NovelToon NovelToon
Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Janda / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Niskala NU Jiwa

Ditinggalkan ,dihina, dan dicap mandul, Azura kembali ke desa kerumah orang tuanya dengan hati hancur setelah 5 tahun pernikahan diceraikan suaminya . Namun saat hidupnya mulai bangkit, rahasia besar keluarga terungkap, ancaman, dan musuh berbahaya . Di tengah badai itu, Azura bertemu Rayyan ,duda kata dengan dua anak kembar dan luka masa lalu . Akankah Azura mempertahankan harga diri, keluarga, dan cintanya? Atau masa lalu kembali meruntuhkan segalanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala NU Jiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebahagiaan yang Berlawanan

Satu minggu telah berlalu sejak Azura menginjakkan kaki kembali di tanah kelahirannya. Setiap pagi, ia terbangun dengan perasaan ringan, seolah beban batu yang selama lima tahun menghimpit dadanya telah luruh sepenuhnya. Tidak ada lagi teriakan makian, tidak ada hinaan tentang kemandulan, dan tidak ada lagi tatapan merendahkan. Yang ada hanyalah simfoni alam; ayam berkokok, desir angin sungai, dan senyum tulus keluarganya.

Azura berdiri di teras rumah barunya yang mulai menampakkan kegagahannya. Sinar matahari pagi menyinari area galeri kecil di bagian depan yang kini sudah mulai berbentuk.

“Alhamdulillah…” gumamnya pelan, menghirup udara pedesaan yang bersih.

Dulu ia mengira dunianya telah kiamat. Sedangkan di sini, ia justru menemukan dirinya kembali. Di belakang rumah, Ibu Sulastri sibuk menjemur serat-serat eceng gondok, Pak Hadi mengangkat batang kering dengan penuh semangat. Farhan, kakaknya yang dulu pincang, kini mulai menunjukkan kemajuan luar biasa setelah terapi rutin. Langkahnya semakin stabil, bahkan ia sudah bisa menggendong Rafa sambil berjalan perlahan.

“Tante… Tante Azura!” Rafa berlari kecil, memeluk kaki Azura.

Azura langsung menggendong keponakannya itu. “Iya, Sayang? Mau main?”

Hati Azura terasa penuh. Ia sadar, kemewahan di kota hanyalah fatamorgana jika hati selalu tersiksa. Kebahagiaan sejati justru hadir dari hal-hal sederhana yang selama ini ia abaikan.

Satu Bulan Kemudian: Kebangkitan Azelena Craft

Waktu bergulir dengan cepat. Keajaiban terjadi di perbatasan Desa Kenanga. Rumah dua lantai milik Azura kini berdiri megah—modern, elegan, tetap hangat dengan sentuhan kayu. Pagar seng misterius itu akhirnya dibuka, menampakkan sebuah galeri estetik dengan papan nama kayu jati yang diukir indah: Azelena Craft – Desa Kenanga.

Di sudut galeri, Alya tampak sibuk dengan ponsel barunya yang dipasang pada sebuah tripod. Di bawah bimbingan Azura, Alya kini menjadi "wajah" dari bisnis mereka.

"Halo teman-teman! Lihat deh, tas etnik ini dibuat langsung dari serat eceng gondok pilihan," ucap Alya dengan nada ceria ke arah kamera. Kelincahannya berbicara dan wajahnya yang manis ternyata menjadi magnet luar biasa di media sosial. Akunnya meledak, ribuan pengikut baru berdatangan setiap hari.

Dua minggu setelah aktif di media sosial, Alya berlari menghampiri Azura dan Farhan di ruang tengah dengan wajah memerah.

"Kak Azura! Mas Farhan! Lihat!" seru Alya hampir menjerit. "Ini... gaji pertama Alya dari Facebook! Dua juta, Kak!"

Mata Pak Hadi dan Bu Sulastri membulat. "Dua juta? Hanya dengan bicara di depan HP begitu kamu diberi uang, Nak?" tanya Pak Hadi tak percaya.

