NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:161.1k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Cuek

Mainaka

Oke, kini ia tau apa alasan Shanum tidak mau mempublish hubungan mereka, kenapa Shanum seperti khawatir jika orang-orang tau mereka--cukup dekat. Bukan hanya karena teman-teman Ceriwisnya saja, bukan karena mereka bersebrangan.

Rupanya keputusannya menerima perjodohan dan menerima debaran jantungnya saat bersama Shanum, hanya terjadi untuknya saja sementara Shanum tidak.

Entah sejak kapan Arjuna sering ke rumah Shanum. Hanya saja, mampir-nya barusan akhirnya membuat Naka tau jika selama ini antara Arjuna dan Shanum memang sedekat itu. Lebih dekat dari yang ia tau selama ini.

Ia lajukan motornya kencang-kencang untuk sampai di apartemen seiring dengan desiran da rah yang semakin deras, berjalan cepat sambil menenteng helm kemudian ia hempaskan begitu saja tubuhnya di atas kasur dimana kepalanya masih terasa berat meski helm tak lagi melindungi, ia memejamkan mata setelah sebelumnya berhasil menempelkan access card dan membuka pintu dan meluruhkan semua rasa lelahnya. Yap! Hari ini ia pulang ke apartemen setelah sempat ke kantor percetakan dan memenuhi jadwal les-nya, tak ingin terganggu oleh apapun atau siapapun.

Arjuna sudah pulang, ia membawa serta cangkir kosong bekas Arjuna minum teh, lalu beranjak ke arah kamar, menemukan ponsel di atas kasur.

"Eh.."

Matanya membola dan menemukan pesan Naka, ia tau mungkin Naka sudah pergi saat ini, tapi tetap saja....rasanya penasaran jika ia tak bergegas ke depan dan melihat itu.

"Kemana Sha?" tanya ayah yang melihat ayunan langkah cepat nan panik Shanum ke arah depan.

"Engga yah, tadi temen Sha kerumah tapi ngga jadi...cuma liat aja, masih ada apa engga..." Jawabnya, ada rasa menyesal dan kecewa di hatinya bahkan rasa bersalah turut menekan kepalanya. Terlebih saat tak ditemukannya Naka di luar rumah. Hanya malam yang sunyi bersama suara binatang bertrakea saja yang tersisa menghiasi malam.

Shanum mengedarkan pandangannya ke kiri dan kanan, barangkali dan harapannya Naka ada disana agar ia bisa menjelaskan tapi nihil...Ia tau itu mustahil, mana mau Naka repot-repot menunggu selama itu di jalanan komplek sepi yang bahkan malam ini, tak seekor pun kucing jalanan duduk di bawah siraman lampu jalan.

Ia lantas masuk kembali ke dalam dengan perasaan tak karuan, mungkin besok Naka akan notice dengan pesan dan panggilannya yaaa...ia yakin jika saat ini Naka sudah tidur.

.

.

Sepertinya Shanum harus mengubur dalam-dalam harapan Naka membalas panggilannya semalam, minimalnya bertanya dan membalas dengan kata *oh* seperti biasanya.

Tak ada satupun pesan Naka sejak semalam setelah terakhir ia bertanya motor Juna dan Shanum memberondongnya dengan panggilan.

Dan kini, ia merasa jika Naka sedang marah padanya. Yeah.. Shanum perlu meminta maaf dan menjelaskannya pada Naka, entahlah...ia merasa perlu saja, Shanum tak paham kenapa hatinya seresah ini saat situasinya begini, padahal biasanya tidak. Ia atau Naka akan anteng dan menanggapinya santai kalaupun satu sama lain kepergok jalan dengan lawan jenis atau terjadi kesalah pahaman diantara mereka.

Tau tau sejak kapan tepatnya, ia merasa bersalah jika Naka merasa kecewa begini, ia merasa harus menjelaskan jika sesuatu belum terasa lurus, sepertinya kata---tunangan itu memberikan efek beban dan tanggung jawab. Menurutnya, kali ini Naka perlu tau jika ia tidak seperti apa yang ditakutkannya.

Mungkin Naka berpikir, *ia dan Juna*....ah! Ia terlalu khawatir.

/

**Naka**! Shanum melebarkan senyumannya melihat cowok itu baru saja turun dari motornya dengan rambut yang masih lembab terlihat ia yang baru saja mandi dan buru-buru berangkat. Namun langkahnya yang sudah setengah jalan menghampiri justru terhenti saat tepukan Chika mengejutkannya bersama kedatangan Pandu.

"Num--num, bareng sampai belokan." Ia digiring oleh Chika dan Pandu dengan pasrah, yang dimana---mereka bisa sebebas itu bertegur sapa dengan Naka yang juga mulai disapa oleh teman-teman lain, sementara dirinya hanya bisa melintas bertemu tatap tapi tak saling mengatakan apapun.

Shanum menyadari, ia yang membuat semuanya jadi serumit ini.

"Otak gue butek lah udah. Gue nyerah nebak-nebak buah manggis, siapa cewek yang lagi deket sama Naka, seniat ini gue pengen tau pawangnya Naka..." Chika yang berkata lalu ia menyedot Thai tea miliknya, dimana cupnya telah basah oleh embun dinginnya es di dalam cup.

Jemima tertawa kecil, "ya lagian ngurusin banget hidup orang, hidup Naka sih lebih tepatnya..."

Namun Pandu menggeleng, "gue baru dapet info dari Mak Buti....kalo ceweknya Naka itu anak SMP." Lebih parah lagi membuat Adit melotot, "ah yang bener?!" suapannya lebih besar lagi melahap mie goreng.

