NovelToon NovelToon
Kesempatan Dari Sistem

Kesempatan Dari Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Artha Jayendra adalah seorang pemuda yang kini menjadi pengangguran setelah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri dan bahkan oleh kekasihnya. Pengkhianatan itu menghancurkan hidupnya hingga membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Dalam kondisi depresi, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah jembatan. Namun sebelum ia melompat, cahaya terang tiba-tiba muncul di langit, dan sebuah menara raksasa misterius muncul di tengah kota. Bersamaan dengan itu, sebuah sistem aneh muncul di hadapannya. Alih-alih terkejut, Artha justru melihatnya sebagai kesempatan baru. Dengan tekad yang dingin, ia bersumpah dunia telah berubah dan dia akan menjadi lebih kuat dan membalas semua penghinaan, penindasan, dan pengkhianatan yang pernah ia terima. Dari sinilah perjalanan Artha Jayendra dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab XXIX—Terbang

Angin di lantai tiga, Aerie of the Fallen, menderu semakin liar, membawa serpihan es dan aroma tajam belerang. Jayendra berdiri di atas rantai besi yang berayun hebat, matanya yang berwarna ungu gelap mengunci sosok Xerxes yang sedang berputar-putar di langit oranye yang membara. Di bahunya, Garlak dan Aridius tetap diam membeku sesuai perintah. Ini adalah panggung tunggal bagi sang Overlord.

Xerxes, sang Pangeran Terbuang, merasa terhina. Bagaimana mungkin seorang manusia tanpa sayap bisa menatapnya dengan pandangan sedingin itu? Ia membuka paruhnya, dan kilatan listrik perak mulai terkumpul.

...----------------...

...[Peringatan]...

...Musuh menggunakan skill:...

... Sovereign's Cry...

...Efek penurunan status 'Stun' dan 'Fear' terdeteksi....

...----------------...

...----------------...

...[Skill Pasif dari Title]...

...Aura of the Unbroken ...

...Diaktifkan ...

...[Efek: Tekad pengguna tidak dapat digoyahkan. Seluruh efek gangguan mental dan intimidasi dibatalkan secara permanen.]...

Gelombang suara yang mampu meretakkan batu itu menyapu jembatan, namun Jayendra bahkan tidak berkedip. Rambut hitamnya berkibar tertiup badai, namun tubuhnya tetap sekokoh gunung karang. “Hanya segitu?” gumam Jay dengan nada meremehkan. “Suaramu lebih bising daripada tawaan dari orang yang telah mengkhianatimu.”

Xerxes meraung murka. Ia melipat sayap bajunya dan menukik tajam.

...----------------...

...[Analisis]...

...Xerxes menggunakan Skill...

... Thunderbolt Dive....

... Kecepatan benturan mencapai 500 km/jam. Disarankan untuk menghindar....

...----------------...

“Asha, diamlah. Aku tidak butuh saran untuk sekadar menghadapi burung penyakitan ini,” desis Jay.

Saat Xerxes hampir menghantamnya, Jayendra dengan wajah serius berkata “Salin skill terbangnya aku tahu dia sudah tak bisa terbang kan? Karena kejadian masa lalu…”

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...Mengaktifkan Skill:...

...Mirror Of Ability...

...Proses menyalin Skill:...

...Stell Wing Gale (Epic)...

...Active combat skill tipe aero yang memanifestasikan sepasang sayap astral berwarna ungu dengan tepian bulu setajam silet layaknya baja perak. Poin utama dari skill ini adalah pemberian mobilitas mutlak berupa kemampuan terbang supersonik dan manuver udara yang sangat lincah, melampaui batasan fisik manusia. Selain sebagai alat transportasi, sayap ini berfungsi ganda sebagai senjata tajam untuk menebas musuh dalam jarak dekat maupun menciptakan proyeksil sabit angin jarak jauh....

...----------------...

...----------------...

...[Skill berhasil di salin]...

...----------------...

“AKTIFKAN!” Suruh Jay dengan nada tinggi karena posisinya dia sekarang sunggu terancam.

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...Stell Wing Gale (Epic)...

...Diaktifkan...

