jarang dipakai senyum?" Ayu mendekatkan wajahnya, mencoba mengintip ekspresi Arga dari samping.

Mobil tiba-tiba melambat karena lampu merah. Arga menghela napas panjang, lalu menoleh perlahan. Tatapannya yang tajam bertemu langsung dengan mata bulat Ayu yang berbinar penuh rasa ingin tahu.

"Kalau aku tersenyum," Arga menjeda kalimatnya, suaranya mendadak berubah menjadi bisikan yang membuat bulu kuduk Ayu meremang. "Aku takut kamu benar-benar tidak akan bisa berhenti menatapku. Dan itu... akan sangat merepotkan."

Ayu terdiam, mendadak kehilangan kata-kata. Jantungnya berkhianat, berdetak dua kali lebih cepat hanya karena satu kalimat datar itu. Sementara Arga kembali membuang muka, menginjak gas perlahan saat lampu berubah hijau, meninggalkan Ayu yang kini sibuk menenangkan pipinya yang mulai terasa panas.

Oh ya, Pak, saya mau tanya," Ayu memulai, suaranya memenuhi kabin mobil yang tadinya sunyi. "Kenapa tadi kita langsung lari saat ada kakaknya Pak Arga? Padahal kita, kan, tidak sedang melakukan apa-apa di rumah tadi?"

Arga melirik sekilas lewat spion tengah sebelum kembali menatap jalanan dengan wajah datarnya yang legendaris.

"Aku hanya tidak ingin Alvin bicara yang macam-macam," jawabnya singkat, padat, dan dingin.

Ayu memiringkan kepala, senyum jahil mulai terbit di sudut bibirnya. "Macam-macam apa? Apa Bapak takut kalau Pak Alvin akan bilang kalau selama ini Bapak ternyata jomlo ngenes, dan baru kali ini ada wanita cantik yang masuk ke apartemen Bapak? Begitu, ya? Hahahaha!"

Tawa Ayu pecah, mengisi ruang sempit di mobil itu. Ia bahkan sampai memegangi perutnya, tidak menyadari kalau cengkeraman tangan Arga pada setir mobil sedikit mengeras.

Hahahaha! Pak Arga pasti takut kalau Kak Alvin bilang Bapak sudah terlalu lama membeku sampai butuh bantuan wanita cantik seperti sa..."

CIIIIIIIIIIT!

Tubuh Ayu terlempar ke depan dengan keras saat Arga menginjak pedal rem secara mendadak. Beruntung sabuk pengaman menahannya, tapi tetap saja, jantung Ayu rasanya mau copot.

"Bapak gila, ya?!" pekik Ayu sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang. Ia menoleh ke arah Arga, siap meledakkan kemarahannya.

Namun, kata-katanya tertahan di tenggorokan.

Arga sudah melepaskan sabuk pengamannya. Pria itu condong ke arah Ayu, memangkas jarak di antara mereka hingga Ayu bisa mencium aroma parfum cedarwood dan maskulin yang dingin dari tubuh Arga. Satu tangan Arga bertumpu pada sandaran kursi Ayu, mengurung gadis itu dalam ruang sempit.

"Wanita cantik?" Arga mengulang kata-kata Ayu dengan suara rendah, hampir seperti bisikan yang berbahaya. Mata tajamnya menatap langsung ke iris mata Ayu yang membulat sempurna.

Ayu menelan ludah. Tawanya yang tadi meledak-ledak kini lenyap tak berbekas, berganti dengan keheningan yang menyesakkan. "I-iya... memangnya saya salah?" cicitnya, mencoba tetap percaya diri meski nyalinya mulai menciut.

Arga tidak menjawab. Ia hanya terus menatap Ayu dengan intens, matanya turun sebentar ke arah bibir Ayu sebelum kembali ke matanya. Ada jeda beberapa detik yang terasa seperti selamanya.

"Lain kali, kalau mau tertawa sekencang itu, pastikan kamu sudah siap menanggung risikonya," ucap Arga pelan namun penuh penekanan.

Arga kembali ke posisinya semula, memasang sabuk pengaman, dan mulai menjalankan mobil kembali seolah tidak terjadi apa-apa. Meninggalkan Ayu yang membatu, wajahnya kini merah padam bukan karena tertawa, tapi karena malu yang luar biasa.

Hening kembali menyergap kabin mobil, namun kali ini jenis heningnya berbeda. Bukan lagi sunyi yang kaku, melainkan sunyi yang "berisik" oleh debaran jantung Ayu yang menggila. Ayu memalingkan wajah sepenuhnya ke arah jendela, berpura-pura sangat tertarik pada deretan ruko yang mereka lewati, padahal fokusnya tertinggal pada jarak beberapa sentimeter dari wajah Arga tadi.

Ayu berdeham, mencoba mengembalikan sisa-sisa harga dirinya sebagai fotografer profesional. "Bapak... jangan terlalu sering melakukan rem mendadak seperti tadi. Kamera saya di tas belakang itu harganya lebih mahal dari biaya servis rem mobil ini kalau sampai lecet."

Arga melirik sekilas, tangannya kembali dengan santai menguasai setir. "Kalau begitu, pastikan mulutmu tidak lebih berbahaya dari rem mobil ini, Ayu. Aku menyewamu untuk memotret progres konstruksi gedung, bukan untuk mengaudit ekspresi wajahku."

Ayu mengerucutkan bibir. "Ya, saya tahu. Tapi sebagai fotografer, saya itu punya insting terhadap objek. Dan objek di depan saya ini,maksud saya, Bapak itu punya komposisi wajah yang bagus tapi pencahayaannya... gelap. Suram."

"Suram?" Arga menaikkan sebelah alisnya.