Alya mengangguk mantap. Dengan mata berkaca-kaca, ia segera meletakkan uang itu di tangan ibu dan bapaknya. "Ini untuk Ibu dan Bapak. Alya senang banget bisa kasih uang hasil keringat sendiri."

Farhan tertawa bangga sambil merangkul adiknya. "Wah, adik kecil kita sudah jadi pengusaha muda sekarang. Kak Azura benar-benar mentor yang hebat."

Sementara Itu, di Balik Kemegahan Kota...

Berbeda 180 derajat dengan kehangatan di desa, Dimas sedang merayakan kemenangannya. Ia dan istri barunya, Annita, baru saja mendarat dari bulan madu mewah di Paris. Di rumah besar keluarga Mahendra, Annita disambut layaknya ratu.

“Ibu sangat berharap kamu segera hamil, Annita,” ucap Ibu Ratih sambil memeluk menantunya. “Ibu ingin cucu dari keturunan yang setara, bukan dari rakyat jelata yang mandul itu.”

Annita tersenyum manis—sebuah akting yang sempurna. Ketika, saat pintu kamar terkunci, Annita menyentuh perutnya yang masih datar dengan tatapan sedingin es. Di rahimnya memang ada kehidupan satu bulan, tapi itu bukan anak Dimas. Keluarga "Konglomerat Batubara" miliknya pun hanyalah kedok untuk menutupi kebangkrutan ayahnya.

Malam harinya, saat menghadiri pesta eksklusif, Annita duduk bersama Sarah, kakak Dimas. Dalam keadaan mabuk berat, Sarah meracau tanpa sadar.

"Kamu beruntung, Annita... Nggak kayak si Azura, pelayan rumah tangga yang dijadikan Dimas itu istrinya yang bodoh. Padahal dia cuma dimanfaatkan otaknya buat bikin proposal bisnis," racau Sarah sambil tertawa sinis.

Annita membeku. Jadi, rahasia kesuksesan Dimas selama ini ada di tangan wanita bernama Azura itu?

Rasa penasaran membawa Annita mencari tahu. Saat ia sedang menggeser layar tabletnya, ia melihat video viral seorang gadis manis bernama Alya yang mempromosikan galeri megah di sebuah desa. Di belakang gadis itu, tampak sosok wanita berkerudung biru yang sedang mengatur barang.

“Jadi ini… Azura Nadhira?” desis Annita menyipitkan mata. Ia melihat Azura yang sekarang tampak jauh lebih bersinar, anggun, dan berwibawa berbeda dengan foto gadis berkerudung yang iya temukan di laci kerja suaminya tampak lebih lusuh.

Rasa tidak suka muncul di hati Annita. Sebagai wanita manipulatif, ia merasa terancam. Jika Dimas melihat Azura yang sekarang sukses dan cantik, posisinya bisa goyah. Apalagi jika rahasia kehamilan palsunya dan asal-usul keluarganya terbongkar.

“Wanita ini tidak boleh masuk lagi ke kehidupan Dimas,” desis Annita dengan senyum licik. “Jika masa lalu Dimas terbongkar lewat dia, rencanaku bisa hancur.”

Di Desa Kenanga, Azura berdiri di balkon rumah barunya, menatap hamparan sawah yang bercahaya di bawah sinar bulan. Ia tidak tahu bahwa kesuksesannya telah memicu api kebencian di kota sana. Badai sedang dikirimkan untuknya, namun Azura yang sekarang tidak akan lagi bisa dihancurkan dengan mudah.

1
Roos Penerut's
cerita bagia
Evi Lusiana
terharu thor,walopun slm 5 thn azzura bgi burung d dlm sangkar bgtu kluar dia ttp bs jd penerang bgi kluargany yg sdg kesusahan
Evi Lusiana
ayo zura bangkit dn lawan musuh²mu dg elegan,kau org cerdas
bilik166
💪💪💪💪💪💪
Niskala NU Jiwa: terimakasih
total 1 replies
Elia Rossa
aku suka cerita kalo wanitanya tangguh gini...👍
Niskala NU Jiwa: terimakasih kak. 😍
total 1 replies
naya siswanto
keren
Darlysese
di tunggu lanjutannya
Darlysese
semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!