NovelToon NovelToon
YOU (Obsessive Love Disorder)

YOU (Obsessive Love Disorder)

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Eleanor Lichtenzell adalah pewaris takhta bisnis raksasa kedua di Inggris, namun baginya, kemewahan adalah penjara. Setelah merusak sepuluh kencan buta dengan lidahnya yang tajam, ia memilih melepaskan marga dan kekayaannya demi sebuah kebebasan. Namun, dunia luar lebih kejam dari yang ia duga. Di bawah bayang-bayang pengaruh ayahnya yang mencoba memutus jalannya, Eleanor berakhir menjadi pelayan di sebuah kafe eksklusif pinggir laut.

Disana, ia bertemu dengan Edward Zollern, sang penguasa ekonomi Inggris yang dingin, perfeksionis, dan memiliki segalanya. Ketertarikan Edward yang awalnya hanya karena rasa penasaran berubah menjadi obsesi yang gelap saat ia menyadari bahwa Eleanor adalah teka-teki yang tak bisa ia pecahkan. Edward tidak tahu bahwa gadis tanpa asal-usul yang ingin ia tundukkan itu sebenarnya adalah putri dari pebisnis yang setara dengannya. Sebuah permainan kekuasaan dimulai, di mana cinta bukanlah tentang kasih sayang, melainkan tentang siapa yang lebih dulu berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan Darurat

Hanya dalam waktu tiga hari—berkat kekuasaan Zollern dan koneksi Lichtenzell—sebuah pernikahan megah yang seharusnya disiapkan selama satu tahun, terwujud dengan sempurna. Eleanor tidak punya waktu untuk protes karena setiap kali ia membuka mulut, Nenek Agatha langsung pura-pura sesak napas, dan Edward langsung memegang bahunya sambil meringis kesakitan.

"Hanya tanda tangan, Eleanor. Setelah itu kau bebas memaki-makiku dengan status hukum yang sah," bisik Edward saat mereka berdiri di depan altar gereja tua yang dikosongkan khusus untuk mereka.

Eleanor tampil luar biasa cantik dengan gaun pengantin putih bersih yang elegan. Meskipun wajahnya ditekuk dan ia terus memutar bola matanya karena kesal dengan kecepatan situasi ini, ia tidak bisa menampik bahwa jantungnya berdebar sangat kencang saat Edward menggenggam tangannya di depan pendeta.

"Saya, Edward Zollern, menerima engkau, Eleanor Lichtenzell, sebagai istri saya yang sah..."

Suara Edward terdengar sangat dalam, mantap, dan tanpa keraguan sedikit pun. Saat giliran Eleanor, ia sempat terdiam sejenak, melirik ke arah ayahnya yang tersenyum lebar dan Nenek Agatha yang sudah memegang tisu karena terharu.

"Saya... menerima Edward Zollern," ucap Eleanor akhirnya, meskipun diakhiri dengan gumaman kecil, "Si pria licik ini."

Begitu pendeta mengatakan, "Anda boleh mencium mempelai wanita," Edward tidak menunggu lama. Ia menarik pinggang Eleanor dan memberikan ciuman yang sangat dalam di depan seluruh keluarga besar. Bukan ciuman akting, tapi ciuman yang seolah mengatakan bahwa Eleanor sekarang benar-benar miliknya.

Di Sebuah Klinik Kecantikan – Waktu yang Sama. Di saat berita pernikahan "The Royal Wedding of the Year" itu disiarkan langsung secara terbatas di televisi kabel mewah, Lyodra sedang duduk dengan perban di hidungnya setelah mencoba melakukan perbaikan kecil gara-gara kritikan Eleanor tempo hari.

Saat melihat layar televisi yang menampilkan Edward dan Eleanor sedang berciuman di altar, Lyodra membelalakkan matanya.

"Menikah?! Bagaimana bisa secepat itu?!" Teriak Lyodra histeris.

Karena emosi yang meluap, tekanan darahnya naik, dan rasa sakit di hidung pasca-operasinya mendadak berdenyut hebat. Lyodra tidak kuat menanggung rasa malu dan kenyataan bahwa posisinya telah digantikan secara permanen oleh wanita yang ia anggap kantoran biasa.

BRAK! Lyodra jatuh pingsan di kursi klinik, membuat para perawat panik. Karirnya tamat, cintanya kandas, dan sekarang dia bahkan pingsan dengan hidung yang masih diperban. Benar-benar tamat!

Pesta pernikahan mewah itu baru saja usai. Di mata publik, mereka adalah pasangan paling romantis, namun begitu pintu kamar Luxury Suite di Mansion Zollern tertutup rapat, suasana berubah menjadi medan perang.

Eleanor berdiri di tengah ruangan, masih dengan gaun pengantinnya yang megah, namun wajahnya merah padam karena amarah yang sedari tadi ia tahan di depan para tamu. Ia menatap Edward yang sedang melepas jam tangan mahalnya dengan gerakan yang sangat santai—bahkan terlalu santai untuk pria yang katanya bahunya cedera.

"Edward Zollern!" Ucap Eleanor dengan penuh penekanan. "Buka bajumu sekarang!"

