Semoga kalian suka ya.
Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.
Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.
Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Pertama
Liam: "Sekarang kita sudah punya tempat tinggal dan jadi anggota Guild. Semoga besok kita bisa mendapatkan informasi penting yang kita butuhkan."
Olivia: "Aku akan membantu kalian dengan sekuat tenaga. Bersama-sama kita akan menghentikan Awan Gelap ini!"
–Pagi Hari–
Mereka bangun lebih awal untuk menghadiri rapat pagi di Guild Petualang. Setelah sarapan dengan roti bakar dan telur rebus dari warung dekat penginapan, mereka berjalan ke arah Guild dengan langkah yang penuh semangat.
Olivia: "Aku sudah tidak sabar mau lihat ada misi apa aja yang tersedia. Semoga ada yang menantang dan memberi kita banyak informasi."
Lyra: "Jangan terlalu tergesa-gesa ya. Kita harus pilih misi yang sesuai dengan kemampuan kita dan juga bisa membantu kita mendapatkan informasi tentang Awan Gelap."
Saat mereka sampai di Guild, ruangan sudah ramai dengan petualang lain yang sedang memilih misi dari papan yang terletak di tengah ruangan.
Ada berbagai jenis misi – mulai dari mencari barang hilang, membantu petani menangani hewan liar yang terinfeksi, sampai menyelidiki fenomena aneh di wilayah sekitar kerajaan.
Mereka berkumpul di depan papan misi, membaca setiap surat yang terpasang dengan cermat.
Stella: "Lihat ini – ada misi untuk menyelidiki wilayah hutan dekat desa kecil Kampung Mutiara yang sedang mengalami kerusakan akibat energi gelap. Banyak tanaman yang layu dan hewan yang menjadi agresif."
Liam: "Ini cocok banget dengan tujuan kita. Kita bisa membantu masyarakat sekaligus menyelidiki penyebabnya apakah memang terkait dengan Awan Gelap."
Naomi: "Plus bayarannya juga lumayan lho! Cukup buat kita beli kebutuhan dan mungkin sedikit menabung buat perjalanan selanjutnya."
Olivia: "Desa itu terletak di jalur menuju wilayah Demon juga. Kalau misinya selesai, kita bisa langsung melanjutkan perjalanan dari sana."
Mereka memutuskan untuk mengambil misi itu dan segera mendaftarkan diri ke pimpinan Guild.
Pimpinan Guild: "Baiklah, Tim Pelindung Alam. Misi ini bukanlah yang paling mudah, tapi dari kemampuan yang kalian sebutkan, aku yakin kalian bisa mengatasinya. Ingat – utamakan keselamatan masyarakat dan jangan memaksakan diri kalau ada bahaya yang terlalu besar."
Lyra: "Kita akan ingatnya, Pak. Terima kasih sudah mempercayakan misi ini pada kita."
Sebelum berangkat, mereka berbelanja perlengkapan tambahan di toko perlengkapan petualang dekat Guild – obat-obatan tambahan, makanan yang awet, dan tali khusus untuk climbing.
Olivia juga membeli beberapa bahan bakar khusus yang bisa membantu dia mengendalikan kekuatan api dengan lebih baik.
Mereka berangkat menggunakan kereta kecil yang mereka pinjam dari Guild. Jalannya melewati hamparan sawah yang subur dan beberapa pepohonan yang rindang.
Saat semakin dekat dengan Kampung Mutiara, mereka mulai merasakan adanya energi gelap yang menyebar di udara.
Liam: "Aku merasakannya – energi gelap yang sama seperti yang kita temui sebelumnya. Tapi rasanya lebih lemah, mungkin masih di tahap awal penyebaran."
Olivia: "Aku juga merasakannya. Rasanya seperti ada sesuatu yang sedang mencoba mengganggu keseimbangan alam di sini."
Setelah sekitar dua jam berkendara, mereka tiba di Kampung Mutiara. Desa yang biasanya ramai dan penuh dengan kehidupan kini terlihat sepi dan suram. Rumah-rumah terawat baik tapi tanaman di sekitarnya sudah mulai layu.