...Sepasang sayap astral berwarna ungu dengan tepian setajam silet meledak dari punggung Jay. Dengan satu kepakan kuat, Jay tidak menghindar, melainkan melesat maju menyambut terjangan Xerxes. Benturan dua kekuatan raksasa itu menciptakan ledakan sonik yang menghancurkan jembatan rantai di bawah mereka. Jay menggunakan momentum itu untuk melompat, kakinya berpijak sejenak di atas paruh Xerxes sebelum ia melesat ke udara....

...----------------...

Pertarungan udara yang ekstrem pun pecah. Xerxes menggunakan kelincahannya untuk memutar, mengirimkan ribuan bulu baja yang berpendar listrik. Jayendra menari di antara maut, sayap astralnya berkepak dengan frekuensi tinggi, membelah setiap bulu baja yang mendekat. Suara dentingan logam yang beradu di angkasa terdengar seperti simfoni kematian yang tak henti-henti.

Xerxes kembali menyerang dengan Air Slasher, menciptakan sabit angin raksasa yang membelah awan. Jay menghantamkan tinjunya yang telah diselimuti aura kegelapan, menghancurkan sabit angin itu dengan kekuatan fisik murni yang dipinjam dari sistem.

“Kau punya masa lalu yang menyedihkan, Xerxes. Dikhianati, dipatahkan, dan dibuang,” ucap Jay sambil melayang di depan sang Griffin, suaranya terdengar jelas meski di tengah badai. “Tapi bedanya denganku adalah... kau menerima takdirmu menjadi penjaga di sini. Sedangkan aku? Aku datang untuk menelan takdir itu sendiri.”

Xerxes membalas dengan Heavenly Storm. Seluruh langit di lantai tiga mendadak menjadi gelap. Petir menyambar-nyambar dari segala arah, mengunci posisi Jayendra. Listrik statis membuat bulu kuduk berdiri. Sang Griffin yakin, di tengah badai ini, tidak ada satu pun makhluk darat yang bisa selamat.

Namun, Jayendra justru memejamkan matanya. Sebuah senyum tipis yang mengerikan tersungging di bibirnya.

“Asha, aktifkan Abyssal Silence.”

...----------------...

...[Perintah Diterima]...

...Mengaktifkan Skill Salinan:...

...Abyssal Silence (Epic)...

...Seketika, sebuah kubah hitam pekat meledak dari tubuh Jayendra. Kegelapan ini bukan kegelapan biasa, ini adalah ketiadaan. Dalam sekejap, radius seratus meter di sekitar Jay dan Xerxes tertutup oleh domain hitam yang absolut. Suara badai menghilang. Cahaya petir padam. Bahkan udara terasa berhenti mengalir....

Xerxes membeku di udara. Ia mencoba mengepakkan sayapnya, namun ia tidak bisa mendengar suara kepakannya sendiri. Ia mencoba menggunakan indra penciumannya, namun bau belerang pun hilang. Ia mencoba melihat, namun matanya yang mampu menembus kabut kini hanya melihat kekosongan yang tak berujung.

Sang Pangeran Langit kini buta, tuli, dan kehilangan arah. Ia panik, berputar-putar liar di dalam domain Abyssal Silence, memekik tanpa suara. Di dalam domain ini, Jayendra adalah tuhan yang tak terlihat.

Jay melayang dengan tenang di belakang Xerxes. Ia tidak terpengaruh oleh kegelapan miliknya sendiri. Baginya, Xerxes sekarang hanyalah bongkahan daging yang menunggu untuk dieksekusi. Jay melebarkan sayap Steel Wing Gale di punggungnya hingga mencapai rentang maksimal. Aura ungu pada sayap itu berubah menjadi hitam pekat, seakan menyerap energi dari domain Abyssal Silence.

“Selamat tinggal, Pangeran yang Terbuang. Di kegelapan ini, tidak ada tempat bagi mereka yang tidak memiliki cukup dendam untuk bangkit,” bisik Jay tepat di telinga Xerxes.

Xerxes tersentak, ia merasakan kehadiran maut di belakangnya, namun terlambat.