Pandu mengangguk mantap, "ngga mungkin anak sini juga ya, kan? Sejauh gue ngikut OSIS sejauh gue kenal Mainaka Praveen Rajendra, gue ngga liat dia ada tebar pesona sama cewek disini, yang dibilang sama trio libel itu cuma isu pengalihan. Ya mungkin aja ceweknya emang mirip Shanum dari segi postur, muka, sama sifatnya."

Shanum tak lagi fokus dengan obrolan teman-temannya itu. Gosip tentang Naka, tentang gadis SMP yang sekarang mereka satroni sebagai kekasih Naka, ck....

"Gue mau ke perpus ..tugas sastra Bu Dian nguras otak..." Shanum memutuskan untuk pergi dari tema yang selalu membawa nama Naka.

Jemima menggebrak meja, "ah iyalah! Yok nyari yokkk..."

Frizka berdecak, "masih minggu depan kan, ntar aja lah..."

Namun Shanum benar-benar dibuat tak mood sekarang untuk sekedar menampilkan senyum manis seperti biasanya atau candaan yang meladeni jokes teman-temannya.

"Gue tinggal ya..." Shanum beranjak diikuti Jemima, memancing tatapan keheranan, kenapa? Mau pms kayanya ya...

Jemima membenarkan tata letak kacamatanya membersamai langkah Shanum ke arah perpustakaan sembari membicarakan tugas yang akan mereka kerjakan.

Hingga matanya tak sengaja mendarat ke arah ayunan langkah beberapa orang di lain arah, pak Bowo---Naka--Airani. Mereka bicara serius, tentu saja tentang program OSIS.

Sempat terhenti saat berpapasan, hanya Airani dan pak Bowo saja yang menyapa Shanum dan Jemima, "Shanum...Jemima."

"Pak, Naka---Ai..."

Sementara Naka...

Deg...

Ia melewati Shanum begitu saja, tanpa sapaan tanpa senyuman bahkan melirik pun tidak, seolah Shanum memang tak ada disana.

"Kenapa?" tanya Jemima saat menyadari Shanum yang masih menghentikan langkahnya.

"Engga apa-apa..." langkahnya ia lanjutkan. Jemima melingkarkan lengannya di lengan Shanum dan mengusirnya untuk lebih cepat berjalan sambil kembali mengoceh.

Sempat Shanum menoleh, tapi Naka tak melakukan hal yang sama untuknya.

Sungguh tak nyaman seperti ini, semakin dibuat tak enak dan bersalah.

/

Ia berjalan bersama Jemima dan Frizka menuju ruang MPK. Terlihat pula Canza yang berlari tiba-tiba menyusul dari arah belakang sambil menggoda seperti biasanya, ia berseru tepat diantara Shanum dan Jemima membuat kaget, "woyyy jalannya jangan kaya Miss Indonesia, buruan!"

Plakk!

"Mo nyettt!" hardik Jemima mengejar Canza, dan Frizka tertawa-tawa, hingga sampai di ruang MPK yang terletak di dekat laboratorium IPA.

Diantara ruang yang mulai terisi oleh anak-anak MPK, Juna sudah meminta bahan rapat hari ini pada Shanum lalu ruangan yang mulai dinyalakan kipas anginnya dan menguarkan aroma lavender dari pewangi yang ditempel di depan kipas ini suara Navarro mulai menggema, "guys, undangan rapat gabungan bareng OSIS hari Selasa ya...mohon untuk yang ekskul Selasa konfirmasi."

"Thanks Num..." Juna memasang tampang tersenyum hangatnya, Shanum kembali duduk.

Shanum

Naka Lo marah sama gue?

Gue ada salah ya?

Naka sumpah ya...kalo gue salah ngomong aja salah gue dimana? Gue bukan cenayang.

.

.

.

.

1
bunga citra
darah muda😍😍
Septi
wkwkwkwkwk nggak ada yang percaya 🤣
Septi
wooowww 😅
Septi
bisa aja 🤣🤣🤣🤣
Bulan-⁶
berdua dengan posisi begitu ya bahaya lah ka
El aisya
apa shanum semacam banteng? bisa nyruduk ternyata 😅😆
El aisya
ampun dah num, semvak gak tuhhh🤣
El aisya
ealah bocil mau pangkuan juga
mommyanis
pokok e seru....best lah teh Shin 👍👍👍👍👍🤭
Elmaz
🤣🤣🤣🤣
mommyanis
apakah penampakkannya Naka sama dg penampakkan yg sekarang Num 🤔🤔🤔🤭🤭🤭
El aisya
wes pokoknya shanum kalo beli coklat fix ingatnya langsung sosoran Naka🤣🤣
mommyanis
nah kannnnn setannya ternyata ngumpet di dalam kolornya Naka 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Elmaz
iya ya apa kabar desti tuh.... bikinin crita dong teh ttg dia atau kita jodohin aja sama yahya.. 🤣🤣🤣
El aisya
eh eh eh ehhhh,,,, udah mulai nakal ya
mommyanis
kita bacain ayat kursi ato apa nich,takut setannya pada ngintip 😱😁
mommyanis
diarak pake sound horeg aja lah y,biar sampai pojokan dunia tau juga 😂😂😂
mommyanis
entah mengapa klo nyuci pake mesin cuci malah lebih lama selesainya dibandingkan dg nyuci manual alias ngucek pake tangan 🤔😁
deeRa
Astogeh, jujur sekali🤣🤣🤣🤣🤣
Anis Jmb
senyam senyum baca kisah mereka,,,🤭sweet ny naka😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!