Kepala Desa: "Selamat datang, petualang! Kami sudah menunggu kalian dengan sabar. Banyak dari kami yang tidak berani keluar rumah karena hewan liar yang jadi sangat agresif."
Naomi: "Jangan khawatir, Pak. Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu kalian."
Mereka mulai menyelidiki wilayah sekitar desa. Di tepi desa ada sebuah hutan kecil yang biasanya menjadi sumber air dan makanan bagi penduduk desa.
Saat mereka memasuki hutan, mereka melihat banyak pepohonan yang sudah layu dan tanah yang mulai mengering.
Stella: "Ada sesuatu yang tidak beres dengan sumber air di sini. Aku merasakan energi gelap yang terkonsentrasi di arah sungai kecil di dalam hutan."
Mereka berjalan ke arah sungai dan menemukan bahwa air sungai sudah mulai keruh dengan warna kehitaman pekat.
Di tengah sungai ada sebuah batu besar yang biasanya menjadi tempat pemujaan bagi penduduk desa, tapi kini tertutup energi gelap yang tebal.
Lyra: "Itu batu pemujaan leluhur desa ini. Sepertinya energi gelap menyebar dari sana."
Olivia: "Aku akan membakar energi gelap itu dengan kekuatan api ku. Tapi aku perlu bantuan kalian untuk menjaga agar energi itu tidak menyebar ke arah desa."
Liam: "Baik. Kita akan membentuk lingkaran perlindungan menggunakan energi dari masing-masing elemen. Lyra dengan energi tanah dan udara, Stella dengan energi air, Naomi dengan kekuatan fisik dan api hangat, dan aku akan menyelaraskan semua energi itu."
Mereka mulai bekerja sama dengan sangat baik. Olivia berdiri di depan batu besar dan melepaskan kekuatan api yang hangat namun terkendali – bukan untuk menghancurkan, tapi untuk membersihkan energi gelap yang menempel.
Sementara itu, Liam dan yang lain membentuk lingkaran perlindungan dan membantu menyebarkan energi positif ke sekitar hutan.
Setelah beberapa saat, energi gelap mulai menghilang dan air sungai kembali menjadi jernih seperti biasanya. Tanaman yang layu mulai sedikit kembali segar, dan udara menjadi lebih segar.
Kepala Desa: "Terima kasih banyak, petualang! Desa kami kembali seperti sediakala. Ini adalah hadiah kecil dari kami sebagai tanda terima kasih."
Dia memberikan mereka kantong berisi koin dan sebuah peta kuno yang menunjukkan jalur rahasia menuju wilayah Demon.
Kepala Desa: "Peta ini pernah digunakan oleh leluhur kami untuk berpergian ke wilayah Demon. Semoga bisa membantu kalian dalam perjalanan selanjutnya."
Mereka kembali ke Kerajaan Alderaan saat malam hari mulai menjelma. Setelah melaporkan penyelesaian misi ke Guild dan menerima bayaran, mereka pergi makan malam di pasar malam yang ramai.
Mereka duduk di sebuah warung makan yang menjual makanan khas berbagai ras, menikmati hidangan yang lezat sambil bercerita tentang pengalaman mereka di Kampung Mutiara.
Olivia: "Ini adalah pertama kalinya aku bekerja sama dengan tim seperti ini. Rasanya jauh lebih mudah dan menyenangkan daripada bekerja sendirian."
Naomi: "Kan sudah bilang! Bekerja sama itu jauh lebih baik kan?"
Liam: "Selain itu, peta yang diberikan kepala desa itu sangat berharga. Kita bisa menggunakan jalur itu untuk pergi ke wilayah Demon tanpa harus melewati daerah yang berbahaya."
Stella: "Sebelum pergi, kita harus mengunjungi perpustakaan kerajaan dulu seperti yang kita rencanakan. Mungkin ada informasi penting tentang cara menyatukan kekuatan kita untuk menghadapi Awan Gelap."
Lyra: "Benar. Besok kita bisa pergi ke perpustakaan setelah istirahat cukup. Kita juga bisa membeli perlengkapan tambahan untuk perjalanan ke wilayah Demon."