"Iya! Seperti gedung yang konstruksinya mangkrak sepuluh tahun. Tidak ada tanda-tanda kehidupan atau keramahan," cerocos Ayu, mulai kembali ke mode beraninya.

Mobil kembali melambat, memasuki area proyek yang menjadi tujuan mereka. Arga memutar setir dengan satu tangan,gerakan yang sialnya terlihat sangat maskulin di mata Ayu,sebelum akhirnya berhenti tepat di depan gerbang seng bertuliskan Under Construction.

"Sudah sampai. Turun dan ambil alat-alatmu," perintah Arga dingin.

Ayu melepas sabuk pengamannya dengan gerakan cepat, ingin segera keluar dari zona radiasi karisma Arga yang menyesakkan. Namun, sebelum ia membuka pintu, Arga menahan lengannya pelan.

"Ayu," panggilnya. Suaranya kali ini tidak sedingin tadi, tapi tetap tegas.

"Apa lagi, Pak? Saya mau kerja, lho. Nanti kalau cahayanya sudah hilang, jangan salahkan hasil fotonya kalau jelek."

Arga menatapnya dalam, lalu sudut bibirnya tertarik sangat tipis,hampir tidak terlihat jika Ayu tidak memperhatikannya dengan saksama. Sebuah seringai kecil yang justru jauh lebih berbahaya daripada wajah datarnya.

"Tadi kamu bilang wajahku kaku seperti kanebo kering?" Arga menjeda, matanya mengunci mata Ayu. "Ingat ini, aku membayar jasamu untuk memotret beton dan besi, bukan untuk mengomentari otot wajahku. Kalau nanti di lokasi kamu masih banyak bicara..."

"Kenapa? Bapak mau ngerem mendadak lagi padahal kita lagi jalan kaki?" potong Ayu menantang.

Arga melepaskan cekalannya, kembali menatap lurus ke depan. "Tidak. Aku akan pastikan kamu lembur di kantorku malam ini hanya untuk mengedit semua foto gedung itu sampai matamu kaku seperti wajahku."

Ayu melongo, lalu mendengus kesal sambil menyampirkan tas kameranya. "Dasar bos diktator!" teriak Ayu pelan sambil membanting pintu mobil.

Ayu melangkah menjauh, memasuki area proyek tanpa menoleh lagi. Arga memperhatikan punggung gadis itu dari balik kaca mobil.Senyum tipis terbit di wajahnya.

Namun, senyum itu langsung hilang saat matanya menangkap sesuatu di spion samping,sebuah mobil sedan hitam yang terparkir mencurigakan di kejauhan, terus mengawasi gerak-gerik mereka.

Arga mengetatkan cengkeramannya pada setir, rahangnya kembali mengeras.

Siapa kira-kira yang sedang mengintai Arga? Apa semua ini ada hubungannya dengan Ayu? KIta tunggu bab berikutnya...

(Bersambung...)

1
Rahayu Ayu
Oooo....
Ternyata Ayu sudah kenal Yura
shadirazahran23: yessss
total 1 replies
moureza
betul sbnrnya apa yg disembunyiksn ayu?
Rahayu Ayu
Masih penasaran dengan rahasia yg Ayu sembunyikan, hingga sampai Ayu nekat meninggalkan Arga.
shadirazahran23: kita kasih yang tegang tegang dulu
total 2 replies
nayla tsaqif
Teka teki ttg yura gmn, thor,,??
shadirazahran23: nanti akan terungkap,sabar ya
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
mirip lh kn ayahnya 🤭
Wiwi Sukaesih: y bntr Thor
tp d kehidupan nyata ktny klw anak mirip ayahnya pasti salah satu ad yg ngalhin..ntah mitos ap fakta ....
total 2 replies
Alyka Raveena
apa ayu korban perkosaan?
koq pikiran ku langsung kesana ya Thor?
apa dibalik baju ayu yg selalu longgar ada sesuatu yg dia sembunyikan???
shadirazahran23: OMG 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rusmini Mini
anak ayu dan arga...tp ayu gak kasih tau arga kalo dia hamil /Smug//Smug/
shadirazahran23: karena ada sesuatu,makanya Ayu gak ngasih tau
total 1 replies
Rusmini Mini
apa Ayu jg spt Yura meninggalkan Arga sendiri aduh aduh What really happened to Ayu.....is Ayu going to leave? /Whimper//Whimper/
Wiwi Sukaesih
msh rahasia rahasia ini ayu
smpe punya anak LG
....ank Arga ..
Wiwi Sukaesih: Siip lh dtnggu y 😍
total 2 replies
Rusmini Mini
aq bacanya kok pas puasa ya aq sKip 😞😞
Rusmini Mini
Arga bodoh move on napa Yura itu dah pergi knp kamu nanti capek dehh 🤦🤦
Wiwi Sukaesih
ahh ngegantung lg
shadirazahran23: Cucian kali di gantung
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
penuh misteri
jd penasaran Thor...
Wiwi Sukaesih: ahh pling bsa ni KKA 😁
total 2 replies
Rahayu Ayu
Penasaran banget kak,
entah apa yg jadi rahasia Ayu, sampai Ayu mengaku salah
shadirazahran23: akupun penasaran.🤣
total 1 replies
Anonymous
Update nya yg banyak yaaa
falea sezi
lanjut
shadirazahran23: ditunggu ya kak
total 1 replies
falea sezi
Ded deg ya ga
Rusmini Mini
siapa org dekil itu
Wiwi Sukaesih
penuh teka teki ....
up LG Thor 😍
mg org yg td manggil Arga g d apa apain SM org misterius it
Rusmini Mini
itu ser serran cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!