Jayendra mengepakkan sayap bajanya dengan kekuatan absolut. Gerakannya begitu cepat hingga menciptakan vakum di dalam domain kegelapan tersebut. Sayap astral itu memanjang, berubah menjadi dua bilah sabit raksasa yang memotong ruang dan waktu.

SRAAAAKKKKK!

Tanpa ada suara teriakan yang terdengar, tubuh raksasa Xerxes terbelah menjadi tiga bagian. Leher dan sayapnya terpisah dari tubuh singanya dalam satu tebasan presisi. Darah biru sang Griffin memuncrat, namun segera tertelan oleh kegelapan domain sebelum sempat menyentuh lantai.

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...Xerxes...

...The Fallen Prince...

...Lvl 53...

...Telah dikalahkan....

...----------------...

Kubah hitam Abyssal Silence perlahan memudar dan pecah seperti kaca. Cahaya oranye dari langit lantai tiga kembali menyinari platform. Jayendra mendarat dengan anggun di atas potongan pilar batu yang tersisa, sayap astralnya perlahan menghilang menjadi partikel cahaya ungu. Di depannya, jasad Xerxes jatuh terhempas ke dasar lembah, menghilang di balik kabut abadi.

...----------------...

...[LEVEL UP]...

...Level 43—> 48...

...Seluruh HP dan Mana Telah Dipulihkan dan Tingkatkan Secara Permanen...

...Jumlah Stat Poin 50...

...----------------...

...----------------...

...[REWARD]...

...Broken Crown of the Sky Prince...

... Sebuah artefak hancur yang mengandung sisa otoritas kerajaan langit ...

...Xerxes’ Silver Plume...

Material kelas tinggi yang bisa digunakan untuk memperkuat baju zirah, memberikan ketahanan terhadap serangan elemen angin dan petir.

...Jayendra berdiri diam, mengatur napasnya yang sedikit memburu. Darah biru yang tersisa di tangannya ia bersihkan dengan ujung jubahnya yang koyak....

...----------------...

“Lantai tiga... selesai,” ucap Jay datar.

Aridius dan Garlak yang sedari tadi menonton dalam diam kini melompat turun dari bahunya, kembali ke bentuk bayangan seukuran semula di belakang Jay. Keduanya berlutut dengan kepala menunduk dalam. Mereka telah menyaksikan kekuatan murni sang Overlord yang tidak hanya mampu meniru, tapi juga melampaui kemampuan asli pemiliknya.

“Tuan... kekuatan itu...milik Garlak dan Xarxer kan?” Aridius berkata dengan suara bergetar, penuh kekaguman dan ketakutan.

“Iya…” Jawab Jay sambil menoleh kearah Aridius. “Itu semua aku perolah dari skillku sendiri yaitu skill yang dapat menyalin semua skill di bawah tingkatan milikku.”

“Sungguh hebat…”Jawab mereka bersamaan.

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...Energi Overlord terdeteksi stabil. Mempersiapkan akses menuju Lantai 4....

“Tunggu dulu Ahsa…”

“ASHA?” tanya Aridius “ siapa itu tuan?”

“Ah teman sistemku, kalian berdua belum berkenalan dengannya ya…” Ujarnya menggaruk pelipis.

“Yang mana tuan?”

Asha menyela “Tuan, mereka tak dapat melihat saya. Jika level Anda naik maka saya dapat berwujud dan mereka akan tahu siapa saya…”

Jay hanya mengangguk paham dan berkata kembali kepada Aridius dan Garlak “kalian akan mengetahuinya jika waktunya…”

Aridius dan Garlak saling memandang terlihat mereka masih kebingungan. Sekarang mereka melihat Tuannya berbivcara sendiri seakan tuannya sudah gila.

“Asha, jangan ke lantai 4 dulu” ujarnya “karena aku ingin menghidupkan kembali Xarxes terlebih dahulu.

1
ラマSkuy
lanjut thor👍
ラマSkuy
agak lambat alurnya tapi seru Thor , lanjutkan 👍
ラマSkuy
Hem ini latar ceritanya tentang apocalypse monster ya kayak komik solo leveling, keren Thor 👍
Yikkii: Terimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!