Edward menghentikan gerakannya, satu alisnya terangkat dengan seringai nakal. "Wow, Eleanor. Aku tahu kita sudah sah, tapi bukankah ini terlalu agresif? Kau tidak sabar ingin mengulangi kejadian di hotel?"

"Jangan bercanda! Buka kemejamu, aku ingin lihat bahumu!" Eleanor mendekat, tangannya gemetar karena emosi. "Aku baru ingat, tadi saat di altar, kau menggendongku dengan sangat ringan saat sesi foto. Pria yang otot bahunya cedera tidak mungkin bisa melakukan itu tanpa meringis!"

Edward tertawa rendah, suara tawa yang sangat menyebalkan. Ia perlahan membuka kancing kemejanya satu per satu, menampakkan bahunya yang kokoh, mulus, dan sama sekali tidak terlihat seperti habis mengalami cedera otot.

"Kau menipuku!" Eleanor membelalakkan mata. "Kau berbohong soal bahumu, atau jangan-jangan kau juga berbohong soal diperkosa? Dan kau menggunakan rasa bersalahku untuk menyeret aku ke pelaminan dalam tiga hari! Kau... kau benar-benar iblis!"

Edward melangkah maju, mempersempit jarak hingga Eleanor terdesak ke ujung tempat tidur. Ia membungkuk, menyejajarkan wajahnya dengan Eleanor, matanya berkilat penuh kemenangan.

"Bukan menipu, Eleanor. Aku lebih suka menyebutnya sebagai strategi negosiasi tingkat tinggi," ucap Edward dengan suara berat yang penuh kepuasan. "Lihatlah dirimu sekarang. Nyonya Eleanor Zollern. Putri mahkota Lichtenzell yang katanya tidak tersentuh, sekarang ada di kamarku, dengan margaku, dan secara hukum tidak bisa lari ke mana pun."

"Kau hanya ingin menang!" Tuduh Eleanor, tangannya memukul dada Edward.

"Tentu saja. Aku selalu menang, Eleanor," Edward menangkap kedua tangan Eleanor dengan satu tangan besarnya, menguncinya dengan mudah. "Menaklukkanmu jauh lebih memuaskan daripada memenangkan tender puluhan triliun. Kau adalah tantangan terbesarku, dan lihat? Aku benar-benar hebat bisa membuatmu berdiri di altar itu dengan sukarela."

Eleanor mendesis, "Aku tidak sukarela! Aku melakukannya karena aku pikir aku sudah menyakitimu!"

"Dan itu adalah bagian terbaiknya," Edward menyeringai sinis, sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyatakan cinta. Baginya, kepuasan memiliki Eleanor saat ini adalah tentang dominasi dan keberhasilannya menaklukkan wanita paling keras kepala di Inggris. "Sekarang, berhentilah mengeluh. Kau sudah di sini, dan kau tidak punya pilihan selain menjalani peranmu sebagai istriku."

Eleanor menyentakkan tangannya, matanya berkaca-kaca karena marah sekaligus kesal pada dirinya sendiri yang begitu mudah dibodohi. "Aku akan membuatmu menyesal, Edward. Aku akan menjadi istri paling menyebalkan yang pernah ada dalam sejarah keluarga Zollern!"

"Silakan dicoba, sayang." Tantang Edward sambil berbalik menuju kamar mandi dengan gaya angkuh. "Tapi ingat, di rumah ini, akulah penguasanya. Dan kau? Kau adalah trofi terindah yang pernah kuraih."

Sementara Itu – Di Klinik Bedah Plastik. Lyodra sedang terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan kepala yang dibalut perban. Matanya yang sembab menatap layar televisi yang menampilkan foto-foto pernikahan Edward dan Eleanor yang beredar di internet.

Rasa sakit di hidungnya akibat operasi perbaikan itu tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.

"Puas-puaslah kau tertawa sekarang, Eleanor," gumam Lyodra dengan suara serak di balik masker oksigennya. "Edward mungkin sudah memilikimu secara hukum, tapi aku tahu pria itu. Dia tidak akan pernah memberikan hatinya padamu. Dia hanya menganggapmu sebagai barang koleksi."

Lyodra mencengkeram sprei tempat tidurnya hingga kuku-kukunya memutih. "Biarkan aku sembuh dulu. Setelah wajahku sempurna kembali, aku akan kembali ke London dan menunjukkan pada dunia bahwa pernikahan kalian hanyalah sebuah panggung sandiwara yang kosong. Aku akan menghancurkanmu dari dalam, Eleanor. Aku bersumpah!"

1
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣
Hana Nisa Nisa
🙈🙈🙈🙈
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣🤣
Hana Nisa Nisa
nahhh
Hana Nisa Nisa
suka tata bahasanya bagus
Hana Nisa Nisa
😄😄😄😄
Hana Nisa Nisa
baper euyy
Hana Nisa Nisa
😍😍😍😍😍
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣
Hana Nisa Nisa
🥰🥰🥰🥰🥰
Xiao Bae•: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Hana Nisa Nisa
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!